Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Radio Argososro FM, Tetap Menghibur dan Menjaga Identitas Warga Gunungkidul

Jevi Adhi Nugraha oleh Jevi Adhi Nugraha
3 Juli 2023
A A
Radio Argososro FM, Tetap Menghibur dan Menjaga Identitas Warga Gunungkidul

Radio Argososro FM, Tetap Menghibur dan Menjaga Identitas Warga Gunungkidul (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Menjamurnya aplikasi layanan streaming musik online yang makin mudah diakses oleh masyarakat Indonesia, sempat dinilai banyak pihak bakal mengancam keberadaan radio. Tapi, dugaan itu ternyata nggak sepenuhnya benar. Terbukti sampai saat ini radio kebanggaan warga Gunungkidul, Argososro FM, masih tetap eksis dan memiliki cukup banyak pendengar.

Ya, radio Argosoro FM jadi salah satu bukti kalau radio belum sepenuhnya punah dan ditinggalkan para penggemarnya. Saya masih sering mendengar lagu-lagu yang keluar dari radio ini. Bahkan saat beraktivitas, keluarga dan tetangga sekitar saya, sampai sekarang tetap ditemani radio di saluran FM 93.2 Mhz tersebut.

Harus diakui mempertahankan keberadaan radio di era serba digital seperti sekarang memang nggak semudah membalik taplak meja. Tapi, melihat radio Argososro FM yang masih tetap mengudara dan diminati para pendengar setianya, tentu menarik untuk menelisik cara kerja tim radio dalam merespons keadaan agar tetap relevan sepanjang zaman.

Radio Argososro FM, tetap menghibur pendengar di era digital

Kita tahu, era reformasi jadi titik awal munculnya radio-radio lokal di Indonesia, tak terkecuali Argososro FM. Secara resmi, radio kebanggaan warga Gunungkidul ini berdiri pada tahun 2000. Sejak mengudara di langit Gunungkidul, Argososro FM langsung disambut baik oleh masyarakat yang tinggal di Bumi Handayani.

Argososro FM didirikan untuk menunjang kebutuhan informasi dan hiburan bagi masyarakat Gunungkidul. Selain itu, radio ini hadir juga untuk membantu warga yang ingin mempromosikan beragam jenis usaha atau bisnisnya melalui layanan iklan.

Radio yang berkantor di Jalan Pangarsan 87, Wonosari, itu memberikan beragam program siaran berbasis sosial dan budaya. Ini bisa dilihat dari program yang sering diputar di radio Argososro FM. Mulai dari sajian musik campursari, gending Jawa, dangdut  tembang kenangan, hingga pertunjukan wayang kulit.

Peka dengan selara mayoritas warga Gunungkidul, bikin radio Argososro FM masih tetap eksis di era digital seperti sekarang. Terlebih ada program on air kirim-kirim salam dan request lagu, tentu makin mendekatkan antarwarga yang hidup di selatan Kota Jogja ini.

Penyambung kabar antarwarga Gunungkidul

Lahir dan tumbuh di Gunungkidul, sejak kecil saya sudah akrab dengan radio Argososro FM. Hampir setiap hari, sambil memasak di dapur, ibu saya sering mendengarkan radio di saluran FM 93.2 Mhz itu. Salah satu program yang nyaris diikuti oleh ibu saya sepanjang hari adalah Salam Dangdut dan Salam Campursari, yang biasa dipandu oleh Mas Margo Ersas atau Mas Wage Ersas.

Baca Juga:

5 Keanehan Lokal Jogja yang Nggak Pernah Saya Temukan di Semarang tapi Malah Bikin Bahagia

4 Culture Shock yang Saya Rasakan sebagai Orang Demak Saat Pertama Kali Main ke Pantai Gunungkidul

Saking seringnya mendengar acara ini, saya sampai hafal jadwal on air para penyiar, lho. Salam dangdut sendiri bisa didengarkan setiap hari Senin sampai Sabtu pada pukul 08.00-10.00 WIB. Sementara, salam campursari bisa dinikmati pendengar jam 2 siang sampai jam 4 sore. Sesuai namanya, nantinya para pendengar bisa request lagu-lagu dangdut dan campursari yang lagi hits.

Nggak cuma bisa request lagu, pendengar juga bisa kirim-kirim salam dengan kerabat dan sanak saudara lewat SMS atau WhatsApp. Bahkan, para pendengar radio Argososro FM sudah kayak punya komunitas sendiri. Meski jarang bertatap muka, tapi mereka tampak akrab dan saling mengenal satu sama lain.

