Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

PS-5 Memang Bergengsi, tapi Kenangan PS-1 dan PS-2 Tak Bisa Terganti

M. Farid Hermawan oleh M. Farid Hermawan
5 November 2020
A A
PS-5 Memang Bergengsi, tapi Kenangan PS-1 dan PS-2 Tak Bisa Terganti terminal mojok.co

PS-5 Memang Bergengsi, tapi Kenangan PS-1 dan PS-2 Tak Bisa Terganti terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Euforia penyambutan bakal dijualnya PS-5 di Indonesia benar-benar menarik. Setiap saya melihat Instastory, selalu muncul PS-5 di berbagai lokasi. Sungguh saat pertama kali saya melihat, saya kira kawan saya benar-benar mampu beli PS-5. Ternyata layaknya genjutsu, semua itu hanya ilusi filter belaka.

Banyaknya orang yang memposting foto PS-5 menggunakan filter Instagram sepertinya berbanding lurus dengan ketidakmampuan mereka buat beli PS-5. Makanya, guna menghibur diri, setidaknya berkhayal punya PS-5 adalah sebuah hiburan tersendiri.

Melihat harga PS-5 yang berada di kisaran 6 sampai 7 juta membuat saya memijit jantung. Begitu mahalnya sebuah hiburan dan permainan di dunia modern saat ini.

Bagi orang-orang yang punya uang berlebih mungkin menukar uang senilai 7 juta dengan PS-5 bukanlah sesuatu yang perlu dipusingkan. Namun, tentu tidak semua orang punya uang yang berlebih untuk sekadar memainkan game-game 3 dimensi di PS-5.

Pada dasarnya PS-5 memang bergengsi. Di sana ada kecanggihan teknologi yang terus dimutakhirkan. Tampilannya pun lumayan berbeda dengan sesepuhnya dahulu. Dengan corak warna elegan hitam dan putih. PS-5 seperti ingin mengulang kembali kejayaan dua sesepuhnya yaitu PS-1 dan PS-2 dengan meminjam warna keduanya.

Namun, saya melihat seberapa pun ambisiusnya Sony dengan proyek PS-5-nya. Tetap saja gengsi yang mereka berikan dengan desain elegan disertai fitur yang super canggih di PS-5 tidak bisa menggantikan sebuah kenangan terindah bernama PS-1 dan PS-2.

Silakan beradu gengsi lewat PS-5. Namun tak akan kamu temukan sosok yang bisa membuatmu ngilang dari rumah tiba-tiba, rela dijewer emak karena lupa diri, bergerilya ke rumah tiap teman, dan yang pasti kamu tak menemukan wajah, badan, dan kaki kotak yang sungguh terlihat aneh di dalam game tapi tetap bisa menghibur.

PS-1 hadir pertama kali dengan tampilan warna putih guna menghindari kesamaan dengan generasi paling tua, Playstation, yang pada tahun 1994 lahir dengan warna abu-abu. Dengan fitur yang tidak secanggih saat ini, PS-1 di tahun 2000-an benar-benar bikin banyak anak-anak kesurupan.

Baca Juga:

3 Game yang Bikin Kita Makin Bosan

Mengenang Games di PS1 yang Begitu Membekas di Hati dan Ingatan Saya

Bukan karena kemasukan jin atau kena guna-guna. Namun, saat itu PS-1 seperti benda yang turun dari surga yang jika sudah dimiliki, bahagianya luar biasa. Ketika era PS-1 masih berjaya, saya benar-benar merasakan euforianya. Walau orang tua saya tidak pernah membelikan PS-1 kepada saya, pengalaman saya bermain PS-1 saya dapatkan dengan bergerilya dari satu rumah ke rumah kawan yang lain.

Judul-judul macam Crash Bandicoot, Metal Slug, Tekken, Tony Hawk, sampai game sepak bola legendaris macam Super Shot Soccer benar-benar bikin saya kecanduan ke rumah teman saya buat setidaknya nonton mereka main dan syukur-syukur kalau diajak main juga.

Tidak ada teknologi canggih dan tidak ada kaset super duper mahal. Tampilan game-nya pun sungguh kalah jauh dengan PS-5. Namun, layaknya cinta, kekasih pertama memang punya kesan yang mendalam. Walau dipenuhi kekurangan, kebahagiaan bersama PS-1 benar-benar membuat anak-anak di zaman itu rela dijewer emak karena lupa waktu.

