Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Sebelum “Marriage Story”, Ada “The Wife” yang Cerita Soal Perempuan dan Rumitnya Pernikahan

Nia Perdhani oleh Nia Perdhani
17 Desember 2019
A A
marriage story
Share on FacebookShare on Twitter

Kalo 2019 kita disuguhi Marriage Story bersama Scarlett Johansson, mundur dikit ke belakang, di 2017 kita pernah disuguhi film bertema perempuan juga, The Wife. Film ini mengantarkan Glenn Close yang memerankan Joannie menyabet banyak penghargaan best actress, plus meskipun nggak menang, masuk nominasi Academy Award 2019 kategori best actress.

The Wife diangkat dari novel The Wife karya Meg Wolitzer, menceritakan tentang Joan seorang penulis berbakat dan pergulatan batinnya sebagai istri seorang penulis ternama, yang karena memutuskan mengabdikan diri demi nama besar suami, akhirnya menjadi tersisih dan dilupakan. Keputusan yang pada waktunya kemudian dipertanyakannya sendiri.

Telepon panggilan untuk Joseph (suami Joan) ke Stockholm dalam rangka menerima penghargaan nobel sastra, sejatinya membahagiakan sekaligus menimbulkan perasaan biru di hati Joan. Apalagi ketika Joseph meloncat-loncat kegirangan sambil bernyanyi-nyanyi “I won the Nobel! I won the Nobel!”, makin-makin dadanya sesak saja. Bisa-bisanya dia bilang AKU menang nobel, begitu kira-kira yang dipikirnya.

Karena semua novel yang diterbitkan dengan nama Joseph Castleman selama 40 tahun terakhir itu, sebenarnya adalah karya Joan, istrinya.

Joan menulis novel-novel itu dengan sepenuh hati karena semua cerita tentang perempuan yang hidup dengan laki-laki narsis, doyan selingkuh dan pemaksa itu diangkat dari kepiluannya sendiri. Tapi dia mencintai suaminya, setidaknya ia pikir begitu, dan ia merasa tidak sanggup ditinggal suaminya. Jadi ia menerima saja dipaksa bekerja 8 jam tiap hari untuk menulis novel-novel itu sementara Joseph bermain-main dengan anak-anaknya, dan selingkuh dengan pembatu-pembantu mereka silih berganti.

Hari-hari selama di Stockholm makin membuat Joan gundah. Ya gimana ya, pergulatan batin wanita yang merasa hidupnya memang diabdikan untuk suami yang dicintainya, tapi dia juga ingin diapresiasi karyanya. Masalahnya, kalau dia menginginkan hal kedua, jelas itu bakal menghancurkan suaminya.

Bayangkan saja Joan setiap hari harus mengurus semua kebutuhan suami dari urusan terkecil macam mengingatkan sikat gigi, menyiapkan pakaian, membersihkan remah roti dari mulut suaminya yang jorok banget suka makan jebres semua, menyediakan obat tiap kali jam minum obat tiba, sampai urusan besar semacam ia juga yang harus membela marwah suaminya ketika hampir mendapat malu karena lupa pada karakter novelnya sendiri. Ia marah pada suaminya yang berkata pada koleganya “istriku tidak menulis apa-apa”.

Ia marah lalu pergi keluar seorang diri, dan ndilalah bertemu dengan Nathaniel, seorang penulis biografi yang hampiiiiir berhasil mengulik rahasia kotor di balik nama besar Joseph. Tapi Joan bergeming, meskipun sedang teramat marah pada suaminya, dia tetap membela suaminya di depan Nathan yang terus menerus menekannya untuk menceritakan kisah yang sebenarnya.

