Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kecantikan

Salon Reidha Ponorogo, Salon Khusus Perempuan yang Bikin Bestie Nyaman Lepas Hijab

Rezha Rizqy Novitasary oleh Rezha Rizqy Novitasary
21 April 2022
A A
Salon Reidha Ponorogo, Salon Khusus Perempuan yang Bikin Bestie Nyaman Lepas Hijab

Salon Reidha Ponorogo, Salon Khusus Perempuan yang Bikin Bestie Nyaman Lepas Hijab (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di antara salon-salon yang pernah saya kunjungi di Ponorogo, ada satu salon favorit yang bikin saya menetap dan nggak mau pindah ke lain hati. Bahkan meskipun saya sering merantau ke luar kota, saya selalu memilih menunggu waktu pulang kampung biar bisa nyalon di salon tersebut.

Namanya Salon Reidha. Salon ini berada di Jalan Letjend Suprapto Sukowati No. 45, Keniten, Ponorogo. Reidha merupakan salon khusus perempuan. Hanya pelanggan perempuan yang boleh masuk. Kalau ada keluarga laki-laki yang mengantarkan hanya bisa menunggu di teras atau langsung pulang.

ADVERTISEMENT

Sebagai seorang perempuan yang berjilbab, tentu saya nggak nyaman kalau harus membuka jilbab sembarangan. Biasanya salon-salon yang lain, sudah letaknya di dekat jalan raya, ruangannya terbuka, pelanggannya pun ada yang berjenis kelamin laki-laki. Bahkan pegawainya juga ada yang laki-laki.

Ilustrasi pegawai salon yang semuanya perempuan (Unsplash.com)

Sebenarnya itu hak masing-masing salon, sih. Tapi, sebagai konsumen, kita juga punya hak untuk memilih soal kenyamanan. Nggak enak banget lho kepala yang sudah kita tutup pakai jilbab tiba-tiba dibuka di tempat umum. Kemudian ada beberapa orang yang lalu-lalang bisa melihatnya.

Keresahan ini juga dirasakan oleh kawan-kawan saya yang berjilbab. Saking putus asanya, sejak berjilbab mereka memutuskan untuk nggak nyalon lagi. Mereka memilih memangkas rambutnya di rumah. Tentu saja dilakukan oleh anggota keluarga yang nggak ahli-ahli banget dalam hal memangkas rambut. Sudah potongannya kadang nggak memuaskan, masih juga kehilangan kesempatan dapat perawatan rambut yang menyenangkan itu.

Makanya ketika saya bilang saya suka memotong rambut di salon, bahkan bisa mendapatkan perawatan seperti creambath dan hair mask, teman-teman saya melongo.

“Kamu kan jilbaban, kok ke salon?”

Dengan bangga saya bisa menjawabnya bahwa salon langganan saya adalah salon khusus perempuan. Sehingga saya merasa aman ketika harus membuka jilbab.

Baca Juga:

Sensus Ekonomi 2026 Cuma Hasilkan Sampah, Petugas BPS Dianggap “Intel Pajak” oleh Warga

Plesir ke Telaga Sarangan Magetan Cuma Bikin Emosi, Mending ke Telaga Ngebel Ponorogo

Salon Reidha buka mulai pukul 08.00 pagi hingga pukul 20.00 malam. Semua pegawainya perempuan. Salon khusus perempuan ini memang nggak terlalu besar, namun sudah cukup lapang dengan memuat sekitar delapan kursi untuk konsumen serta satu kursi kayu panjang buat yang mengantre di bagian dalam. Selain itu terdapat dua ruangan untuk cuci rambut.

Ruang administrasi berada di bagian depan. Konsumen dapat mendaftar dan menanyakan berbagai info mengenai perawatan yang ada di salon tersebut. Selayaknya administrasi di tempat-tempat lain, salon ini juga menerapkan prokes. Pelayanannya pun ramah.

