Tips Menanam Tomat di Pekarangan Supaya Berbuah Lebat – Terminal Mojok

Tips Menanam Tomat di Pekarangan Supaya Berbuah Lebat

Artikel

Alternatif berkegiatan di rumah? Simak tips menanam tomat berikut ini:

Hanya bermodalkan ingin menanam, saya membeli enam bibit tanaman tomat hidup yang masih kecil di tempat pembibitan tanaman. Setelah sekitar satu bulan menanam di pekarangan, saya senang karena tanaman sangat segar dan mulai tumbuh bunga.

Hanya saja, ketika mulai berbunga, malah banyak yang gugur. Jadi, satu tangkai dari lima sampai enam bunga, hanya dua atau tiga yang menjadi buah. Karena saya tidak tahu cara yang benar merawat tomat dengan benar.

Setelah lihat-lihat video di YouTube tentang bercocok tanam, bertemulah saya dengan kanal Kebun Organik, milik Pak Rianto. Ada salah satu video tips menanam tomat, sekaligus merawatnya.

Videonya berjudul “5 Hal Penting Perawatan Tanaman Tomat Agar Produksinya Maksimal”. Setelah menonton video tersebut, saya mempraktikkannya pada tanaman-tanaman tomat saya. Ya, saya baru beli dua puluh bibit tanaman tomat. Hehe.

Sebulan kemudian, tomat tumbuh sangat subur. Bahkan bunganya banyak yang jadi buah. Tidak seperti pertama kali saya menanam yang tak tahu ilmunya. Dalam satu tangkai bunga, bisa sampai empat hingga lima buah. Wahh, senang sekali hati saya. Karena saya sudah membuktikannya, saya akan berbagi tips menanam tomat di rumah supaya berbuah lebat, yang saya ambil dari kanal YouTube Kebun Organik.

Benih

Untuk ini, tidak bisa diganggu gugat. Ya karena kita mau membahas tips menanam tomat, yang pertama disiapkan adalah benih atau bibitnya dulu. Ah iya, jangan lupa memberi penopang pada tanaman karena rentan roboh. Batang pohonnya tidak sekuat batang pohon lainnya.

Perempelan

Perempelen adalah melakukan penghilangan beberapa bagian tanaman. Hanya saja dalam tips menanam tomat ini, perempelan tidak ditujukan sebagai memperindah bentuk tanaman. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan penyaluran nutrisi.

Yang dihilangkan adalah tunas-tunas air yang tumbuh di ketiak daun. Karena jika dibiarkan hidup, ia akan ikut menyerap nutrisi dari dalam tanah. Nutrisi tersebut akan terpecah, antara pucuk maupun tunas air.

Jika tunas air dibuang, nutrisi akan berkonsentrasi di pucuk. Pertumbuhan bunga akan maksimal dan menghasilkan buah yang banyak. Selain itu, cabang yang disisakan adalah cabang yang di atas, yang tidak tumbuh di ketiak. Karena cabang ini tidak mengganggu penyerapan nutrisi.

Menutup batang tanaman bawah

Di batang bagian bawah selalu muncul bintik-bintik calon akar. Nah, bintik-bintik tersebut harus ditutup atau diurug dengan media tanam. Fungsi penutupan ini adalah menyerap nutrisi dari media tanam. Dengan pengurugan ini juga, tanaman akan menyerap nutrisi semakin banyak, selain dari akar utama di dalam tanah. Caranya, batang bawah tersebut ditutup dengan tanah di sekitar tanaman.

Membuang OPT (Organisme Pengganggu Tanaman)

OPT atau gulma adalah tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di sekitar pohon utama. Sejenis rumput-rumputan dan tanaman liar. Tanaman ini harus dibersihkan, karena mereka ikut menyerap unsur hara tanah.

Selain itu, OPT ini akan jadi sarang bagi hama. Jika ini terjadi, hama yang bersarang pada OPT akan manjat ke tanaman hama dan menyerangnya. OPT ini juga menghalangi cahaya matahari yang akan masuk mengenai tanah. Hal ini menjadikan tanah lembab dan hama akan berkembang biak dengan baik.

Membuang daun yang sudah tua

Tips menanam tomat selanjutnya adalah membuat daun yang sudah tua. Daun yang sudah tua, tidak produktif dalam proses fotosintesis. Karena fotosintesis memerlukan cahaya matahari, maka tugas memasak ini dilakukan oleh daun yang berada paling atas. Daun yang berada di bawah lebih sedikit sekali terkena sinar matahari. Jadi, kerjanya tidak maksimal. Sehingga daun tua hanya menyerap nutrisi dan ikut makan saja.

Memberikan nutrisi

Nutrisi yang diberikan adalah pupuk kandang maupun pupuk kompos. Baik berupa pupuk cair maupun dalam bentuk padatan. Meski sebenarnya dalam tanah sudah banyak kandungan nutrisinya.

Perhatikan tips menanam tomat ini: ketika tanah ditanamani tanaman, nutrisi dalam tanah akan berkurang. Sedangkan untuk pemulihannya secara alami prosesnya sangat lambat. Dibutuhkan bantuan agar nutrisi cepat pulih supaya pertumbuhan tanaman akan maksimal. Salah satu caranya dengan memberikan pupuk di sela-sela media tanam.

Nah, itu tadi tips menanam tomat yang sederhana. Semoga bermanfaat. Ingat, tomat itu mudah dan cepat berbuah daripada cabai!

BACA JUGA Surat Hanoman kepada Sinta dan tulisan Ervinna Indah Cahyani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.