Meski kini tersedia beragam aplikasi di hape, kirim-kirim salam lewat radio masih digemari sebagian warga Gunungkidul. Adanya hiburan ini terbukti mampu menjalin silaturahmi antarwarga yang hidup di Bumi Handayani. Nggak sekadar menyapa, tapi kadang mereka juga sering bertukar kabar dan informasi apa saja yang sedang terjadi di lingkungan sekitar.

Radio Argososro FM menjaga identitas warga Gunungkidul

Radio Argososro sudah seperti warisan keluarga yang terus didengarkan dari generasi ke generasi. Dulu sewaktu masih kecil, simbah saya sering mendengar wayang kulit setiap malam dari saluran radio ini. Kini, saya dan orang tua juga hampir setiap hari mendengar musik campursari lewat radio Argososro FM.

Buat saya pribadi, radio Argososro bukan sekadar media untuk berkirim pesan, tetapi sekaligus penjaga identitas warga Gunungkidul. Ya, di tengah banjirnya budaya asing yang masuk ke Indonesia, radio Argososro tetap percaya diri dan konsisten memutar lagu-lagu campursari khas Gunungkidul.

Kita tahu bahwa campursari jadi genre musik asli Gunungkidul, yang dulu dipopulerkan oleh almarhum Manthous. Saya rasa, lewat peran radio seperti Argososro inilah musik campursari sampai sekarang masih tetap eksis dan semakin diminati kawula muda. Makanya nggak berlebihan kalau menganggap Argososro FM berperan besar dalam menjaga kesenian tradisi di Yogyakarta, khususnya di Gunungkidul.

Akhir kata, semoga radio lokal di berbagai daerah tetap mengudara dan setia menemani keluarga Indonesia. Zaman terus bergerak dan perubahan di bidang komunikasi pasti akan terjadi. Tapi, kreativitas dan inovasi seperti yang dilakukan radio Argososro FM akan tetap memberi warna bagi setiap generasi. Pasti.

Penulis: Jevi Adhi Nugraha
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Meluruskan Anggapan Keliru Soal Penyiar Radio yang Beredar di Masyarakat.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Juli 2023 oleh

Tags: Argososro FMGunungkidulRadiosiaran radio
Jevi Adhi Nugraha

Jevi Adhi Nugraha

Lulusan S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berdomisili di Gunungkidul.

ArtikelTerkait

4 Candi di Gunungkidul yang Perlu Dikunjungi Mahasiswa Sejarah Terminal Mojok semanu

Derita Tinggal di Bawah Kaki Bukit Semanu Gunungkidul: Jalan Gelap, Penuh Lubang, dan Ulat Jati Bergelantungan

11 April 2023
Wisata Mendunia, Jalanan Gunungkidul (Tetap) Gelap Gulita

Wisata Mendunia, Jalanan Gunungkidul (Tetap) Gelap Gulita

31 Agustus 2022
Pertashop di Gunungkidul Kini Sudah Menjadi Bangkai Sejarah (Unsplash)

Mengenang Perjalanan Singkat Pertashop di Gunungkidul yang Kini Sudah Menjadi “Bangkai Sejarah”

6 April 2024
Suka Duka Membawakan Program Siaran Lagu-lagu Nostalgia Terminal Mojok

Suka Duka Membawakan Program Siaran Lagu Nostalgia

30 Desember 2020
podcast

Radio yang Tidak Akan Pernah Terdisrupsi Oleh Podcast

13 September 2019
tanaman teh-tehan mojok.co

Tanaman Teh-tehan: Pagar Rumah khas Masyarakat Pedesaan yang Kian Terpinggirkan

25 Maret 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

UT Adalah Teman bagi Orang-orang yang Mengejar Mimpi dalam Sunyi Mojok

UT Adalah Teman bagi Orang-orang yang Mengejar Mimpi dalam Sunyi

9 Mei 2026
Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau Mojok.co

Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau

6 Mei 2026
Lagu Baru Sheila On 7 “Sederhana” Pas untuk Orang-orang Usia 30 Tahun Mojok.co

Lagu Baru Sheila On 7 “Sederhana” Pas untuk Orang-orang Usia 30 Tahun

9 Mei 2026
Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya Terminal

Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya

10 Mei 2026
Orang Jakarta Baperan: Panggilan ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Mojok.co

Orang Jakarta Baperan: ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Panggilan dalam Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

8 Mei 2026
Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan Terminal

Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan

9 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.