Baca Juga:

Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

Film ini emang 180 derajat kebalikannya Marriage Story kurasa hehee. Ya tapi memang latar waktu kejadiannya memang beda juga. The Wife ini ceritanya tahun 90an itu pun mereka udah tua-tua. Kalo Marriage Story kan film-film jaman sekarang. Ini juga maksudnya mungkin mau menggambarkan kalo hal-hal semacam yang terjadi di The Wife itu relevannya sama kehidupan pernikahan jaman old. Sekarang udah nggak musim yang begituan, musimnya istri-istri berontak minta me time dan ga mau kalah eksis wakakaaa.

Nonton ini mengingatkanku pada ibuku sendiri. Ibu itu di masa mudanya bukan perempuan biasa. Saat anak perempuan SMP-SMA seusianya masih sibuk sekolah dan yang-yangan, ibu sudah jadi aktivis GSNI underbownya PNI.

“Sukawi Sutarip iku lho boloku biyen nyepeda tekan ndi ndi ropaat rapat wong aku iki ketua GSNI dekne iku anak buahku kok.”

Itu cerita yang sering sekali diceritakan ibu dengan bangga, tentang masa mudanya aktif di GSNI bersama mantan walikota Semarang yang kebetulan pas saya kuliah di Semarang dia masih menjabat. Kemudian ibu akan mengingat-ingat dan menyanyikan kembali mars GSNI, mars Marhaen sambil tertawa-tawa. Aku yang mendengarnya ya senyam-senyum saja membayangkan sangarnya ibuku dulu wkwk.

Di masa mudanya, ibu bukan perempuan yang biasa ngalah dan nrimo. Sudah tidak jadi aktivis dia aktif berbisnis. Jadi juragan minyak tanah sukses, jadi juragan pakaian yang kulaknya aja di Pasar Johar padahal jaman dulu transportasi umum nggak semudah sekarang.

Tapi setelah menikah, ibu melepaskan semuanya. Semua waktunya buat bapak dan dedikasinya sebagai guru. Guru saja, tidak ingin jenjang struktural apapun. Tidak ingin lebih mencolok dari bapak. Apa-apa bapak yang nomer satu. Melanjutkan kuliah untuk kenaikan pangkat, bapak dulu. Daftar kepala sekolah, bapak saja.

Setelah bapak meninggal, ibu pernah bercerita, suatu ketika bapak entah habis terpengaruh oleh siapa atau bacaan apa, membuat pengakuan pada ibu. Dulu waktu mereka menikah, bapak ngapusi wetonnya, biar cocok, padahal aslinya nggak cocok.

“Nggak cocoknya itu siapa yang kena bala’nya?” tanya ibu.

“Kamu” kata bapak.

“Oh nggak papa. Aku ikhlas. Aku nggak akan menyesal kalopun harus menanggung bala’nya.”

Seperti Joannie. Di saat-saat terakhir setelah kematian Joseph, ia masih bilang ke Nathaniel.

“Nathan, kalau sampai ada pernyataanmu yang menjelek-jelekkan suamiku dan mendelegitimasi nama besarnya, kita berjumpa di pengadilan.”

Begitulah. Ada perempuan seperti Nicole (Marriage Story) yang meskipun mencintai suaminya, ia rela berpisah demi panggilan jiwanya. Ada juga perempuan seperti Joannie (The Wife), meskipun tersakiti jiwa raga, tapi rela menanggung demi tak berpisah dengan kecintaannya. Sepanjang para wanita hebat seperti ini tak saling berperang di arisan keluarga, dunia kurasa akan baik-baik saja.

