Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Sepatu Rakyat Itu Bukan Compass, tapi Kodachi

Ahmad Faris Mutashim oleh Ahmad Faris Mutashim
25 Agustus 2020
A A
sepatu kodachi sepatu compass local pride overproud sepatu lokal berkualitas review sneakers dr. Tirta mojok.co

sepatu kodachi sepatu compass local pride overproud sepatu lokal berkualitas review sneakers dr. Tirta mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

 

Ngomongin hal-hal berbau local pride yang lagi ngetren akhir-akhir ini. Tidak elok rasanya, kalau kita tidak membahas sneaker lokal legendaris dari Bandung. Ventela? Kofuku? Bukan bambang, kita mau bahas Kodachi. Ventela sama Kofuku legendaris darimana bos? Mereka masih brand kemarin sore. Lho, bukanya itu brand jepang  ya, Bro? Nah ini yang bikin salah kaprah. Emang sih awalnya Kodachi didirikan sama investor asal Jepang. Namun semenjak menjamurnya brand asal Eropa seperti Nike, Adidas, dan  Puma, lambat laun merk ini tenggelam karena penduduk Negara +62 sing kakean nuruti gengsi, cen asu ogh.

Nah, kenapa disebut salah kaprah? Setelah keruntuhan Kodachi dengan investor Jepangnya, brand ini diambil alih oleh orang Indonesia pada tahun 1990-an. Kodachi akhirnya memiliki pabrik sendiri yang cukup besar di kota Bandung. Dengan jahitan dan press mesin yang sudah inject. Sepatu ini dibanderol dngan harga pasar Rp.100.000-Rp.115.000 saja. Mantap sekali untuk sobat misqueen yang memiliki masalah sepatu rusak dan perlu beli baru dengan dana minimalis. Kualitasnya gimana? Tidak buruk. Dengan desain klasik dan lentur, sepatu ini emang serinya buat orang yang sering olahraga. Karena kalau lihat dilihat, kemasannya bertuliskan “volleyball shoes”. Zaman bapak saya masih SMA sepatu ini sering dipakai olahraga katanya nggak gampang rusak.

Jasa Sepatu Kodachi untuk Indonsia

Oh iya, karena ini bulan Agustus, identik banget sama yang namanya bahasan-bahasan kemerdekaan. Tahu nggak sih, sepatu ini udah pernah bikin bangga Indonesia lho. Tepatnya di Olimpiade Barcelona, sepatu ini yang dipakai sama legenda bulutangkis Susi Susanti. Mantep kan, Lu? Jadi gausah sok gengsi deh, bilang sepatu murahan atau norak lah. Ini sepatu udah berjasa banget buat negara ini ya, Bambang.

Ono Rego Ono Rupo

Pepatah “Ono Rego, Ono Rupo” yang dalam bahasa Indonesia berarti ada harga yang lumayan, sebanding dengan kualitas barang. Tapi sepertinya hal itu tidak berlaku untuk sepatu Kodachi. Banyak orang yang teledor membeli barang karena terbius dengan harga yang terlalu murah seperti barang clone pada produk smartphone. Namun, sepatu Kodachi menawarkan kualitas dengan harga 100.000 saja. Itu disebabkan metode pemasaran mereka yang baru sebatas distrbusi ke reseller, lalu barang laku. Udah gitu doang, repeat. Dibandingkan dengan sepatu local brand yang lebih muda seperti ventela, ataupun compass, Kodachi lebih menjual sisi kualitas. Bahkan harus saya akui pabrik brand Kodachi adalah produsen sepatu berkualitas dengan modal minim.

The Real Sepatu Rakyat

Ngomong-ngomong nih ya, yang bikin gaung local pride selain influencer sekaligus pemilik usaha cuci sepatu shoesandcare. Yap, Tirta Mandhira Hudhi atau lebih dikenal sebagai dr.Tirta. Gerakan ini juga disebabkan boomingnya brand sepatu lokal yang menurut perspektif saya terlalu menjual nama rakyat. Diperparah kelakuan fans brand satu ini yang menurut saya overproud banget sampai konten review sepatunya dr.Tirta dihujat karena diduga menyudutkan brand yang mereka idolai.

Kalau kata dr.Tirta, dunia persepatuan lokal lebih gayeng dari percovidan, ndak usah disebut nama brandnya apa, udah pada tau kok. Kalau mau bikin sepatu yang mengatasnamakan rakyat tak saranin mbok ya konsultasi ke Kodachi dulu, biar tahu definisi sepatu rakyat itu kayak gimana, hehehe.

Ok, sebagai penutup saya ingin mengutarakan rasa heran saya kepada fans brand lokal yang terlalu overproud pada salah satu brand lokal tertentu saja, kok mau-maunya beli barang resell nyampai dua kali lipat lebih harga aslinya, masih banyak kali brand lokal yang harganya terjangkau. Kalau fenomena kaya gini dibiarkan, jatuhnya cuma menggaungkan brand lokal doang nggak sih?! Unsur pride-nya nggak ada. Soalnya jelas, mereka beli bukan buat dipakai, tapi dijual lagi. Ya mungkin niat awalnya buat dipakai tapi kalau ditawar dua kali lipat sih saya juga mau.

Baca Juga:

4 Rekomendasi Sepatu Wanita Lokal Terbaik Kurang dari Rp400 Ribuan, Harga Murah Tampilan Mewah

Kanky, Sepatu Lokal Rasa Internasional. Terbaik!

Sumber gambar: Youtube InCipeng WeTrust.

BACA JUGA Sepatu Campess Akhirnya Gaib dan Mencoreng Demokrasi Persepatuan atau artikel Terminal Mojok lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 25 Agustus 2020 oleh

Tags: brand sepatu lokalsepatu compass
Ahmad Faris Mutashim

Ahmad Faris Mutashim

Maba Angkatan Corona, Kuliah Di UIN Jakarta

ArtikelTerkait

Membeli Sepatu Itu Nggak Selalu Mudah, Sering Rumitnya

Sepatu Campess Akhirnya Gaib dan Mencoreng Demokrasi Persepatuan

6 Mei 2020
Kanky, Sepatu Lokal Rasa Internasional. Terbaik!

Kanky, Sepatu Lokal Rasa Internasional. Terbaik!

4 Januari 2025
rekomendasi brand sepatu lokal brodo mojok.co

#BanggaBuatanIndonesia dengan Stop Beli Resell Compass dan Beralih ke 3 Brand Sepatu Lokal Ini

18 Mei 2020
4 Rekomendasi Sepatu Wanita Lokal Terbaik Kurang dari Rp400 Ribuan, Harga Murah Tampilan Mewah

4 Rekomendasi Sepatu Wanita Lokal Terbaik Kurang dari Rp400 Ribuan, Harga Murah Tampilan Mewah

20 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026
Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

9 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Merasa Lebih Dihargai daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” selama Bertahun-tahun Mojok.co

Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” Selama Bertahun-tahun

9 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Memang Penuh Cerita dan Keresahan, Makanya Dibicarakan Berulang-ulang dan Hampir Tanpa Jeda

10 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.