Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Pinjol Biaya Kuliah: Pemerintah yang Nggak Mampu dan Nggak Punya Malu

Muhammad Arief Bimaputra oleh Muhammad Arief Bimaputra
17 September 2022
A A
Pinjol Biaya Kuliah: Pemerintah yang Nggak Mampu dan Nggak Punya Malu

Pinjol Biaya Kuliah: Pemerintah yang Nggak Mampu dan Nggak Punya Malu (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada pinjol untuk bayar biaya kuliah itu aneh. Tugas pemerintah kan memastikan rakyatnya dapat pendidikan, masak sekarang jadi urusan pinjol?

Saya tahu kalian paham fakta ini, tapi saya ingin memulainya dengan kalimat ini: biaya pendidikan, terlebih biaya kuliah, di Indonesia tak lagi masuk akal. Sudah biayanya tak masuk akal, peningkatan upah di Indonesia begitu kecil. Tentu saja ini mengkhianati tujuan yang kerap digaung-gaungkan: mencerdaskan kehidupan bangsa. Bagaimana bisa cerdas kalau mau sekolah aja susah?

Semua bersumber dari privatisasi dan komersialisasi pendidikan. Barang yang harusnya bisa diakses, malah dijadikan sumber cuan. Saya benar-benar nggak habis pikir sama fenomena tersebut. Dan lebih parahnya lagi, ada pihak baru yang berusaha mengambil keuntungan dari mumetnya rakyat ini: fintech yang menyediakan pinjaman untuk biaya kuliah.

Edan iki, Lur.

Bagi saya menggunakan, paylater untuk membeli barang-barang tertentu adalah hal yang sah-sah saja untuk dilakukan. Akan tetapi, tidak untuk membayar kuliah. Seharusnya aksesibilitas pendidikan itu dilindungi negara, bukan malah negara jualan pendidikan dan menyediakan fitur ngutang dulu.

Pola pikirnya lho, tolong.

Sialnya hal yang seharusnya tidak terjadi di Indonesia tersebut telah terjadi. Waktu itu saya sedang menunggu lampu merah ketika melihat banner iklan yang mempromosikan jasa pinjaman untuk bayar kuliah. Sontak dalam hati saya terus-terusan mengutuk hingga lampu hijau menyala. Saya tidak menyangka di negara Indonesia yang salah satu tujuan kemerdekaannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa malah mengizinkan adanya fintech pinjaman online khusus untuk membayar kuliah.

Sakit hati yang saya rasakan tidak hanya berhenti di situ saja. Setelah sampai kos saya langsung mengecek website fintech tersebut dan saya menyesal karena telah melakukan itu. Di salah satu kolom testimoni fintech tersebut terdapat dua mahasiswa perguruan tinggi negri yang menjelaskan pengalamannya menggunakan pinjaman online untuk membayar kuliah.

Baca Juga:

6 Beasiswa yang Sebaiknya Dihindari Mahasiswa karena Berpotensi Menjebak

Pengalaman Mahasiswa KIP Kuliah yang Nekat Pinjol: Awalnya Merasa Butuh tapi Malah Kecanduan dan Berakhir Menderita

Bayangkan, mahasiswa perguruan tinggi negeri yang seharusnya biaya kuliahnya disesuaikan dengan kemampuan finansialnya masih harus menggunakan pinjaman online untuk membayar kuliahnya. Lantas apa bedanya perguruan tinggi negeri yang katanya lebih murah daripada perguruan tinggi swasta?

Apa jangan-jangan negara ini negara swasta? Wqwqwq bercanda, Lur.

Dengan adanya fintech pinjol untuk bayar biaya kuliah yang telah disetujui OJK kan berarti pemerintah Indonesia mengakui bahwa pendidikan di Indonesia itu terlalu mahal. Mahasiswa perguruan tinggi negeri harus ngutang dulu untuk membayar kuliah. Apa Pemerintah Republik Indonesia ini tidak malu dengan terang-terangan mengkhianati tujuan kemerdekan Republik ini? Semisal tidak punya kemampuan dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi yang inklusif, minimal punya malu lah. Masa diborong dua-duanya, udah nggak mampu, nggak punya malu pula. Memang di negara ini kita tidak hanya krisis pejabat negara yang kompeten, kita juga krisis pejabat negara yang punya malu.

Akhir kata memang ada baiknya kita semua mulai tidak menaruh harapan apa pun pada negara ini, terlebih tentang biaya kuliah. Karena kalau kata orang harapan adalah sumber kekecewaan. Meskipun begitu pada akhirnya saya terus berharap meskipun telah berkali-kali dikecewakan. Entah kenapa.

Penulis: Muhammad Arief Bimaputra
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Selamat Datang di Perguruan (Harga) Tinggi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 September 2022 oleh

Tags: biaya kuliahfintechpendidikan tinggipinjol
Muhammad Arief Bimaputra

Muhammad Arief Bimaputra

Mahasiswa HI yang suka menulis dan haha-hihi.

ArtikelTerkait

Pengalaman Mahasiswa KIP Kuliah yang Nekat Pinjol: Awalnya Merasa Butuh tapi Malah Kecanduan dan Berakhir Menderita

Pengalaman Mahasiswa KIP Kuliah yang Nekat Pinjol: Awalnya Merasa Butuh tapi Malah Kecanduan dan Berakhir Menderita

16 Juli 2025
UKT PTN Indonesia Makin Mahal, Mending Kuliah ke 5 Negara Ini Saja. Biaya Kuliah Murah dan Kualitasnya Lebih Baik Mojok.co

UKT PTN Indonesia Makin Mahal, Mending Kuliah ke 5 Negara Ini Aja. Biaya Kuliah Murah dan Kualitasnya Lebih Baik

21 Mei 2024
Subsidi Silang Dunia Pendidikan: Niat Baik yang Berakhir Begitu Buruk

Subsidi Silang Dunia Pendidikan: Niat Baik yang Berakhir Begitu Buruk

12 Januari 2023
Fakultas Kedokteran, Fakultas Paling Terhormat Melebihi Semuanya (Unsplash)

Fakultas Kedokteran, Fakultas Paling Terhormat Melebihi Fakultas Lainnya di Indonesia

8 November 2023
Pinjol Biaya Kuliah: Pemerintah yang Nggak Mampu dan Nggak Punya Malu

5 Sisi Positif Pinjol bagi Kehidupan: Semangat Membara Menghadapi Masalah Keuangan

29 Oktober 2022
Bayar UKT ITB Pakai Pinjol Itu Miris dan Jelas Tidak Bisa Dimaklumi, Niatnya Mencerdaskan Bangsa atau Menyengsarakan Rakyat nih?

Bayar UKT ITB Pakai Pinjol Itu Miris dan Jelas Tidak Bisa Dimaklumi, Niatnya Mencerdaskan Bangsa atau Menyengsarakan Rakyat nih?

27 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

31 Januari 2026
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026
Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

31 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.