Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sebat

Shopee Wajib Belajar dari Iklan Rokok, Tak Hanya Cari Cuan, tapi Juga Memberi Edukasi

Rinaldi oleh Rinaldi
27 Juli 2022
A A
Shopee Wajib Belajar dari Iklan Rokok, Tak Hanya Cari Cuan, tapi Juga Memberi Edukasi

Shopee Wajib Belajar dari Iklan Rokok, Tak Hanya Cari Cuan, tapi Juga Memberi Edukasi (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Shopee seharusnya belajar dari iklan rokok. Tak hanya menggaet pelanggan, tapi juga memberi edukasi

Kalau kamu merasa kesal melihat iklan Shopee, selamat, kita adalah spesies yang sama.

Bukan hanya karena iklannya menghancurkan tayangan YouTube yang sedang saya tonton, tapi juga karena salah satu iklan e-commerce ini berdampak buruk bagi kehidupan sosial kita. Lebih tepatnya iklan Spaylater.

“Loh, kenapa berdampak buruk? Bukannya itu bagus. Memudahkan kita yang lagi pengen belanja meski kantong bolong?”

Benar. Memang itulah tujuan iklan Spaylater ini dibikin.

Tapi Anda tidak melihat ada berapa banyak orang-orang di luar sana yang terlilit utang gara-gara termakan rayuan iklan ini. Ada berapa banyak yang pinjam uang sana-sini cuma buat nutupin angsurannya di Shopee? Banyak.

Saya punya kenalan yang jadi salah satu korban dari orang-orang yang tergiur dengan layanan marketplace yang satu ini. Sebut saja namanya Mala.

Belanja berbulan-bulan membuat Mala lupa dengan cicilannya, sehingga ketika tersadar, dia pun menghubungi orang lain yang bisa diutangi. Dan sialnya, orang itu adalah saya.

Baca Juga:

Shopee VIP Memberi Ilusi Hemat Belanja, tapi Bisa Membuat Boros Tak Terkira

4 Tips Berburu Diskon Pakai ShopeeFood Deals biar Tetap Kenyang Tanpa Merasa Ditipu

Dia takut dengan tagihan Spaylater, tapi nahasnya, dia tidak takut dengan retaknya pertemanan kami.

Ehem. Sori, jadi curhat. Tapi maksud saya, manusia sejenis Mala ini adalah salah satu contoh dari sekian orang yang terlena dengan kemudahan yang ditawarkan oleh iklan. Dia dan jutaan orang di luar sana menikmati keuntungan dari iklan tersebut tanpa membekali diri dengan pengetahuan lengkap tentang untung-ruginya.

Orang berbondong-bondong menikmati layanan Spaylater tanpa mengukur kapasitas keuangan mereka. Mereka tidak pernah bertanya, sanggupkah mereka melunasi tagihan tanpa perlu meminjam uang kepada orang lain? Dan yang paling penting, mampukah mereka mengendalikan nafsu belanja mereka dan sadar diri bahwa isi kantong tak sebanding dengan gaya hidup?

Saya rasa tidak. Apalagi upaya untuk menyadarkan diri itu tak didukung oleh si penyedia layanan, Shopee.

Sejauh ini saya tidak melihat iklan sosialisasi atau tutorial cara mencicil tagihan Spaylater atau upaya kreatif lainnya dari platform belanja online itu. Yang ada hanyalah tawaran manisnya saja. Betapa enaknya bisa belanja sekarang tapi bayarnya bulan nanti.

Seharusnya Shopee bisa mengedukasi penggunanya untuk bisa berhutang tanpa perlu mengorbankan pertemanan mereka. Tidak cukup hanya dengan tulisan kecil “syarat dan ketentuan berlaku” yang ada di pojok bawah iklan.

“Yaelah, ngapain nyalahin Shopee? Seharusnya masyarakatnya sendiri yang sadar diri. Mengedukasi diri sendiri. Mana mau Shopee iklan tandingan buat mereka sendiri. Yang ada malah orang gak mau pake layanan mereka.”

Seharusnya Shopee bisa belajar dari iklan rokok.

Rokok adalah satu-satunya produk yang rela mencantumkan efek sampingnya di dalam iklan. Tapi mengesampingkan tekanan WHO, produk mana lagi coba yang berani mengilustrasikan dampak bahaya produk mereka di baliho di pinggir jalan, bersebelahan dengan poster kader partai politik?

