Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Rumitnya Memahami Bahasa di Wakatobi yang Berbeda di Tiap Pulaunya. Terminal Mulok #04

Taufik oleh Taufik
16 Maret 2021
A A
bahasa di wakatobi mojok

bahasa di wakatobi mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Seringkali teman saya yang berasal dari Jawa, Kalimantan, Sumatera, atau tempat lain di luar Wakatobi meminta saya untuk mengajari mereka bahasa Wakatobi. Alasannya sebenarnya cukup kuat dan masuk akal, “Jika suatu saat saya ke Wakatobi, paling nggak saya nggak buta-buta amat tentang bahasamu, Fik.” Begitu kira-kira alasan dari teman saya yang memang setiap kali ngomong soal itu, saya selalu saja mau mengiyakan. Toh, tidak ada salahnya juga pikir saya. Walau sering pula saya suudzon, itu hanya akal-akalan mereka saja biar bisa mengejek saya melalui bahasa saya yang juga oleh mereka disangkanya bahasa Portugal, atau Italia, atau malah lebih mirip bahasa Spanyol itu.

Tapi, setiap kali selesai saya mengajarkan satu dua kata atau satu dua kalimat, saya selalu menutup pelajaran singkat tersebut dengan kalimat, “Itu tuh bahasa Tomia lho, Bro.” Dan seketika sumpah serapah tersembur ke muka saya. Malah kadang kebingungan yang terpancar dari muka teman-teman saya.

Begini, bagi yang belum tahu tentu wajib rasanya saya membagi informasi perihal Wakatobi itu adalah singkatan dari nama empat pulau besar di Wakatobi yang dihuni banyak orang, Wangi-Wangi (Wa), Kaledupa (Ka), Tomia (To) dan Binongko (Bi). 

“Trus masalahnya apa, Fik? Emangnya bahasa tiap pulau di Wakatobi beda-beda?” Pertanyaan macam ini adalah pertanyaan paling template yang entah sudah berapa kali ditanyakan orang-orang kepada saya. Dan sebanyak pertanyaan itu mendarat ke telinga saya, sebanyak itu pula saya menjelaskan sampai berbusa-busa.

Di setiap pulau di Wakatobi, terdapat minimal satu bahasa yang oleh orang-orang lokal menyebutkannya dengan bahasa daerah (tempat tersebut). Sebut saja bahasa Tomia yang dipakai tentu saja oleh orang-orang Tomia dan masyarakat pulau lain di sekitar Tomia yang memiliki kedekatan kultur bertutur. Jadi secara umum, bahasa Wakatobi terdiri dari empat bahasa. Paling nggak itu yang dipergunakan masyarakat lokal, sebelum Suku Bajo lalu mendarat di pulau-pulau di Wakatobi dan membawa satu bahasa khas mereka, bahasa Bajo.

Kembali ke bahasa Wakatobi yang kaya, selain keempat bahasa yang dipergunakan secara luas oleh penuturnya di masing-masing daerah tersebut, masih ada turunan atau kalo orang-orang di Jawa mengenalnya dengan sebutan tingkatan bahasa mulai dari yang ngoko, kromo, dan kromo inggil. Dan itu bukan hal yang mudah, meskipun dituturkan oleh masyarakat masih-masing daerah di Wakatobi itu sendiri. Perkara lainnya adalah banyak orang tidak mengenal cara bertutur sesuai tingkatan ini karena tidak adanya pelajaran muatan lokal yang membahas budaya, lebih-lebih bahasa daerah. Adapun dulu pernah, pelajarannya malah muatan lokal bahasa Wolio yang sebenarnya justru adalah salah satu bahasa yang dituturkan orang-orang di Buton, bukan Wakatobi.

