Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Semangat Ngetwit, Pak Fadli Zon, Aku neng Mburimu!

Aminah Sri Prabasari oleh Aminah Sri Prabasari
18 November 2021
A A
twitter fadli zon
Share on FacebookShare on Twitter

Fadli Zon dikabarkan kena tegur Prabowo Subianto (secara lisan) gara-gara menuliskan cuitan berisi kritik untuk Jokowi. Ini macam berita “infotainment” dunia politik, sayangnya kok nggak ramai. Padahal dahsyat loh, Fahri Hamzah sampai turun gelanggang, ikut berkomentar. Banyak orang mengira bakal kena mental, nih. Ternyata Pak Fadli Zon tetap nge-tweet. Sangar!

Berawal dari mengomentari Presiden Jokowi yang sedang berada di sirkuit mandalika Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nusa Tenggara Barat untuk meresmikan ajang internasional. “Luar biasa Pak. Selamat peresmian Sirkuit Mandalika. Tinggal kapan ke Sintang, sudah tiga minggu banjir belum surut,” cuit Pak Fadli Zon di akun resmi blio.

Jika diingat-ingat, sejak muncul seorang Fahri Hamzah dan Fadli Zon di perpolitikan nasional, baru kali ini pendapatnya layak disimak dan perlu dibicarakan khalayak. Ini kemajuan bagi kultur berpolitik, bermanfaat bagi rakjel karena politisi tetap menjalankan tugas sebagai legislator. Tetapi, juga “early warning” buat partai politik yang bersangkutan. Apa pasal, kenapa bisa menjadi “early warning”?

#1 Mengkritik Bos dari Bosnya ini Memang Nggak Ada Unggah-ungguh.

Kena tegur memang sudah seharusnya. Biar bagaimanapun sudah terikat komitmen menjadi partai koalisi, menyampaikan kritik dengan vulgar di medsos adalah potret komunikasi politik yang buruk dalam tubuh koalisi. Idealnya kritik tersebut disampaikan resmi, melalui menteri atau struktur jabatan lain yang dianggap sesuai misalnya.

Wajar saja dari PDI-P dan PKB yang sejak awal mendukung Jokowi meradang. Mengutip tanggapan dari Hasto Kristiyanto, “Selanjutnya, sebagai partai yang juga memiliki disiplin, Partai Gerindra tentunya akan mengambil sikap atas pernyataan Pak Fadli Zon yang berbeda dengan sikap politik partainya. Meskipun hal tersebut, sekali lagi, menjadi kewenangan internal Partai Gerindra dan kami tidak bermaksud campur tangan.”

Kerad banget, sih, makna tersirat tanggapan tersebut. Tanggapan PKB tak jauh berbeda, “Itu urusan Partai Gerindra, silakan mau ditegur, diingatkan atau dipecat,” kata Jazilul Fawaid Waketum PKB. Kedua partai tersebut terang-terangan meminta Gerindra mengambil tindakan, bahkan tersirat menyebut teguran lisan saja tak cukup.

Apa dampaknya buat rakjel jika komunikasi politik partai koalisi ternyata bolong begini? Elit partai yang biasanya juga rangkap jabatan di mana-mana (terutama sebagai legislator) bukannya capek bekerja malah gelut di antara mereka sendiri saja. Terlebih koalisi gendut Jokowi memang ada dua tipe, “cah lawas” yang sejak awal berpeluh mendukung dan “cah anyar” seperti Gerindra yang masuk belakangan langsung dapat jabatan.

#2 Kader Partai Menulis Cuitan Pribadi yang Bertolak Belakang dengan Sikap Politis Partai itu Problematik

Jelas-jelas Prabowo sudah menentukan arah Gerindra. Blio menyatakan, “Untuk itu, kita sekarang bekerja sama dengan Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo. Selama saya menjadi anggota kabinet beliau saya bersaksi bahwa beliau terus berjuang demi kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia.”

Baca Juga:

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Akun Affiliate yang Jualan Numpang Tragedi Itu Biadab, dan Semoga Nggak Laku!

Cuitan Fadli Zon nggak sesuai dengan arahan Prabowo. Menimbulkan pertanyaan, apa kepemimpinan seorang Prabowo dalam internal partai selemah itu sampai-sampai diabaikan oleh kader sekaligus orang terdekatnya sendiri?

Untuk rakjel, yang nggak tahu jeroan partai dan minim pengetahuan ilmu politik, jelas menjadi insight yang menarik. Menjadi mudah untuk menilai Gerindra sebagai sebuah organisasi dan kepemimpinan Prabowo yang sepertinya akan maju di Pilpres 2024.

