Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Rumitnya Menentukan Nominal Sumbangan Kondangan

Dewi Awalul Rizqiyah oleh Dewi Awalul Rizqiyah
8 Juni 2021
A A
kondangan saweran pernikahan dinda hauw MOJOK.CO

pernikahan dinda hauw MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Musim kondangan telah tiba. Di bulan setelah hari raya Idul Fitri atau yang biasa disebut dengan bulan Syawal, biasanya menjadi pilihan para capeng (calon pengantin) yang ingin melaksanakan ikatan janji suci sehidup semati, ya pernikahan. Konon katanya salah satu sunnah yang dilakukan di bulan Syawal selain berpuasa adalah menikah. Jadi tidak menutup kemungkinan di bulan Syawal ini marak sekali dengan orang menikah dan bikin kondangan.

Menikah merupakan salah satu ibadah terlama dan terpanjang karena hanya dilakukan satu kali seumur hidup. Maka dibutuhkan sebuah kesiapan baik mental maupun finansial tentunya. Jangan sampai menikah karena mengikuti trend atau ingin mengundang para tamu sehingga banyak mendapatkan amplop dengan alibi mengunduh karena selama ini sering menyumbang ke acara pernikahan teman. Alhasil, dengan mengadakan acara pernikahan di bulan Syawal ini, selain kita menyumbang ke banyak teman yang menikah, kita juga disumbang karena melangsungkan pernikahan. Istilahnya balas budi.

Saking banyaknya capeng yang antusias untuk menikah di bulan Syawal ini, hari ketiga setelah lebaran pun jadi solusi terbaik untuk melakukan akad. Bisa jadi ajang silaturrahmi keluarga, ternyata pintar juga mencari hari. Bahkan sudah ada yang mengirim undangan jauh-jauh hari, yaitu pada waktu pertengahan bulan puasa. Padahal acara pernikahan masih H+5 lebaran Memang, terniat sekali. Persiapan yang matang untuk acara sakral. Tapi yang disayangkan adalah takut kelupaan naruh undangan, malah tidak jadi nyumbang.

Urusan nyumbang ke acara pernikahan memang sering menjadi perdebatan antara diri sendiri dengan kondisi ekonomi si tamu undangan dan hubungan kedekatan capeng dengan tamu undangan. Bagaimana tidak? Ada beberapa alasan si tamu undangan memikirkan besaran nominal nyumbang kepada capeng saat kondangan. Berikut ada bebarapa alasan

#1 Capeng adalah teman dekat atau sahabat

Alasan yang pertama ini sering menjadi perdebatan. Si tamu undangan akan berpikir besaran nominal yang pantas diberikan kepada capeng yang notabene adalah teman dekat. Kalau pengalaman pribadi, saya rela menyisihkan uang Rp10.000 jauh-jauh hari setelah menerima kabar tanggal pernikahan. Alhasil begitu sudah sampai hari H, uang yang terkumpul sudah lumayan dan pantas untuk nyumbang ke pernikahan teman dekat.

#2 Capeng adalah teman yang tidak terlalu akrab

Kalau alasan yang ini biasanya sering diabaikan. Atau kalau tidak ya sudah ada standar nominal untuk nyumbang ke pernikahan teman yang hanya sekadar kenal tapi tidak dekat. Tentunya untuk standar nominal setiap orang berbeda-beda. Hanya saja ketika ditanya mau nyumbang berapa oleh teman yang sama-sama mau nyumbang, pasti jawabannya adalah seperti pada umumnya, tapi tidak ditulis nama di amplop depan.

#3 Terlalu banyak menerima undangan dari capeng

Saat musim kondangan, acara pernikahan bisa saja berurutan. Apalagi yang menikah adalah sama-sama pernah satu sekolah atau rekan kerja. Salah satu teman saya sebut saja Oca. Dia curhat kalau dia sudah menerima 11 undangan pernikahan. Sudah seperti tim sepak bola saja. Demi datang ke semua acara 11 undangan itu, Oca membagi rata nominal amplop berisi uang yang akan disumbangkan kepada 11 undangan itu. Dan waktu saya tanya berapa nominalnya, jawabannya adalah seperti pada umumnya.

