Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Rakyat Diminta Makan Ikan, tapi Harga Ikan di Pasaran Mahal. Halo Pemerintah, Sehat?

Tiara Uci oleh Tiara Uci
1 Desember 2022
A A
Rakyat Diminta Makan Ikan, tapi Harga Ikan di Pasaran Mahal. Halo Pemerintah, Sehat?

Rakyat Diminta Makan Ikan, tapi Harga Ikan di Pasaran Mahal. Halo Pemerintah, Sehat? (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga:

Menunggu Solusi dari Bupati Lamongan Atas Harga Ikan yang (Masih) Nggak Masuk Akal

Pemeran Dirty Vote Bicara: Zainal Arifin Mochtar Buka-bukaan tentang Film Panas Pemilu 2024

Kita, terutama ibu-ibu, tentu sering mendengar bahwasanya makan ikan baik bagi tumbuh kembang anak dan mencegah balita terkena stunting. Konsumsi ikan juga dianjurkan bagi ibu-ibu sebelum dan sesudah hamil. Kandungan gizi ikan baik untuk pembentukan tulang. Mengganti konsumsi daging dengan berbagai jenis makanan laut termasuk ikan juga dapat mengurangi jejak karbon tanpa mengorbankan nutrisi. Singkatnya, ikan memiliki banyak manfaat positif bagi kesehatan tubuh manusia dan baik bagi bumi.

Pemerintah kemudian gencar mengajak rakyatnya untuk mengonsumsi ikan. Layanan masyarakat tentang makan ikan bertebaran di mana-mana, diiklankan di internet, dibuat posternya di rumah sakit dan dipasang pada baliho besar yang terletak di pinggir jalan. Di Lamongan, sebuah iklan makan ikan dipasang di atas gapura selamat datang biar terlihat oleh banyak orang.

Sebagai negeri kepulauan, Indonesia jelas memiliki sumber daya laut melimpah. Masuk akal kiranya jika pemerintah meminta warganya untuk banyak mengonsumsi ikan, selain baik untuk tubuh, Ikan seharusnya menjadi bahan makanan yang harganya murah lantaran stoknya melimpah di lautan Indonesia. Prinsip ekonominya kan semakin banyak ketersediaan barang, maka harganya akan cenderung murah dan stabil. Secara teori memang demikian, tapi fakta lapangannya berbeda.

Di negeri yang lautannya lebih luas daripada daratannya, kita kesulitan mengkonsumsi ikan bukan karena nggak mau sehat atau terlanjur tergantung pada daging. Melainkan karena harga ikan di pasaran cenderung mahal dan sering kali tidak stabil. Di Surabaya misalnya, harga dua pcs ikan makarel atau biasa disebut ikan saba adalah Rp45 ribu, satu kg Rp65 ribu sampai Rp120 ribu—tergantung tingkat kesegarannya. Bandingkan dengan harga ayam potong, satu kg-nya nggak sampai Rp30 ribu, lho.

Bahkan, ikan cakalang salah satu komoditas unggulan di Indonesia harganya masih mahal. Ikan cakalang adalah favorit saya, jadi saya tahu persis harganya di pasaran tidak stabil. Kadang, satu kg harganya Rp43 ribu, di hari lain bisa menjadi Rp 120 ribu. Harga tersebut adalah harga di Surabaya, kurang lebih sama di pulau Jawa.

Jadi, jangan salahkan ibu-ibu ketika belanja di pasar nggak membeli ikan, tapi malah memilih ayam. Ini bukan soal ibu-ibu nggak suka ikan, atau nggak ingin memenuhi kebutuhan protein anak lho ya. Ini urusan siasat bertahan hidup. Memilih mengonsumsi ayam (atau makanan lain) yang lebih murah daripada ikan di tengah ancaman PHK massal, resesi ekonomi dan kenaikan harga pangan adalah pilihan bijaksana. Kalau saja harga ikan murah, mungkin saya dan banyak orang lainnya rajin konsumsi ikan, bahkan tanpa perlu disuruh pemerintah.

Ikan mahal, dan mungkin akan selalu mahal

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 1 Desember 2022 oleh

Tags: harga ikanKanal Pemilu Mojokmakan ikanpemilu 2024Suara Politik Perempuantubir-mjk
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

Baliho Caleg Sudah Bertebaran: Udah Nyolong Start, Isinya pun Nggak Kreatif bacaleg KKN

4 Tempat Nangkring Gambar Bacaleg yang Bikin Nggak Habis Pikir

30 Juni 2023
puan maharani dpr Pak RT mojok

Dear Puan Maharani, It’s Your Time to Shine!

9 Januari 2023
Pemda Hobi Bangun Masjid, Demi Amankan Suara Mayoritas Terminal Mojok

Pemda Hobi Bangun Masjid, Demi Amankan Suara Mayoritas? 

7 Januari 2023
Menunggu Solusi dari Bupati Lamongan Atas Harga Ikan yang (Masih) Nggak Masuk Akal

Menunggu Solusi dari Bupati Lamongan Atas Harga Ikan yang (Masih) Nggak Masuk Akal

1 Juli 2024
mural represi residu orde baru mojok

Orde Baru di Mata Anak Muda: Benarkah Mereka Ingin Orde Baru Bangkit?

17 Desember 2022
Kenapa Kita Selalu Lupa Caleg yang Kita Pilih?

Emangnya Kenapa kalau Artis Jadi Caleg?

22 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
4 Aturan Tidak Tertulis Saat Menulis Kata Pengantar Skripsi agar Nggak Jadi Bom Waktu di Kemudian Hari

4 Tips untuk Bikin Mahasiswa Cepat Paham dan Tidak Kebingungan Mengerjakan Skripsi

19 Mei 2026
6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

3 Alasan Kuliah di Jatinangor Adalah Training Ground sebelum Masuk Dunia Kerja

18 Mei 2026
Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

19 Mei 2026
Kos Murah yang Diidamkan Berujung Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang Mojok.co

Rasa Syukur Tinggal di Kos Murah Berubah Jadi Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang

20 Mei 2026
Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.