Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Purworejo: Kabupaten dengan Hari Jadi yang Labil dan Stasiun Kereta Mati Suri

Riyanto oleh Riyanto
2 April 2024
A A
Purworejo: Kabupaten dengan Hari Jadi yang Labil dan Stasiun Kereta Mati Suri

Purworejo: Kabupaten dengan Hari Jadi yang Labil dan Stasiun Kereta Mati Suri (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Stasiun kereta api yang hidup segan, mati pun tak mau

Tak hanya memiliki hari jadi yang labil, Kabupaten Purworejo juga memiliki stasiun kereta api yang sama-sama labil. Kabupaten ini memiliki stasiun kereta api yang didirikan pemerintah Kolonial Hindia Belanda pada 1887.

Kenapa labil? Karena stasiun ini tidak berada di jalur utama rel kereta api, dan hanya berjarak 12 kilometer dari stasiun yang jauh lebih besar, yakni Stasiun kutoarjo. Artinya, Stasiun Purworejo tidak dilalui oleh kereta api utama.

ADVERTISEMENT

Fungsinya hanya sebagai jalur kereta feeder. Warga yang ingin ke kota lain naik kereta harus naik kereta feeder dari Stasiun Purworejo menuju stasiun di Kutoarjo. Dari Stasiun Kutoarjo itulah mereka baru bisa berangkat ke kota tujuan.

Di masa lalu, saat alternatif transportasi masih belum banyak, Stasiun Purworejo memang menjadi primadona. Namun semakin lama, karena alternatif transportasi semakin banyak, Stasiun Purworejo mulai ditinggalkan.

Puncaknya, pada tahun 70-an, Stasiun Purworejo berhenti beroperasi. Pada tahun 90-an, stasiun ini sempat beroperasi kembali. Setelah mati suri cukup lama, ternyata antusiasme warga sangatlah besar. Stasiun kereta api tersebut begitu diminati sebagai alternatif perjalanan antarkota. Hanya saja antusiasme tersebut tak bertahan lama. Perlahan-lahan, stasiun kereta api ini kembali ditinggalkan dan kembali berhenti beroperasi pada 2010 lalu.

Industri kedai kopi yang setia bertahan di vibes 2016

Selain hari jadi dan stasiun kereta api yang labil, ada satu hal lain yang menarik perhatian saya, yakni industri kedai kopi di sana. Sebagai orang yang lahir dan besar di Purworejo, lantas merantau dan bertahan di Jogja, saya merasa pertumbuhan industri kedai kopi di Purworejo seolah berhenti di tahun 2016. Kalau ada coffee shop di luar sana yang memberikan tagline “mari berpura-pura seolah ini tahun 90-an”, maka di kedai kopi Purworejo yang terjadi adalah “mari berpura-pura seolah ini tahun 2016!”

Saat kota-kota lain di luar sana menghadapi gempuran industri coffee shop yang sangat megah, hal tersebut tidak berlaku di Purworejo. Entah karena tidak ada yang mau membangun coffee shop super megah di sini seperti di kota lain, atau karena pasarnya memang belum siap di sana. Saat ini, kedai kopi yang ada di Purworejo itu sangatlah sederhana, berada di tempat yang tidak terlalu mewah, dengan menu-menu yang standar, dan bahkan ada yang penyajiannya mirip kafe-kafe tahun 2016-an.

Meski demikian ini bukanlah hal buruk. Setiap kali saya pulang kampung ke Purworejo dan menyempatkan ngopi di kedai kopi milik seorang teman, saya justru bisa merasakan nostalgia kultur kopi beberapa tahun silam. Hal tersebut barangkali yang sulit saya temukan saat kembali ke Jogja, mengingat gempuran coffee shop fancy sudah menjamur di berbagai sudut.

Baca Juga:

Magetan dan Magelang: Dua Kota Beda Provinsi yang Sering Bikin Lidah Terpeleset dan Dompet Tersesat

5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya

Begitulah Purworejo dan beberapa sisi kelamnya yang tak diketahui banyak orang. Meski begitu, kabupaten ini tetap menawarkan kesederhanaan yang mungkin tak bisa dijumpai di daerah lain.

Penulis: Riyanto
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Suka Duka yang Saya Rasakan Selama Tinggal di Purworejo Bagian Selatan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 2 April 2024 oleh

Tags: jawa tengahKabupaten PurworejoPurworejostasiun purworejo
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

Tegal di Mata Pendatang: Berkendara di Tegal Ngeri-ngeri Sedap, Warga Lokal Banyak yang Ugal-ugalan di Jalan

Tegal di Mata Pendatang: Berkendara di Tegal Ngeri-ngeri Sedap, Warga Lokal Banyak yang Ugal-ugalan di Jalan

3 Maret 2024
Pemalang Kota IKHLAS, tapi Makanan Khas Pemalang Bikin Penikmatnya Nggak Ikhlas pamulang, malang

Pemalang Kota IKHLAS, tapi Makanan Khas Pemalang Bikin Penikmatnya Nggak Ikhlas

10 November 2023
Gombong: Kecamatan Terbaik di Kebumen, Mandiri Tanpa Bantuan Wilayah Lain

Gombong: Kecamatan Terbaik di Kebumen, Mandiri Tanpa Bantuan Wilayah Lain

4 Mei 2024
8 Alasan Kebumen Pantas Jadi Kiblat Slow Living di Jawa Tengah (Unsplash)

8 Alasan Kebumen Pantas Jadi Kiblat Slow Living di Jawa Tengah

3 Desember 2025
Bumiayu, Daerah Terbaik untuk Ditinggali di Brebes Jawa Tengah Mojok.co

Bumiayu, Daerah Terbaik untuk Ditinggali di Brebes Jawa Tengah

12 Desember 2023
4 Tempat Wisata Alam di Kaliangkrik Magelang yang Menyegarkan Mata Terminal Mojok

4 Tempat Wisata Alam di Kaliangkrik Magelang yang Menyegarkan Mata

12 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama Mojok.co

Apa salahnya mahasiswa kkn di kota? Mereka sedang belajar, bukan cuma nyari enak

20 Juli 2026
Spanduk tempat makan terdekat bikin pakai AI itu malah norak (Wikimedia Commons)

Laper malah ilang begitu lihat tempat makan terdekat rumah saya bikin spanduk pake AI. Ada yang ngerasa gitu juga nggak?

24 Juli 2026
Sleman Tanpa UGM dan UNY Cuma Jadi Kabupaten Sunyi dan Mati

Sleman jadi besar dan hebat justru karena tidak punya “pusat kota”, kemajuan tersebar merata di segala penjurunya

26 Juli 2026
3 Fakta Menarik tentang Kota Batu yang Jarang Dibicarakan Orang, Salah Satunya Pernah Terkenal dengan Perkebunan Kina

Macetnya Kota Batu kini bikin jengkel, semua gara-gara tata kota yang berantakan!

25 Juli 2026
Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos Mojok.co

Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos

20 Juli 2026
3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah Mojok.co purwakarta

Ironi Karawang: bikin pusat perbelanjaan, tapi pinjem nama Jakarta karena nggak pede

22 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.