Salon Reidha melayani perawatan rambut seperti cuci, potong, rebonding, smoothing, dan keriting. Selain itu juga terdapat berbagai perawatan kulit kepala dan rambut seperti hair mask dan creambath. Tersedia berbagai pilihan jenis creambath mulai dari bahan tradisional hingga merek-merek kosmetik ternama. Harganya berkisar antara Rp45.000 sampai dengan Rp60.000.

Bisa creambath atau hair mask dengan nyaman (Unsplash.com)

Dua perawatan itulah yang membuat saya sering berkunjung ke salon tersebut. Nggak perlu waktu lama untuk mengantre. Paling lama saya pernah mengantre sekitar lima belas menit saja. Apabila hanya memiliki waktu terbatas, kita dapat mendaftar via online terlebih dulu melalui nomor WhatsApp. Beberapa saat sebelum giliran tiba, adminnya akan menghubungi kita.

Waktu yang dibutuhkan untuk crembath atau hair mask sekitar satu jam saja. Sensasi fresh sudah dimulai sejak kita bisa membuka jilbab dengan tenang dan nyaman, lalu melepas ikatan rambut dan membiarkannya terurai. Percayalah, kenyamanan adalah segalanya. Setelah semua cream diratakan di rambut, kita akan ditinggal sejenak. Beberapa menit kemudian, pegawainya akan memijat kepala kita. Saat itu mereka akan bertanya apakah pijatannya sudah cukup kuat atau belum. Intinya mereka bersedia menyesuaikan request kita. Rasanya benar-benar mantap.

Sebenarnya, secara mandiri kita bisa memijat kepala kita. Namun tentu saja efeknya nggak seasyik ketika dipijat orang lain, apalagi ahlinya. Pasalnya kita masih perlu mengeluarkan energi untuk melakukannya.

Perbedaan antara creambath dan hair mask tergantung pada banyaknya cream yang dipakai dan lamanya waktu pemijatan. Saat memilih creambath, cream yang dioleskan di rambut kita lebih sedikit daripada hair mask. Namun, saat creambath pijatan di area kepala dan leher durasinya lebih panjang.

Pijatan tangan pegawainya nggak hanya kita rasakan di bagian kepala saja, melainkan juga di leher, pundak, hingga punggung. Pokoknya seketika rasanya semua beban overthinking yang selama ini bergumul di kepala luruh dan terurai. Semua proses itu ditutup dengan cuci rambut yang semakin membuat pandangan mata kita semakin cerah. Secerah harimu saat ketemu doi.

Ah, bikin tulisan ini saja rasanya jadi kepingin nyalon.

Selain creambath dan salon, perawatan rambut yang tersedia di sini adalah perawatan antikutu, penyubur rambut, antiketombe dan hair spa. Harganya berkisar antara Rp40.000 sampai dengan Rp80.000.

Salon Reidha juga menyediakan perawatan kulit wajah seperti facial dan face spa. Harganya cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp45.000 hingga Rp150.000. Tersedia juga perawatan kulit leher, perawatan mata, setrika wajah, dan peeling.

Ada paket perawatan manicure (Unsplash.com)

Perawatan kulit tubuh juga tersedia di sini, di antaranya ada body spa, manicure, pedicure, lulur, massage, dan masih banyak lagi. Tersedia juga beberapa paket perawatan tubuh buat calon pengantin.

Salon Reidha menawarkan berbagai promo menarik tiap bulannya. Biasanya promo yang tersedia adalah potongan harga untuk hair spa, facial acne, dan totok wajah. Untuk perawatan di atas Rp50.000 akan mendapat cashback berupa kupon potongan harga Rp10.000 yang bisa digunakan hingga batas waktu tertentu.

Kalau kamu perempuan dan tinggal di Kota Reog atau kebetulan berkunjung ke sini, saya sarankan banget buat mencoba perawatan di Salon Reidha. Selain tempatnya yang nyaman, biaya perawatan di sini juga nggak bakal menguras kantongmu. Jika tertarik dapat info lebih banyak, dapat mengecek laman IG @reidhatrianasarisalonmuslimah.

