Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Semarang Layak Diperhitungkan Jadi Kota Tujuan Belajar, Tak Kalah dari Jogja

Dimas Junian Fadillah oleh Dimas Junian Fadillah
30 Juni 2025
A A
Semarang Layak Diperhitungkan Jadi Kota Tujuan Belajar, Tak Kalah dari Jogja tembalang, banyumanik

Semarang Layak Diperhitungkan Jadi Kota Tujuan Belajar, Tak Kalah dari Jogja (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah hampir tujuh tahun saya tinggal di Semarang. Meski KTP saya belum pindah, saya merasa cukup mengenal seluk-beluk Kota Lumpia. Awalnya kedatangan saya ke Semarang hanya untuk menyelesaikan pendidikan S1. Namun keadaaan membawa saya melanjutkan ke jenjang S2. Dari pengalaman itu saya malah jadi percaya jika Semarang layak disebut sebagai salah satu kota tujuan belajar. Bahkan nggak kalah menarik dibandingkan Jogja.

Jika coba kita bandingkan, Jogja memiliki kampus unggulan seperti Universitas Gadjah Mada yang menduduki peringkat kedua nasional. Namun bukan berarti kampus-kampus di Semarang harus dianggap sebelah mata. Kota ini menawarkan pengalaman akademik yang berbeda dan suasana belajar yang tak kalah berkualitas, sehingga menjadi alternatif yang patut diperhitungkan bagi siapa saja yang ingin menuntut ilmu. Berikut saya beberkan beberapa alasan mengapa Semarang layak jadi jujugan para pelajar.

Ada banyak pilihan kampus berkualitas di Semarang

Di Semarang, terdapat sejumlah perguruan tinggi negeri maupun swasta yang secara konsisten meningkatkan mutu akademik, riset, dan fasilitas pendukungnya. Universitas Diponegoro, misalnya, telah menempatkan diri sebagai salah satu institusi pendidikan terkemuka dengan berbagai capaian nasional bahkan internasional. Selain Undip, sejumlah perguruan tinggi swasta di Semarang juga turut berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pembentukan sumber daya manusia yang tak kalah kompeten.

Keberadaan institusi-institusi tersebut memberikan opsi nyata dan tentunya kualitas nggak kaleng-kaleng bagi calon mahasiswa tanpa harus mengorbankan akses dan kenyamanan belajar. Kota Lumpia menawarkan suasana akademik yang kondusif, didukung oleh komunitas intelektual yang dinamis serta infrastruktur memadai.

Oleh karena itu, meski nama-nama kampus di Semarang mungkin belum sepopuler UGM, kualitas dan potensi akademik yang dimiliki perguruan tinggi kota ini sudah layak diperhitungkan. Calon mahasiswa bisa mempertimbangkannya sebagai alternatif utama yang menjanjikan di masa depan.

Nggak terlalu ramai, tapi juga nggak terlalu sepi

Semarang punya ritme hidup yang cenderung stabil. Nggak seramai Jakarta dengan hiruk-pikuknya, tapi juga nggak sepi kayak kota-kota kecil yang bikin mahasiswa merasa terisolasi. Di Kota Lumpia, mahasiswa bisa fokus belajar tanpa terlalu banyak distraksi namun tetap punya berbagai akses. Mereka bisa mengakses hiburan, kegiatan komunitas, hingga ruang-ruang diskusi publik yang terus tumbuh.

Keseimbangan ini menciptakan lingkungan yang cocok bagi mahasiswa yang ingin berkembang secara akademik dan personal tanpa kehilangan koneksi dengan realitas sosial di luar kampus. Tak heran jika banyak mahasiwa dari luar kota yang awalnya ragu, akhirnya malah betah tinggal di Semarang. Mereka menemukan fakta bahwa tempat belajar ideal bukan selalu yang paling ramai atau paling populer. Tetapi yang bisa memberi ruang tumbuh tanpa tekanan berlebihan.

Karakter masyarakat lokal Semarang cenderung kalem dan nggak ribet

Alasan penting selanjutnya mengapa Semarang layak dipilih sebagai kota tujuan belajar adalah karakter masyarakatnya yang relatif bersahabat. Warga lokal di Semarang dikenal amat ramah, sopan, dan nggak suka mencampuri urusan pribadi orang lain.

Baca Juga:

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

Ironi UNNES Semarang: Kampus Konservasi, tapi Kena Banjir Akibat Pembangunan yang Nggak Masuk Akal

Bagi mahasiswa rantau, khususnya yang baru pertama kali hidup jauh dari rumah, ini adalah situasi sosial yang sangat mendukung. Lingkungan pergaulan di Semarang juga nggak terlalu menuntut gaya hidup tertentu. Proses adaptasi mahasiswa rantau jadi terasa lebih ringan dan pastinya nggak membuat tertekan.

