Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Sebelum Bersedia untuk Tukar Kursi Kereta, Pastikan Dulu 3 Hal Ini

Nuriel Shiami Indiraphasa oleh Nuriel Shiami Indiraphasa
29 September 2020
A A
Sebelum Bersedia untuk Tukar Kursi Kereta, Pastikan Dulu 3 Hal Ini terminal mojok.co

Sebelum Bersedia untuk Tukar Kursi Kereta, Pastikan Dulu 3 Hal Ini terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa penumpang sering meminta tukar kursi kereta dengan penumpang lain karena berbagai alasan. Padahal, masing-masing sudah memilih kursi saat beli tiket. Nggak heran, orang yang rela kursinya ditukar suka dibilang “mauan” banget. Harusnya jangan mau dong!

Saya pernah naik kereta antar provinsi. Selain karena jarak tempuhnya yang cepat dan bebas macet, kereta juga merupakan sarana transportasi yang cukup murah (kalau ambil yang ekonomi, hiyaaa). Nah pas lagi book online lewat aplikasi, ada opsi memilih kursi. Jadi saya merasa tenang karena kursi nggak bakal diembat sembarangan.

Ketika itu saya datang ke stasiun dua puluh menit sebelum keberangkatan. Sengaja nggak kecepetan banget karena sudah ngerasa aman soal kursi. Tapi, sampai kereta, laaah kursi saya sudah ada yang mengisi. Padahal saya sengaja mengambil posisi enak yang di pojok. Eh, malah diembat.

Ketika saya tanya, seorang mbak-mbak yang sedang duduk manis bilang bahwa dia habis operasi, jadi lukanya masih belum kering dan harus dijagain suaminya. Nah yang menduduki kursi saya itu suaminya.

Sebenarnya sih saya ini tipe orang yang nggak mau ribet. Urusan lo ya urusan lo. Ngapain gua yang pusing? Begitu kira-kira. Tapi, karena saya suka sekali dengan keuwuan pasangan suami istri, jadi ya… yang satu ini bisa saya tolerir, lah.

Akhirnya saya terima permohonannya buat tukar kursi kereta. Tapi, ternyata di tengah perjalanan, saya mendadak dilirikin oleh penumpang lain. Gara-garanya saya masih newbie sih waktu itu. Mungkin penumpang lain menganggap saya terlalu permisif urusan tukar kursi, padahal harusnya jangan mau.

Maklum, itu perjalanan saya naik kereta untuk pertama kali, nggak ada pengalaman soal tukar menukar kursi. Parahnya lagi saya sendiri. 

Nah, biar nggak kejadian seperti saya, jika kamu diminta untuk bertukar kursi, kamu bisa pastikan 3 hal ini terlebih dahulu biar nggak zonk.

Baca Juga:

Siasat “Membunuh” Waktu Saat Kereta Api Berhenti Lama di Stasiun Cirebon

Bepergian Solo-Jogja Lebih Nyaman Naik Motor daripada KRL yang Penuh Sesak

#1 Saat diminta tukar kursi kereta, tanyakan alasannya

Ini yang paling utama. Jadi, pas kamu lihat ada orang yang menempati kursimu, pastikan tahu alasannya. Kenapa bisa dia duduk di situ? Pastikan alasannya meyakinkan. Barulah, kamu bisa nentuin mau tukar atau nggak.

Selain lewat alasannya, kamu juga perlu perhatikan mimiknya pas lagi ngomong. Ya buat menebak aja, kira-kira dia bohong atau nggak. Kalau alasannya, “Bisa tukeran nggak? Soalnya kalau nggak duduk di samping pacar aku, nanti aku bisa kejang-kejang.” Seret aja keluar, Gan. Orang lagi sakit kejang ngapain pakai kereta. Pakai noh ambulans.

Ingat pengorbananmu membeli tiket online dan memilih kursi kereta jauh-jauh hari. Kalau mereka sendiri dapat kursi terpisah karena telat beli, bukankah itu risiko masing-masing? Jika menolak tukar kursi kereta, bilang saja kamu nggak mau.

#2 Tanya nomor kursi dan nomor WA-ya

Setelah kamu mengabulkan permintaan untuk tukar kursi kereta, pastikan kamu tahu kursi nomor berapa dan ada di gerbong mana. Selain itu, jangan lupa minta nomor WA atau kontak yang bisa dihubungi. Kali aja jodoh. Bukan, bukan.

Jadi, kontak yang kamu minta itu buat jaga-jaga. Kalau pas kamu jalan ke gerbong lain yang jauh, tapi ternyata kursi itu nggak kosong, kan lelah juga. Jangan-jangan si orang yang minta tukar kursi tadi nggak beli tiket. Itu namanya penipuan.

Biasanya sih kalau alasan tukar kursinya sungguh-sungguh, misalnya karena sakit, dia bakal menunjukkan tanggung jawabnya dengan cara mintain nomormu duluan. Masuk akal lah ya. Masa iya sudah diusir dari kursi sendiri, kamu juga yang harus repot minta nomornya duluan. Bener-bener nggak ada budi pekerti.

