Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Prabu Yudianto Menjelaskan Cara dan Pentingnya Membangun Serikat Pekerja

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
20 April 2023
A A
Wahai Karyawan Startup, Dosen, dan PNS, Bergabunglah dengan Serikat Pekerja!

Wahai Karyawan Startup, Dosen, dan PNS, Bergabunglah dengan Serikat Pekerja! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebaik-baiknya pekerja adalah yang gabung serikat pekerja, agar tidak dieksploitasi perusahaan!

Tech winter terasa makin dingin. Makin banyak startup gulung tikar atau PHK besar-besaran. Beberapa yang bertahan mulai menerapkan kerja “hardcore” ala Elon Musk. Di lain pihak, para dosen baru mulai mengeluh masalah upah pokok rendah. Belum lagi tanggungan penelitian di tengah tugas mengajar. Para PNS, terutama yang CPNS, juga mengeluhkan beban kerja dan ketidakjelasan upah pokok. Terlebih CPNS juga mengalami masa probation paling panjang: 1 tahun!

Anda satu dari mereka? Maka saya serukan: berserikatlah! Bersatulah satu sama lain! Kalian pantas dan perlu untuk memperjuangkan hak!

Kata serikat memang dipandang negatif, bahkan rendah. Identik dengan buruh kasar di pabrik yang sesak. Sebagian karyawan startup yang lembur dibayar pizza merasa lebih berkelas. Para dosen merasa lebih terdidik. Dan para PNS merasa bukan pekerja, tapi abdi negara dan masyarakat. Sebagian saja sih, entah sebagian kecil apa besar.

Padahal posisi Anda semua adalah yang paling rentan daripada para “buruh” yang berserikat. Dan Anda semua terisap dalam halusinasi yang membuat mudah dieksploitasi. So, buka mata dan telinga mulai sekarang.

Anda diupah, Anda buruh

Buruh diartikan sebagai setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain. Ini bukan kata saya ya, tapi kata UU Ketenagakerjaan Pasal 1 Ayat 3. Mau sementereng apa nama jabatan Anda, kalau menerima upah ya berarti BURUH!

Anda seorang manajer marketing? UX Designer? Social media specialist? Dosen fakultas sastra nuklir? Atau pegawai dinas ketenagakerjaan? Anda masih menerima gaji atau upah dari pemberi kerja? Ya sudah, Anda adalah buruh!

Okelah, mungkin Anda kadung senewen dengan predikat buruh. Maklum, karena sistem sosial memang menjadikan kata “buruh” sedemikian buruk. Toh tidak ada orang tua yang memimpikan anaknya agar jadi buruh kan? Tapi biar jadi PNS. Padahal sama saja!

Baca Juga:

Resign karena Nggak Kuat Menghadapi Stasiun Manggarai Adalah Alasan yang Masuk Akal, Bukan Lemah 

Setelah Tahu Gaji HSE, Saya Langsung Mengubur Mimpi Saya Jadi Dosen. Peduli Setan pada Ilmu Pengetahuan, Dompet Tebal Adalah Kunci!

Kalau Anda masih tidak nyaman, mari sebut diri pekerja. Maka kini Anda perlu serikat pekerja. Intinya memang serikat sih. Dan jangan remehkan peran serikat bagi seorang pekerja.

Serikat pekerja adalah kekuatan Anda

Kenapa UMR Cikarang termasuk tertinggi di Indonesia? Salah satu alasannya adalah kekuatan serikat buruh. Mereka punya kekuatan untuk menekan pengambil keputusan penghitungan UMR tiap tahun. Apalagi Cikarang memang pusat industri, di mana banyak pekerja yang menggantungkan hidup di daerah itu.

Bandingkan dengan Jogja yang minim pabrik. Dunia kerja dikuasai bidang kreatif dan pekerja kantoran modern. Sangat sedikit serikat di Jogja, apalagi serikat dalam perusahaan. Hasilnya, UMR selalu humble. Masalah THR jadi event tahunan. Dan banyak problem dunia kerja lain.

UMR adalah salah satu contoh dari pengaruh serikat buruh dan pekerja dalam hidup Anda. Masih banyak lagi peran serikat buruh dan pekerja. Terutama sistem advokasi dalam menghadapi masalah dengan perusahaan. Dari PHK massal sampai perkara cuti sering melibatkan serikat sebagai kekuatan penekan. Serikat menjadi wasit bagi perusahaan. Mencegah perusahaan untuk bertindak sewenang-wenang pada pekerja.

