Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Saya Berpengalaman soal Berkendara Saat Hujan dan Jas Hujan Kelelawar Paling Tidak Efektif

Elisa Erni oleh Elisa Erni
20 Februari 2021
A A
Saya Berpengalaman soal Berkendara Saat Hujan dan Jas Hujan Kelelawar Paling Tidak Efektif terminal mojok.co

Saya Berpengalaman soal Berkendara Saat Hujan dan Jas Hujan Kelelawar Paling Tidak Efektif terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Alih-alih melindungi dari tempias hujan, jas hujan kelelawar atau biasa disebut “mantel lowo” malah sebaliknya. Jika kalian belum paham mantel jenis kelelawar itu yang seperti apa, coba perhatikan orang yang berlalu lalang menggunakan motor saat hujan. Jika pengguna motor tersebut memakai mantel yang bagian belakangnya menggelembung tertiup angin, atau yang lebih parah dibiarkan berkibar-kibar, nah itu dia mantel lowo.

Sebagai pengguna setia jas hujan kelelawar sejak duduk di bangku SMP hingga sekarang, saya paham betul karakteristik si mantel tersebut. Saya tahu bagaimana rempongnya memakai mantel lowo saat naik sepeda ontel dan tahu betul betapa hiperaktifnya si mantel saat digunakan untuk mengendarai motor. Berikut ini beberapa hal tak diinginkan yang akan terjadi ketika kalian memutuskan memakai mantel lowo untuk mengendarai sepedah ontel maupun motor.

#1 Tangan hingga siku akan tetap basah

Mungkin hal ini tidak akan berpengaruh pada pengemudi yang memakai baju lengan pendek, akan tetapi beda lagi urusannya jika yang kita kenakan adalah baju berlengan panjang. Oleh karena mantel ini tidak akan menutupi tangan secara keseluruhan, siap-siap basah saja. Model dari mantel lowo sendiri cukup sederhana, yaitu seperti persegi panjang yang dilipat menjadi dua bagian, di tengahnya ada bagian yang digunakan sebagai pelindung kepala. Bagian tepinya dilengkapi dengan kancing yang berguna untuk mengaitkan bagian depan dan bagian belakang mantel, agar mantel tidak bergoyang kemana-mana ketika dikenakan.

Jika dipakai untuk mengemudi dengan posisi yang sudah dipastikan adalah duduk dan memegang setir kemudi, jangan berharap bagian tangan kita akan tertutup seluruhnya. Bagian pergelangan tangan hingga siku yang notabene kadang memakai lengan panjang, kemungkinan besar juga akan merasakan dinginnya tempias hujan. Hilang sudah dandanan paripurna kita.

#2 Kaki pun tak luput dari guyuran hujan

Sebab model mantel ini jika dipakai adalah jatuh ke bawah, maka otomatis tempias hujan dari ujung kepala hingga badan akan mengalir ke bawah menuju kaki yang menapak pada motor. Hal ini tentu sangat merugikan pengguna motor matic yang sialnya tengah memakai sepatu. Padahal jika tidak memakai mantel pun sebenarnya kaki kita juga akan terlindungi oleh tempias hujan karena ada pelindung motor bagian depan.

Hal ini pernah saya alami ketika menempuh perjalanan Banyuwangi-Jember menggunakan motor dan kebetulan saat itu hujan deras sekali. Alhasil saya putuskan memakai jas hujan kelelawar yang selalu standby di jok sepeda motor. Okelah, tubuh saya nggak basah-basah amat, tapi jangan tanya bagaimana keadaan sepatu saya. Yang jelas, saat dilepas bobotnya bertambah 2 kali lipat dan keesokan harinya berbau menyengat.

