Resume Kasus GameStop untuk Kamu yang Nggak Bisa Bahasa Inggris – Terminal Mojok

Resume Kasus GameStop untuk Kamu yang Nggak Bisa Bahasa Inggris

Featured

Belakangan ini tentu banyak teman-teman mengernyitkan kening ketika berseliweran kata Reddit, GameStop, short selling, dan sebagainya di timeline maupun di grup WhatsApp. Kalian juga mendadak gelisah karena ternyata link yang ada isinya narasi bahasa enggres dengan penuh kata teknis ekonomi yang sulit dipahami. Terus kalian insecure karena merasa bodoh, diam-diam mencari tahu ke sana kemari, tapi tidak tahu-tahu. Apalagi belakangan marak pembicaraan tentang saham.

Kasihan… Ya udah sini saya kasih tahu penjelasan gampangnya. Kenapa saya bisa mengerti? Yup benar, soalnya saya pernah mengalami kasus kayak gini juga, hehehe….

Yang pertama adalah GameStop. Ini perusahaan ritel video game oldschool (jangan diartiin “sekolah tua” lho ya) di Amrik. Meski masih punya sekitar lima ribu outlet, banyak pihak pesimistis sama masa depannya. Nggak ada yang istimewa sama perusahaan ini. Pada awal tahun, sahamnya cuma bernilai 20 dolar AS per lembar.

Kemudian Reddit. Ya, kalau ini dah banyak yang tahu. Ia adalah media sosial. Kira-kira di Indonesia semacam forum Semprot KasKus lah. Ada banyak lounge. Tapi, yang kita bahas di sini adalah salah satu subforumnya yang bernama WallstreetBets’. Isinya percakapan antara para pialang saham amatir. Mereka ngobrolin hal basic aja kayak ke mana sebaiknya investasi, mana yang paling menguntungkan, dan sebagainya.

Lalu kenapa GameStop dan Reddit jadi ramai dibicarakan?

Ceritanya pandemi dan cara berjualannya oldschool bikin kinerja GameStop terus merosot. Bahkan, ia dipandang banyak pengamat tidak akan menghasilkan profit hingga 2023 mendatang. Masa depan suram.

Nah, di sinilah para hedge funds saham ini bermain. Orang-orang yang jual-beli saham, terutama bandar besar, kerap berjudi kepada saham perusahaan yang masa depan suram seperti GameStop ini. Mereka meminjam saham GameStop dan menjualnya, dengan perjanjian buy back pada waktu yang akan datang. Bisa sebulan, dua bulan, tiga bulan, tapi tidak akan lama. Karena namanya juga short selling.

Baca Juga:  Hubungan Antara Rokok dan Ketebalan Dompet

Ini adalah perjudian, dan para hedge fund ini menaruh semua taruhannya pada saham perusahaan suram yang kekayaannya terus merosot ini. Mereka akan menuai untung ketika mereka harus buy back, saham perusahaan suram itu masih suram. Ini kerap terjadi, dan mereka selalu menangguk untung dengan cara seperti ini.

Tapi para hedge funds tidak memperhitungkan adanya sekelompok investor amatir, yang kerap berdiskusi di Reddit, dan tiba-tiba saja memutuskan untuk memberi pelajaran kepada para investor serakah tersebut. Caranya dengan beramai-ramai memborong saham GameStop, lalu membiarkan prinsip ekonomi klasik bekerja: jika demand banyak sementara supply tetap, harga akan naik. Jika saham naik harganya, para hedge funds itu akan buntung. Banyak sekali pula.

Sebentar, sebentar. Bagaimana mungkin saham merosot kok para hedge funds ini dapat untung?

Ini memang bagian tersulitnya. Tapi, akan saya coba jelaskan.

Bayangkan jika kamu meminjam sepuluh biskuit dari seorang teman. Kamu yakin biskuit ini akan jatuh harganya sebulan lagi. Sebab, biskuit itu sudah mendekati masa kedaluwarsanya. Kamu yakin banget bulan depan harga biskuit itu bakal cuma Rp2 ribu.

Dengan keyakinan itu, kamu akan bilang ke temanmu buat meminjam dulu biskuitnya dan baru membayarnya bulan depan.

Lalu, kamu mulai menjual biskuit itu ke sepuluh temanmu sebesar Rp5 ribu per biji. Itu berhasil, dan kini kamu mengantongi Rp50 ribu, tapi masih punya tanggungan sebesar sepuluh biskuit ke teman yang kamu pinjam tadi. Titik inilah perjudiannya. Pada bulan depan, jika harga biskuit yang akan kedaluwarsa itu turun jadi Rp2 ribu sebagaimana yang kamu prediksi, kamu akan menang. Cukup kamu membeli kembali sepuluh biskuit tersebut seharga Rp20 ribu, dan kamu tinggal mengembalikan biskuit tersebut ke temanmu. Selamat, kamu mengantongi keuntungan sebesar Rp30 ribu dalam sebulan.