Serikat buruh dan pekerja juga menjadi pusat edukasi bagi para pekerja. Dari memahami hukum ketenagakerjaan, sampai mengambil sikap dalam menghadapi direksi bajingan. Saya yakin sih, banyak pekerja yang tidak paham hak-hak yang sebenarnya milik mereka. Baru kelabakan ketika ada kasus seperti PHK massal dan potong gaji sepihak. Jika sudah berserikat, Anda telah siap menghadapi itu semua.

Namun menurut saya, serikat buruh dan pekerja punya peran lebih penting: kekuatan massa. Ketika Anda melawan penindasan perusahaan sendirian, tentu besar kemungkinan untuk kalah. Entah diasingkan di kantor, sampai PHK tanpa alasan jelas. Namun jika Anda berdiri dengan sesama pekerja, perusahaan lebih susah menindas Anda. Apalagi serikat buruh dan pekerja terdaftar di Kemenaker.

Petunjuk singkat mendirikan serikat buruh dan pekerja

Jika bicara serikat legal secara hukum, ada syarat yang harus dipenuhi. Ini berbeda dengan model sindikat yang sifatnya solidaritas tanpa payung hukum pendirian. Tapi kalau serikat buruh dan pekerja legal, tentu harus memenuhi syarat pendirian. Saya sarikan syarat ini dari hukumonline.com.

Pertama adalah keanggotaan. Minimal sebuah serikat memiliki 10 anggota. Lebih banyak lebih baik, apalagi jika seluruh pekerja di sebuah perusahaan bergabung. Anggota ini harus terdaftar dan jelas identitasnya.

Setelah anggota, serikat harus punya AD/ART yang berisi: nama dan lambang; dasar negara, asas, dan tujuan; tanggal pendirian; tempat kedudukan; keanggotaan dan kepengurusan; sumber dan pertanggungjawaban keuangan, dan; ketentuan perubahan anggaran dasar dan/atau anggaran rumah tangga. Ingat, ini organisasi legal. AD/ART adalah syarat penting untuk sebuah serikat buruh dan pekerja diakui.

Ketiga adalah pencacatan di Dinas Tenaga Kerja setempat. Yaitu dalam tingkat kabupaten dan kota tempat perusahaan atau serikat berada menurut AD/ART. Dan terakhir adalah pemberitahuan pada perusahaan jika serikat tersebut berdiri di dalam perusahaan.

Ini ringkasan saja ya. Jika Anda mau tahu lebih detail, bisa konsultasi ke serikat lain atau ke LBH. Namun jika syarat pendirian masih dipandang njelimet, kenapa tidak bergabung dengan serikat yang sudah ada?

Tapi bergabung atau membuat serikat tidak cukup. Seperti anak sendiri, serikat buruh dan pekerja harus dirawat.

Merawat serikat, merawat perjuangan

Konsolidasi untuk berserikat adalah hal penting dalam membangun dan memelihara serikat. Tanpa bergerak bersama, bagaimana serikat pekerja punya kekuatan? Perusahaan punya kapital sebagai kekuatan. Kalau pekerja, ya kekuatan massa. Maka konsolidasi menjadi penting.

Berkumpul dan belajar adalah rutinitas penting serikat sebagai bagian konsolidasi. Mengedukasi sesama pekerja juga penting. Bukan hanya demi kekuatan serikat, namun juga mencegah perusahaan dan pemberi kerja bertindak semena-mena. Jika seluruh pekerja teredukasi, bukankah perusahaan tidak punya celah untuk mengeksploitasi satu dua pekerja.

Banyak cara untuk konsolidasi dan merawat serikat. Baik pertemuan langsung, kelas edukasi pekerja, sampai kampanye di medsos. Semua itu punya tujuan yang sama: membangun kekuatan.

Tentu ini akan memakan tenaga lebih dari Anda. Dan ini yang kadang membuat orang malas berserikat. Tapi coba bandingkan: tenaga untuk merawat serikat lebih kecil dibandingkan lembur tanpa upah dan kerja yang dikerjain. Jadi, kenapa tidak?

Ikut serikat bisa dipecat? Mitos!

Saya paham keresahan ini. Banyak yang masih termakan hoaks tentang serikat. Pertama jelas masalah pemecatan. Banyak yang bilang berserikat itu dilarang perusahaan. Bahkan bisa sampai dipecat. Padahal serikat buruh dan pekerja ini dilindungi undang-undang! Melarang dan menghalangi sebuah serikat itu melanggar melanggar Pasal 43 jo. Pasal 28 UU Serikat Pekerja. Dan ini hukum pidana yang bisa membuat pimpinan perusahaan atau jajaran direksi yang melarang dibui.