Penulis: Rezha Rizqy Novitasary
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Drakor yang Vibe-nya Surem Kayak My Liberation Notes.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 April 2022 oleh

Tags: Lapak Terminalponorogosalon perempuanSalon Reidhaumkm
Rezha Rizqy Novitasary

Rezha Rizqy Novitasary

Seorang perempuan, pengajar SMA, dan penikmat waktu pagi.

ArtikelTerkait

Nase’ Sodu: Sajian Nasi dengan Kuah Lodeh Khas Situbondo

Nase’ Sodu: Sajian Nasi dengan Kuah Lodeh Khas Situbondo

19 April 2022
Trenggalek Tidak Lebih Baik Dibandingkan Ponorogo, tapi Cukup Nyaman Ditinggali kok Mojok.co

Ponorogo Lebih Nyaman Ditinggali daripada Trenggalek, Fasilitasnya Lebih Lengkap dan Mumpuni

8 Januari 2024
Parenting Day di SMA Ponorogo, Acara Perekat Hubungan Orang Tua dan Anak yang Seharusnya Ditiru Sekolah Lain

Parenting Day di SMA Ponorogo, Acara Perekat Hubungan Orang Tua dan Anak yang Harus Ditiru Sekolah Lain

13 September 2023
Tajin Palappa: Bubur Bumbu Kacang Menu Sarapan Khas Situbondo

Tajin Palappa: Bubur Bumbu Kacang Menu Sarapan Khas Situbondo

8 April 2022
Tempoyak, Olahan dari Fermentasi Durian dengan Rasa Unik (Gunawan Kartaprana via Wikimedia Commons)

Tempoyak, Olahan dari Fermentasi Durian dengan Rasa yang Unik

16 April 2022
Dear Bupati Nganjuk, Bangun Banyak Tugu buat Apa, sih? Nggak Ada Manfaatnya buat Warga

Dear Bupati Nganjuk, Bangun Banyak Tugu buat Apa, sih? Nggak Ada Manfaatnya buat Warga

30 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Lulusan Ilmu Perpustakaan, tapi Saya Nggak Mau Jadi Pustakawan Sekolah, Isinya Cuma Makan Hati! perpusnas

3 Kelakuan Lulusan Ilmu Perpustakaan yang Membuat Saya Malu

2 Juli 2026
6 Pantai Tulungagung yang Memukau, tetapi Menyimpan Bahaya bagi Wisatawan Mojok.co

6 Pantai Tulungagung yang Memukau, tapi Menyimpan Bahaya bagi Wisatawan

3 Juli 2026
Beratnya Jadi Petugas Sensus, Dicurigai Mau Minta Sumbangan hingga Data yang Tidak Relevan Mojok.co

Beratnya Jadi Petugas Sensus, Dicurigai Mau Minta Sumbangan hingga Data yang Tidak Relevan

1 Juli 2026
9 Karakter Orang yang Nggak Cocok Kuliah di Politeknik Mojok.co

Mahasiswa Politeknik Nggak Pernah KKN, Bukan Berarti Nggak Berjiwa Sosial, Pengabdian Kami Cuma Beda Gaya Saja

5 Juli 2026
3 Kali Gagal Tes Sekolah Kedinasan, Akhirnya Malah Lolos Kedokteran UGM yang Terpaksa Direlakan karena Biaya Mojok.co

3 Kali Gagal Tes Sekolah Kedinasan, Akhirnya Malah Lolos Kedokteran UGM yang Terpaksa Direlakan karena Biaya

6 Juli 2026
Wahai Haters Masakan Jawa, Manis Itu Bukan Dosa, Lidah Kalian Saja yang Rewel

Wahai Haters Masakan Jawa, Manis Itu Bukan Dosa, Lidah Kalian Saja yang Rewel

1 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.