Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Plis ya, Obrolan Pengalaman Seks dan Edukasi Seks Itu Hal yang Berbeda!

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
14 Juni 2022
A A
Plis ya, Obrolan Pengalaman Seks dan Edukasi seks Itu Hal yang Berbeda!

Plis ya, Obrolan Pengalaman Seks dan Edukasi seks Itu Hal yang Berbeda! (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Perkara edukasi seks, kita semua pemula. Itu yang bisa saya tangkap dari konten pengalaman seks (ngawur) yang diunggah oleh salah satu kanal YouTube yang dibalut embel-embel “edukasi seks”. Mengusung konsep obrolan gaul dengan mengangkat tema yang katanya “edukasi seks”, video dari kanal YouTube menunjukkan bahwa masih banyak pihak yang (benar-benar) nggak paham apa itu edukasi seks.

Kita bahas definisinya dulu, agar ada batasan jelas dalam pembahasan ini. Edukasi seks adalah kegiatan untuk mengajarkan mengenai kesehatan reproduksi. Tujuannya, untuk menyadarkan pentingnya kesehatan reproduksi dan batas-batas tentang reproduksi. Sehingga, tindakan pelecehan seksual serta penyakit menular bisa dicegah.

Definisinya udah jelas banget ya. Harusnya, tak ada lagi salah paham di sini. Lanjut.

Lumrahnya, ketika membicarakan tentang edukasi seks, kita akan mengundang orang yang capable dan paham mengenai isu ini. Yang dibahas harusnya tentang kesehatan reproduksi, batasan, risiko, dan pencegahan. Kenapa meminta orang yang capable dan paham untuk berbicara? Ya agar info yang disampaikan valid dan bisa dipertanggungjawabkan. Orang dapat kebenaran, bukan yang mereka pikir itu benar. Beda lho ya.

Masalahnya, yang ada di konten tersebut berbeda. Mereka tak membicarakan itu. Yang dibicarakan adalah pengalaman seks dan cerita-cerita yang justru berlawanan dengan esensi edukasi seks itu sendiri.

Jika mereka memang paham tentang edukasi seks, nggak mungkin dong mereka menjalani cinta satu malam atau ONS. Seseorang yang sudah teredukasi tentang seks, bakalan mikir ulang untuk melakukan hubungan seks dengan orang yang baru dikenal kurang dari satu malam. Tentu hal ini sudah berseberangan dengan ajaran edukasi seks yang semestinya karena rentan terkena penyakit menular seksual.

Selain itu, apa iya seseorang yang paham tentang edukasi seks akan menggunakan istilah-istilah “bungkus”? Seolah manusia itu hanya sebuah obyek mainan yang bisa digunakan atau dibuang begitu saja ketika sudah tidak terpakai.

Kalau memang mau bahas seks bebas sebagai tema edukasi, ya nggak apa-apa. Asal yang dibicarakan adalah risiko dan efek-efek yang ada. Bukan malah sharing tentang pengalaman pribadi sebagai pemain dan malah memberi tips bagaimana agar nggak baper ketika FWB-an.

Baca Juga:

Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi

3 Sisi Gelap Jembatan Suramadu yang Bikin Wisatawan Enggan Balik Lagi ke Madura

Jika memang video itu berisi tentang edukasi seks kenapa harus ada peringatan di awal video? Entah itu terkait batasan umur yang menonton ataupun imbauan untuk memakai earphone. Lah, emang edukasi seks setabu apa hingga orang lain tak boleh mendengarkanya dan hanya boleh dinikmati sendiri?

Terkait batasan saya setuju, untuk pemberian materi edukasi seks memang ada tahap perkembangannya. Namun bukan berarti anak-anak itu tidak boleh tahu tentang hal itu. Kenapa anak-anak belum dijelaskan secara mendetail, yah karena anak-anak masih susah menangkapnya kalau dijelaskan semuanya. Coba saja jelasin ke anak SD  tentang fungsinya tuba falopi itu apa? Skrotum itu untuk apa? Jangankan anak kecil, pas ujian SMA pertanyaan ini muncul saja saya langsung ngelag.~

Itulah alasan utama kenapa pada tahap anak-anak hanya diajarkan pengetahuan dasar saja. Tapi apakah anak-anak nggak boleh tahu? Tentu saja boleh. Toh, pengetahuan soal sistem reproduksi ini merupakan hak setiap orang yang punya alat reproduksi. Lagi pula konten mereka ini juga aneh. Sudah tahu kontennya untuk umur 21 ke atas, tapi kok ya bisa-bisanya mengundang talent yang usianya masih di bawah 20 tahun. Nggak konsekuen banget.