#4 Capeng adalah orang penting atau punya jabatan

Capeng yang termasuk kategori orang penting atau punya jabatan sebagian besar menyelenggarakan acara pernikahan dengan mewah. Maklum saja, sebagian besar adalah orang berduit. Kalau mau nyumbang ke teman yang seperti ini, pasti mikir-mikir. Apa iya mau nyumbang sedikit? Apalagi nanti kalau disuguhi banyak sekali makanan di sana. Tentunya akan berpikir dua kali mengenai nominal yang diberikan kepada capeng. Kondangan besar, Bro.

Baca Juga:

Sumbangan Pesta Hajatan di Gunungkidul, Tradisi Baik yang Berubah Jadi Ajang Adu Gengsi

Jadi Dewasa Itu Menyeramkan, Harus Bayar Cicilan, Mikirin Harga Sembako, Juga Harus Menghadapi Orang Nyanyi di Kondangan tapi Suaranya Fals

Dari sebagian alasan di atas, tentunya setiap orang punya standar masing-masing. Ada juga yang lebih suka nyumbang dengan memberikan barang-barang dibanding uang. Dengan alasan nyumbang ke acara nikahan teman itu bukan balas budi, jadi lebih suka ngasih barang yang tentunya akan sangat berguna kedepannya bagi si capeng.

Toh nantinya jika suatu saat gantian kita yang punya acara, kita tidak bisa menuntut untuk diberikan sesuai dengan apa yang sudah kita berikan kepada orang lain. Yang terpenting adalah keikhlasan dalam memberi dan yang paling penting, sesuaikan dengan budget masing-masing. Jangan terlalu dipaksakan jika memang keadaannya kita hanya bisa memberikan sesuatu yang tidak seberapa, yang penting ikhlas.. Dan yang terpenting lagi adalah jangan sampai kita datang tapi hanya bawa diri saja alias amplop kosong, tapi ikut makan, karena itu tidak baik. Lebih baik tidak usah datang, kan.

BACA JUGA Saya Bukannya Antimenikah, tapi Punya Pertimbangan yang Kompleks

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 Desember 2021 oleh

Tags: amplopGaya Hidup TerminalKondangannominalsumbangan pernikahan
Dewi Awalul Rizqiyah

Dewi Awalul Rizqiyah

Nama saya Dewi Awalul Rizqiyah. Tempat tinggal di Jepara. Aktivitas sehari-hari bekerja di sebuah klinik dokter dekat tempat tinggal saya. Saya seorang Ahli Teknologi Laboratorium Medis. Belum Menikah. Sudah memiliki calon InsyaAllah.

ArtikelTerkait

sejarah arak cina arak pribumi arak eropa mojok

Menyusuri Sejarah Panjang Arak Pribumi, Cina, dan Eropa

11 Juli 2021
Alasan Paling Mashok yang Perlu Dipertimbangkan untuk Nggak Beli Barang Branded dan Mahal terminal mojok

Alasan Paling Mashok yang Perlu Dipertimbangkan untuk Nggak Beli Barang Branded dan Mahal

9 Juni 2021
Anugerah 'Bandung Dilingkung ku Gunung', Rekomendasi Tempat Camping di Pinggiran Kota Bandung  terminal mojok

Anugerah ‘Bandung Dilingkung ku Gunung’, Rekomendasi Tempat Camping di Pinggiran Kota Bandung 

13 Juni 2021
Orang yang Sibuk Push Rank Pas Lagi Ketemu Itu Nyebelin Banget terminal mojok

Orang yang Sibuk Push Rank Pas Lagi Ketemu Itu Nyebelin Banget

21 Juli 2021
Voice Over Challenge_ Seru-seruan yang Bisa Datangkan Cuan terminal mojok

Voice Over Challenge: Seru-seruan yang Bisa Datangkan Cuan

14 Juni 2021
Membedah Isi Pikiran Penyelenggara Hajatan yang Menutup Jalan Tanpa Menyediakan Alternatif terminal mojok

Membedah Isi Pikiran Penyelenggara Hajatan yang Menutup Jalan Tanpa Menyediakan Alternatif

25 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Nyaman, tapi Salatiga yang lebih Menjanjikan Jika Kamu Ingin Menetap di Hari Tua

1 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga
  • Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.