Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Seandainya Saya Adalah Putri Tanjung

Riyanto oleh Riyanto
19 Januari 2022
A A
Seandainya Saya Adalah Putri Tanjung terminal mojok.co

Seandainya Saya Adalah Putri Tanjung (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Putri Tanjung menjadi bulan-bulanan netizen Twitter hanya karena dia ngomong apa yang sudah banyak orang lain ngomong. Lucunya, netizen ngomel hanya dari sebuah gambar Putri Tanjung dengan kutipan singkat yang nggak tau beneran Putri yang ngomong atau bukan, atau kalimat lengkapnya gimana, atau entah dalam rangka apa pembicaraan itu dilakukan. Pokoknya ngamuk dulu. Pokoknya kalau Putri Tanjung sok-sokan ngomong hal positif, semua itu karena dia punya privilese.

Ya, begitulah netizen, yang penting menyalahkan privilese dulu. Makanya, seandainya saya adalah Putri Tanjung dan kebetulan selo melihat geger geden di Twitter tersebut, berikut ini adalah apa saja yang bakal saya lakukan.

ADVERTISEMENT

#1 Saya bakal jelasin tentang privilese

Saya paling males kalau orang sudah mulai bahas privilese. Seolah-olah, mereka adalah orang paling menderita dan nggak punya privilese sama sekali. Seolah, mereka adalah korban atas ketidakadilan dunia. Iya, emang privilese orang beda-beda, tetapi terus kenapa? Toh, privilese seseorang nggak lantas menghalangi orang lain buat mengejar kesuksesan, kan?

Gini, misalnya banyak yang mangkel sama privilese Putri Tanjung. Lha terus kenapa? Emangnya privilese Putri Tanjung menghalangi semua kerja kerasmu buat mendapat duit banyak? Kan, nggak. Kalau emang privilese Putri Tanjung menjegal langkahmu, nah baru itu dipermasalahkan.

Lagian, kalau saya adalah Putri Tanjung, saya bakal nyeritain bapak saya. “Bapakku itu dulu anak singkong, tapi bisa sukses, lho. Nah, masih mau nyalahin privilese?”

Terus kalau masih juga nggak terima dengan ucapan itu, jika saya adalah Putri Tanjung, saya bakal bilang, “HP, internet, dan otak kalian itu juga termasuk privilese! Masalahnya bukan pada privilesenya, tapi gimana caranya menggunakan privilese itu.”

#2 Saya mutung dan males ngomong

Kalau saya adalah Putri Tanjung, sebenernya saya masih pengin ngomong soal privilese. Masih soal HP, internet, dan otak itu tadi. Di dunia yang sudah serba meta, aneh rasanya jika ada orang yang nggak bisa belajar lewat internet. Manfaatkan potensi mengakses pengetahuan tanpa batas itu dan belajarlah mendapat duit banyak dari sana. Inti dari geger geden ini adalah karena kalian kekurangan duit, kan? Ya udah, mulailah nambah penghasilan dengan cara lain.

Misal, belajar nulis lewat internet kan bisa. Jadilah penulis lepas dan jual jasa menulis. Saya memiliki temen seorang penulis lepas yang penghasilannya hampir tiga juta rupiah per bulan dari nulis, ditambah dia juga punya pekerjaan tetap. Lihat? Kalau mau memaksimalkan apa yang kalian punya, duit bakal datang juga.

Baca Juga:

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet, Berisik, dan Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan

Tapi kalau saya Putri Tanjung, rasanya ngomong kayak gitu sudah nggak bakal didengerin. Saya bakal mutung dan males ngomong sok serius dengan siapa saja. Lha gimana, soalnya apa yang keluar dari mulut Putri Tanjung bakal dianggap nggak relevan sama netizen.

Ambil contoh kasus geger geden sekarang, deh. Putri cuma ngomong kalau nggak ngambil risiko, ya nggak tau risikonya. Intinya gitu. Narasi itu jika yang ngomong adalah temen kuliahmu atau dosen ekonomimu, pasti nggak bakal dipermasalahin. Bahkan, selain Putri Tanjung, rasanya narasi itu sudah diucapkan oleh banyak orang, dan nggak ada yang mempermasalahkannya. Jadi masalah karena Putri yang ngomong, dan akar masalahnya hanya karena doi anak orang kaya.

Kalau saya jadi dia, ya pasti mangkel dan mutung. Moh mau ngomong lagi, soalnya bakal dianggap salah sama netizen. Kelak, misal Putri ngomong “Menabung Pangkal Kaya”, “Rajin Pangkal Pandai”, atau “Mens Sana In Corpore Sano”, pasti bakal ada gelombang protes besar-besaran dan bilang kalau privilese Putri terlalu banyak.

