Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Selain Guru, Inilah 4 Orang yang Mesti Diberi Gelar Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Mohamad Aqbil Wikarya Abdul Karim oleh Mohamad Aqbil Wikarya Abdul Karim
4 Agustus 2020
A A
pahlawan tanpa tanda jasa mojok

pahlawan tanpa tanda jasa mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika ditanyakan tentang pahlawan, kebanyakan orang biasanya akan mengartikan pahlawan sebagai sesosok yang sangat berjasa dalam hidup dan pelindung yang melindungi mereka dari marabahaya. Orang-orang yang menyandang gelar pahlawan juga akan dikenang terus namanya dan mendapatkan bermacam-macam penghargaan.

Namun ada saja pahlawan yang jasanya sungguh besar dan tulus namun sering kali luput dari perhatian, pengakuan, dan apresiai yang setimpal. Pahlawan itu biasa disebut dengan pahlawan tanpa tanda jasa. Kebanyakan akan membayangkan pahlawan tanpa tanda jasa adalah guru, tetapi ketahuilah, ada orang-orang yang sepatutnya juga diberi gelar tersebut selain guru.

Para pahlawan tanpa tanda jasa ini memiliki peran dan jasa yang sungguh besar bagi kelangsungan hidup orang banyak. Sayangnya jasa mereka ini sering tidak disadari oleh banyak masyarakat, padahal kehadiran dan kontribusi para pahlawan ini sungguh berarti dan patut diberi apresiasi.

Tukang sedot wc

Pahlawan tanpa tanda jasa yang pertama adalah tukang sedot WC. Merekalah manusia-manusia dengan rela dan ikhlas hati mau berjibaku untuk membersihkan tinja-tinja yang membuat WC mampat. Jangan salah kawan-kawan, tidak banyak lho yang mau melakukan hal seperti itu. Peran mereka yang luar biasa ini nahasnya seringkali luput dari perhatian masyarakat.

Bila dalam kehidupan ini tidak ada tukang sedot WC, sudah pasti seluruh dunia akan dilanda kekacaua. Semua orang akan panik dan saling berebut WC yang tidak mampat, lalu WC-WC yang tidak mampat tersebut ikut mampat semua sehingga banyak yang buang air sembarangan. Karena sembarangan maka mengakibatkan muncul banyak penyakit mematikan yang kemudian membunuh seluruh manusia di muka bumi. Wow.

Jangan berpikir dan memandang remeh bahwa menjadi tukang sedot WC itu adalah hal yang mudah. Kita tidak bisa tidak untuk menyatakan bahwa sedot WC juga pekerjaan yang berat dan penuh risiko.

Bayangkan saja, tukang sedot WC harus bisa menahan bau tinja-tinja yang harumnya aduhai itu setiap kali bekerja. Mereka diharuskan bertahan berjam-jam lamanya menahan bau dan godaan untuk tidak muntah setiap kali melihat atau menyentuh lele-lele berwarna kuning itu. Pernahkah terbesit dalam pikiran bila tukang sedot WC itu melakukan sebuah kesalahan saat bekerja lalu tinja-tinja itu tertelan? Duh mengerikan sekali bukan?

Karena itulah, rasanya tak berlebihan bila tukang sedot WC ini digelari pahlawan tanpa tanda jasa. Ini karena jasa mereka yang sungguh besar, ikhlas, dan penuh risiko. Maka saya berpesan untuk Pak Presiden Jokowi untuk segera memberi mereka penghargaan dan akui mereka sebagai pahlawan. Ingat pak, kalo WC bapak mampet emang bapa sendiri yang memperbaikinya?

Baca Juga:

Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan 

Kalau Mau Anak Pintar Cukup Ikut Les atau Bimbel Saja, Sekolah Cuma buat Formalitas

Penemu Indomie

Orang kedua yang wajib hukumnya untuk diapresiasi jasanya adalah sang pencipta Indomie. Siapapun pencetus Indomie tersebut layak digelari pahlawan tanpa tanda jasa. Bagaimana tidak? Indomie seringkali menjadi penolong anak-anak kos yang sudah kehabisan uang di masa-masa paceklik akhir bulan.

Indomie memiliki cita rasa khas yang sungguh gila enaknya dibandingkan produk mie instan lainnya. Dengan didukung pula dengan tekstur kenyal dan mudah ditelan menjadikan Indomie sebagai favorit setiap manusia yang bernyawa, apalagi mie Indomie yang disajikan di warung-warung pinggir jalan yang hingga saat ini menjadi misteri karena tidak ada yang tahu kenapa Indomie di warung lebih lezat dari buatan sendiri.

Selain karena kelezatan, hal terpenting lainnya adalah harganya yang murah. Harganya yang murah ini memudahkan para anak kos yang sedang mengalami masa resesi ekonomi untuk menyelamatkan diri dari penyakit busung lapar. Cukup dengan membawa goceng, dua mie indomie goreng sudah ada dalam genggaman.

Cara penyajiannya yang mudah dan cepat juga menjadi nilai tambah. Apalagi bila sudah membahas bau mie Indomie goreng yang khas dan bisa tercium sejak radius 2 Km. Seketika semua orang akan terhipnotis untuk ingin langsung memakan mie Indomie goreng.

