Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Review Grup Dangdut Hasoe Angels dari Orang yang Nggak Pernah ke Klub Malam

Fatony Royhan Darmawan oleh Fatony Royhan Darmawan
6 Oktober 2020
A A
Review Grup Dangdut Hasoe Angels dari Orang yang Nggak Pernah ke Klub Malam terminal mojok.co

Review Grup Dangdut Hasoe Angels dari Orang yang Nggak Pernah ke Klub Malam terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saya termasuk penyuka musik dangdut. Bagi saya, musik dangdut ampuh menjadi moodboster pas lagi ambyar-ambyarnya baik karena asmara, kuliah, atau hal-hal lain. Saya pun mengikuti kemajuan grup-grup dangdut orkes dan solo baik lokal Jogja maupun nasional. Kalau nasional misalnya kayak Dory Harsa, Nella Kharisma, New Monata, Happy Asmara, grup MG 86, hingga Abah Lala. Sedang kalau pentas-pentas lokalan biasanya kayak Mawar Rimba dan Hasoe Angels. Terutama Hasoe Angels, ia berhasil menarik perhatian karena punya ciri khas tersendiri.

Sayangnya mereka lebih banyak pentas di klub-klub malam, utamanya Liquid Jogja. Padahal saya termasuk orang cupu yang hanya tahu mana saja klub-klub malam di Jogja tanpa tertarik mengunjunginya. Saya sendiri nggak tahu alasan kenapa sama sekali nggak tertarik berkunjung ke klub malam.

Lah, bagaimana ceritanya mau ngereview grup dangdut Hasoe Angels, lha wong ke klub saja nggak pernah?

Beberapa waktu lalu gelaran FKY 2020 baru saja selesai. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, FKY 2020 yang mengusung tema “Mulanira 2: Akar Hening di Tengah Bising” lebih banyak menggelar pertunjukan secara daring. Salah satu pementasan daringnya adalah “Se-Jam bersama Hasoe Angels”.

Nah, beruntung sekali karena FKY menyuguhkan pementasan Hasoe Angels secara daring. Artinya, saya bisa menikmati sekaligus mereview pertunjukkan eyang Hasoe tanpa harus pergi dan memesan anggur merah atau bir Singaraja di Liquid. Setidaknya itu bisa menuntaskan rasa penasaran saya tentang sosok grup dangdut ini. Berikut reviewnya~

#1 Penyanyinya berkostum ‘nyentrik’

Berbeda dari kebanyakan grup dangdut yang hanya mengusung penyanyi-penyanyi seksi, Hasoe Angels hadir dengan terobosan baru: berkostum laiknya profesi masyarakat. Penyanyi-penyanyi mereka selalu hadir dengan kostum profesi kayak kostum perawat, pelaut, atau karyawati Indomaret,

Saat tampil di FKY mereka mengenakan kostum ala sinden Jawa. Termasuk eyang kakung Hadi Soesanto sebagai pemain elekton yang pakai kostum panglima dan macak jadi kakek-kakek tua. Padahal kalau dilihat di luar panggung, Hadi Soesanto ini belum tua-tua amat.

#2 Penyanyinya cantik dan seksi

Mareta Angel, Uci Farantika, dan Ratih Puspita adalah contoh penyanyi-penyanyi berparas cantik dengan bodi gitar spanyol yang dimiliki Hasoe Angels. Hadi Soesanto sendiri sewaktu pentas daring FKY mengaku kalau nggak asal pilih penyanyi.

Baca Juga:

Keributan Saat Menonton Barongan di Kendal, Bonus yang Tidak Pernah Saya Pesan dan Inginkan

2 Alasan Bioskop Belum Layak Didirikan di Demak

Penyanyi yang layak dipilih menurut Hadi Soesanto haruslah punya tubuh proporsional. Hadi Soesanto mendasarkan kriteria penilaiannya itu kepada seni rupa. Nggak heran karena memang eyang Hasoe ini lulusan ISI Jogja dan seorang pelukis.

#3 Nyanyinya keroyokan

Kebanyakan grup dangdut kalau pentas ya nyanyinya satu-satu, gentian tiap penyanyi. Namun, Hasoe Angels ini punya ciri khas menyanyikan lagunya dengan keroyokan. Setiap naik panggung bisa langsung 2-5 penyanyi sekaligus.

Pokoknya setiap lagu nggak mungkin dibawakan hanya seorang penyanyi. Sewaktu saya menyaksikan lewat daring di FKY, mereka membawakan dua penyanyi, Ratih Puspita dan Riris Arista. Dengan adanya beberapa penyanyi ini suara yang dihasilkan bisa saling melengkapi.

#4 Menggunakan elekton

Nah, kalau biasanya grup dangdut punya personel lengkap kayak pengendang, pemain drum, suling, dan gitar, Hasoe Angels ini cuma punya pemain keyboard atau elekton. Menurut eyang Hasoe yang juga mengakuisisi dirinya sebagai SE (Sarjana Elekton), dengan hanya bermodal elektone, output yang dihasilkan juga sama saja seperti pakai personel lengkap.

