Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Satu-satunya Cara Menghentikan Kerusakan Lingkungan Adalah Dijadikan Tempat Angker

Imron Amrulloh oleh Imron Amrulloh
18 Januari 2021
A A
tempat angker aksara jawa orang indonesia identitas karakter merapi mojok

angker aksara jawa orang indonesia identitas karakter merapi mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Tahun baru baru saja dimulai. Namun, efek dari kerusakan alam juga mulai mengintai. Seperti yang kita tahu, beberapa hari terakhir sebagian wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dilanda banjir dengan ketinggian yang bervariasi. Ada yang mengatakan jika banjir atau musibah datangnya dari tuhan, kita ikhlas saja dalam menjalaninya. Iya sih, memang begitu, tapi Tuhan juga mengirim bencana pasti ada penyebabnya, tidak ujuk-ujuk ngirim banjir tanpa sebab. Nah, dalam banjir Kalimantan Selatan ini, sepertinya kerusakan lingkungan menjadi penyebabnya.

Seperti kita ketahui, hutan Kalimantan makin ke sini semakin berkurang saja. Kalau nggak dibuat permukiman ya dibuat lahan sawit, eh banyak juga deng yang jadi lahan tambang. Jadinya ya masyarakat dan Pemerintah seperti sedang berkolaborasi untuk menggunduli hutan Kalimantan ini. Akibatnya ya ada banjir, ada tanah longsor. Ada juga meningkatnya suhu bumi, yang pada akhirnya merugikan kita sebagai manusia.

Sebenarnya beragam upaya telah dilakukan oleh berbagai pihak. Baik itu oleh Pemerintah atau pun oleh berbagai LSM. Bentuknya ada yang melalui reboisasi, pemanfaatan kembali, penetapan UU Kehutanan, dan Undang-undang lainnya. Tapi, ya semuanya terasa ambigu, di satu sisi menindak berbagai pelanggaran. Di sisi yang lain membuka kran investasi besar-besaran. Sudah begitu investasi di sawit atau tambang batubara. Jadinya ya ramashook.

Tapi tenang saja, saya punya solusi agar suatu wilayah dapat terjaga kelestariannya. Caranya adalah dengan memberi label tempat angker. Ya seperti yang kita tahu, orang-orang Indonesia ini nggak takut Tuhan, takutnya malah sama setan. Tadi ada bencana banjir aja ngomongnya musibah dari Tuhan. Belum apa-apa aja sudah nyalahin Tuhan sebagai penyebab bencana alam. Harusnya ngomong begini “musibah ini datangnya dari pemangku jabatan” itu baru bener. Wong jelas-jelas hutan digunduli untuk keperluan industri kok.

Kembali ke topik pelabelan tempat angker suatu wilayah. Jadi saya usul untuk dibuatnya program “Satu Desa Satu Wilayah Angker”. Kenapa nggak dibuat hutan adat atau hutan-hutan yang lain? Halah, mau dibuat hutan adat ya tetap aja ditrabas. Tapi, kalau hutan angker, bisa beda hal karena orang Indonesia takutnya sama setan. Okelah pengembang lahannya nggak takut setan, tapi yang nebang bisa saja setan.

Jadi nanti, setiap desa diwajibkan memiliki satu objek yang dianggap tempat angker. Bisa pohon besar, batu besar, kalau nggak ada ya beli ambulance bekas lalu taruh di tengah hutan. Nah, setiap pagi taruh saja bunga-bunga sama sajen, biar orang-orang percaya kalau itu tempat angker. Bisa juga tambah figuran yang tugasnya buat minta pesugihan ke tempat angker tersebut. Yakin deh banyak yang percaya.

Tapi, nanti jatuhnya jadi musyrik lho mas!! Kayanya sih nggak ya, soalnya kan cuma settingan, tinggal niatnya saja. Kalau ini niatnya syuting film aja, eh syuting series deng wong banyak banget episodenya. Lagipula saat ini keadaanya sudah darurat, dan meng-angkerkan ini sepertinya menjadi satu-satunya cara yang potensi berhasilnya tinggi. Jadi kalau untuk kemaslahatan umat, sepertinya bukan masalah.

“Mas, tapi di tempat saya nggak ada mitos-mitos jhe, kami juga nggak punya stok setan buat ditempatin di situ” Tenang saja, nanti ada mitos-mitos yang akan disesuaikan dengan daerahnya. Kalau masalah hantu nanti bisa didatengin dari Jawa, soalnya di Jawa ini banyak sekali stok setannya. Bayangkan saja, setiap ada pohon yang agak besar dikit katanya ada penunggunya. Orang jualan agak rame juga dituduh pake setan penglaris.