Satu hal lagi yang menjadikan penemu Indomie layak dijadikan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa adalah karena produk makanan yang ia ciptakan ini berhasil membuat nama Indonesia dikenal ke luar negeri. Penyebaran yang luas hingga mendunia turut mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

Tukang gali kubur

Acap kali kita melupakan dan memandang remeh peran tukang gali kubur. Padahal jika tidak ada tukang gali kubur, bagaimana nasib para mayat tersebut? Mau digali sendiri pun rasanya sulit. Tidak kah saudara-saudara sadari bahwasanya menggali kuburan juga membutuhkan skill dan pengalaman mumpuni?

Hanya tukang gali kuburlah yang tahu bagaimana cara menggali tanah yang efisien, mengukur secara presisi kedalaman dan luas kuburan yang pas untuk mayat, serta dengan rela hati mau melumuri bajunya dengan tanah. Belum lagi bila membicarakan betapa tidak enaknya menjadi tukang gali kubur.

Tukang gali kubur dituntut untuk akrab dengan hal-hal berbau mistis dan menyeramkan yang kerap kali lekat dengan suasana kuburan. Mereka dipaksa memiliki keberanian tingkat dewa untuk terbiasa berteman dengan berbagai hal menyeramkan seperti penampakan dan bau kemenyan.

Perjumpaan yang intens dengan mayat pun menjadikan benak mereka banyak terisi dengan kematian. Ketika orang lain masih bisa memikirkan hari Minggu hendak tamasya kemana, para panggali ini mana sempat berpikiran seperti itu. Dalam benak mereka malah hadir pemikiran dan sesosok Ustaz Opic sembari berkata “besok mau bawa bekal apa kalau mati?”

Setiap kali mereka mencoba untuk merasakan kenikmatan dunia, tiba-tiba saja terlintas tentang gambaran mayat dan kematian sehingga membuat mereka tak merasakan kenimatan tersebut. Ketika orang lain masih bisa menertawakan perilaku Kekeyi dengan lepas, para penggali kubur akan berpikir kira-kira dosa apa yang akan mereka pikul jika meledek Kekeyi bila sudah meninggal nanti. Kasihan nian.

Para penulis Mojok

Eits jangan salah, para penulis di Mojok.co juga sudah sepatutnya mendapat gelar ini. Artikel-artikel mereka yang segar lagi menghibur disinyalir mampu mengubah suasana hati mereka yang sedang lara menjadi ceria.

Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa karena mau susah-susah menguras tenaga, waktu, dan pikiran demi mencari ide untuk menghibur kalian-kalian ini. Jadi Pak Jokowi, sudahlah jangan ragu memberikan gelar ini pada para penulis Mojok, terutama pada Mas Agus Mulyadi.

Bismillah.

BACA JUGA Derita Jadi Cowok Kurus: Pakai Fashion Apa pun Tetep Aja Nggak Keren!.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 4 Agustus 2020 oleh

Tags: guruMojokPahlawan Tanpa Tanda Jasa
Mohamad Aqbil Wikarya Abdul Karim

Mohamad Aqbil Wikarya Abdul Karim

Penggemar emyu sejak dalam kandungan

ArtikelTerkait

Konten Kreator Pendidikan Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer. Sebuah Peringatan Sebelum Terjebak Terlalu Dalam Mojok.co

Konten Kreator Pendidikan Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer. Sebuah Peringatan Sebelum Terjebak Terlalu Dalam

7 April 2024
Nasib Guru Les di Kampung Serba Salah. Bayarannya Seret, Mau Menagih Sungkan Mojok.co

Nasib Guru Les di Kampung Serba Salah. Bayarannya Seret, Mau Menagih Sungkan

4 Februari 2024
Nasib Guru Honorer Menjelang Idulfitri: THR Nggak Turun, Upah Bulan Lalu Nanti Dulu orang tua guru korea

Belajar dari Konflik Guru dan Orang Tua Siswa di Korea, Sudah Saatnya Orang Tua Juga Mendidik Dirinya Sendiri

12 September 2023
Suka dan Duka Menjadi Guru Laki-laki di SD Negeri (Unsplash.com)

Guru Laki-laki di SD Negeri: Banyak Duka, Senang Sewajarnya

16 September 2022
Guru Swasta Menderita, Harus Serba Bisa tapi Gaji Bercanda (Unsplash) kabupaten bandung barat

Penderitaan Guru Swasta, yang Selalu Dituntut Serba Bisa, tapi Gajinya Sangat Bercanda

23 Januari 2024
Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan  Terminal

Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan 

8 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak Mojok.co magetan

Magetan dan Magelang: Dua Kota Beda Provinsi yang Sering Bikin Lidah Terpeleset dan Dompet Tersesat

9 Juni 2026
Turunan Silayur Ngaliyan Semarang Momok Pengendara yang Perlu Segera Dibereskan Mojok.co

Turunan Silayur Ngaliyan Semarang Momok Pengendara yang Perlu Segera Dibereskan

5 Juni 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Lulusan UIN Sulit Cari Kerja Itu Mitos, Kenyataan Membuktikan Sebaliknya!

5 Juni 2026
10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh Mojok.co

10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh

10 Juni 2026
Lampung Bukan Tempat Merantau untuk Orang Lemah

Lampung Itu Nama Provinsi, Bukan Nama Kota. Pas SD Pernah Belajar IPS Nggak sih?

8 Juni 2026
Kopi Klotok Tidak Lagi Menarik, Warga Jogja Pilih Menghindar (Wikimedia Commons)

Kopi Klotok: Kuliner Wajib bagi Wisatawan, tapi Semakin Banyak Warga Lokal Jogja yang Memilih Menjauh dan Mencari Tempat Lain

6 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.