Beberapa perkara di atas memang sudah menjadi permasalahan sejak dulu. Sebanyak orang-orang mencari cara mengatasinya, sebanyak itu pula permasalahannya muncul lagi dan lagi. Belum lagi ketambahan masalah lain yang saat ini malah semakin menjadi. Adalah perkara perbedaan bahasa dalam tiap-tiap daerah dalam menyebutkan suatu kata atau benda. Terjadi sejak beberapa tahun belakangan ini yang justru tidak jarang berubah olok-olok atau bahan guyonan dan kadang malah berakhir cekcok.

Terlihat seperti hal yang sangat sepele, tapi permasalahannya tidak sesederhana itu. Saya sudah mengalaminya beberapa kali, ketika teman saya yang dari Tomia bagian timur dan Tomia bagian barat berdebat soal sisir. Di timur, orang-orang mengenal sisir dengan sebutan fongka, sedangkan di barat mengenalnya dengan jangka. Padahal mereka masih dalam akar bahasa yang sama yaitu bahasa Tomia. Dari perkara sesepele ini saja, saya pontang panting mencari jalan tengah agar kedua teman saya tidak baku hantam.

Baca Juga:

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Hal besar lainnya yang jadi masalah adalah perbedaan bahasa macam ini terjadi juga antar pulau. Misal satu kata yang sakral di bahasa Tomia justru menjadi hal yang jelek dan bahkan olok-olok di bahasa Kaledupa atau Binongko. Dan perkara ini sungguh sangat membagongkan. Tidak kebayang, satu kabupaten geger gedhen hanya karena masalah bahasa yang saling bertolak belakang dalam arti. Ini belum lagi ditambah bahasa dari Suku Bajo dengan bahasa Bajo-nya yang juga seperti bahasa alien bagi orang-orang yang tidak paham. 

Kadang saya berpikir bahwa hal semacam ini wajar saja terjadi, toh di Pulau Jawa misalnya, antara Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta saja bisa beda kata per kata dalam bahasa yang sama tapi tetap bisa nongkrong bareng, di warung kopi atau di burjo walau sesekali sambil saling misuh satu sama lain. 

Atau kalo memang orang-orang di Wakatobi masih tidak bisa terima satu sama lain dengan kata-kata tertentu dalam bahasa masing-masing, bisa lah ya pinjam bahasa Indonesia dulu sebagai penengah sampai perkara ini terselesaikan dengan baik. 

BACA JUGA Rekomendasi Lokasi Geger Gedhen di Jogja selain Rumah Sakit Sardjito dan tulisan Taufik lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 Maret 2021 oleh

Taufik

Taufik

Ide adalah ledakan!

ArtikelTerkait

Ilustrasi Pertigaan Jati Kencana Jogja Adalah Neraka di Tengah Kota (Unsplash)

Pertigaan Jati Kencana Jogja yang Padat dan Semrawut, Semakin Bikin Emosi Bahkan Stres Pengendara Sepeda Motor.

4 Juli 2024
Daripada Mencaci Lebih Baik Gelar Diskusi tentang Wacana Ekspor Ganja Dulu Aja!

Daripada Mencaci Lebih Baik Gelar Diskusi tentang Wacana Ekspor Ganja Dulu Aja!

7 Februari 2020
Rekomendasi 4 Warung Makan Akhir Bulan buat Mahasiswa Undip Terminal Mojok perantau

Rekomendasi 4 Warung Makan Akhir Bulan buat Mahasiswa Undip

23 Februari 2022
sinetron jadi pocong pocong mumun mojok.co

Pocong Mumun dan Jefri di Sinetron ‘Jadi Pocong’ Adalah Tontonan Terseram Semasa Kecil

7 Agustus 2020
Keseriusan dalam Hubungan Itu Penting, tapi Nggak Ngebet Juga!

Keseriusan dalam Hubungan Itu Penting, tapi Nggak Ngebet Juga!

26 Januari 2022
dunia kerja lowongan kerja perusahaan info lowongan pekerjaan IPK Plus Minus Posting CV di Media Sosial bagi Pelamar Kerja terminal mojok.co bikin cv lamaran kerja desain kreatif

Panduan Bikin CV Agar Nggak Bikin Pusing HRD

21 April 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

4 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup
  • Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.