Baca Juga:

Saya Muak dengan Industri Film Horor yang Hanya (Bisa) Mengeksploitasi Budaya Jawa Seolah-olah Seram dan Mistis

Live Berburu Hantu di TikTok Sangat Tidak Pantas, para Kreator Sudah Keterlaluan!

Jadi kalau urusan persetanan itu soal gampang. Nanti saya coba komunikasikan ke setan-setan Jawa. Khususnya ke setan-setan penglaris tadi, soalnya kasihan kerjaannya cuma di dapur terus. Biar kadang-kadang eksplor Indonesia yang luas ini, dan biar mengembangkan potensi yang dia punya juga.

Saya yakin sih kalau usulan saya ini diterapkan, pasti hutan-hutan yang ada di Kalimantan dan di Indonesia akan terjaga kelestariannya. Dan juga kehidupan masyarakatnya juga bisa terbantu. Mana tahu settingan soal pesugihan tadi ternyata berhasil, pasti akan banyak yang datang. Jadi, masyarakat sekitar bisa nyediain lahan parkir, jualan kembang, atau mungkin jualan sesajen. Bisa juga jualan sepaket, biar untungnya semakin tinggi.

BACA JUGA SimpleMan Cinematic Universe dan tulisan Imron Amrulloh lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 Januari 2021 oleh

Tags: hantukerusakan lingkunganmististempat angker
Imron Amrulloh

Imron Amrulloh

Seorang pengangguran baru yang sedang mencoba dan terus mencoba.

ArtikelTerkait

Gunung Tumpang Pitu Banyuwangi Dikuras demi Emas: Apa Artinya Kemajuan Ekonomi Jika Alam Hancur Lebur?

Gunung Tumpang Pitu Banyuwangi Dikuras demi Emas: Apa Artinya Kemajuan Ekonomi Jika Alam Hancur Lebur?

14 Juni 2023
salat jumat wabah corona protokol kesehatan mojok.co

Ketika Jin yang Menyerupai Seorang Teman Ikut Salat Jumat

26 September 2019
sosok

Sosok Tak Kasat Mata yang Menyukai Temanku dan Selalu Mengikuti Selama Satu Minggu

10 Oktober 2019
Rolak Songo Mojokerto, Bendungan Ratusan Tahun dengan Sosok Kakek-kakek Pembawa Musibah Mojok.co

Rolak Songo Mojokerto, Bendungan Ratusan Tahun dengan Sosok Kakek-kakek Pembawa Musibah

3 Februari 2024
Saya Muak dengan Industri Film Horor yang Hanya (Bisa) Mengeksploitasi Budaya Jawa Seolah-olah Seram dan Mistis

Saya Muak dengan Industri Film Horor yang Hanya (Bisa) Mengeksploitasi Budaya Jawa Seolah-olah Seram dan Mistis

3 April 2025
Sidoarjo Ramah untuk Pebisnis, tapi Tidak Ramah untuk Perantau

Sidoarjo Ramah untuk Pebisnis, tapi Tidak Ramah untuk Perantau

14 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

14 Januari 2026
4 Aturan Tidak Tertulis ketika Naik Transjakarta (Unsplash)

Hal-hal yang Perlu Pemula Ketahui Sebelum Menaiki Transjakarta Supaya Selamat dan Cepat Sampai Tujuan

16 Januari 2026
Bekasi Justru Daerah Paling Nggak Cocok Ditinggali di Sekitaran Jakarta, Banyak Pungli dan Banjir di Mana-mana

Bekasi: Planet Lain yang Indah, yang Akan Membuatmu Betah

13 Januari 2026
Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

16 Januari 2026
Alasan Orang Luar Jogja Lebih Cocok Kulineran Bakmi Jawa daripada Gudeg Mojok.co

Alasan Orang Luar Jogja Lebih Cocok Kulineran Bakmi Jawa daripada Gudeg

17 Januari 2026
Jalan Dayeuhkolot Bandung- Wujud Ruwetnya Jalanan Bandung (Unsplash)

Jalan Dayeuhkolot Bandung: Jalan Raya Paling Menyebalkan di Bandung. Kalau Hujan Banjir, kalau Kemarau Panas dan Macet

17 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.