Bahkan tak hanya lewat kata-kata “rokok membunuhmu.” Tapi, juga mencantumkan gambar orang dengan tenggorokan bolong dan bibir hancur.

Kurang tabu apa lagi, coba?

Kalo dibilang, orang-orang tidak mau membeli produk mereka lagi, nyatanya pada tahun 2021, industri rokok mengalami peningkatan penjualan sekitar 296,2 miliar batang, naik 7,2 persen dari tahun sebelumnya yang berjumlah 276,2 miliar batang.

Artinya, mau sebahaya apa pun dampak yang mereka cantumkan, justru itu tak mengganggu tingkat penjualan mereka.

Secara dampak pun, hampir tidak pernah kita temui kondisi seperti yang kita lihat pada gambar peringatan itu. Bahkan, rata-rata efek kesehatan rokok terjadi secara lambat. Lebih lambat dari dampak Shopee PayLater tadi.

Maka dari itu seharusnya Shopee mulai meniru gaya pengiklanan yang dilakukan oleh perusahaan rokok. Tidak hanya menawarkan kemudahan belanja di saat kantong bolong, tapi juga mengedukasi pengguna bahwa kalo mau ngutang minimal harus kerja dulu, dong.

Bahkan kalo perlu tidak hanya mensyaratkan KTP untuk registrasi Spaylater, tapi juga disertai slip gaji dan surat tunggakan utang yang lain. Jadi, tidak hanya menjamin pengguna untuk disiplin membayar tagihan, tapi juga mencegah mereka untuk utang sana-sini buat nutupin tagihan yang tadi.

Sebagai tambahan. Saran saya ini tidak hanya berlaku buat Shopee dan platform belanja ngutang lainnya. Tapi, juga buat para calon legislatif dan para pejabat yang mau kampanye nanti.

Tirulah iklan rokok. Jangan hanya mencantumkan janji manis saja, tapi juga resiko buruk yang akan diterima rakyat kalo memilih mereka. Seperti, “Memilih saya dapat mengakibatkan korupsi, pembungkaman suara rakyat dan kenaikan harga bahan pokok.”

Penulis: Much Rinaldi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Alasan Sebaiknya Kita Nggak Daftar dan Pakai Shopee Paylater

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 Juli 2022 oleh

Tags: edukasiIklan Rokokpaylatershopeespaylater
Rinaldi

Rinaldi

Penulis adalah seorang sarjana lulusan Sastra Inggris di salah satu Universitas Islam Negeri di Jambi.

ArtikelTerkait

Shopee dan Kebijakan Absurd-nya: Niatnya Membantu, tapi Malah Bikin Penjual Menggerutu shopee vip

Shopee dan Kebijakan Absurd-nya: Niatnya Membantu, tapi Malah Bikin Penjual Menggerutu

23 Januari 2025
Mengedukasi Masyarakat Bukan Tugas Sinetron, Jadi Stop Bilang Sinetron Indonesia Nggak Mendidik terminal mojok

‘Sinetron Indonesia Tidak Mendidik’, Mengedukasi Masyarakat Emang Bukan Tugas Sinetron, kok

28 Juni 2021
#ShopeeTindasKurir Adalah Situasi yang Bikin Saya sebagai Pelanggan Shopee Jadi Simalakama terminal mojok.co

Surat Terbuka untuk Seluruh Marketplace: Kasih Opsi Uang Tip untuk Kurir, dong!

9 Agustus 2021
Jualan di TikTok Shop Nggak Lebih Mudah dari Shopee: Udah Diburu Waktu untuk Segera Kirim, tapi Duit Cairnya Super Lama

Jualan di TikTok Shop Nggak Lebih Mudah dari Shopee: Udah Diburu Waktu untuk Segera Kirim, tapi Duit Cairnya Super Lama

16 Juli 2025
7 Toko Skincare Lokal di Shopee yang Produknya Dijamin Original Terminal Mojok.co

7 Toko Skincare Lokal di Shopee yang Produknya Dijamin Original

6 April 2022
7 Rekomendasi Toko Busana Muslim Wanita di Shopee Terminal Mojok.co

7 Rekomendasi Toko Busana Muslim Wanita di Shopee

4 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026
Ide bisnis buat pebisnis Semarang kalau punya punya 100 miliar (Unsplash)

Ide bisnis yang muncul di kepala saya kalau punya uang 100 miliar adalah bikin rumah kesejahteraan khusus anjing di Semarang

2 Agustus 2026
Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

6 Agustus 2026
Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

2 Agustus 2026
Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

7 Agustus 2026
Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

1 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.