Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Review Eternals: Siapa Bilang Jelek? Ah, Nggak Juga

Jenar Kidjing oleh Jenar Kidjing
11 November 2021
A A
Review Eternals
Share on FacebookShare on Twitter

“They give me faith again. And i see the good in humanity in them every day.” -Phastos-

Akhirnya installment ke-26 dari Marvel Cinematic Universe (MCU) hadir. Eternals, sebuah adaptasi dari karya seorang legenda Marvel Comics, Jack Kirby, yang lahir pada Juli 1976. Menimbulkan polemik di awal kehadiran dengan menerima review jelek di situs Rotten Tomatoes dengan cap rotten 46% (hingga tulisan ini dibuat), menjadikan Eternals sebagai film MCU dengan rating terendah di situs tersebut, yang sebelumnya dipegang oleh Thor: The Dark World (2013). Review rotten berkisar tentang durasi yang terlalu panjang dan tidak perlu serta keterlibatan Chloé Zhao sebagai sutradara dalam menentukan keputusan artistik. Yaaa setidaknya audience score Eternals di Rotten Tomatoes di angka 80% menjadikan film ini debatable.

Selain polemik dalam film, ada pula permasalahan terkait penerimaan film ini di beberapa negara. Pertama, karena adegan seksual antara dua karakter utama, Sersi dan Ikaris. Kedua, tentang adegan keluarga Phastos yang merupakan seorang gay. Chloé Zhao sendiri menolak untuk men-cut adegan tersebut dengan alasan bahwa Phastos, Sang tech savvy-nya para Eternals, mempunyai pandangan yang unik tentang kemanusiaan,. Hal ini pun nantinya akan berimbas kepada jalan cerita bagaimana karakter Eternals bertumbuh.

Cerita dimulai dari 5000 tahun yang lalu ketika Eternals ditugaskan Celestial bernama Arishem untuk menjaga bumi dari serangan Deviants. Eternals mengawal peradaban manusia dan hadir di beberapa tempat dan peristiwa penting di seluruh bumi seperti peradaban Mesopotamia, Spaniard Conquest, Bom Hiroshima-Nagasaki, dll. Dalam mengemban tugas, para Eternals diwanti-wanti untuk tidak terlalu terikat kepada umat manusia. Hal ini yang menjadikan mereka tumbuh dan berpecah pendapat.

Intrik cinta dan keterbatasan-keterbatasan mereka sebagai “dewa pelaksana” mewarnai cerita di film yang berdurasi dua jam 37 menit ini. Keterbatasan Ajax yang diamanahi peran sebagai Prime Eternal untuk menjaga misi agar tetap on track, keterbatasan Sprite yang kesulitan membaur dengan manusia karena kutukan “anak kecil”-nya, keterbatasan Sersi yang sedari awal menjadi sosok yang welas asih kepada umat manusia. Mereka sebenarnya dewa-dewa yang dimanusiakan waktu. Hal ini menarik untuk melihat sisi-sisi kemanusiaan di diri kita yang selalu mengeluh tentang kefanaan dan waktu yang tak pernah cukup untuk apa pun.

Ada dua karakter manusia yang mempunyai screentime lumayan banyak di film ini. Pertama Karun, asisten Kingo dan Dane Whitman, love interest-nya Sersi, merupakan superhero swordsman hebat dengan nama Black Knight yang direncanakan akan muncul di installment MCU, Blade. Kemunculan dua manusia ini membawa sudut pandang penyeimbang tentang bagaimana melihat sekaligus mengalami kemanusiaan itu sendiri. Peran Karun di sini juga sebagai pelontar jokes ala Marvel yang ciamik.

Saya tak pernah bosan dengan scene khas film action: mengumpulkan tim yang terpisah. Di Eternals, adegan ini menjadi plot device untuk menceritakan masing-masing karakter dan segala hal yang mereka lalui setelah berpisah pada satu peristiwa. Tidak semua kekuatan dan kemampuan Eternals dimanfaatkan secara mendalam dalam cerita. Mungkin hanya beberapa karakter seperti Sersi, Ajax dan Phastos. Tapi, semua kekuatan dan kemampuan para Eternals tersaji secara epik di sekuens action-nya. Beberapa kemampuan juga tidak unik-unik amat, karena mungkin sudah terlalu familiar dengan mind-control, speedster, super-strength, trickster.

Oh, iya, saya sendiri agak kecewa dengan adegan sang speedster, Makkari, kurang artistik dan terasa lewat begitu saja. Mungkin karena yang sudah-sudah disuguhi adegan speedster epik ala Quicksilver di X-Men atau dengan CGI megah ala Flash di DCEU. Tapi, kehadiran Makkari cukup membahagiakan bagi saya, akhirnya MCU punya speedster lagi setelah Quicksilver dan Ralph Boner (Uhuk…). Menurut saya pribadi, karakter Thena yang diperankan oleh Angelina Jolie, jadi show stealer di film ini. Jolie punya skill dan action yang menunjukkan agility serta karakternya yang misterius dan seperti memiliki urusan yang belum selesai dengan Celestial. Mari kita nantikan di sekuel Eternals selanjutnya!