#3 Saya nggak mau jadi pembicara lagi

Kalau saya adalah Putri Tanjung, saya bakal nolak semua tawaran buat jadi pembicara. Kenapa? Karena percuma nyiapin materi susah-susah, mempresentasikannya dengan baik, eh mendadak banyak dari peserta seminar malah mangkeli.

Misal Putri ngomong, “Jika kamu emang pengin mendapatkan sesuatu, kamu ya kudu berjuang mendapatkannya sekuat tenaga.”

Mendadak ada yang nyeletuk, “Nggak bisa gitu, dong. Orang kan beda-beda. Jangan disamain! Kalau orang lain bisa, yaudah aku nggak bisa nggak apa-apa.”

Nek misal itu beneran kejadian dan jika saya memang Putri Tanjung, saya bakal jawab, “Siyaaap. Monggo cari cara biar bisa berpenghasilan tanpa harus bangun dari kasur.”

#4 Dah lah, saya fokus kerja aja

Dah lah, males nulis. Males memberi penjelasan. Mutung aku, nggak mau aneh-aneh lagi. Mending kerja daripada rebahan sambil skrol-skrol Twitter terus.

Sebentar, kalau saya adalah Putri Tanjung, emangnya sempet buat ngelakuin itu? Ngapain juga memikirkan cara buat menyenangkan netizen dan membuat mereka diam? Kan Putri nggak mainan Twitter, jadi kayaknya bodo amat dengan huru-hara tersebut. Lucu juga, ya? Yang ngomong siapa, ngomongnya juga ke siapa, eh malah yang kebakaran jenggot siapa.

Penulis: Riyanto
Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Januari 2022 oleh

Tags: Kata Bijakpembicarapilihan redaksiPrivilesePutri Tanjung
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

Jalan Sarjono Ambarawa, Jalan Terindah Se-Jawa Tengah yang Bisa Jadi Tempat Healing Gratis Mojok.co

Jalan Sarjono Ambarawa, Jalan Terindah Se-Jawa Tengah yang Bisa Jadi Tempat Healing Gratis

3 Februari 2024
5 Drama Korea yang Wajib Ditonton Minimal Sekali Seumur Hidup Terminal Mojok

5 Drama Korea yang Wajib Ditonton Minimal Sekali Seumur Hidup

4 Juli 2022
Customer Shopee Food yang Arogan seperti "Mas-mas Pelayaran" Memang Pantas Jadi Musuh Bersama Mojok.co shopeefood

Customer Shopee Food yang Arogan seperti “Mas-mas Pelayaran” Memang Pantas Jadi Musuh Bersama

5 Juli 2025
UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

19 Januari 2026
5 Dosa MR DIY yang Nggak Bisa Diampuni, Bikin Pelanggan Kapok Datang Lagi

5 Dosa MR DIY yang Nggak Bisa Diampuni, Bikin Pelanggan Kapok Datang Lagi

8 November 2025
Kenapa Harus Satpam BCA Satpam Instansi Pemerintah Nggak Kalah Oke, kok! terminal mojok

Kenapa Harus Satpam BCA? Satpam Instansi Pemerintah Nggak Kalah Oke, kok!

18 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Geprek Olive Fried Chicken, Pilihan Ayam Geprek yang Tak Kalah Favorit dari Bu Rum Jogja Mojok.co

Geprek Olive Fried Chicken, Pilihan Ayam Geprek yang Tak Kalah Favorit dari Bu Rum Jogja

29 Juni 2026
Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah di Luar Kota Demi Kejar Gengsi Mojok.co

Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah ke Luar Kota Demi Kejar Gengsi

27 Juni 2026
3 Cara Kecamatan Cibiru Membunuh Romantisme Bandung (Unsplash)

Sebagai Pengendara Motor di Bandung, Saya Capek Ikut Menyumbang Macet Setiap Hari

27 Juni 2026
4 Kuliner Khas Tulungagung yang Disukai Warlok, tapi Kurang Cocok di Lidah Pendatang Mojok.co

4 Kuliner Khas Tulungagung yang Disukai Warlok, tapi Kurang Cocok di Lidah Pendatang

28 Juni 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co pasar rebo

Udara Bersih, Hak Asasi yang Cuma Bisa Dirasakan Warga Depok Sebulan Sekali

28 Juni 2026
Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Gandus Palembang, Bau Pabrik Karet hingga Berasa Dipanggang Matahari Terminal

Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Gandus Palembang, Bau Pabrik Karet hingga Berasa Dipanggang Matahari

30 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.