#3 Bagian belakang mantel harus diduduki

Sebab bentuk dari jas hujan kelelawar ini bisa dibilang tidak fit di tubuh, sudah otomatis akan sedikit repot ketika harus menghadapi hujan dan angin. Mau tidak mau kita harus siaga untuk menyesuaikan mantel dengan posisi tubuh kita. Ketika dikenakan saat berkendara, bagian belakang mantel harus diduduki agar tidak terbang ke mana-mana. Atau jika diduduki dengan cara yang salah atau bahkan hanya diduduki bagian ujungnya, bagian belakang mantel akan menggelembung jika tertiup angin. Dan jika dibiarkan terus-menerus tertiup angin, bagian mantel yang kita duduki akan terlepas. Sekejap kita langsung berubah menjadi superman di bawah guyuran hujan. Jika sudah seperti itu maka kita dihadapkan dua pilihan yang sangat berat.

Pertama, jika kita memutuskan untuk menduduki kembali mantel yang baru saja berkibar diguyur hujan, sudah dipastikan bagian yang kita duduki tersebut akan basah. Dan hal ini berdampak juga pada pakaian kita yang tak luput menjadi korban. Dan pas turun dari motor, rasanya sungguh tidak nyaman. Bisa-bisa dikira habis “ngompol”.

Baca Juga:

4 Kebiasaan Buruk Pengendara Motor yang Bikin Jas Hujan Cepat Rusak

4 Rekomendasi Jas Hujan Paling Awet dan Nggak Rembes

Pilihan kedua, jika kita tipe pemalas dan membiarkan si jas hujan kelelawar berkibar-kibar hingga sampai tujuan, jangan menyesal jika si mantel akan robek-robek karena ditiup angin yang kencang. Terlebih jika mantel yang kita gunakan adalah model yang tipis. Hal ini sudah pernah saya rasakan dan entah sudah berapa kali saya berganti mantel karena robek.

Dari beberapa kekurangan tersebut, saya menyimpulkan bahwa jas hujan kelelawar ini kurang efektif dan efisien jika digunakan untuk berkendara. Paling pas dipakai oleh para pejalan kaki saja, tangan dan kaki dijamin tidak basah dan tentunya tidak akan terbang ke mana-mana karena tidak digunakan untuk melaju kencang. Jika memang ingin menggunakan mantel saat berkendara, saya sarankan untuk menggunakan mantel yang bermodel baju dan celana, memang harganya sedikit lebih mahal, akan tetapi mantel ini bisa melindungi seluruh badan serta tidak ribet terbang ke sana dan kemari. Saya pernah sekali memiliki mantel jenis tersebut, harganya lumayan mahal, 2 kali harga mantel lowo, tapi karena hilang, ibu saya sudah kapok dan tak pernah lagi membelikan mantel model tersebut.

BACA JUGA Membandingkan Jenis-jenis Jas Hujan: Mana yang Terbaik? dan artikel Elisa Erni lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 Februari 2021 oleh

Tags: jas hujannaik motor
Elisa Erni

Elisa Erni

Seorang English tutor yang suka membaca dan memiliki minat pada dunia kepenulisan dari menulis puisi, esai, dan apapun.

ArtikelTerkait

4 Rekomendasi Jas Hujan Paling Awet dan Nggak Rembes

4 Rekomendasi Jas Hujan Paling Awet dan Nggak Rembes

21 November 2024
3 Hal yang Saya Takutkan Saat Naik Motor di Belakang Bus Terminal Mojok

3 Hal yang Saya Takutkan Saat Naik Motor di Belakang Bus

12 Juni 2022
4 Kebiasaan Buruk Pengendara Motor yang Bikin Jas Hujan Cepat Rusak

4 Kebiasaan Buruk Pengendara Motor yang Bikin Jas Hujan Cepat Rusak

12 Desember 2024
5 Gaya Bonceng Motor yang Nggak Ada Akhlak

5 Gaya Bonceng Motor yang Nggak Ada Akhlak

6 Juni 2020
Stop Glorifikasi Kemampuan Anak Naik Motor. Nggak Ada Keren-kerennya Tau! terminal mojok

Stop Glorifikasi Kemampuan Anak Naik Motor. Nggak Ada Keren-kerennya Tau!

19 September 2021
Derita Menggunakan Jas Hujan Indomaret Murahan Saat Naik Motor Mojok.co

Derita Menggunakan Jas Hujan Indomaret Murahan Saat Naik Motor

21 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang Mojok.co

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

31 Januari 2026
Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.