Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Selamat Datang Iptu Triadi di Dunia Pengangguran yang Keras!

Khasbi oleh Khasbi
13 Agustus 2019
A A
pengangguran

pengangguran

Share on FacebookShare on Twitter

Selamat kepada Bapak (mantan) Iptu Triadi yang sebelumnya bertugas di Polres Kendari, Sulawesi Tenggara. Menurut kami, Njenengan memilih diberhentikan walau dengan tidak hormat. Bapak sekarang adalah teladan sekaligus idola bagi kami para pengangguran Indonesia. Sebab sebelumnya, Njenengan berhasil mbolos selama 62 hari. Itu sungguh prestasi yang sangat membanggakan.

Njenengan adalah Wakpolsek dengan gaji 8 juta yang bertugas sejak awal Agustus 2018 lalu sejak dimutasi. Menurut yang berwenang, entah siapa itu, Njenengan telah ditetapkan melanggar aturan dengan tidak menjalankan fungsi jabatan. Dan, Njenengan sudah memilih jalan takdir yang luar biasa.

Jeng, jeng!

Bapak Iptu yang gagah ini memilih untuk melepaskan pangkat menterengnya di instansi ini. Demi apa coba, Pak? Apakah Njenengan tak pernah berpikir sebelumnya, sampai melakukan hal di luar nalar semacam ini?

Demi menjadi tukang ojek, Bray!

Wahai Bapak yang ganteng dan cool. Di luar sana, banyak orang berlomba-lomba menginginkan masuk ke institusi tempat Bapak bekerja selama beberapa tahun belakangan. Bahkan sampai ada yang rela membayar demi bisa masuk. Sedang, Njenengan ingin cepat-cepat keluar.

Pasti ada ‘something wrong’ kalau kata Bu Susi. Ada apa ini, Pak Triadi? Apakah anda memilih jalan berbeda? Menjadi seorang sufi, mungkin? Tapi, setahu saya, setidaknya sufi kontemporer banyak yang berduit loh, Pak! Mereka tak seperti sufi-sufi dengan model dulu yang begitu menjauhi dunia, bahkan benci pada dunia. Sufi era sekarang sangat fleksibel dan dinamis, kalau pandangan bapak masih seperti sufi zaman klasik itu bapak ketinggalan zaman.

Coba deh, dipikir sekali lagi pak!

Baca Juga:

Jadi Pengangguran karena Membela Diri dari Kekerasan, Berujung Diusir Kakak: Ketika Gaji 80 Ribu Lebih Berharga daripada Harga Diri

Generasi Sandwich Adalah Takdir Bajingan yang Bikin Muak: Saya Baik pada Keluarga Bukan karena Cinta, tapi karena Sudah Lupa Hidup Sebenarnya untuk Apa

Apa bedanya Njenengan dengan kaum ketinggalan zaman itu. Eits, maaf, saya menyebut kaum ketinggalan zaman karena saking gregetnya melihat aksi dari Bapak kita yang satu ini. Pak, seharusnya Njenengan sadar dan insyaf, keluar dari institusi Polri sama saja dengan mengambil jalan terjal.

Tapi, ah sudah lah, Njenengan adalah Njenengan, bukan saya atau mereka. Hidup juga bukan soal gelimang harta. Mungkin dengan menjadi tukang ojek berpenghasilan 70.000 ribu sampai 90.000 ribu perhari adalah jalan takdir Njenengan. Toh, takdir memang tak bisa diubah. Dan, takdir menjadi seorang polisi dengan pangkat mentereng seperti Njenengan adalah keputusan terakhir Tuhan. Justru, menjadi tukang ojek adalah keputusan takdir terakhir Njenengan. Itu sungguh out of the box!

Saya berharap, di balik kasus mengejutkan Njenengan ini ada ibrah dan himmah yang bisa diambil untuk kita semua, khususnya bagi Persatuan Pengangguran Indonesia. Sebab, kami terlalu penat dengan berita tentang PLN dengan mati listriknya atau berita tentang Enzo. Walau sebenarnya, ada yang membuat bising kuping kami, yaitu soal sweeping buku kiri. Alamak, Iya, memang kami dasarnya suka membaca buku yang (katanya) kekiri-kirian, biar kalau jalan agak miring sedikit, tidak lurus-lurus terus. Kalau lurus terus nanti mirip c*leng (babi)!

