Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Cek Fakta! Klaim Surabaya Lebih Unggul dari Semarang Soal BRT Itu Nggak Masuk Akal

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
25 Juli 2023
A A
Semarang Unggul Jauh dari Surabaya dari sisi BRT (Unsplash)

Semarang Unggul Jauh dari Surabaya dari sisi BRT (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam tulisan yang berjudul “Semarang Boleh Lebih Superior Ketimbang Cikarang, tapi Masih Kalah Jauh Dibandingkan Surabaya”, Mbak Tiara Uci mengatakan bahwa saya menilai transportasi publik Surabaya tak lebih baik dari Semarang. Padahal, faktanya Surabaya berhasil meraih penghargaan wahana tata negara sebanyak tiga kali. 

Sayangnya, parameter transportasi publik menurut saya (pada tulisan yang dibahas Mbak Tiara Uci) bukan soal penghargaan itu. Saya membahas soal BRT (Bus Raya Terpadu). Biar lebih fair, saya akan menjabarkan beberapa alasannya.

Pemkot Semarang menggelontorkan dana lebih banyak ketimbang Surabaya

Pemkot Semarang sangat serius mengurus BRT-nya. Setidaknya lebih serius ketimbang Surabaya. Terlihat dari banyaknya dana yang digelontorkan Pemkot untuk mengoperasikan BRT.

Sejak tahun lalu, Pemkot mengeluarkan lebih dari Rp200 miliar guna menjalankan BRT. Jumlah itu jauh di atas Pemkot Surabaya, yang hanya mengeluarkan dana Rp70 miliar dari APBD-nya untuk Suroboyo Bus.

Pemkot bisa mengeluarkan dana yang lebih banyak bukan berarti APBD-nya lebih besar. Faktanya, APBD Kota Semarang cuma Rp5 triliun saja. Sementara APBD Surabaya sekitar Rp11 triliun. Tapi, kemauan Pemkot Semarang jauh lebih tinggi untuk mengurus BRT-nya.

Trans Semarang jadi percontohan BRT di Indonesia

Sudah hampir empat tahun lalu, Trans Semarang ditunjuk menjadi percontohan dalam pengembangan BRT di Indonesia. Penunjukan ini dilakukan langsung oleh Kementerian Perhubungan. Ditandai dengan MoU Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan Pilot Project Sustainable Urban Transport Programme Indonesia (Sutri Nama) dan Indonesia Bus Rapid Transit Corridor Development Project (Indobus) dengan lima pemerintah daerah di Indonesia.

BRT kami diklaim sebagai salah satu BRT paling sukses di Indonesia. Dapat dilihat dari jumlah pengguna yang cukup banyak. Ditambah berbagai layanan digital yang mendukung.

Ada Kartu BRT Braille

Di Indonesia, fasilitas penyandang disabilitas masih belum diperhatikan secara serius. Nggak seperti di negara-negara maju benua biru. Akan tetapi, upaya-upaya memperbaikinya masih terus diusahakan.

Baca Juga:

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

Meski Keras dan Bisa Kejam, Faktanya Jakarta Bisa Bikin Rindu. Tapi Maaf, Saya Memilih Tidak Lagi Merantau dan Pulang ke Surabaya

Salah satu bentuk upaya untuk memfasilitasi penyandang disabilitas hadir di kota lumpia. Tahun lalu, Pemkot meluncurkan kartu BRT Braille. Setelah sebelumnya penyandang disabilitas diberikan tarif khusus (hanya Rp1.000) untuk naik Trans Semarang. Kabarnya kartu BRT Braille ini yang pertama di Indonesia.

Jumlah rute lebih banyak daripada Suroboyo Trans

Uang banyak yang dikeluarkan oleh Pemkot Semarang untuk BRT nggak sia-sia. Bukan hanya untuk gaya-gayaan doang. Apalagi jadi gimmick politik. BRT kami dirasakan betul kehadirannya oleh masyarakat yang tinggal di ibu kota Jawa Tengah tersebut.

Total ada 16 rute yang memudahkan kehidupan kami. Yang terdiri dari sembilan rute utama dan tujuh rute feeder. Sedangkan Suroboyo Trans hanya ada tujuh rute saja, di luar Teman Bus yang merupakan program pemerintah pusat. Yang terdiri dari dua rute utama dan lima rute feeder.

Jumlah armada jauh lebih banyak

Dengan jumlah rute yang banyak, otomatis Trans Semarang butuh armada yang banyak pula. Kami memiliki 235 armada. Sementara Suroboyo Bus yang memiliki rute lebih sedikit pasti armadanya juga lebih sedikit juga. Suroboyo Bus hanya memiliki 80 armada saja. Gap-nya lumayan jauh ya.

Begitu sekiranya latar belakang pendapat saya hingga berani menyatakan bahwa Semarang lebih unggul daripada Surabaya soal BRT. Meskipun, perlu diakui juga, dalam beberapa hal lain Surabaya telah “mengasapi” Semarang. Namun, kalau soal BRT, Semarang lebih baik dari Surabaya, tidak bisa tidak.

Penulis: Ahmad Arief Widodo

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Surabaya dan Semarang Memang Superior, Apalagi di Depan Malang yang Kayak Remahan Peyek

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Juli 2023 oleh

Tags: SemarangSurabayaSuroboyo Bustrans semarangtransportasi publik semarang
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

4 Hal Salah Kaprah tentang UNNES yang Bikin Geleng-geleng

UNNES Layak Mendapat Gelar Kampus dengan Nama Terbaik di Indonesia  

16 September 2023
Bakso Raos, Kuliner Endemik yang Wajib Diketahui Maba Unesa Ketintang Terminal Mojok

Bakso Raos, Kuliner Endemik yang Wajib Diketahui Maba Unesa Ketintang

15 Juli 2022
Bus Ekonomi Mustika, Penguasa Jalanan Semarang-Jogja: Dulu Jadi Andalan, Sekarang Berkawan Sepi

Bus Ekonomi Mustika, Penguasa Jalanan Semarang-Jogja: Dulu Jadi Andalan, Sekarang Berkawan Sepi

29 September 2023
Siropen, Sirop Istimewa Khas Surabaya yang Ada Sejak 1923 Terminal Mojok

Siropen, Sirop Istimewa Khas Surabaya yang Ada Sejak 1923

1 Mei 2022
Pasar Sendangmulyo Semarang, Pasar Underrated Penyelamat Warga Komplek Mager seperti Saya Mojok.co

Pasar Sendangmulyo Semarang, Pasar Underrated Penyelamat Warga Komplek seperti Saya

15 Oktober 2025
Rembang Punya Wisata Alam yang Menawan, Sayang Kotanya Tidak Berkembang Mojok.co

Dari Budaya Sampai Hiburan, Ini Alasan Kenapa Kabupaten Rembang Sebaiknya Ikut Jawa Timur

15 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Godean Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat Mojok

Jalan Godean yang Ruwet Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat

8 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.