Prediksi Alur Cerita Justice League Snyder’s Cut: Knightmare dan Kemungkinan Terjadinya Flashpoint – Terminal Mojok

Prediksi Alur Cerita Justice League Snyder’s Cut: Knightmare dan Kemungkinan Terjadinya Flashpoint

ArtikelFeatured

Avatar

Awalnya saya skeptis dengan rencana perilisan Justice League Snyder’s Cut. Sepanjang sejarah perfilman belum pernah ada director’s cut yang menghasilkan cerita berbeda dari versi teatrikalnya. Biasanya director’s cut hanya tampil sebagai versi panjang dari film tersebut. Di sisi lain, Zack Snyder mengklaim bahwa versinya akan berbeda daripada versi teatrikal.

Keraguan saya mulai terkikis saat mengetahui durasi Justice League Snyder’s Cut adalah sekitar empat jam, sementara versi teatrikalnya hanya sekitar dua jam. Itu artinya ada setengah bagian film yang benar-benar belum pernah kita saksikan, dan bisa saja akan membuat versi sang sutradara menjadi berbeda dengan versi teatrikalnya. Melalui trailer demi trailer yang sudah ditayangkan, sedikit demi sedikit saya bisa merangkai akan seperti apa alur cerita Justice League Snyder’s Cut ini nantinya. Berikut adalah prediksi saya.

Kekalahan Justice League melawan Darkseid

Darkseid direncanakan menjadi musuh besar para pahlawan super dari semesta DC. Dia ibarat Thanos pada waralaba Marvel Cinematic Universe, dan Zack Snyder telah memiliki plot dahsyat untuk sang musuh besar. Zack berencana membuat semua anggota Justice League kalah dalam pertempuran melawan Darkseid sehingga dunia kacau.

Maka dari itu, sangat tidak mustahil apabila pada pembuka film Justice League Snyder’s Cut, kita ditampilkan adegan di masa depan tentang pertarungan para pahlawan melawan Darkseid dan berujung kekalahan. Akibat dari kekalahan itulah dunia menjadi kacau seperti masa depan yang sekilas dilihat oleh Bruce Wayne pada film Batman v Superman beberapa tahun lalu.

Knightmare

Masa depan yang dilihat Bruce itu adalah peristiwa Knightmare. Seperti yang kita lihat sekilas di film Batman v Superman, knightmare terjadi karena Superman menjadi terlalu berkuasa dan menciptakan rezim otoriter, sementara Batman adalah pihak yang menentang rezim itu. Pertanyaannya adalah, kenapa Superman bisa menjadi seperti itu? Kemungkinan paling masuk akal adalah karena kekalahan melawan Darkseid beberapa waktu sebelumnya.

Saat pertarungan melawan Darkseid, beberapa superhero seperti Wonder Woman dan Aquaman tumbang, terlihat dari detail-detail kecil pada trailer terbarunya. Superhero yang tersisa menderita kehilangan dan harapan, sama seperti Avengers pasca-kemenangan Thanos. Pada akhirnya mungkin Darkseid bisa dikalahkan, persis seperti Thor yang berhasil memenggal Thanos di film Avengers Endgame, tetapi kekalahan Darkseid tidak bisa mengubah apa pun.

Semenjak kejadian itu, Superman sadar bahwa dunia harus berubah. Dia ingin berkuasa agar bisa memberi perlindungan penuh terhadap serangan-serangan di masa depan, tetapi setelah berkuasa, dia justru berubah menjadi otoriter. Batman, beserta pahlawan lain yang tersisa, mencoba membentuk kubu perlawanan. Rezim Superman harus diakhiri dengan cara apa pun, termasuk dengan bekerjasama dengan Joker yang diperankan oleh Jared Leto. Joker yang sama dengan versi film Suicide Squad, hanya saja bertahun-tahun lebih tua di masa depan sehingga tampak berbeda.

Di sisi lain, Barry Allen sang “scarlet speedster” alias The Flash mencoba membuat perubahan. Saat Batman, Cyborg, dan Joker mencoba melakukan perlawanan langsung ke rezim Superman, Barry memainkan perannya tersendiri, yakni berlari menembus waktu.