Baca Juga:

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet, Berisik, dan Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan

Nekat Kuliah S3 di Taiwan Berujung Syok, tapi Saya Merasa Makin Kaya sebagai Manusia

Kehadiran Eternals di MCU melebarkan jelajah cerita. Kemunculan Higher Entity seperti Arishem menambah ancaman bagi Eternals, Avengers, dan superhero-superhero lain yang mempertahankan bumi dari makhluk ekstraterestrial. Meskipun sebelumnya pernah di-mention juga di Thor tentang Celestial dan Dr. Strange di mana Baron Mordo mempunyai Staff of Living Tribunal. Celestial pertama kali menjadi villain di MCU adalah Ego, ayah Star-Lord, yang menganggap dirinya adalah satu-satunya celestial yang ada. Apakah setelah ini akan ada celestial-celestial lagi di Phase 4 MCU? Hmmm, mari kita nantikan.

Secara visual, art style milik Jack Kirby di komik dipresentasikan dengan indah sebagai kostum dan energy projection. Jika Eternals adalah sebuah candi, visual art style ala Jack Kirby adalah relief indah terpahat di layar bioskop yang diraba pelan-pelan oleh mata kita. Begitu memanjakan.

Untuk menikmati Eternals, apakah harus menonton ke-25 film MCU sebelumnya? Tidak perlu, karena hanya peristiwa snaps yang punya andil dalam alur cerita film ini. Hal trivia lain banyak, hanya sebatas jokes dan easter eggs saja. Ada satu mid credit scene dan satu post credit scene yang sebaiknya jangan Anda lewatkan. Di mid credit scene akan hadir sosok yang membuat Anda tercengang, entah karena persona aslinya atau karena karakternya di MCU, yang akan punya peran besar di sekuel Eternals. Post credit scene bercerita tentang calon ksatria dan salah satu pusaka sakti di jagad komik Marvel.

Sedari awal saya yakin bahwa Eternals akan mengobati kekosongan. MCU membutuhkan grup superhero yang genetically modified semacam X-Men setelah kegagalan Inhumans (TV series). Serta setelah sedetik logo Marvel muncul disambut soundtrack lagu favorit saya, “Time” dari Pink Floyd, yang menunjukkan rentannya kemanusiaan di hadapan waktu. Serta menunjukkan bahwa waktu dan kefanaan itu sendiri yang menjadikan kita manusia. Dengan tren yang sedang berkembang di mana durasi film menjadi sangat panjang, saya menyarankan kepada sutradara-sutradara MCU atau film superhero lain untuk menambahkan “Okay-You-Can-Go-To-Bathroom” Scene. Supaya kita tidak menahan sesuatu.

Salam MCU, I’ll be with you Marvel, till the end of credit!

Sumber gambar: Akun Instagram Eternals

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 November 2021 oleh

Tags: eternalsJack KirbymarvelMCUpilihan redaksi
Jenar Kidjing

Jenar Kidjing

B2 hunter. Cah seni-seni.

ArtikelTerkait

Saya Nggak Menyesal Membeli Honda Vario 125 2013

Honda Vario 125 2013, Motor yang Nggak Saya Sesali Pembeliannya

24 Juli 2023
Lawson Nggak Layak Disebut Convenience Store, melainkan Hasil Kawin Silang Kafe dan Warkop

Lawson Nggak Layak Disebut Convenience Store, melainkan Hasil Kawin Silang Kafe dan Warkop

11 April 2024
sertifikat ispo sertifikasi perkebunan kelapa sawit trifos terminal mojok.co

Konsumen Produk Sawit Harus Pastikan Barang yang Dibelinya Dibuat Tanpa Merusak Alam

16 November 2021
Durasi Lampu Merah Margorejo Surabaya Nggak Manusiawi, Saking Lamanya Bisa Ditunggu Sambil Ngopi dan Kelarin Skripsi

Durasi Lampu Merah Margorejo Surabaya Nggak Manusiawi, Saking Lamanya Bisa Ditunggu Sambil Ngopi dan Kelarin Skripsi

14 Februari 2024
Membayangkan Upin Ipin dan Anak-anak Kampung Durian Runtuh Mengisi Jabatan Menteri di Kabinet Merah Putih

Membayangkan Upin Ipin dan Anak-anak Kampung Durian Runtuh Mengisi Jabatan Menteri di Kabinet Merah Putih

25 Oktober 2024
10 Album Terbaik 2021, dan Tentu Saja Ada Taylor Swift

10 Album Terbaik 2021, dan Tentu Saja Ada Taylor Swift

30 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Drama Tumbler di XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop  

Drama Tumbler di Bioskop XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop  

12 Juni 2026
Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Kebayoran Baru Jaksel, Banyak Kecoak Geprek hingga Pengemis Nodong QRIS

Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Kebayoran Baru Jaksel, Banyak Kecoak Geprek hingga Pengemis Nodong QRIS

10 Juni 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Para Pengendara Motor di Jogja Itu Terkenal dengan Santainya, kecuali Orang Bantul Selatan

9 Juni 2026
Pengendara Motor yang Menyalakan Lampu Hazard dan Kebut-kebutan di Jalan Raya Itu Punya Masalah Apa sih? Mojok.co

Menggugat para Pengendara yang Hobi Menyalakan Lampu Hazard Pas Hujan Deras: Anda Mau Aman atau Mau Bikin Pengendara Lain Masuk Jurang?

13 Juni 2026
Prinsip Dasar Pelayanan di Kantor Desa: Kalau Bisa Lama, Kenapa Harus Cepat?

Prinsip Dasar Pelayanan di Kantor Desa: Kalau Bisa Lama, Kenapa Harus Cepat?

11 Juni 2026
Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas Terminal

Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas

9 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.