Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Quarter Life Crisis Datang saat Sudah Jadi Orang Tua

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
17 Agustus 2020
A A
Tidak Semua Orang Tua Ideal, Banyak yang Justru Menuntut Pamrih dari Anak terminal mojok.co

Tidak Semua Orang Tua Ideal, Banyak yang Justru Menuntut Pamrih dari Anak terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi orang tua adalah salah satu impian banyak manusia dewasa. Merawat buah hati dari kecil, bermain bersama, mendidiknya hingga dewasa, merupakan sebagian kecil tanggung jawab yang harus setiap orang tua lakukan kepada anaknya masing-masing. Termasuk saya, yang sudah menjadi seorang bapak dari anak laki-laki yang kini berusia 3,5 tahun.

Bagi saya, memiliki buah hati termasuk dalam eustress, atau lebih familier dengan istilah stres positif. Singkatnya, eustress adalah kadar stres normal yang dirasakan saat menaklukkan tantangan positif. Menjadi seorang bapak, atau dengan kata lain memiliki anak, merupakan anugerah dalam hidup yang harus disyukuri dan dijalani dengan sepenuh hati.

Di sisi lain, memiliki anak di usia seperempat abad, disadari atau tidak, menjadi tantangan tersendiri. Selain rentan overthinking, ada persoalan yang menyangkut quarter life crisis yang betul-betul harus dihadapi. Sebagian besar menyangkut soal materi: mampu atau tidak memenuhi segala kebutuhannya, sanggup atau tidak memberikan fasilitas pendidikan yang mumpuni dalam jangka panjang, dan seterusnya, dan seterusnya.

Beberapa hal tersebut sering kali saya pikirkan tiap malam, tiap kali melihat anak memejamkan mata, terlelap dalam tidurnya.

Sebagian orang, baik di media sosial maupun dalam kehidupan sehari-hari, selalu beranggapan bahwa, jika belum mampu dan belum yakin secara finansial, baiknya menunda untuk memiliki anak. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya dengan melakukan program KB. Namun, pertanyaan berikutnya yang muncul adalah, “Sampai kapan?”

Apakah sepasang orang tua yang memang ingin berjuang dan berkomitmen menghidupi anak dengan sebaik-baiknya, meski harus terseok-seok, harus mengurungkan niat baiknya tersebut? Lalu, dengan cara seperti apa orang tua yang penghasilannya di bawah UMR, atau setara UMR, menghidupi anak-anaknya? Hal ini tak jarang menjadi pemicu overthinking sebagian orang tua yang berpenghasilan terbilang pas-pasan. Tergantung kapasitas dan porsinya masing-masing.

Sebagian ada yang menjadikannya beban, sebagian yang lain menganggapnya sebagai eustress, nanti juga akan berlalu. Dan seiring giatnya suatu usaha, seharusnya tidak akan mengkhianati hasil.

Sebagaimana diketahui, saat ini kebutuhan untuk anak hampir semua terbilang mahal. Mulai dari popok, susu, sampai dengan biaya pendidikan. Beberapa waktu yang lewat, bahkan sempat ramai dibahas oleh salah satu jasa perencanaan keuangan dan investasi, kemudian jadi bahan perbincangan di media sosial. Namun, alih-alih memberi gambaran dan ketenangan bagi para pasangan juga para orang tua muda, yang ada malah semakin overthinking dan terjebak dalam quarter life crisis.

Baca Juga:

4 Hal Menyebalkan yang Membuat Ibu-ibu Kapok Pergi ke Posyandu

Alasan Banyak Nama Anak Zaman Sekarang Semakin Rumit

Padahal, ada hal lain yang jauh lebih baik untuk diinfokan dan memberi manfaat, dibanding hanya fokus kepada rincian biaya yang sangat mahal. Misalnya saja memberi solusi atau bagaimana cara mengatur keuangan ketika sudah berkeluarga dan memiliki anak. Bisa juga memberi referensi toko/lokasi membeli perlengkapan bayi dengan harga terjangkau. Mulai dari popok, susu, pakaian, dan lain sebagainya. Tentu saja akan jauh memberi manfaat.

Sebab, di tengah rentannya quarter life crisis dan overthinking pada kehidupan sekarang ini, rasanya rincian/gambaran biaya hidup yang begitu tinggi untuk anak dirasa kurang membantu. Yang ada malah semakin membuat seseorang semakin overthinking dan tidak tenang. Bukan menjadi sesuatu yang memberi solusi.

Kendati demikian, secara personal, seseorang harus berusaha untuk tetap berdikari. Setiap pilihan ada konsekuensi yang harus ditanggung. Dan tentu saja ada risiko yang harus dihadapi. Hal tersebut membutuhkan perhitungan yang cukup matang.

Misalnya saja, untuk hal yang paling mendasar, perhitungan pengeluaran sehari-hari, perhitungan per-bulan, dan pengeluaran-pengeluaran lainnya. Ada prioritas dalam setiap kebutuhan. Mana yang lebih utama dan mana yang paling utama.

Dalam menghadapi overthinking soal materi, rumusan ini bisa jadi sesuatu yang patut dipertimbangkan dan diaplikasikan oleh saya, atau mungkin juga para orang tua lain di luar sana yang terkadang larut dalam quarter life crisis dalam menjalani kehidupan berkeluarga.

Solusi jitu lain, ketika menghadapi quarter life crisis dan overthinking, tak lain dan tak bukan adalah dihadapi dan dijalani sambil berproses. Karena permasalahan dalam hidup, tidak akan selesai begitu saja jika hanya dipikirkan. Tentu saja perlu ada aksi dan tindakan nyata untuk mengubah nasib diri sendiri.

BACA JUGA Bahagia Mengerjakan Hal Sia-sia dan tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 Agustus 2020 oleh

Tags: AnakOrang TuaoverthinkingQuarter Life Crisis
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

warisan balas budi kepada orang tua mojok

Insiden Anak Minta Warisan dan Pentingnya Kesiapan Saat Memutuskan Punya Anak

2 Agustus 2021
Dongeng Klasik Hansel dan Gretel: Pelajaran Sederhana tentang Jadi Orang Tua Terminal Mojok.co

Dongeng Klasik Hansel dan Gretel: Pelajaran Sederhana tentang Jadi Orang Tua

9 Mei 2022
anak muda jawa nasihat jawa ora ilok duduk di pintu mojok

Jangan Buat Anak Penasaran dengan Kata ‘Ora Ilok’

13 Mei 2020
Tulisan Balasan: Tak Masalah Orang Tua Berutang untuk Pendidikan Anak, demi Hidup yang Lebih Baik, Apa Salahnya?

Tulisan Balasan: Tak Masalah Orang Tua Berutang untuk Pendidikan Anak, demi Hidup yang Lebih Baik, Apa Salahnya?

6 Januari 2023
mitos jawa anak sesajen mojok

Saya Nggak Akan Pernah Percaya Mitos Jawa, Karena Nggak Ada yang Masuk Akal

10 Juli 2020
Ada Apa dengan Anak SD Zaman Sekarang?

Ada Apa dengan Anak SD Zaman Sekarang?

17 Desember 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.