BACA JUGA Perspektif Orang Ketiga dalam Prahara Rumah Tangga Orang Lain atau tulisan Nia Perdhani lainnya. Follow Facebook Nia Perdhani.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Desember 2019 oleh

Tags: marriage storyPerempuanPernikahanthe wife
Nia Perdhani

Nia Perdhani

ArtikelTerkait

Lebaran Tahun Ini: Meski Raga Tak Bersama, Silaturahmi Tetap Harus Terjaga Berlutut dan Pakai Bahasa Jawa Kromo Adalah The Real Sungkeman saat Lebaran Selain Hati, Alam Juga Harus Kembali Fitrah di Hari yang Fitri Nanti Starter Pack Kue dan Jajanan saat Lebaran di Meja Tamu Mengenang Keseruan Silaturahmi Lebaran demi Mendapat Selembar Uang Baru Pasta Gigi Siwak: Antara Sunnah Nabi Atau Komoditas Agama (Lagi) Dilema Perempuan Ketika Menentukan Target Khataman Alquran di Bulan Ramadan Suka Duka Menjalani Ramadan Tersepi yang Jatuh di Tahun Ini Melewati Ramadan dengan Jadi Anak Satu-satunya di Rumah Saat Pandemi Memang Berat Belajar Gaya Hidup Eco-Ramadan dan Menghitung Pengeluaran yang Dibutuhkan Anak-anak yang Rame di Masjid Saat Tarawih Itu Nggak Nakal, Cuma Lagi Perform Aja Fenomena Pindah-pindah Masjid Saat Buka Puasa dan Salat Tarawih Berjamaah 5 Aktivitas yang Bisa Jadi Ramadan Goals Kamu (Selain Tidur) Nanti Kita Cerita tentang Pesantren Kilat Hari Ini Sejak Kapan sih Istilah Ngabuburit Jadi Tren Ketika Ramadan? Kata Siapa Nggak Ada Pasar Ramadan Tahun Ini? Buat yang Ngotot Tarawih Rame-rame di Masjid, Apa Susahnya sih Salat di Rumah? Hukum Prank dalam Islam Sudah Sering Dijelaskan, Mungkin Mereka Lupa Buat Apa Sahur on the Road kalau Malah Nyusahin Orang? Bagi-bagi Takjil tapi Minim Plastik? Bisa Banget, kok! Nikah di Usia 12 Tahun demi Cegah Zina Itu Ramashok! Mending Puasa Aja! Mengenang Kembali Teror Komik Siksa Neraka yang Bikin Trauma Keluh Kesah Siklus Menstruasi “Buka Tutup” Ketika Ramadan Angsle: Menu Takjil yang Nggak Kalah Enak dari Kolak Nanjak Ambeng: Tradisi Buka Bersama ala Desa Pesisir Utara Lamongan

Dilema Perempuan Ketika Menentukan Target Khataman Alquran di Bulan Ramadan

17 Mei 2020
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

29 April 2020
penyebab motor mogok, Perempuan, Makhluk yang Punya Banyak Alasan untuk Malas Servis Motor

Perempuan, Makhluk yang Punya Banyak Alasan untuk Malas Servis Motor

3 Maret 2020
Alasan Perempuan Sangat Suka Makan Seblak

Alasan Perempuan Sangat Suka Makan Seblak

23 Februari 2023
tidak kawin

Para Tokoh Terkenal Saja Ada yang Tidak Kawin, Kenapa Kita Harus?

3 Agustus 2019
Memang Apa Salahnya Jokowi Hadir di Pernikahan Atta dan Aurel_ terminal mojok

Memang Apa Salahnya Jokowi Hadir di Pernikahan Atta dan Aurel?

6 April 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Yamaha NMAX, Motor yang Tidak Ditakdirkan untuk Dimodifikasi Mojok.co

Yamaha NMAX, Motor Gagah tapi Perawatannya Tak Sama seperti Matic Biasa Lainnya

25 Februari 2026
Dosa Penjual Tongseng Kambing yang Merusak Rasa dan Mengecewakan Pembeli Mojok.co

Dosa Penjual Tongseng Kambing yang Merusak Rasa dan Mengecewakan Pembeli

28 Februari 2026
5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli terminal

5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli

24 Februari 2026
Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang Mojok.co

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

23 Februari 2026
Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

26 Februari 2026
Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya Mojok.co

Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Jadi Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya

23 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.