Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Saat Sultan Hamengkubuwana IX Membuat Pingsan Pedagang Pasar

Hendra Sugiantoro oleh Hendra Sugiantoro
6 Oktober 2020
A A
sri sultan hamengkubuwana ix membuat pingsan pedagang pasar mojok.co

sri sultan hamengkubuwana ix membuat pingsan pedagang pasar mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Di sekitar jalan Kaliurang, Yogyakarta, seorang perempuan pedagang menanti kendaraan. Ia berdiri di pinggir jalan. Karung-karung beras di sekelilingnya. Pikirannya hanya ingin lekas ke Pasar Kranggan, salah satu pasar tertua di Yogyakarta yang konon telah berdiri sejak abad ke-18.

Pasar Kranggan terletak di sebelah utara perempatan Tugu. Tempo kini, Pasar Kranggan ada di sebelah barat Jalan A.M. Sangadji yang membentang dari perempatan Tugu sampai perempatan Jetis. Sedangkan pelataran depan Pasar Kranggan menghadap selatan atau Jalan Diponegoro.

Sebagai pasar tradisional, Pasar Kranggan mulanya dikembangkan oleh warga Tionghoa yang mendiami perkampungan di sekitarnya. Tak heran, sampai kini masih dijumpai rumah-rumah keturunan mereka. Seiring tahun berganti abad, tak hanya orang Tionghoa yang berdagang. Seorang perempuan yang sedang menunggu mobil melintas di Jalan Kaliurang itu adalah bagian dari orang non-Tionghoa yang turut berniaga di Pasar Kranggan.

Tak berselang lama setelah menunggu, perempuan pedagang itu melihat mobil jip menepi. Pekerjaan rutin saban hari sehingga ia tak terlalu banyak basa-basi. Perempuan pedagang itu cukup bilang arah tujuan, lelaki yang menyetir lantas menaikkan karung beras. Setelah terangkut semua, mobil melaju ke arah selatan. Duduk di jok mobil, pedagang itu menyeka peluh. Angin semilir menyejukkan.

Pikiran perempuan itu hanya ingin beras dagangannya laku terjual. Tak peduli senyum manis pengemudi mobil jip di sebelahnya dan jok mobil yang terasa nyaman. Ketika Pasar Kranggan telah di depan mata, mobil pun berhenti. Penyetir jip menurunkan karung-karung beras. Di telapak tangan, perempuan itu memegang sejumlah uang. Urusan karung beras selesai, uang siap diserahkan. Namun, sopir malah menolak.

Pedagang mengira sopir meminta tambahan duit. Perempuan pedagang itu sudah hafal luar kepala, ongkos ke pasar mengangkut karung beras dan dirinya tak pernah lebih dari uang di genggaman. Umpatan dan omelan pun keluar dari mulutnya. Sopir tak peduli. Ada urusan lain di tempat lain. Tak perlu mendengar ocehan pedagang, sopir mengegas mobilnya. Pedagang hanya melongo. Bingung bercampur heran.

Seorang polisi mendekat dan memberi tahu siapa penyetir mobil. Pedagang tak lagi melongo, namun jatuh terkulai. Pingsan. Semua orang di Pasar Kranggan berkerubung. Berita adanya pedagang yang pingsan berembus cepat. Lebih heboh lagi omongan soal sosok pengemudi mobil jip.

Hiruk pikuk pasar menyita perhatian Surastri Karma Trimurti yang tengah asyik di atas andong. Perempuan saksi Proklamasi Kemerdekaan 1945 itu bukan hendak berdagang atau membeli bahan kebutuhan di Pasar Kranggan. Ia hendak balik ke rumahnya, di Jalan Pakuningratan.

