Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Senikmat-Nikmatnya Kopi Joss Jogja, Saya Tetap Nggak Berani Coba. Lihat Arangnya Saja Sudah Ngeri Duluan

Intan Permata Putri oleh Intan Permata Putri
3 Maret 2026
A A
Senikmat-Nikmatnya Kopi Joss Jogja, Saya Tetap Nggak Berani Coba. Lihat Arangnya Saja Sudah Ngeri Duluan

Senikmat-Nikmatnya Kopi Joss Jogja, Saya Tetap Nggak Berani Coba. Lihat Arangnya Saja Sudah Ngeri Duluan

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau bicara soal minuman legendaris di Jogja, nama Kopi Joss hampir selalu masuk daftar teratas. Katanya khas. Katanya unik. Dan katanya rasanya beda dari kopi lain. Bahkan banyak wisatawan sengaja datang malam-malam ke kawasan Angkringan Lik Man demi merasakan sensasi “joss” ketika arang panas dicelupkan ke dalam gelas kopi.

Saya? Jujur saja, setiap kali lihat prosesnya, nyali langsung ciut duluan.

Bukan karena tidak suka kopi. Saya penikmat kopi, meski bukan yang terlalu pahit. Tapi setiap kali melihat segelas kopi hitam panas lalu tiba-tiba dimasukkan arang membara yang masih merah menyala, rasanya lebih mirip eksperimen kimia daripada minuman yang siap diminum. Suara “cesss” ketika arang menyentuh air kopi memang terdengar dramatis. Dari situlah katanya muncul istilah “joss”.

Semua orang terlihat antusias. Ada yang merekam dengan kamera ponsel, ada yang tersenyum lebar sambil menunggu momen pertama menyeruput. Saya berdiri agak jauh, memperhatikan, sambil berpikir dalam hati: itu benar-benar diminum?

Logikanya sih masuk, tapi…

Secara logika, memang arang yang digunakan biasanya adalah arang kayu yang dibakar bersih. Banyak yang bilang arang itu justru membantu menetralisir asam kopi dan membuat rasanya lebih halus di lambung. Bahkan ada yang percaya arang punya efek menyerap racun. Entah sugesti atau memang ada sensasi berbeda, banyak testimoni yang menyebut rasanya lebih ringan dan tidak terlalu bikin perut perih.

Tapi tetap saja, visualnya membuat saya ragu.

Mungkin ini soal kebiasaan. Kita terbiasa melihat arang sebagai sesuatu yang kotor, hitam, dan identik dengan asap dapur atau sate. Ketika benda itu tiba-tiba masuk ke dalam gelas minuman, otak saya otomatis memberi alarm kecil: “Aman nggak, ya?”

Teman-teman saya pernah mencoba. Mereka bilang rasanya tidak aneh. Bahkan cenderung seperti kopi hitam biasa, hanya sedikit ada aroma smokey yang tipis. Arangnya juga tidak hancur atau membuat kopi jadi penuh serpihan. Setelah beberapa saat, arang akan tenggelam di dasar gelas, dan kopi bisa diminum seperti biasa.

Baca Juga:

Dosa Penjual Oseng Mercon Menghilangkan Statusnya Sebagai Kuliner Unik, padahal Ia Adalah Makanan Khas Jogja Paling Seksi

6 Oleh oleh Khas Jogja Paling Red Flag, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Sakit Hati

Tetap saja, saya belum tergoda.

BACA JUGA: 3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat: Ketika Lidah Lokal yang Murah Direbut oleh Lidah Wisatawan yang Dipaksa Mahal

Kopi itu perkara sensasi menyenangkan, dan kopi joss nggak ngasih itu

Buat saya, sensasi minum kopi itu soal aroma hangat yang naik perlahan, rasa pahit yang lembut, dan suasana santai saat duduk mengobrol. Sementara kopi dengan arang menyala di dalamnya terasa seperti tantangan keberanian. Seolah ada pertanyaan tak terucap: “Berani nggak?”

Padahal mungkin ketakutan saya berlebihan. Toh minuman ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan tetap eksis sampai sekarang. Kalau benar-benar berbahaya, tentu tidak akan bertahan lama dan dicari banyak orang. Faktanya, justru jadi ikon kuliner malam Jogja.

Mungkin ini bukan soal aman atau tidak. Ini soal mental saya yang belum siap.

Ada juga faktor sugesti. Ketika sesuatu terlihat ekstrem, kita cenderung membayangkan dampak terburuknya dulu. Padahal belum tentu sesuai kenyataan. Sama seperti makanan-makanan unik lain yang awalnya terasa aneh di mata, tapi setelah dicoba ternyata biasa saja.

