Saya baca sekali banyak tulisan tentang betapa buruknya desain Suzuki Burgman. Saya sendiri sebenarnya saat itu baru tahu desainnya seperti apa lewat gambar dan ketika berpapasan sekilas. Belum pernah yang benar-benar melihat langsung motor itu dari dekat, melihat detilnya, dan menganalisisnya. Jadi ya, saya masih berpikir, desain jelek ini mungkin perkara selera aja.
Tapi setelah melihat secara dekat, dalam waktu yang lumayan lama, tau detilnya, saya setuju Suzuki Burgman emang beneran jelek secara objektif.
Saya udah nggak mau nerima opini selera. Beneran ini motor aneh. Ngapain coba belakangnya dibikin gitu? Itu doang udah merusak estetika keseluruhan. Waktu desain ini motor mikir apa coba? Mikir gimana caranya meruntuhkan perusahaan?
Terus yang ACC desain ini siapa? Lagi punya masalah apa sih, bolo?
Padahal market menurut saya butuh lawan sepadan. Hegemoni Honda dan Yamaha sudah nggak masuk akal, sampe mereka seenaknya menentukan harga. Overprice sak modare pun tetap dibeli karena ya mau mana lagi yang dibeli? Opsinya kayak Burgman gitu ya mending boncos ketimbang terlihat aneh.
Saking tak ada lawannya, Honda sampe memilih untuk bikin Vario Street, motor yang sama konyolnya dengan Suzuki Burgman, tapi tetep kelihatan lebih mendingan.
BACA JUGA: Apa Motor dengan Desain Terjelek dan Kenapa Jawabannya Suzuki Burgman Street 125?
Suzuki Burgman punya potensi
Kalau saja desainnya tidak konyol, jujur, Suzuki bisa merusak hegemoni yang ada. Begini, Suzuki terkenal akan motor yang kuat. Motor mana pun, semuanya kuat. Dan tahu betul apa masalah motor matic sekarang? Yak betul, kualitas ampas.
Saya punya PCX 150 2019, motor yang katanya penuh masalah itu. Motor saya sudah menunjukkan banyak masalah bahkan sejak pertama, meski ya, masalahnya tidak mengganggu performa harian. Tapi kan harganya mahal banget. Motor mahal ya harusnya tidak ada masalah kan? Iya kan?
Nah, kalau motor premiumnya penuh masalah, gimana yang nonpremium?
Inilah harusnya celah yang dimanfaatkan Suzuki Burgman. Build quality yang bagus, serta kebadakan yang selama ini jadi jualan harusnya bisa jadi USP. Cuma butuh desain yang agak oke aja deh. Mau kayak Kawasaki Brusky yang meniru Vario oke juga nggak apa-apa. Matic Suzuki juga banyak kan yang desainnya tidak aneh kayak Burgman. Kenapa tiba-tiba bikin kayak gini?
Harusnya yang ACC desain ini dievaluasi sih kerjanya. Jangan dipecat juga. In this economy bolo, mesakne nek nganti dipecat.
Bagaimana cara memperbaiki?
Wah, pertanyaan yang susah ini. Suzuki Burgman sudah kadung terkenal jelek. Mau gimana lagi kan. Tapi jujur saja, saya kepikiran ide yang bagus.
Bikin aja narasi kalau desain kayak gini disengaja. Desain bagus buat apa kalau rusak. Mending jelek tapi bertahan lama. Tapi kalau keliatan cringe, oke deh. Coba bikin narasi kalau memang Burgman tampil tidak didikte pasar. Motor kalcer. Motor yang memang menjual kualitas, tidak seperti dua pabrikan yang penuh masalah, tapi nggak punya malu dijual dengan harga mahal.
Pinter-pinteran bikin narasi aja. Desain udah jelek gitu, masak nggak mau pour resource ke marketing. Udah, gas aja.
Menurutku, Suzuki Burgman sudah salah langkah, tapi okelah, nggak perlu fokus ke kesalahan lebih lama. Fokus aja setelah ini mau ngapain, dan, tolong banget, hancurkan hegemoni Honda dan Yamaha. Vario Street contoh terbaik kalau Honda mulai seenaknya sama konsumen dengan bikin produk super konyol. Suzuki, do your thing!
Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.