Perjalanan waktu The Flash

Saya sangat tertarik ketika The Flash muncul sekilas pada film Batman v Superman. Ada adegan singkat di mana Barry muncul di hadapan Bruce Wayne dan mencoba memperingatkannya akan sesuatu. Saya curiga yang Barry lakukan adalah upaya mengubah masa depan. Upaya memperingatkan Bruce bahwa akan ada ancaman dari Steppenwolf dan Darkseid. Barry memperingatkan Bruce agar sesegera mungkin mengumpulkan para pahlawan dan bersiap menghadapi serangan.

Ketika di masa depan segalanya menjadi kacau, hanya Barry yang memiliki kesempatan untuk mengubah segalanya. Dia, entah diminta Bruce atau atas kehendaknya sendiri, mencoba kembali ke masa lalu untuk memperbaiki banyak hal. Terkesan mirip Avengers Endgame, bukan? Memang iya. Tetapi, perlu diketahui bahwa Batman v Superman rilis tak jauh dari film Captain America: Civil War, sehingga konsep Zack Snyder ini bisa dikatakan jauh lebih dahulu muncul daripada film Avengers Endgame. Beberapa pihak bahkan mengatakan bahwa Russo Brothers ‘mencuri’ ide Zack Snyder sehingga Avengers kalah melawan Thanos dan diperlukan perjalanan waktu.

Apa pun itu, perjalanan waktu The Flash selain untuk memperingatkan Bruce tentang ancaman di masa depan, sepertinya juga memiliki agenda lain. Bagi pembaca komik DC, atau yang pernah menonton serial animasi Justice League: Flashpoint Paradox, atau minimal mengikuti serial The Flash sampai musim ketiga, pasti mengetahui bahwa Barry pernah kembali ke masa lalu dan menyelamatkan ibunya. Tindakan itu berakhir fatal dengan kacaunya masa depan sehingga banyak hal menjadi berbeda.

Bagaimana jika itu adalah agenda lain Barry menjelajah waktu selain memperingatkan Bruce? Bagaimana juga jika itu adalah plot utama dari film The Flash yang masih terus mengalami penundaan? Bagaimana juga jika pada akhir film The Flash nanti—jika memang jadi dibuat—akan menghasilkan kekacauan di masa depan? Kekacauan itu berupa Batman yang diperankan oleh Robert Pattinson, munculnya Joker versi Joaquin Phoenix, atau bahkan hilangnya event Justice League.

Kekacauan ini, ironisnya, justru yang bisa menjadi alasan kenapa banyak proyek film DC yang tampak tidak terhubung satu sama lain. Semuanya bisa dijawab dengan satu alasan yaitu Barry Allen mengacaukan waktu.

Konflik dengan Steppenwolf

Salah satu timeline alternatif dari efek perjalanan waktu Barry adalah Bruce yang mengumpulkan para superhero dan membentuk Justice League. Di sini, kejadiannya akan mirip dengan film Justice League versi teatrikal, hanya saja dengan penambahan-penambahan adegan dan dihilangkannya humor-humor tidak penting. Masa lalu tentang penyerangan Darkseid, kalahnya dewa-dewa lama, Superman dihidupkan kembali menggunakan motherbox, Steppenwolf menyerang, para pahlawan siap, dan mereka berhasil mengalahkannya.

Steppenwolf yang kalah akhirnya melapor ke Darkseid, sehingga membuat sang musuh besar ini terpaksa turun tangan. Saya cukup yakin rencana Zack Snyder adalah membuat sekuel di mana Darkseid akan melakukan penyerangan. Pertarungan antara anggota Justice League dan Darkseid terjadi dan berakhir dengan kemenangan para pahlawan super. Menang dari Darkseid, maka Superman tidak akan berinisiatif menjadi pemimpin dunia. Event Knightmare tidak akan terjadi, dan semuanya berakhir bahagia.

Hanya saja sekuel itu tidak akan pernah kita lihat. Alasan utamanya adalah karena Warner Bros tidak mau memproduksi film tersebut, tetapi kalau mau dicocok-cocokkan dengan plot biar masuk akal, tinggal bilang saja bahwa timeline menjadi berbeda karena peristiwa flashpoint yang dilakukan Barry Allen.

Sumber gambar: YouTube Jon Arryn Garza.

BACA JUGA Prediksi Hal-hal Baru yang Akan Muncul lewat Trailer Terbaru Justice League Snyder’s Cut dan tulisan Riyanto lainnya.

Baca Juga:  Panduan Memahami Director's Cut buat Kamu yang Bingung dengan ‘Justice League Snyder's Cut’
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
5


Komentar

Comments are closed.