Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Banyak Sekolah Dasar di Bangkalan Madura Jadi Tanah Sengketa, Bukti Bahwa Pemerintah Tak Bisa Kerja

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
13 Desember 2024
A A
Banyak Sekolah Dasar di Bangkalan Madura Jadi Tanah Sengketa, Bukti Bahwa Pemerintah Tak Bisa Kerja

Banyak Sekolah Dasar di Bangkalan Madura Jadi Tanah Sengketa, Bukti Bahwa Pemerintah Tak Bisa Kerja

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika mengulik pendidikan di Bangkalan Madura, mudah sekali kita menemukan fakta dan fenomena yang menyayat hati. Parahnya, dikritik bagaimana pun, masalah ini terus konsisten dipelihara oleh pemerintah. Misalnya, harapan lama sekolah anak-anak di Bangkalan. Sudah 10 tahun konsisten berada di angka 11 tahun. Padahal, semua kabupaten/kota di Jawa Timur sudah di atas 12 tahun.

Lalu, fenomena terbaru yang turut memilukan adalah penyegelan salah satu SD di Bangkalan Madura, yakni SDN Buddan 2 Tanah Merah. Bagaimana tidak memilukan, pada Sabtu pagi saat rombongan siswa SD ingin belajar, ternyata sekolah mereka malah disegel oleh orang yang mengaku pemilik lahan. Akhirnya, mereka terpaksa harus cari lokasi lain.

Tapi sungguh, ini bukan hal yang mengagetkan di Bangkalan Madura, sebab banyak gedung SD di kabupaten ini yang memang problematik.

Bangunan sekolah di Bangkalan Madura banyak tak dibebaskan

Ya, seperti yang saya tulis, gedung SD di Bangkalan Madura masih banyak yang tidak jelas kepemilikannya. Saya katakan tidak jelas karena asetnya belum terdata sebagai milik pemerintah, tapi pemerintah konsisten membiarkan hal itu. Kalau pemerintah tahu diri, ya diganti untung dong ke pemilik lahan.

Seperti yang dimuat pada Radar Madura, dari 613 SD negeri di Bangkalan Madura, hanya sekitar 60 persennya yang memiliki sertifikat sebagai aset pemerintah. Artinya, sekitar 370-an SD negeri belum terdaftar. Tentu ini jumlah yang sangat tinggi. Tapi, meskipun tinggi, saya yakin nominalnya jauh dibandingkan total kasus korupsi di kabupaten ini.

Satu tanah, dua sertifikat, pemerintah vs rakyat

Data 60% yang saya jelaskan di atas tidak serta merta harus kalian percaya. Bisa saja data tersebut benar, bisa saja salah, atau memang sengaja disalahkan. Misalnya, kasus penyegelaan di SDN Buddan 2 Bangkalan oleh orang yang mengaku sebagai pemilik lahan, pelaku mengatakan bahwa ia memiliki sertifikat tanah. Makanya, ia merasa berhak.

Di sisi lain, pemerintah juga mengaku memiliki bukti kepemilikan tanah tersebut. Nah, kan, kok bisa ada dua sertifikat. Bahkan, katanya pemerintah siap mengarahkan ke pengadilan untuk menyelesaikan kasus ini. Mudah sekali ditebak siapa yang akan menang.

Di lain penjelasan, pada 2022 pemilik lahan sebenarnya bahkan sempat ditawari 700 juta untuk membeli lahannya oleh pemerintah. Tapi, pemilik lahan merasa kebingungan. Eh, di tahun yang sama tiba-tiba lahan tersebut sudah tercantum sebagai inventaris negara.

Baca Juga:

Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

3 Tradisi Madura yang Melibatkan Sapi selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, biar Obrolan Nggak Itu-itu Aja

Banyak sekolah di Bangkalan Madura dibiarkan terbengkalai

Akibat banyaknya lahan SD yang tidak jelas kepemilikannya, banyak gedung SD yang dibiarkan rusak. Alasannya, pemerintah tidak mau merenovasi gedung di atas lahan orang lain. Tapi ya bapak/ibu, membiarkan gedung sekolah yang hampir ambruk juga bukanlah solusi yang tepat. Cobalah bapak ibu pikirkan sendiri bagaimana solusi. Intinya, membiarkan bukanlah sebuah solusi. Itu malah menunjukkan bahwa pemerintah Bangkalan Madura memang tidak becus.

