Rekomendasi Gear Murah untuk YouTuber Pemula – Terminal Mojok

Rekomendasi Gear Murah untuk YouTuber Pemula

Artikel

Majid Himawan

Menjadi YouTuber, entah iseng-iseng maupun ditekuni sebagai bentuk profesi tidak akan menjadi masalah. Pada masa sekarang, menjadi YouTuber memang bisa dianggap profesi yang menjanjikan dan minim risiko. Meski minim risiko, bukan berarti bebas masalah. Selain masalah waktu, masalah tentang alat penunjang muncul di awal memulai karir.

Alat penunjang adalah alat paling mendasar yang harus dimiliki oleh YouTuber. Kalau mau fokus di channel gaming, ya harus punya PC yang ganas. Kalau mau fokus di makanan, harus punya kamera dan modal yang lumayan. Masalah akan timbul kalo alat atau gear yang kita pakai tidak mendukung sepenuhnya. Iya bisa sih modal hape asal rekam, tapi yakin hasilnya nggak ngrusak mata? Yakin audionya nggak kemresek macem radio rusak?

Nah, berhubung saya ini YouTuber pemula juga, yang baru upload dua video ,dengan percaya diri saya bagikan tips memilih gear untuk Anda yang mungkin berfikir mendapatkan alat yang terjangkau harganya dan mudah penggunaanya.

Pertama, smartphone dengan spesifikasi yang mampu merekam video dengan kualitas 1080p. Hal ini bertujuan agar gambar yang dihasilkan memiliki kualitas maksimal. Saya sendiri masih memakai hape jadul milik Samsung yaitu Samsung J7 Pro. Bagi kalian yang punya hape dengan spek kamera di atas itu pasti sudah suport untuk mengambil video dengan kualitas yang mendingan.

Kedua, mic jenis shotgun merk Boya, tipe Boya MM1. Walaupun harganya separuh mic Rode Videomicro, kualitasnya ternyata nggak kalah guys. Baik digunakan di indoor maupun outdoor mic ini oke punya. Selain itu, mic ini sudah dapat bonus bulu kucing untuk peredam suara dan kabel jack yang digunakan untuk menyambungkan perangkat kalian dengan kamera DSLR atau smartphone. Mic Boya MM1 ini dibanderol dengan harga 200 sampai 350 ribuan di berbagai market place. Jika konten kalian bersifat diskusi jarak dekat menggunakan clip on mic juga direkomendasikan karena lebih fleksibel dalam mengambil audio yang kuat.

Baca Juga:  Selain Masker, 4 Produk Rambut dan Dapur Ini Juga Laris Manis selama Pandemi

Ketiga, tripod Takara Eco 173a. Sebenarnya buanyak banget merk dan jenis tripod yang harganya di bawah takara eco 173a, hanya saja material yang digunakan tidak berkualitas baik. Oleh karenanya saya merekomendasikan tripod Takara karena menggunakan material alumunium pada bagian tongkatnya. Selain itu, tripod ini dan bisa dirakit lebih tinggi, hingga tiga tingkatan. Kira-kira bisa mencapai tinggi 1 meter.

Tripod ini juga memiliki dudukan yang bisa di stel sesuai selera angle yang kita inginkan. Berat maksimal yang bisa di tampung sekitar 2 kilogram. Harga tripod ini berkisar antara 100 hingga 200 ribu rupiah saja. Solusi lain jika mau hemat betul sebenarnya bisa mengakali tripod dengan peralatan yang mudah dijumpai, semisal kayu, pralon, besi bekas, raket, dan alat lainnya. Sekali lagi esensi tripod adalah alat bantu untuk meletakan kamera agar mendapat posisi pengambilan terbaik. Jika kalian memilih konten yang terus bergerak, tripod ini juga bisa di pendekan dan di ubah layaknya tongsis.

Keempat, gunakan pencahayaan alami. Misal kalian didalam ruangan buka jendela, nyalakan lampu ruangan dan banyak trik lainnya yang bisa dipelajari di youtube. Namun demikian bila kalian tetap membutuhkan lighting, kalian bisa membeli lighting W49 yang harganya kisaran 150 hingga 200 ribu. Jika dirasa kemahalan bisa bikin sendiri dengan modal kardus bekas, lem, lampu, fitting lampu, dan kertas metalic yang gak sampai 50 ribu. Cuman kalian mesti kudu kreatif merakitnya.

Itulah rekomendasi gear atau alat untuk digunakan oleh YouTuber pemula. Sebenarnya kita juga harus memperhatikan dasar konten kita. Apakah mau di dalam ruangan atau luar ruangan, membutuhkan suara tunggal (misal audio yang dinarasikan oleh Anda sendiri), atau lebih dari satu sumber audio (semisal wawancara), hal ini mempengaruhi jenis mic apa yang akan Anda beli untuk alat kelengkapan Anda.

Baca Juga:  "Mengabaikan" dan "Menghiraukan" Itu Bukan Sinonim, Tolong Jangan Disamain Gaes!

Namun demikian, skill menjadi tumpuan utama. Cara Anda mengambil sudut video, pencahayaan dan lain sebagainnya. Seorang pro biasanya bisa memaksimalkan alat yang terbatas dengan menggunakan skillnya. Sehingga menghasilkan video yang terlihat bagus. Tapi jangan minder guys, skill itu bisa kita asah dengan belajar dan terus mencoba. Yang penting yakin dan siap untuk memulai, karena musuh terbesar manusia itu malas.

Selamat mencoba, dan semoga beruntung. Semoga.

BACA JUGA Kengenesan yang Dialami Pengendara Motor Smash atau tulisan Majid Himawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
3


Komentar

Comments are closed.