Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Review Film Abadi nan Jaya: Layak Dipuji meski Biasa Saja dan Cenderung Basi

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
25 Oktober 2025
A A
Review Film Abadi nan Jaya: Layak Dipuji meski Biasa Saja dan Cenderung Basi

Review Film Abadi nan Jaya: Layak Dipuji meski Biasa Saja dan Cenderung Basi

Share on FacebookShare on Twitter

Abadi nan Jaya memang nggak sebagus itu. Basi malah. Tapi bukan berarti nggak layak ditonton. Ia masih bisa dinikmati

Sebagai penggemar film horor, saya selalu menyambut kehadiran tontonan seram tersebut dengan hati riang. Terlebih, kalau filmnya dibesut oleh sineas lokal. Soalnya, ceritanya relate dengan kultur nusantara yang hantunya familiar. Beda vibes kalau makhluk astralnya semacam drakula atau boneka terkutuk.

Sialnya, lama-kelamaan, film horor Indonesia terkesan gitu-gitu saja. Bukan cuma mengandalkan sosok kuntilanak atau pocong, premis yang dipilih juga semakin latah. Saat Sadako booming, seluruh demit lokal jadi ikut-ikut berjalan merangkak terpatah-patah. Lalu, saat Joko Anwar sukses mengangkat tema pesugihan, semua jadi mabuk mengambil kisah serupa.

Untungnya, di tahun ini, ada tayangan yang bisa dibilang sedikit keluar jalur. Lumayan, ada hiburan yang nggak monoton. Film yang saya bicarakan ini berjudul Abadi nan Jaya, disutradarai oleh Kimo Stamboel. Sayangnya, film ini menuai banyak kritikan. Namun demikian, saya malah merasa wajib memberi tepuk tangan.

Zombie bukan barang baru, tapi di film ini cukup bikin seru

Saya tahu, zombie bukan lagi makhluk baru, bahkan sudah terlalu mainstream. Namun, zombie di film Abadi nan Jaya ini punya sentuhan yang cukup bikin saya betah nonton sampai ending. Soalnya, zombie-nya superior.

Zombie di film ini jalannya sangat cepat, bahkan bisa lari kencang dan bebas berkeliaran di siang hari. Beda jauh dengan zombie di serial populer macam The Walking Dead (2010) yang jalannya lambat atau mayat hidup di film I Am Legend (2007) yang cuma bisa keluar saat petang. Nggak hanya itu, penglihatan dan pendengaran mereka juga oke punya.

Mirip dengan zombie di Kingdom, kalau kalian mau cari ada nggak yang sama dengan kek gitu.

Alhasil, penonton makin gemas dan tegang. Sebab, nyaris nggak ada ruang kosong bagi para karakter manusia buat menang. Film ini berhasil menghindari pakem di mana satu tokoh pahlawan, alias one man show, dengan mudah mengalahkan gerombolan zombie. Di sini, penonton disuguhi pertarungan yang nggak seimbang dan membuat suasana makin mencekam.

Baca Juga:

Alasan Kecewa Nonton Film Abadi Nan Jaya Netflix, Ekspektasi Saya Ketinggian

7 Rekomendasi Film Horor Komedi Indonesia Terbaik untuk Kalian yang Muak sama Horor Jelek Banyak Jump Scare

Sinematografi menarik dengan pengambilan gambar cukup unik

Salah satu poin paling layak dipuji dari Abadi nan Jaya adalah sinematografinya. Film ini nggak cuma mengandalkan banjir darah atau visual jorok untuk meneror penikmatnya. Sebaliknya, film ini justru sering menyorot pemandangan Kabupaten Sleman yang indah dengan latar belakang gunung dan hamparan sawah hijau.

Jujur, ini refreshing banget! Visual filmnya jadi lebih berwarna, nggak melulu mengusung tone vintage atau gelap. Setidaknya, mata saya bisa istirahat sejenak menikmati view yang cakep di tengah semburan darah.

Lebih lanjut, ada beberapa momen di mana gambar diambil dari atas atau bird’s-eye view. Pengambilan gambar dari perspektif tinggi seperti ini terbilang jarang dilakukan di film horor. Apalagi, yang menjadikan jumpscare sebagai ujung tombak. Teknik ini mendeklarasikan bahwa sutradara berani mengambil risiko visual tanpa harus mengandalkan trik murahan.

Lagu nasional dalam Abadi nan Jaya adalah gebrakan di luar dugaan

Biasanya, film horor itu nggak jauh-jauh dari scoring melengking yang bikin jantungan, atau lagu-lagu yang sudah punya stigma mistis seperti lagu ‘Nina Bobo’. Kalau nggak begitu, paling banter pakai lagu daerah, lagu lawas, atau lagu baru tapi sengaja diiringi musik jadul.