Di samping itu, kalau dibandingkan dengan kantor-kantor pemerintah. Haduh, jauh!!! Ibarat bumi dan langit. Kantor pemerintah berjejer rapi di sepanjang jalan Soekarno Hatta Bangkalan. Jangankan sampai roboh, rusak sedikit saja sudah ada biaya pemeliharaannya, atau langsung direnovasi saja.

Yah, beda sekali sama gedung SD untuk rakyatnya.

Jika terus begini, akan lebih banyak sekolah disegel

Kasus penyegelan gedung sekolah di SDN Buddan 2 bukanlah satu-satunya di Bangkalan. Pada 2023, SDN Lerpak 1 juga pernah mengalami hal serupa. Para siswa terpaksa dibuatkan terop untuk kegiatan belajar mengajar, sebab gedung sekolah mereka ditutup oleh orang yang mengaku pemilik lahan.

Nah, coba bayangkan, sekitar 200 lahan sekolah yang belum dibebaskan oleh pemerintah, apakah ini menunjukkan situasi yang aman? Tentu tidak. Banyak siswa SD yang dihantui rasa ketakutan gedung sekolah mereka akan ditutup. Apa bapak/ibu sudah memikirkan ini?

Ya, saya harap pemerintah lebih serius lagi kerjanya. Jangan fokus pada renovasi kantor kalian sendiri saja. Coba survey juga ke bawah. Sejahtera nggak rakyatnya. Kalian digaji kita loh, pak/bu.

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jangankan Pendatang, Saya Warga Bangkalan Madura Aja Kapok Hidup di Kabupaten Tertinggal Ini

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 Desember 2024 oleh

Tags: bangkalan maduramadurasegelSekolah Dasartanah sengketa
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Kendaraan Plat M Meresahkan, Jadi Momok Jalanan di Surabaya Mojok.co

Kendaraan Plat M Meresahkan, Jadi Momok Jalanan di Surabaya

24 Juli 2024
Jembatan Suramadu Pusat Segala Pelanggaran Lalu Lintas, Pantas Banyak yang Kapok Melewatinya Mojok.co

Jembatan Suramadu Pusat Segala Pelanggaran Lalu Lintas, Pantas Banyak yang Kapok Melewatinya

1 Februari 2024
Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

17 Januari 2026
Madura Tidak Akan Muncul sebagai Kandidat Ibu Kota Jawa Timur, Dilirik Saja Tidak toko buku

Kalau Memang Ingin SDM Madura Meningkat, Langkah Awal yang Harus Dilakukan Adalah Meningkatkan Jumlah Toko Buku

25 Agustus 2023
Bangkalan Madura Bikin Resah, Pilkades Mengancam Nyawa (Unsplash) sampang

6 Masalah di Bangkalan Madura yang Membuat Rakyat Terus Sengsara

21 September 2024
Buket Wisuda, Perayaan yang Goblok dan Balas Budi yang Tanpa Arti

Buket Wisuda, Perayaan yang Goblok dan Balas Budi yang Tanpa Arti

21 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi Hadapi Banjir, Warga Pantura Paling Kuat Nikmati Kesengsaraan (Unsplash)

Orang Pantura Adalah Orang Paling Tabah, Mereka Paling Kuat Menghadapi Kesengsaraan karena Banjir

14 Januari 2026
Fisioterapis, Profesi Menjanjikan dan Krusial di Tengah Masyarakat yang Sedang Begitu Gila Olahraga

Fisioterapis, Profesi Menjanjikan dan Krusial di Tengah Masyarakat yang Sedang Begitu Gila Olahraga

18 Januari 2026
Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal

14 Januari 2026
Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

17 Januari 2026
Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

16 Januari 2026
Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

17 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.