5 Alasan Sebaiknya Kita Nggak Daftar dan Pakai Shopee Paylater – Terminal Mojok

5 Alasan Sebaiknya Kita Nggak Daftar dan Pakai Shopee Paylater

Artikel

Desi Murniati

Setelah sebelumnya ramai diperbincangkan terkait mogok kurir Shopee dan perubahan pilihan pengiriman yang ada di marketplace Shopee, saya mendadak teringat tentang salah satu fitur yang dimiliki oleh Shopee yaitu Shopee Paylater atau yang sekarang sudah berubah jadi SPaylater. Saya merupakan salah satu pengguna Shopee Paylater yang sudah mengaktifkan fitur ini satu tahun yang lalu dan sudah beberapa kali menggunakannya. Buat yang lagi nggak pegang uang dan pengin belanja atau pengin dapat cashback khusus Shopee Paylater. Keberadaannya sangat membantu. Namun, ada beberapa hal yang membuat saya harus mempertimbangkan lagi untuk menggunakan fitur ini ini.

#1 Besaran bunga yang beda antara saat checkout dan saat pembayaran

Beberapa saat yang lalu saya ngobrol dengan teman terkait fitur ini, bahkan kami sempat berdebat karena dia mengira tidak ada bunga tambahan saat menggunakan Shopee Paylater ini. Dia pikir jumlah yang dia bayarkan sama dengan jumlah saat dia checkout. Padahal itu nggak mungkin terjadi. Tanpa bunga dari mana ia dapat keuntungan?

Selain adanya bunga ini, saya juga memperhatikan besaran bunga saat checkout dan saat pembayaran. Saya beberapa kali memperhatikan hal ini saat belanja dengan Shopee Paylater. Saat checkout di bulan Oktober lalu tertulis besaran jumlah yang nantinya harus saya bayar itu Rp110.900-an. Nah, saat tiba waktu pembayaran tagihan ternyata lebih dari itu yaitu Rp112.800. Ini terjadi lagi di transaksi selanjutnya. Emang, sih, jumlahnya nggak seberapa, tapi kan tetap beda ketentuan awal saat checkout dengan jumlah yang harus dibayar nantinya. Buat Anda yang pakai Shopee Paylater ini, coba deh diperhatikan lagi.

Baca Juga:  Iklan Shopee Adalah Iklan Paling Menyebalkan

#2 Ada biaya admin tambahan

Shopee Paylater juga memberikan biaya admin tambahan bagi para penggunanya. Biaya admin ini nggak ada jika Anda menggunakan Shopee Pay. Buat tipe-tipe hemat kayak saya gini biaya admin yang meski hanya beberapa ribu rupiah juga lumayan. Apalagi biaya admin ini disesuaikan dengan besaran belanja, jadi semakin mahal harga barang yang dibeli biaya adminnya juga akan semakin mahal.

#3 Risiko jika tidak membayar tepat waktu

Seorang teman pernah bercerita bagaimana dia ditelepon Shopee Paylater karena telat membayar, padahal jumlahnya saat itu hanya Rp50.000. Dia bercerita sehari bisa berkali-kali ditelepon oleh CS-nya. Bahkan CS ini akan memberikan ancaman jika tagihannya tidak segera dibayar.

Bagi saya itu cukup ngeri. Apalagi saat ini banyak cerita pengambilan nomor yang ada di kontak peminjam jika tidak segera membayar tagihan. Jadi, buat yang berniat pakai fitur ini, pastikan sesuaikan dengan kemampuan Anda dalam membayarnya.

#4 Risiko penyalahgunaan

Buat Anda yang kurang hati-hati dalam menjaga data-data pribadi, sebaiknya nggak mengaktifkan fitur ini. Pinjaman dari Shopee Paylater selalu terpasang di akun Shopee dan selalu ada pilihan penggunaan fitur ini saat checkout. Tentu ini sangat berisiko digunakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab yang kebetulan mengetahui password Shopee Paylater Anda. Penyalahgunaan ini juga dapat terjadi jika Anda kehilangan ponsel. Jadi, pastikan Anda bisa menjaga kerahasiaan fitur ini atau sebaiknya tidak mengaktifkannya.

Baca Juga:  Kalau Aksi Mahasiswa Jadi Revolusi, The Revolution Will Be Cute As Hell!

#5 Shopee Paylater tidak bisa dinonaktifkan

Saya yang sempat khawatir Shopee Paylater saya disalahgunakan, akhirnya mencari cara untuk menonaktifkan fitur ini. Namun ternyata ia nggak bisa dinonaktifkan kecuali Anda menghapus akun Shopee Anda. Jadi, selama Anda belum menghapus akun Shopee Anda, ia selamanya akan ada di akun tersebut dan penyalahgunaan tetap bisa terjadi jika Anda tidak menjaga rahasia akun Shopee Anda dengan baik.

Jadi, masih tertarik menggunakannya?

BACA JUGA Saya Member Platinum Shopee dan Malas untuk Checkout di Marketplace Ini Lagi dan tulisan Desi Murniati lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
98


Komentar

Comments are closed.