Hubungan yang terjalin oleh masyarakat di Semarang dari pengalaman pribadi saya juga cenderung egaliter, tidak hierarkis, dan minim drama. Hal ini membuat mahasiswa dari berbagai latar belakang—termasuk dari luar Jawa—akan merasa diterima dan nyaman menjalani kehidupan sehari-hari.

Tanpa perlu terlalu banyak menyesuaikan diri hanya demi bisa “masuk circle tertentu”, mahasiswa bisa fokus pada perkuliahan dan pengembangan diri. Dalam jangka panjang, iklim sosial seperti ini memberikan kenyamanan yang berdampak langsung pada kualitas hidup dan studi mereka.

Jarak antara tempat satu dan tempat lain masih manusiawi

Semarang juga memiliki tata kota yang cukup teratur dan bersahabat. Jarak antara kampus, tempat tinggal, tempat makan, hingga ruang publik bisa dibilang masih dalam batas wajar. Mahasiswa nggak perlu menempuh perjalanan jauh untuk sekadar mencetak tugas atau membeli makan siang. Ini tentu menjadi keuntungan tersendiri, apalagi bagi yang mengandalkan transportasi umum, ojek daring, atau motor pribadi dengan isi bensin pas-pasan.

Kemudahan mobilitas ini membuat aktivitas harian jadi lebih efisien. Waktu nggak banyak terbuang di jalan, sehingga mahasiswa bisa lebih leluasa mengatur jadwal belajar, beristirahat, atau bersosialisasi. Dalam rutinitas yang padat, ritme hidup seperti ini sangat membantu menjaga keseimbangan. Bahkan masih ada banyak ruang untuk sekadar jalan santai atau melepas penat. Misalnya dengan berkunjung ke Taman Tri Lomba Juang atau motoran memutari Simpang Lima.

Itulah sejumlah alasan mengapa Semarang pantas disebut sebagai kota tujuan belajar yang patut diperhitungkan. Bukan semata soal kualitas perguruan tinggi, tetapi juga karena dukungan lingkungan sosial, ritme kota yang bersahabat, hingga keseharian yang memungkinkan mahasiswa untuk tumbuh secara seimbang. Semarang mungkin tidak selalu menjadi pilihan pertama, namun justru di balik kesederhanaannya, tersimpan pengalaman belajar yang kaya dan tak kalah dari kota lain.

Penulis: Dimas Junian Fadillah
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Mengandaikan Rupa Semarang Jika UNDIP Tidak Pernah Ada: Ambyar!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Juni 2025 oleh

Tags: kota semarangSemarang
Dimas Junian Fadillah

Dimas Junian Fadillah

Magister Administrasi Publik, tertarik menulis isu lokal, politik dan kebijakan publik.

ArtikelTerkait

4 Hal yang Membuat Orang Solo seperti Saya Kaget ketika Mampir ke Semarang Mojok.co

4 Hal yang Membuat Orang Solo seperti Saya Kaget ketika Mampir ke Semarang

3 Desember 2025
Semarang Kota Hantu (Unsplash.com)

Semarang Kota Hantu: Potensi Aura Mistis dan Sisi Misterius Kota Semarang

5 Agustus 2022
Feeder BRT Semarang, Murahnya Bikin Ikhlas, Kurangnya Bikin Tertawa

Feeder BRT Semarang, Murahnya Bikin Ikhlas, Kurangnya Bikin Tertawa

17 September 2025
5 Kuliner Enak yang Sulit Ditemukan di Semarang

5 Kuliner Enak yang Sulit Ditemukan di Semarang

7 November 2024
Bus Ekonomi Mustika, Penguasa Jalanan Semarang-Jogja: Dulu Jadi Andalan, Sekarang Berkawan Sepi

Bus Ekonomi Mustika, Penguasa Jalanan Semarang-Jogja: Dulu Jadi Andalan, Sekarang Berkawan Sepi

29 September 2023
Kuliner Semarang Timur yang Wajib Dikunjungi agar Makin Mengenal Semarang secara Lengkap|

Kuliner Semarang Timur yang Wajib Dikunjungi agar Makin Mengenal Semarang secara Lengkap

29 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Merasa Lebih Dihargai daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” selama Bertahun-tahun Mojok.co

Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” Selama Bertahun-tahun

9 April 2026
SGPC Bu Wiryo Tempat Makan Alumni UGM Sukses, Mahasiswa Aktif Nggak Sanggup Makan di Sana karena Mahal Mojok.co

SGPC Bu Wiryo Tempat Makan Alumni UGM Sukses, Mahasiswa Nggak Sanggup Makan di Sana karena Mahal

11 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Rindu Kota Batu Zaman Dahulu yang Jauh Lebih Nyaman dan Damai daripada Sekarang Mojok.co apel batu

Senjakala Apel Batu, Ikon Kota yang Perlahan Tersisihkan. Lalu Masih Pantaskah Apel Jadi Ikon Kota Batu?  

10 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung
  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.