Sebenarnya mereka mau sharing tentang pengalamannya melakukan hubungan seksual berganti-ganti pasangan atau tentang gaya berhubungan seks di atas genting, itu hak mereka selaku pembuat konten. Yang menjadi masalah di sini, sharing pengalaman seks mereka itu dilabeli sebagai bentuk dari edukasi seks. Hal ini tentu akan berdampak tentang pergeseran makna dari edukasi seks itu sendiri.

Saya padahal sudah mencoba untuk berpikir positif saat membaca caption di video mereka saat mengatakan bahwa di menit 40 pembahasannya akan berisi tentang edukasi seks. Tapi, sampai menyelesaikan beberapa video, saya belum menemukan edukasinya di mana. Memang benar di detik-detik terakhir mereka itu mengatakan untuk memakai kondom ketika berhubungan, hati-hati penularan HIV, dan waspada ketika bergonta ganti pasangan, tapi nasihat itu kayaknya lebih cocok untuk mereka konsumsi sendiri ketimbang dibagi pada orang lain. Lah, yang merupakan pelaku hubungan seks aktif mereka, yang suka bergonta ganti pasangan juga mereka, kan aneh kalau tiba-tiba mereka memberi wejangan seperti itu setelah dari detik pertama hingga menit 40 mereka koar-koar tentang seks bebas. Nggak habis pikir.

Ketika mereka menuliskan di caption, “Kenapa sih selama ini seputaran s3x itu selalu tabu?”. Yah, jawabannya sudah jelas sekali. YA KARENA ULAH MEREKA INI. Gara-gara konten semacam ini, orang-orang yang benar-benar serius dalam mengedukasi masyarakat akan pentingnya pendidikan seks, justru ternodai karena konten-konten nggak penting kayak gini.  Hal yang tadinya tabu untuk diperbincangkan, bisa saja semakin tambah tabu karena hal ini.

Terus mereka masih bisa pede nanya bahas seks itu tabu? Becanda aja lau.

Penulis: Reni Soengkunie
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Wahai Orangtua, Pendidikan Seksual Bukan Tutorial Senggama

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 14 Juni 2022 oleh

Tags: edukasi seksmiskonsepsipilihan redaksiseks bebas
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

K-Meals McD x NewJeans Lebih Baik daripada BTS Meal

K-Meals Kolaborasi McD x NewJeans Lebih Baik daripada BTS Meal, ARMY Udah Ngiri Belum sama Bunnies?

15 Juli 2023
Barista Jogja: Antara Seksi, Romantis, dan Upah Kelewat Rendah

Membongkar Alasan Barista Jogja Diupah Begitu Rendah

4 Oktober 2022
Desain Hyundai STARGAZER Curi Perhatian, tapi Maknanya Nggak Sembarangan Terminal Mojok.co

Desain Hyundai STARGAZER Curi Perhatian, tapi Maknanya Nggak Sembarangan

22 Juli 2022
Top 5 Indomie Goreng Terenak yang Pernah Ada Terminal Mojok

Top 5 Indomie Goreng Terenak yang Pernah Ada

27 Maret 2022
rachel vennya kabur dari karantinaa

Sampai Kapan Kita Rela Dikangkangi Influencer seperti Rachel Vennya?

16 Oktober 2021
KA Taksaka Nggak Perlu Bergelar Argo untuk Jadi Primadona dan Anak Emas KAI

KA Taksaka Nggak Perlu Bergelar Argo untuk Jadi Primadona dan Anak Emas KAI

15 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

31 Januari 2026
Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib Mojok.co

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

1 Februari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam
  • Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.