Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Saking Parahnya Jalan di Desa, Tanpa Lagu pun Kita Bisa Bergoyang

Faisal Paeka oleh Faisal Paeka
13 Mei 2020
A A
Jalan Berlubang yang Abadi, jalan di desa

Tahun Baru itu Fana, Jalan Berlubang yang Abadi

Share on FacebookShare on Twitter

Saya tinggal di satu desa di Provinisi Sulawesi Utara. Setiap tahun berlalu di desa saya akses jalanan tidak ada perubahan justru kehancuran. Dan itu terjadi sejak saya tinggal pada tahun 1999. Kurang lebih satu tahun pasca tumbangnya rezim orde baru.

Semua orang pasti ingin setiap perjalannya terasa nyaman ketika berkendara. Kami warga desa ini pun demikian. Tapi keinginan itu masih menjadi sebuah harapan, dan terus menjadi harapan. Tahun demi tahun dilewati semuanya itu masih sama, iya sama, tidak ada perubahan apa-apa. Heheheh~

ADVERTISEMENT

Saking besarnya lubang-lubang di jalanan, kami suka ngerasa tidak sedang berkendara di daratan, tapi di laut. Padahal kalau dihitung warga desa kami sudah menunggu lebih dari 2 windu supaya ada perbaikan jalan.

Sebagai kritik, warga desa sampai menamai jalan rusak ini sebagai jalan “Inul” karena ketika lewat jalan ini, kita seperti diajak bergoyang—yang saking goyangnya sama kayak lagi goyang ngebornya Inul.

Padahal untuk masuk ke desa kami itu, jalan yang harus dilewati adalah tempat-tempat terkenal yang strategis seperti kampus IAIN Manado. Tapi ya gitu, yang mulus cuma di sana saja, pas udah sampai jalan desa, semuanya berubah 180 derajat.

Yang lebih membingungkan, di desa kami sempat dibangun satu perumahan mewah yang jaraknya hanya berkisar 20 meter dengan rumah warga. Nah, jalan yang diperbaiki lagi-lagi cuma jalan komplek saja. Hal ini tentu bikin saya bertanya-tanya sebenernya gimana sih perencanaan pembangunan di desa ini. Sayangnya informasi soal hal ini tidak bisa kami akses karena semuanya serba tertutup.

Selain akses informasi soal perencanaan pembangunan desa, dana pembangunan jalan juga jadi persoalan. Ini jadi ironi karena sebelumnya para Aleg (anggota legislatif) pernah berjanji untuk membantu pembiayaan pembangunan jalan yang rusak di desa kami. Emang salah banget berharap pada janji mereka tuh.

Padahal ya para anggota legislatif itu dipilih karena warga ingin perbaikan jalan segera terlaksana sebab semua masyarakat desa dari dulu sampai sekarang sudah jengah sekali dengan kondisi jalan rusak yang sangat membahayakan.

Baca Juga:

Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

Sematang Borang, Kecamatan Paling Menyedihkan di Palembang

Bayangin deh, hampir setiap tahun kami dijanjikan program-program yang bisa memperbaiki jalanan tersebut. Mulai program dari tingkatan provinisi, Kota, hingga inisiatif masyarakat. Dan sudah berapa kali ganti gubernur, walikota, hingga aparat desa, sampai sekarang masih tidak ada perubahan apa-apa.

Mana keadaan semakin dipersulit gara-gara ada pembagian wilayah desa yang bikin satu desa terbagi jadi tiga kabupaten. Pembagian wilayah ini bikin warga desa bingung soal status jalan desa seharusnya diurus oleh wilayah yang mana. Juga bikin bingung masalah administratif karena tiba-tiba warga desa harus mikirin KTP mereka sebelumnya di buat di wilayah mana.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Jalan berlubang, Administrasi yang berlalu lalang dan Janji yang hilang. Segeralah kalian berlalu agar kita tak jadi bingung dan sakit pinggang (melewati jalan) melulu. Semoga~

Atas nama keresahan, Bacalah tulisasn ini sambil tertawa.

BACA JUGA Tahun Baru itu Fana, Jalan Berlubang yang Abadi atau tulisan Faisal Paeka lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 13 Mei 2020 oleh

Tags: jalan berlubangjalan di desa
Faisal Paeka

Faisal Paeka

Sering Menggunakan Bahasa Umum Untuk Mereka Yang Merasa Khusus

ArtikelTerkait

Jalan Berlubang yang Abadi, jalan di desa

Tahun Baru itu Fana, Jalan Berlubang yang Abadi

2 Januari 2020
Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

15 Januari 2026
Tidak Ada yang Lebih Tabah dari Pengguna Jalan Sentolo-Wates yang Remang-remang dan Bergelombang Mojok.co

Tidak Ada yang Lebih Tabah dari Pengguna Jalan Sentolo-Wates yang Remang-remang dan Bergelombang

7 Oktober 2024
Romantisnya Rute Jogja-Purworejo-Kebumen yang Penuh Jalan Berlubang Sana-sini terminal mojok.co Lumajang

Keadaan JLT Lumajang yang Memprihatinkan: Pesona Alamnya sih Indah, tapi Lubang Jalannya Bikin Celaka

5 Juli 2023
Meromantisasi Jalan Berlubang, Sebuah Siasat agar Tetap Waras Hidup di Malang Mojok.co

Meromantisasi Jalan Berlubang, Sebuah Siasat agar Tetap Waras Hidup di Malang

31 Mei 2025
Jalan Nasional Jombang yang Nggak Keurus Jadi Mimpi Buruk Pengendara Mojok.co

Jalan Nasional Jombang yang Nggak Keurus Jadi Mimpi Buruk Pengendara

15 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasib Ironis Pulau Buton, Penghasil Aspal tapi Kualitas Jalannya Begitu Buruk

Nasib Ironis Pulau Buton, Penghasil Aspal tapi Kualitas Jalannya Begitu Buruk

6 Juli 2026
Gagal Paham dengan Outfit Mewah Pejabat, Harga Jutaan Tetap Terlihat Norak karena Nggak Bisa Kerja Mojok.co

Gagal Paham dengan Outfit Mewah Pejabat, Harga Jutaan Tetap Terlihat Norak karena Nggak Bisa Kerja

6 Juli 2026
Nuduh semua fans Argentina pendukung zionis itu memang tolol (Unsplash)

Cacat logika menuduh fans timnas Argentina sama dengan mendukung zionis

12 Juli 2026
5 kebiasaan buruk saat ada orang meninggal

5 kebiasaan buruk saat ada orang meninggal, salah satunya bikin malu saja

11 Juli 2026
Leuwigajah, Kelurahan Paling Mentereng Se-Kota Cimahi

Cimahi Selatan, Sebuah Anomali di “Kota Tentara”: Menjaga Kedaulatan Ekonomi dan Keberlangsungan Hidup Warga Cimahi

7 Juli 2026
Setelah Perpusda Bangkalan Madura Punya Gedung Baru, Saya Kira Semua akan Berubah, Ternyata Tidak Terminal

Setelah Perpusda Bangkalan Madura Punya Gedung Baru, Saya Kira Semua akan Berubah, Ternyata Tidak

6 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.