Ada juga yang bilang bahwa anggota serikat pekerja susah cari kerja. Lha ini sih saya tidak perlu pakai dasar hukum lagi. Buktinya para anggota serikat di berbagai daerah tetap bekerja kan? Menghalangi seseorang berserikat dengan mencegah mendapat pekerjaan itu juga melanggar undang-undang lho!

Serikat juga sering dibilang penyedot upah. Ini sih akan kembali ke serikatnya. Memang ada iuran di banyak serikat. Tapi Anda berhak mendapat transparansi pengelolaan dana iuran ini. Serikat wajib terbuka pada anggotanya perkara keuangan ini. Dan para oknum korup serikat wajib diberantas seperti direksi yang menindas.

Masih banyak lagi mitos tentang serikat. Sekali lagi, Anda bisa berkonsultasi pada serikat buruh dan pekerja terdekat. Mereka akan terbuka dalam menjawab keresahan Anda.

******

Serikat pekerja bukan barang asing. Justru jadi barang penting dalam hidup seorang pekerja. Apa pun posisi dan jabatannya. Maka jangan ragu berserikat. Bukan untuk keren-kerenan, apalagi cari proyek. Tapi untuk situasi bekerja yang lebih baik.

Jika Anda masih antipati dengan serikat atau kata buruh, selamat. Karena Anda sudah jadi alat terbaik perusahaan. Menjadi mesin yang bisa dieksploitasi dan dibuang kalau mati. Enak to? Jadi abdi yang bisa diinjak asal tidak disebut buruh?

Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pengakuan Andin, Perempuan Pekerja Startup: Cuma Aku yang Ikut Demo, Lainnya Melongo

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 April 2023 oleh

Tags: BuruhDosenkaryawan startuppekerjapnsserikat pekerja
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Nasi Box untuk Dosen Penguji, Sebuah Gratifikasi atau Penghormatan?

Nasi Box untuk Dosen Penguji, Sebuah Gratifikasi atau Penghormatan?

7 Februari 2020
Pengumuman Tes CPNS Membuat Banyak Fresh Gradute Merasa Salah Jurusan

Pengumuman Tes CPNS Membuat Banyak Fresh Gradute Merasa Salah Jurusan

19 November 2019
Pengalaman Karyawan Restoran Vegan dan Vegetarian yang Tidak Dirasakan Karyawan Restoran Biasa

Pengalaman Jadi Karyawan Restoran Vegan dan Vegetarian yang Tidak Dirasakan Karyawan Restoran Biasa

14 Mei 2024
Dosen Munafik Berhenti Belajar, Tapi Sok Paling Tahu (Unsplash)

Dosen Munafik Maksa Mahasiswa Baca Jurnal Biar Skripsi Makin Canggih, tapi Dia Sendiri Nggak Pernah Baca Jurnal Lagi Sejak Lulus S2

18 Oktober 2025
Jangan Jadikan PNS sebagai Jalur Utama Karier, Justru Jadikan PNS sebagai Pilihan Terakhir!

Jangan Jadikan PNS sebagai Pilihan Utama Karier, Justru Jadikan PNS sebagai Pilihan Terakhir!

2 September 2024
3 Sisi Gelap Profesi Buruh Pabrik (Unsplash.com)

3 Sisi Gelap Profesi Buruh Pabrik

10 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi Mojok.co

Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi

24 Februari 2026
Jalan Kertek Wonosobo, Jadi Pusat Ekonomi tapi Bikin Sengsara (Unsplash)

Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo Mematikan, tapi Pemerintah, Warga, hingga Ahli Klenik Saja Bingung Cari Solusinya

24 Februari 2026
Flyover Kalibanteng: Labirin Aspal yang Lebih Ruwet daripada Alasan Putus Mantan Saya

Flyover Kalibanteng: Labirin Aspal yang Lebih Ruwet daripada Alasan Putus Mantan Saya

25 Februari 2026
Sisi Gelap Jalan Pantura Situbondo: Gelap, Banjir, dan Jalan Berlubang Bikin Jalan Ini Begitu Gawat!

Sisi Gelap Jalan Pantura Situbondo: Gelap, Banjir, dan Jalan Berlubang Bikin Jalan Ini Begitu Gawat!

28 Februari 2026
5 Barang Private Label Indomaret yang Ternyata Lebih Unggul Dibanding Merek-merek yang Sudah Besar Mojok.co

5 Produk Private Label Indomaret yang Ternyata Lebih Unggul Dibanding Merek yang Sudah Besar

25 Februari 2026
Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang Mojok.co

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

23 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.