Sepanjang Pemilu dan Pilpres (2014 dan 2019) Fadli Zon memang dikenal kritis dan berani, soal bernalar itu urusan lain. Blio bukan politisi yang “wani silit wedi rai”. Artinya kurang lebih “takut berhadapan muka, hanya berani menunjukkan pantat (berlari menjauh)”. Nyinyir dan julid pada Jokowi, selalu khusyuk dan total. Harus berubah haluan karena partainya merapat menjadi koalisi tentulah berat bagi blio.

Perlu dihargai ada politisi yang mau bersuara soal banjir di Sintang. Fadli Zon memang kader partai, anak buahnya Pak Prabowo. Namun, blio juga wakil rakyat. Wajar jika menyuarakan keprihatinan, dan memang sudah jadi tugasnya. Perkara bersuaranya di medsos, kita “positive thinking” saja. Mungkin memang nggak bisa bersuara di parlemen karena kritikannya termasuk unpopular opinion. Mungkin sudah ngobrol sama menterinya Jokowi lalu nggak ada tanggapan. Atau mungkin juga karena karena tersandera posisi sebagai kader partai koalisi, membuat Fadli Zon harus menyampaikan kritik atas nama pribadi—berusaha menjadi politisi yang konsisten sebagai oposisi.

Bisa dibilang, beliau menulis cuitan adalah perlawanan terakhir.

Ayo nge-tweet kritikan lagi, Pak Fadli Zon! Sudah ada dukungan Fahri Hamzah, mantan teman duet. Kalau (amit-amit)  dipecat Gerindra, gabung ke partai Gelora kan bisa~

Sumber Gambar: Pixabay

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2026 oleh

Tags: fadli zonTwitter
Aminah Sri Prabasari

Aminah Sri Prabasari

Perempuan yg merdeka, pegawai swasta yg punya kerja sambilan, pembaca yg sesekali menulis. Tertarik pada isu gender, politik, sosial dan budaya.

ArtikelTerkait

wawancara dengan akun twitter bintik pemilik bintik @bintik_ mojok.co

Wawancara sama Mbaknya si Bintik, Kucing Gemas Penyegar Timeline Twitter

8 September 2020
Panduan Menghadapi Fanwar di Twitter Terminal Mojok

Panduan Menghadapi Fanwar di Twitter

21 Mei 2022
Penyalahgunaan Beasiswa KIP-K oleh Koket Girl Viral di Media Sosial. Apa sih Koket Girl Itu?

Penyalahgunaan Beasiswa KIP-K oleh Koket Girl Viral di Media Sosial. Apa sih Koket Girl Itu?

2 Mei 2024
fleet Mereka yang Pura-pura Cari Penjual Netflix di Twitter Itu Menganggu Banget terminal mojok.co

3 Fitur ini Lebih Dibutuhkan Twitter daripada Fleet

29 November 2020
Shopee Affiliate vs TikTok Affiliate: Mana yang Paling Cuan?

Akun Affiliate yang Jualan Numpang Tragedi Itu Biadab, dan Semoga Nggak Laku!

22 Oktober 2025
Ternyata di Twitter Ada Senioritas Akun Juga Ya?

Ternyata di Twitter Ada Senioritas Akun Juga Ya?

27 Februari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Panduan Mengenali Bakso Malang yang Asli dari Kera Ngalam, biar Kalian Nggak Kena Tipu

Susahnya Jadi Arek Malang di Jakarta: Berniat Mengobati Homesick Lewat Bakso Malang, eh yang Jual Malah Orang Tasik

4 Juni 2026
Suzuki GSX-R150, Motor Sport untuk Kalian yang Muak dengan Honda CBR dan Yamaha R15 suzuki hayate 125 motor suzuki shogun 110 suzuki access 125 motor suzuki nex crossover suzuki nex II

Suzuki Nex II Benar-benar Nggak Tahu Diri, Harganya Lebih Mahal dari Honda BeAT, tapi Fiturnya Masih Saja Tertinggal  

6 Juni 2026
Kopi Klotok Tidak Lagi Menarik, Warga Jogja Pilih Menghindar (Wikimedia Commons)

Kopi Klotok: Kuliner Wajib bagi Wisatawan, tapi Semakin Banyak Warga Lokal Jogja yang Memilih Menjauh dan Mencari Tempat Lain

6 Juni 2026
Kesamaan Prinsip From Doubter to Believer Liverpool & Tekkadan (Unsplash)

Liverpool dan Tekkadan Punya Kesamaan, Sama-sama Memegang Prinsip: From Doubter to Believer

3 Juni 2026
Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang Mojok,co

Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang

5 Juni 2026
Pendekar Kopi dan Rojali, Musuh Alami Coffee Shop. Yang Satu Bikin Keder, yang Satu Bikin Pusing Owner

Pendekar Kopi dan Rojali, Musuh Alami Coffee Shop. Yang Satu Bikin Barista Keder, yang Satu Bikin Pusing Owner

3 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.