Bagi kami, seorang penganggur sejati, disuguhi berita tentang mati listrik atau yang lain itu akan sama saja. Tak menohok sama sekali. Kami tetap pada kesimpulan; aksi itu hanya konspirasi belaka. Nah, di tengah kemandegan arus informasi itu, datanglah Njenengan dengan aksi yang kelewat berani itu. Sungguh kami para pengangguran sangat tersentuh secara dzohir dan batin deh pokoknya! Eh, maksudnya haqqul yaqin deh pokoknya kalau Bapak adalah sosok yang kami cari-cari selama ini. Tentunya selain Agus Mulyadi dari Mojok.co itu! Kalau Agus Mulyadi sudah tak diragukan jam terbang nganggurnya. Beh, belum ada yang bisa mengalahkan, deh!

Dan kami, Persatuan Pengangguran Indonesia atau disingkat PPI dengan ini menyatakan Bapak sebagai Sosok Inspiratif Abad Ini.

Semoga dengan terpilihnya Bapak Triadi yang sekarang sudah diberhentikan dengan tidak hormat dari institusi kepolisian akan meningkatkan kualitas pengangguran yang ada di negeri kita ini. Dan selamat datang di dunia pengangguran yang keras ini, Pak!

Kami dengan tangan terbuka siap menerima bapak seutuhnya tidak ketinggalan suatu apapun. Shap! (*)

 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.

Terakhir diperbarui pada 4 Februari 2022 oleh

Tags: iptu triadikisah hidupojek onlinepemecatanPengangguranpolisi
Khasbi

Khasbi

Seorang Ayah satu anak, Guru PAI di sebuah SD Negeri dan Guru Ngaji. Senang menulis, membaca ngopi dan berdiskusi serta aktif berorganisasi.

ArtikelTerkait

Menjadi Sarjana dari Desa dengan Tuntutan Sukses Versi Tetangga terminal mojok.co

Pada Akhirnya Mau Kuliah di Mana pun, Jurusan Apa pun, Habis Lulus, Semua Bisa Nelangsa

15 April 2020
Ijazah Magister Boleh di Tangan, tapi Nasib Pengangguran 10 Bulan Tak Terelakkan (Unsplash.com)

Ijazah Magister Boleh di Tangan, tapi Nasib Pengangguran 10 Bulan Tak Terelakkan

23 Agustus 2022
Ojek Pangkalan Mempersulit Hidup Saya sebagai Perantau Mojok.co

Ojek Pangkalan Mempersulit Hidup Saya sebagai Perantau

30 November 2023
Surat Terbuka dari Tukang Bakso Keliling untuk para Intel di Indonesia

Surat Terbuka dari Tukang Bakso Keliling untuk Intel di Indonesia

12 Oktober 2021
Derita Jadi Lulusan PPG: Statusnya Saja Guru Profesional, tapi Cari Kerja Tetap Susah Mojok.co

Derita Jadi Lulusan PPG: Statusnya Saja Guru Profesional, tapi Cari Kerja Tetap Susah

24 September 2025
Rasanya Naik Ojol di Bandung, Jogja, Jakarta dan Malang

Rasanya Naik Ojol di Bandung, Jogja, Jakarta dan Malang

21 Desember 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

6 Juni 2026
6 Lagu Sheila On 7 yang Kurang "Nyeila", Terdengar seperti Band Lain. Perlu Diputar Berkali-kali untuk Sadar Itu Memang Lagu Mereka Mojok.co

6 Lagu Sheila On 7 yang Kurang “Nyeila”, Terdengar seperti Band Lain. Perlu Diputar Berkali-kali untuk Sadar Itu Lagu Mereka 

6 Juni 2026
5 Kuliner Malang yang Jarang Disantap Warga Lokal, bahkan Dihindari Mojok.co

Malang Dingin Itu Seharusnya Wajar, tapi Kini Justru Jadi Anomali

3 Juni 2026
Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang Mojok,co

Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang

5 Juni 2026
Jembatan Ngancar Klaten Akhirnya Direnovasi, Hidup Warlok Tak Lagi Waswas, Bakal Lebih Waras Mojok.co

Jembatan Ngancar Klaten Akhirnya Direnovasi, Hidup Warlok Tak Lagi Waswas, Bakal Lebih Waras

3 Juni 2026
Di Balik Solo yang Syahdu Sehabis Hujan, Ada Ancaman yang Mengintai Pengguna Jalan Terminal

Di Balik Solo yang Syahdu Sehabis Hujan, Ada Ancaman yang Mengintai Pengguna Jalan

31 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.