Baca Juga:  5 Hal yang Harus Diingat Saat Terjun ke Dunia Saham

Yang tidak kamu duga, ternyata ada seseorang yang memperhatikan langkahmu, dan memutuskan untuk memberimu pelajaran. Dia mengajak teman-temannya serombongan untuk membeli biskuit-biskuit tersebut. Jika ada 30 orang bersedia membeli sepuluh biskuit, apa yang akan terjadi? Betul, harga biskuit itu akan naik. Taruhlah, dalam sebulan kenaikan harga biskuit itu menjadi Rp30 ribu per bijinya.

Perjudianmu berantakan dan kamu rugi sangat banyak. Karena, bagaimanapun juga, kamu harus kembali membeli sepuluh biskuit itu untuk mengembalikannya ke temanmu yang dipinjam biskuitnya tadi. Jadi, kamu harus mengeluarkan Rp300 ribu plus bunga sewa ke temanmu.

Tidak mau mengambilnya? Eits tunggu dulu. Biskuit itu statusnya pinjaman, dan kamu terikat kontrak legal untuk mengembalikannya dalam sebulan.

Yang makin bikin pening, begitu tahu kamu harus membeli dan mengembalikan sepuluh biskuit tadi, pemilik biskuit yang sekarang tak mau melepas dengan harga lebih rendah. Kamu terjebak. Kewajibanmu justru menambah jumlah demand, dan otomatis membuat harga menjadi lebih tinggi. Pas kamu mau membeli lagi, si pemilik dengan enteng bilang, “Saya tak mau melepas selain di harga Rp500 ribu”. Matek kon! Kamu harus menebusnya seharga Rp5 juta, padahal sebelumnya kamu cuma dapat Rp50 ribu dari penjualan awal.

Akan lebih pusing jika kita membayangkan dalam skala sebenarnya si GameStop ini. Per 27 Januari, sahamnya ditutup pada angka 350 dolar AS per lembar. Naik hampir 1.500 persen. Saya tak mau menghitungnya karena sangat susah mengalikannya dalam kalkulator saya.

Yang menarik dari kasus ini sebenarnya kenapa para investor amatir ini memutuskan memberi pelajaran kepada hedge funds tersebut? Ada banyak jawaban, ada banyak spekulasi. Tapi, dari sekian banyak tersebut, benang merahnya adalah sebuah perlawanan. Jika kamu bisa masuk ke forum r/WallStreetBets (yang kayaknya nggak bisa karena konon servernya sudah di-shutdown oleh pihak-pihak tertentu), ini adalah sebuah protes.

Baca Juga:  Tiga Tahapan Kegilaan Para Bibliomania

Sebuah penentangan terhadap ketidakadilan. Bagaimana selama ini para hedge funds dengan seenaknya memainkan ekonomi dunia. Tak peduli akibatnya, yang dipikir hanya keuntungan pribadi. Selain itu, ketika mereka melakukan kejahatan finansial dan bangkrut, mereka tetap bisa mendapat bailout dari pemerintah. Karena skala usaha mereka yang sudah meraksasa dan bisa berdampak sistemik ke ekonomi negara bahkan dunia jika bangkrut. Sementara, para investor amatir dan kecil ini tidak ada perlindungan apa-apa dari negara. Sekali mereka berbuat kesalahan, ya mereka bangkrut, dan tak ada satu orang pun, atau pemerintah, yang peduli. Bangkrut ya bangkrut saja.

Sejauh ini, para bandar besar mulai fight back. Mereka beralasan ini adalah manipulasi pasar, dan sebagainya. Dan kemudian berusaha menghidupkan regulasi-regulasi untuk membatasi transaksi saham GameStop. Tapi, para investor amatir ini, didukung oleh para politisi Kiri Amrik, melawan upaya tersebut.

Hingga tulisan ini dibuat, posisi unggul masih pada investor amatir. Entah nanti-nanti. Tapi, biarlah waktu yang akan menjawabnya. Menyaksikan fenomena itu sekarang seperti melihat Daenerys Tageryan berteriak “Dracarys” ke naganya dan membantai pasukan The Night King. Yah, saya tahu persamaan barusan so yesterday banget.

Gambar dari Wikimedia Commons

BACA JUGA Harga Saham Anjlok, Berikut Tips Investasi Saham Ketika Pandemi Buat Pemula dan tulisan Kardono Setyorakhmadi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.