Baca Juga:

4 Salah Kaprah Jurusan Sejarah yang Terlanjur Melekat dan Dipercaya Banyak Orang

Dari Sekian Banyak Jurusan Pendidikan, Pendidikan Sejarah Adalah Jurusan yang Tidak Terlalu Berguna

S.K. Trimurti, istri Mohamad Ibnu Sayuti yang lebih dikenal dengan nama Sayuti Melik, penasaran juga. Turun dari andong, ia menghampiri kerumunan. Ternyata ada pedagang pasar semaput karena telah marah-marah terhadap Sri Sultan Hamengkubuwana IX, sopir mobil jip tadi. Ke mana pun pergi, Sri Sultan semasa hidupnya memang suka mengendarai mobil jip sendiri.

Perempuan pedagang yang pingsan itu tak pernah menyangka diantar ke Pasar Kranggan oleh Sri Sultan langsung. Ia telanjur berkata kasar kepada sosok yang selayaknya dihormatinya. “Ia sangat menyesali sikap dan perbuatannya dan merasa sangat kurang ajar terhadap rajanya,” tulis S.K. Trimurti dalam buku Takhta untuk Rakyat: Celah-celah Kehidupan Sultan Hamengku Buwono IX.

Peristiwa unik di Pasar Kranggan itu terjadi saat kaum Republikein “menyepi” di Yogyakarta. Tentara Belanda menggempur habis-habisan Jakarta. Ibu kota Indonesia pun pindah ke Yogyakarta sejak 4 Januari 1946. S.K. Trimurti sendiri adalah salah satu tokoh pergerakan nasional yang telah lekat dengan Sukarno sejak berada di Bandung. Ia sempat menjadi menteri perburuhan pada 1947 dan tercatat sebagai perempuan pertama yang menyandang posisi tersebut. Saat itu Sri Sultan juga dilantik sebagai menteri negara. Mereka duduk bersama sebagai menteri dalam Kabinet Amir Sjarifuddin yang berlangsung sejak 3 Juli 1947 sampai 25 Januari 1948.

Kapan terjadinya perempuan pedagang pingsan di Pasar Kranggan itu? “Pada suatu hari, bulan, dan tanggalnya saya lupa,” kata S.K. Trimurti yang meninggal dunia di Jakarta pada 20 Mei 2008 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Wallahualam.

Potret Sultan Hamengkubuwana IX oleh Anefo via Wikimedia Commons

BACA JUGA Benarkah Masyarakat Yogya Rasialis? dan tulisan Hendra Sugiantoro lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Oktober 2020 oleh

Tags: HB IXpasar kranggansejarah
Hendra Sugiantoro

Hendra Sugiantoro

Pekerja serabutan yang suka menulis.

ArtikelTerkait

Rasa Es Teh di Jawa Tengah dan Jawa Barat Emang Beda! Ini Sejarahnya! terminal mojok.co

Rasa Es Teh di Jawa Tengah dan Jawa Barat Emang Beda! Ini Sejarahnya!

16 September 2021
Di Balik Pro Kontra soal Daendels Ada Kita yang Kurang Banyak Baca Buku Sejarah terminal mojok.co

Wajar Saja jika Kemendikbud Tak Ingin Wajibkan Pelajaran Sejarah

21 September 2020
Wisata Sejarah Bondowoso Lebih Layak Dicintai daripada Jember

Wisata Sejarah Bondowoso Lebih Layak Dicintai daripada Jember

26 Januari 2024
6 Rekomendasi Kuliner di Pasar Kranggan Yogyakarta Terminal Mojok.co

6 Rekomendasi Kuliner di Pasar Kranggan Yogyakarta

11 Maret 2022
Keistimewaan Ujungberung, Cikal Bakal Kota Bandung yang Sering Dianggap Wilayah Pinggiran

Keistimewaan Ujungberung, Cikal Bakal Kota Bandung yang Sering Dianggap Wilayah Pinggiran

21 September 2023
Seandainya Indonesia Tidak Dijajah Bangsa Eropa, Inilah yang Terjadi terminal mojok.co

Seandainya Indonesia Tidak Dijajah Bangsa Eropa, Inilah yang Terjadi

1 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib Mojok.co

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

1 Februari 2026
Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

31 Januari 2026
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

1 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.