#3 Tanya stasiun tujuannya

Ada satu pertanyaan lain yang nggak kalah wajib buat kamu tanyakan, yaitu stasiun tujuannya mana. Pertanyaan ini memang biasanya otomatis. Tapi di lapangan, praktiknya bakal beda cerita. Kemungkinan kamu bisa LUPA. Seperti kasus yang saya alami.

Saya sempat menyampaikan kalau saya dilirikin sama penumpang lain. Itu semua terjadi karena saya lupa nggak menanyakan stasiun tujuan ke mbak-mbak yang bilang habis operasi tadi. Saya lupa kalau kereta yang saya tumpangi transit di berbagai stasiun dan otomatis tujuannya beda-beda.

Di tengah jalan pukul 11 malam, pas lagi pules-pulesnya ngorok, tiba-tiba saya dibangunin. Dia bilang kalau itu kursinya. Tahu kan rasanya lagi tidur terus diganggu itu kayak gimana? Kesel bangat, Ceu.

Saya coba WhatsApp mbak-mbak yang minta tukar kursi. Saya tanya kenapa kursinya kok ada yang ngaku-ngaku. Sempet lama nggak dapat jawaban, tambah panik dong saya. Saya telepon, untungnya diangkat. Si mbaknya bilang kalau dia sudah turun di stasiun Gandrungmangun. Alamaaak~

Pantes saja kursinya ada yang mengakui. Lha wong, si mbaknya sudah hengkang dari kereta. Gobloknya saya yang mikir kalau si mbak tadi bakal sama-sama turun di stasiun Lempuyangan. Sambil jalan dari gerbong ke gerbong menuju kursi saya yang “asli”, dalam hati saya mengumpat, “Ogah deh kayak gini lagi. Uwu-uwu tai kucing!”

BACA JUGA Tips Supaya Beli Buku di Bazar Buku Nggak Jadi Momen Pemborosan dan tulisan Nuriel Shiami Indiraphasa lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 September 2020 oleh

Tags: Keretatraveling
Nuriel Shiami Indiraphasa

Nuriel Shiami Indiraphasa

Jangan terlalu ngambis, nanti malah nangis.

ArtikelTerkait

Kasta Kereta Api Kediri-Semarang, KA Majapahit Masih Jadi Juaranya

Kasta Kereta Api Kediri-Semarang, KA Majapahit Masih Jadi Juaranya

4 September 2025
Surat Terbuka dari Kereta Prambanan Ekspres yang Berhenti Beroperasi Selamanya terminal mojok.co

Surat Terbuka dari Kereta Prambanan Ekspres yang Berhenti Beroperasi Selamanya

17 Februari 2021
Sebelum Bersedia untuk Tukar Kursi Kereta, Pastikan Dulu 3 Hal Ini terminal mojok.co

Tidak Semuanya Pembaca Buku di Kereta itu Keren!

10 Mei 2019
Pergi ke Pantai Malam Hari Adalah Hal Bodoh yang Tidak Seharusnya Dilakukan mojok.co/terminal

Pergi ke Pantai Malam Hari Adalah Hal Bodoh yang Tidak Seharusnya Dilakukan

13 Maret 2021
BDSM: Kereta Trem Babat-Jombang yang Melegenda, Jangan Mikir yang Nggak-nggak Dulu!

BDSM: Kereta Trem Babat-Jombang yang Melegenda, Jangan Mikir yang Nggak-nggak Dulu!

7 Agustus 2024
Menjawab Tudingan Orang-orang yang Belum Pernah ke Luar Negeri Tentang Singapura yang Katanya Nggak Beda Jauh sama Indonesia terminal mojok

Menjawab Tudingan Orang-orang yang Belum Pernah ke Luar Negeri Tentang Singapura yang Katanya Nggak Beda Jauh sama Indonesia

18 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi Mojok.co

Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi

22 Februari 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

UNNES Semarang Rajin Menambah Mahasiswa, tapi Lupa Menyediakan Parkiran yang Cukup

24 Februari 2026
Pulang ke Lembata NTT Setelah Lama Merantau di Jawa, Kaget karena Kampung Halaman Banyak Berubah Mojok.co

Momen Pulang ke Lembata NTT Setelah Sekian Lama Merantau di Jawa Diliputi Rasa Kaget, Kampung Halaman Banyak Berubah

25 Februari 2026
5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli terminal

5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli

24 Februari 2026
Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

26 Februari 2026
Rapat Pejabat Indonesia, Mahal di Konsumsi, tapi Minim Substansi. Lebih Fokus ke Gedung Rapat dan Konsumsi ketimbang Isi Rapat!

Orang Indonesia Suka Banget Rapat, tapi Nggak Suka Ambil Keputusan, Akhirnya ya, Rapat Lagi!

22 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”
  • Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya
  • Sarjana Cumlaude PTN Jogja Adu Nasib ke Jakarta: Telanjur Syukuran Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Bulan Pertama Belum Turun
  • Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga
  • Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.