Lucunya, Abadi nan Jaya malah memakai lagu nasional ‘Indonesia Pusaka’ sebagai sountrack. Bahkan, sepenggal liriknya dicatut sebagai judul. Langkah ini terbilang cerdas karena sanggup menarik atensi masyarakat secara instan. Entah kalau setelah film ini dikenal banyak orang, citra lagu nasional yang sakral itu jadi bergeser punya kesan mengerikan.

Saya harus mengakui bahwa Abadi nan Jaya memang nggak sempurna. Alur ceritanya terbilang basi, berawal dari penelitian aneh yang menghasilkan mayat hidup dan lantas memicu penularan masif. Kingdom, Demon Slayer (meski bukan mayat hidup, tapi pahamlah maksud saya), menyajikan sebab yang sama. Jadi, bukan suatu kebaruan.

Film ini juga termasuk tipe survival yang medioker yang menyisakan sedikit penyintas di akhir cerita. Bahkan, penutupannya pun sudah bisa diduga. Namun, meskipun nggak ada kejutan istimewa, film ini telah membuktikan bahwa horor yang jujur dan apa adanya tetap mampu memberikan pengalaman menonton yang berharga.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Perbedaan Karakteristik Zombi di Serial Kingdom, Happiness, dan All of Us Are Dead

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Oktober 2025 oleh

Tags: abadi nan jayaFilm Horor Indonesiafilm zombiekingdomwalking dead
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

4 Keanehan para Ulama di Film Horor Indonesia Terminal Mojok.co

Susahnya Film Horor Indonesia Awal 2023 Tembus Sejuta Penonton

7 Maret 2023
Film Horor Indonesia Overdosis Eksploitasi Agama Islam

Film Horor Indonesia Overdosis Eksploitasi Agama Islam dan Jawa untuk Menakut-nakuti semata Biar Laku

23 Maret 2024
Rekomendasi 7 Film Pocong Paling Seram. Jangan Nonton Sendirian! Terminal Mojok

Rekomendasi 7 Film Pocong Paling Seram. Jangan Nonton Sendirian!

5 Agustus 2023
7 Rekomendasi Film Horor Komedi Indonesia Terbaik untuk Kalian yang Muak sama Horor Jelek Banyak Jump Scare

7 Rekomendasi Film Horor Komedi Indonesia Terbaik untuk Kalian yang Muak sama Horor Jelek Banyak Jump Scare

24 Agustus 2024

15 Rekomendasi Film Horor Indonesia: Buktikan Menariknya Mitologi Hantu-hantuan di Indonesia

10 September 2021
Film Horor Indonesia Isinya Hantu dari Jawa, Hantu dari Daerah Lain pada ke Mana?

Film Horor Indonesia Isinya Hantu dari Jawa, Hantu dari Daerah Lainnya Mana?

19 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tuhan Bersama Mahasiswa yang Sibuk Mengejar IPK (Unsplash)

Tuhan Bersama Mahasiswa yang Sibuk Mengejar IPK, tapi Masih Bingung Mau Jadi Apa

9 Maret 2026
Jalan Monginsidi, Jalan Braganya Salatiga: Ikonik dan Nggak Kalah Cantik

Salatiga Tidak Punya Stasiun, Cukup Merepotkan bagi Orang yang Terbiasa Bepergian dengan Kereta Api

10 Maret 2026
Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah Mojok.co

Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah

11 Maret 2026
9 Jenis Kucing Pemikat Rezeki Menurut Serat Katuranggan Kucing (Unsplash)

9 Jenis Kucing Terbaik yang akan Mendatangkan Rezeki Menurut Serat Katuranggan Kucing

7 Maret 2026
Warga Pangalengan Musti Bangga Menjadi Penghasil Teh meski Tidak Pernah Bisa Menikmati Hasil Panennya

Warga Pangalengan Musti Bangga Menjadi Penghasil Teh meski Tidak Pernah Bisa Menikmati Hasil Panennya

11 Maret 2026
Upin dan Ipin “Sahabat Baik Abah” Ceritanya Paling Menyayat Hati Dibanding Semua Episode Sedih yang Pernah Tayang Mojok.co

Cerita Upin dan Ipin “Sahabat Baik Abah” Paling Menyayat Hati Dibanding Semua Episode Sedih yang Pernah Tayang

6 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Gojek Buka Titik Jemput Instan di Terminal Giwangan, Mudahkan Para Penumpang Bus yang Bingung Mencari Transportasi Lanjutan
  • Standar Keren Kabupaten: Pakai Motor BeAT Dihina dan Dijauhi Circle Aerox, NMax, dan Vario karena Tak Masuk Konsep Sinematik
  • Niat Ingin Lebih Cepat Naik Travel Malah Bikin Trauma, Sopir Tak Tahu Aturan dan Penumpang Tidak Tahu Diri
  • Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis
  • Sebagai Orang Jombang Saya Iri sama Kehidupan di Tuban, Padahal Tetangga tapi Terasa Jomplang
  • Kapok Suka Menolong Orang Lain usai Ketemu 4 Jenis Manusia Sialan, Benar-benar Nggak Layak Ditolong meski Kesusahan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.