Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Setelah Masuk Oseanografi, Saya Jadi Tahu kalau Hal Mistis di Laut Bisa Dinalar

Taufik oleh Taufik
17 September 2020
A A
Setelah Masuk Oseanografi, Saya Jadi Tahu kalau Hal Mistis di Laut Bisa Dinalar terminal mojok.co

Setelah Masuk Oseanografi, Saya Jadi Tahu kalau Hal Mistis di Laut Bisa Dinalar terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai jurusan yang tidak terlalu terkenal, saya masuk Oseanografi sebenarnya bisa dibilang kecelakaan. Ternyata memang rata-rata teman saya masuk jurusan ini mulanya juga kecelakaan. Tentu saya tidak perlu mengenalkan terlalu panjang soal jurusan ini. Jurusan yang dari namanya saja kita bisa langsung tahu soal apa. Ya, soal laut.

Meskipun dimulai dengan kecelakaan, di awal-awal tahun perkuliahan saya sudah mulai suka dengan yang ada dalam dunia Oseanografi. Perkaranya sebetulnya sepele. Pasalnya, saya berasal dari daerah pesisir yang jelas sangat dekat dengan kehidupan pantai dan laut.

Masa Perkuliahan

Dalam mata kuliah yang secara umum tentang laut, saya seperti sedang ikut perkuliahan tapi di kampung. Semua hal yang berbau laut dibahas di sana. Tentu saja ini dibahas dalam perspektif ilmiah. Respons di dalam kelas pun terbagi menjadi dua “ooo”. Teman-teman saya banyak yang merespons “ooo” karena baru tahu. Sementara saya merespons “ooo” karena baru paham bahwa kejadian A, B, C, dan sebagainya di laut yang pernah saya saksikan ternyata ada penjelasan ilmiahnya.

Setelah menjadi mahasiswa, sedikit demi sedikit saya percaya segala sesuatu bisa dinalar dengan logika dan mulai skeptis terhadap hal-hal mistis, terlebih yang terjadi di laut. Bagi saya, kejadian aneh di laut dianggap sebagai mistis karena kita belum bisa menjelaskannya secara ilmiah. Atau kita belum memahami penjelasan ilmiah akan hal tersebut.

Misalnya kejadian kecelakaan di Pantai Selatan Jawa yang selalu dikaitkan dengan kemunculan penguasa Pantai Selatan. Padahal, bisa jadi orang-orang belum tahu ada satu fenomena di pantai yang namanya rip current. Jadi begini, di pantai yang memiliki karakter gelombang pecah dan memiliki kontur pantai yang tegak lurus terhadap arah datangnya gelombang macam Pantai Selatan, memiliki kecenderungan terjadi rip current. Nah, di Pantai Selatan sendiri memang banyak spot yang teridentifikasi sebagai tempat terjadinya rip current. Bahkan hampir di semua pantai berpasir di Pesisir Selatan memiliki spot rip current.

Tapi, kan, cuma arus biasa, Bos? Kalau bisa renang, mah, boleh kali menghindar?

Eh, mohon maaf, nih, ya. Kecepatan arus rip current yang terjadi di pesisir pantai memiliki rerata 2,5 meter/detik. Bisa dibayangin, kan? Dalam waktu satu detik aja kita berpotensi ketarik arus 2,5 meter dari posisi semula. Kalau di darat, sih, mungkin gampang aja masih bisa dipikir sambil napak. Sementara di laut, kan, beda. Situ mau coba?

Ilmu Oseanografi

Dari dunia perkuliahan di Oseanografi juga saya yakin bahwa banyak hal di laut yang sejak dulu kemungkinan sudah bisa dinalar. Namun, kearifan lokal suatu daerah memberi jalan agar suatu tempat bisa tetap lestari, dibikinlah semacam mitos, larangan, dan pamali.

Baca Juga:

Jalan Daendels Pansela Tidak Kalah Hancur dari Pantura, Tak Layak Dilewati padahal Menyimpan Potensi

Mengenal Gunungkidul, Kabupaten (yang Dianggap) Gersang yang Ternyata Dulunya Dasar Laut

Misalnya, larangan menggunakan baju berwarna hijau di Pantai Selatan. Menurut saya dan beberapa teman Oseanografi, hal ini memiliki nilai filosofis. Warna air laut di sekitar Pantai Selatan (terutama pantai Parangtritis dan sekitarnya) cenderung biru agak hijau. Hal ini bisa jadi berhubungan dengan kecelakaan di laut akibat rip current yang kita bahas di atas. Baju berwarna hijau dapat menyebabkan susahnya menemukan korban karena warna laut dan baju korban sama-sama hijau.

Mitos di laut memang kebanyakan hanya sebatas larangan. Tidak ada hukuman yang “jelas” jika kita melanggarnya. Namun, pada dasarnya saya percaya hal itu bukan sekadar untuk menakut-nakuti orang. Hal ini lebih kepada cara untuk menjaga pantai dan laut agar tetap lestari.

BACA JUGA Mempertanyakan Piagam Perjanjian TNI AL dengan Nyi Roro Kidul dan tulisan Taufik lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 November 2025 oleh

Tags: Lautoseanografipantai selatan
Taufik

Taufik

Ide adalah ledakan!

ArtikelTerkait

Membayangkan kalau Sungai Brantas di Kediri Berubah Jadi Laut

12 September 2021
Bedono, Desa di Demak yang Berkawan (Kelewat) Akrab dengan Rob

Bedono, Desa di Demak yang Berkawan (Kelewat) Akrab dengan Rob

10 Agustus 2023
Gaduh Ikon Gunungkidul dan Pembangunan Tugu Tobong Gamping yang Ngadi-ngadi

Mengenal Gunungkidul, Kabupaten (yang Dianggap) Gersang yang Ternyata Dulunya Dasar Laut

27 September 2023
Jalan Daendels Pansela Tidak Kalah Hancur dari Pantura, Tak Layak Dilewati padahal Menyimpan Potensi

Jalan Daendels Pansela Tidak Kalah Hancur dari Pantura, Tak Layak Dilewati padahal Menyimpan Potensi

28 November 2025
Bisakah Bule Kena Santet?

Bisakah Bule Kena Santet?

22 Maret 2022
Memahami Kartun SpongeBob dari Kacamata Filosofis Seorang Oseanografi terminal mojok.co

Melihat SpongeBob dari Kacamata Filosofis Oseanografi

20 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

BEM Unesa Gerombolan Mahasiswa Malas Kerja, Cuma Cari Muka (Ardhan Febriansyah via Wikimedia Commons)

Kuliah di Unesa Surabaya Itu Sangat Menyenangkan, asal Dosennya Betul-betul Ngajar, Bukan Ngebet Jurnal

20 Maret 2026
Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah Para Pendatang

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah para Pendatang

15 Maret 2026
5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

Ironi UNNES Semarang: Kampus Konservasi, tapi Kena Banjir Akibat Pembangunan yang Nggak Masuk Akal

18 Maret 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini

19 Maret 2026
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.