Saya sering berpikir, mungkin suatu hari nanti saya akan memberanikan diri. Duduk di angkringan sederhana, memesan satu gelas, lalu menunggu momen arang panas itu dicelupkan. Mungkin saya akan menutup mata saat menyeruput pertama kali. Atau mungkin saya akan tertawa sendiri karena ternyata rasanya tidak semenakutkan tampilannya.

Tapi untuk sekarang, saya masih cukup puas menjadi penonton.

Tentang rasa nyaman, bukan tantangan

Menikmati suasana malam Jogja, mendengar suara motor lalu-lalang, mencium aroma nasi kucing dan sate usus yang dibakar, dan melihat orang-orang mencoba kopi dengan arang menyala itu sudah jadi pengalaman tersendiri. Kadang, tidak mencoba pun tetap bisa menikmati ceritanya.

Lagi pula, setiap orang punya batas kenyamanan masing-masing. Ada yang langsung antusias mencoba hal unik. Ada yang perlu waktu. Dan ada juga yang merasa cukup melihat dari jauh.

Buat saya, kopi tetap soal rasa nyaman. Kalau melihat arangnya saja sudah bikin deg-degan, mungkin memang belum waktunya. Siapa tahu suatu hari rasa penasaran menang lebih dulu daripada rasa ngeri.

Tapi sampai hari itu tiba, biarlah saya jadi orang yang berkata, “Senikmat-nikmatnya Kopi Joss Jogja, saya masih belum berani.” Dan tidak apa-apa.

Penulis: Intan Permata Putri
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kopi Joss Lik Man dan Rasa yang Dirindukan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Maret 2026 oleh

Tags: kopi josskopi joss jogjakopi joss lik mankuliner jogjakuliner khas jogja
Intan Permata Putri

Intan Permata Putri

Mahasiswa semester akhir Institut Teknologi Sumatera yang sedang tertarik dengan isu-isu sosial dan lingkungan. Pernah nulis di Wattpad.

ArtikelTerkait

Bakpia Kukus Tidak Layak Pakai Nama Bakpia Asli Jogja (Unsplash)

Bakpia Kukus Tidak Layak Menyandang Nama “Bakpia” karena Ia Bolu Kukus yang Mengaku sebagai Kuliner Asli Jogja

21 Februari 2026
Gudeg Kaleng: Oleh-oleh Jogja yang Enak, tapi Punya Banyak Kekurangan  Mojok.co

Gudeg Kaleng: Oleh-oleh Jogja yang Enak, tapi Punya Banyak Kekurangan 

3 Agustus 2024
Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja Mojok.co

Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja

16 Januari 2026
5 Dosa Penjual Mangut Lele Jogja yang Bikin Nyesel dan Kecewa Orang Luar Kota

5 Dosa Penjual Mangut Lele Jogja yang Bikin Nyesel dan Kecewa Orang Luar Kota

21 Oktober 2025
4 Kuliner Jogja yang Kurang Cocok di Lidah Wisatawan Mojok.co

4 Kuliner Jogja yang Kurang Cocok di Lidah Wisatawan

17 November 2024
5 Angkringan Jogja yang Perlu Dihindari biar Nggak Menyesal

5 Angkringan Jogja yang Perlu Dihindari biar Nggak Menyesal

28 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Malang Kota Wisata Parkir, Tiap Sudut Kota Kini Dikuasai Tukang Parkir Semakin Nggak Nyaman

Bayar Parkir Liar di Malang: Nggak Dijagain, tapi Sungkan kalau Nggak Dibayar

28 Februari 2026
Bukber Berkedok Reuni Itu Scam- Arena Bunuh Teman (Unsplash)

Bukber Berkedok Reuni Itu Seperti “Scam”: Adu Outfit, Adu Gaji, Adu Kerjaan, Ujung-ujungnya Adu Nasib

1 Maret 2026
PCX 160 Motor Mewah tapi Menyedihkan, Mending Beralih ke Lexi 155 yamaha lexi

Yamaha Lexi Kalian Anggap Produk Gagal dan Motor Paling Nanggung Cuma karena Bodinya Gede? Astaga, Jelek Betul Selera Kalian

2 Maret 2026
Stasiun Indro Bikin Gresik Jadi Daerah Industri yang Terlihat Menyedihkan Mojok.co

Stasiun Indro yang Menyedihkan Membuat Kota Industri Gresik Jadi Terlihat Payah

27 Februari 2026
Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang Mojok.co

Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang

26 Februari 2026
Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

26 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.