Saya sebagai pendengar juga nggak terlalu terganggu walau musik pengiringnya hanya dari keyboard atau elekton. Pasalnya, dari sekian banyak organ tunggal yang saya pernah dengar, musik elekton dari eyang Hasoe ini tetap yang terbaik. Penggunaan elekton ini juga lebih praktis kalau harus berpindah job manggung dari satu tempat ke tempat lain.

Walau saya nggak pernah menginjakkan kaki ke klub malam, tapi secara keseluruhan saya bisa mengatakan grup dangdut Hasoe Angels ini sangat menarik dan baru di dunia musik perdangdutan. Hasoe Angels juga menyadarkan saya kalau saat ini penyanyi dangdut nggak bisa dianggap sebagai penyanyi kasta menengah ke bawah. Lantaran, memang proses buat manggungnya nggak sesimpel yang dibayangkan banyak orang.

BACA JUGA Lagu Dangdut: Satu Lagu Sejuta Penyanyi dan tulisan Fatony Royhan Darmawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2020 oleh

Tags: DangdutHasoe Angelsklub malam
Fatony Royhan Darmawan

Fatony Royhan Darmawan

Seorang mahasiswa yang hobi main Pro Evolution Soccer level beginner dan suporter klub liga 3 yang hampir bubar.

ArtikelTerkait

Goyang Denny Caknan Adalah Goyangan Dangdut Paling Magis Saat Ini terminal mojok.co

Saya Heran sama Mereka yang Doyan Nyawer Biduan Dangdut, Enaknya di Mana Coba?

14 Juni 2020
Lagu pop Indonesia makin nggak asyik. (Unsplash.com)

Menye semua! Ketika Lagu Pop Terbaru Indonesia Makin Nggak Asyik

5 Juni 2022
Goyang Denny Caknan Adalah Goyangan Dangdut Paling Magis Saat Ini terminal mojok.co

Persinggungan Musik Dangdut dalam Hidup Saya

7 Januari 2020
Keributan Saat Menonton Barongan di Kendal, Bonus yang Tidak Pernah Saya Pesan dan Inginkan

Keributan Saat Menonton Barongan di Kendal, Bonus yang Tidak Pernah Saya Pesan dan Inginkan

5 Januari 2026
Sejarah Senggakan: Awalnya Pelengkap, Kini Jadi Menu Utama

Sejarah Senggakan: Awalnya Pelengkap, Kini Jadi Menu Utama

6 April 2022
Cidro 2 Adalah Lagu Jawa Terbaik, yang Lain Minggir Dulu

Cidro 2 Adalah Lagu Jawa Terbaik, yang Lain Minggir Dulu

23 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gaji ke-13 PNS: Tradisi Musiman yang Dirayakan dengan Sepatu Baru dan Kecemasan Baru

Tidak Semua Anak PNS Hidup Sejahtera Bergelimang Harta, Banyak yang Justru Hidup Sengsara

14 April 2026
3 Tempat Wisata Gunungkidul yang Layak Dikunjungi Berkali-kali pantai gunungkidul

4 Culture Shock yang Saya Rasakan sebagai Orang Demak Saat Pertama Kali Main ke Pantai Gunungkidul

12 April 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Dear Wisatawan, Pakai Bahasa Jawa di Jogja Tak Lantas Bikin Harga Barang yang Kamu Beli Jadi Lebih Murah

13 April 2026
Dear UNY, Tambah Fakultas Baru Sah-sah Aja, tapi Jangan Lupa Pikirkan Lahan Parkirnya  MOjok.co kampus

Surat Terbuka untuk Kampus yang Menambah Mahasiswa dan Gedung, tapi Lahan Parkirnya Tetap Sempit, Logikanya di Mana?

14 April 2026
3 Dosa Jalan Bantul yang Membuat Warga Lokal seperti Saya Sering Apes ketika Melewatinya Mojok.co

Bantul Itu Maju ya, Gaes, Bukan Desa Tertinggal dan Tak Tersentuh Peradaban seperti yang Ada di Pikiran Kalian!

17 April 2026
Jadi Petani Itu Blas Nggak Ada Slow Living-nya, Jangan Ketipu Konten Sosmed!

Jadi Petani Itu Blas Nggak Ada Slow Living-nya, Jangan Ketipu Konten Sosmed!

14 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Kata Siapa Pemakai Pertamax Turbo Nggak Ngamuk Melihat Kenaikan Harga? Saya Juga Stres karena Curiga Pertamax dan Pertalite Akan Jadi Barang Langka
  • Purwokerto Tempat Pensiun Terbaik, tapi Bukan untuk Semua Orang: Kamu Butuh 4 Skill Ini Buat “Survive”
  • Umur 25 Tahun Nggak “Level” dengan Quarter-Life Crisis, Alumnus UGM Kuliah S2 di Australia dan Ekspedisi Ilmiah di Antartika
  • iPhone XR, Bikin Menderita Orang Kota tapi Jadi Standard “Keren” Pemuda di Desa: Rela Gadaikan Barang demi Penuhi Gengsi
  • PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk
  • Habis Doa Langsung Goyang: Cara Orang Indonesia Menjalani Agama yang Bikin Orang Pakistan Iri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.