Tidak berselang lama setelah euforia PS-1, Sony kembali meluncurkan PS-2 dengan sentuhan warna hitam. Di tahun yang sama pula, saya semakin candu untuk main PS. Dan syukurnya waktu itu orang tua saya peka lalu membelikan saya PS-2. Dengan tampilan game yang lumayan dari PS-1. PS-2 kembali bisa merebut hati anak-anak SD macam saya dahulu dengan game-gamenya macam Naruto, Winning Eleven, GTA San Andreas, dan game langganan di rental PS-2, Guitar Hero.

Harga kasetnya pun nggak mahal. Dengan uang 10 ribu sampai 15 ribu saya bisa puas menjamah kaset-kaset PS-2 di pasar malam. Tidak ada eksklusifitas seperti yang saya temui ketika beli kaset PS-3, PS-4 , dan PS-5 yang baru-baru ini muncul.

PS-1 dan PS-2 adalah sebuah perwujudan kesederhanaan dari kebahagiaan masa kecil anak-anak era tahun 2000-an. Tidak adanya kecanggihan yang berlebihan ditambah dengan berbagai metode-metode curang macam game shark hingga cheat-cheat yang berseliweran tak bisa kembali diulang saat munculnya generasi PS-3 ke atas.

PS-5 boleh saja menawarkan berbagai keajaiban digital yang memanjakan mata penggunanya. Namun, PS-5 tak bisa lagi menjadi semacam dewa yang bisa mengontrol pikiran dan waktu anak-anak macam saya dulu. Selain karena sudah pasti harganya bukan harga yang childish banget, PS-5 seperti sebuah pengingat bagi anak-anak generasi saya yang mendewakan PS-1 dan PS-2 bahwa hidup haruslah berkembang. Jangan terjebak masa lalu dengan kenangan indah bersama kesederhanaan dan berbagai kemudahan di dalamnya. Bahwa kita tidak selamanya menjadi anak-anak. Dan menjadi dewasa adalah hal yang mutlak.

PS-1 dan PS-2 adalah masa indah kanak-kanak yang penuh kenangan dan sulit terganti. PS-5 adalah sebuah proses menuju kedewasaan yang sulit, berat, dan memerlukan perjuangan ekstra keras yang tidak hanya menyoal hidup tapi juga menyoal proses beli PS-5-nya. Kamu yang saat ini sudah tua tentu tidak bisa lagi merengek ke orang tua buat dibeliin PS-5 seperti kamu minta beli PS-1 atau PS-2 dahulu. Ingat, kamu harus kerja, kerja, kerja kalau mau beli PS-5 yang bergengsi itu. Layaknya problematika menjadi orang dewasa, beli PS-5 itu sungguh berat kalau kamu miskin dan nggak punya uang.

BACA JUGA Lima Kenangan Anak 90-an Bermain Playstation dan artikel M. Farid Hermawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 4 November 2020 oleh

Tags: gamesPS-1PS-5
M. Farid Hermawan

M. Farid Hermawan

Saat ini aktif menangani proses rekrutmen harian serta seleksi kandidat.

ArtikelTerkait

merindukan nostalgia TTS teka teki silang di koran mojok.co

Nostalgia TTS, Permainan Asah Otak yang Bikin Kita Sering Bertanya

15 Juni 2020
PS1 Stop Romantisasi PS, Konsol Super Nintendo Adalah Puncak Kenangan Terbaik terminal mojok.co

Mengenang Games di PS1 yang Begitu Membekas di Hati dan Ingatan Saya

13 November 2020
3 Game untuk Mengisi Kebosanan yang Malah Bikin Kita Makin Bosan terminal mojok.co

3 Game yang Bikin Kita Makin Bosan

15 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co

8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh

31 Maret 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026
Makanan Malang yang Membuat Saya sebagai Perantau Kecewa, Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian Mojok.co

Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian

1 April 2026
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi
  • Gagal Kuliah Kedokteran karena Bodoh dan Miskin, Malah Dapat Telepon Misterius dari Unair di Detik Terakhir Pendaftaran
  • Nugas di Kafe Dianggap Buang-buat Duit, padahal Bikin Mahasiswa Jogja Lebih Tenang dan Produktif
  • Lulusan Soshum Merasa Gagal Jadi “Orang”, Kuliah di PTN Terbaik tapi Belum Bisa Penuhi Ekspektasi Orang Tua
  • Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali
  • Gaya Hidup Pemuda di Desa Saat Ini bikin Kaget: Habiskan Gaji Kecil buat Ikuti Tren Orang Kaya, Target Kerja Sebatas buat Beli iPhone Lalu Resign

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.