Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Memindahkan Ibu Kota dari Semarang ke Bawen Itu Cuma Nambah “Pekerjaan Rumah”

Nilla Putri Anggraini oleh Nilla Putri Anggraini
23 Oktober 2025
A A
Memindahkan Ibu Kota dari Semarang ke Bawen Itu Cuma Nambah “Pekerjaan Rumah” Mojok.co

Memindahkan Ibu Kota dari Semarang ke Bawen Itu Cuma Nambah “Pekerjaan Rumah” (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya tinggal di Semarang cukup lama untuk tahu satu hal. Hujan di sini membawa dua hal: aroma tanah basah yang syahdu dan notifikasi berita banjir yang siap bikin jantung dag-dig-dug. Kadang sebelum air benar-benar naik, warga sudah menyiapkan ember, sapu, dan tentu saja doa. 

Kondisi ini mendorong usulan ibu kota Jawa Tengah dipindah dari Semarang ke Bawen muncul. Alasannya sederhana saja, topografi Bawen lebih tinggi daripada Semarang. Saya merasa usulan itu patut dipertanyakan. Sebab, pertimbangan suatu daerah menjadi ibu kota sebaiknya tidak cuma dari ketinggian tanah saja. Perlu juga dipertimbangkan faktor aksesibilitas, ekonomi, hingga pengelolaan sehari-hari. 

Tata kelola kota yang payah memperburuk Semarang

Semarang punya masalah klasik: banjir rob dan penurunan muka tanah. Tapi, menjustifikasi pemindahan ibu kota hanya karena Semarang “terlalu rendah” terkesan sempit. Seolah persoalan kota bisa selesai hanya dengan geser titik di peta, padahal akar masalahnya jauh lebih dalam. Ironisnya, sebagian besar bukan soal tanah, tapi tata kelola.

Menurut Badan Geologi Kementerian ESDM (2023), wilayah Pantura, termasuk Semarang, mengalami penurunan muka tanah antara 1 hingga 10 sentimeter per tahun, terutama di kawasan utara seperti Genuk dan Semarang Utara. Penyebabnya bukan sekadar topografi, tapi eksploitasi air tanah, beban bangunan berat di atas tanah lunak, dan pembangunan pesisir yang tidak terkendali.

BRIN (2022) juga menyoroti, kombinasi antara penurunan tanah dan pengelolaan ruang kota yang terbatas membuat genangan makin sering muncul. Angka pasti luas ruang terbuka hijau pun sulit ditemukan. Padahal, ruang terbuka yang cukup memadai penting untuk menahan banjir. Jadi, banjir di Semarang lebih merupakan akibat pola pengelolaan kota, bukan fenomena alam semata.

Kalau ibu kota benar-benar pindah ke Bawen, apakah masalah yang menghantui Semarang selesai? Belum tentu. Memang pusat pemerintahan jadi lebih aman dan kondusif karena bebas banjir. Namun, bagaiamana dengan mereka yang masih di Semarang? Mereka masih akan menghadapi persoalan yang sama. Padahal, Semarang bak kunci bagi daerah sekitarnya. Di sana ada pelabuhan Tanjung Emas, Tol Trans-Jawa, Bandara Ahmad Yani, hingga puluhan universitas seperti UNDIP, Unnes, Unissula, dan perguruan tinggi lainnya.

Menurut BPS (2023), Semarang menyumbang lebih dari 20 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah. Kalau ibu kota pindah, arus ekonomi, transportasi, dan kehidupan sosial akan ikut terguncang.

Butuh dana besar

Belum lagi soal biaya. Memindahkan ibu kota provinsi bukan perkara gampang; berarti membangun semuanya dari nol: kantor pemerintahan, fasilitas publik, perumahan ASN, sampai jaringan transportasi. Menurut simulasi Bappenas (2022), membangun kota administratif baru bisa menelan biaya triliunan rupiah. 

Baca Juga:

Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati

Berharap Terminal Bawen Semarang Segera Berbenah agar Tidak Membingungkan Pengunjung

Memang, biaya untuk memperbaiki Kota Semarang sendiri tidak murah. Tapi, itu lebih baik daripada menambah “pekerjaan rumah” baru dengan membangun ibu kota di Bawen. Mungkin Bawen masih lapang dan lebih tinggi daripada Semarang. Tapi, itu saja tidak cukup. Kalau memang persoalannya banjir, pemerintah provinsi seharusnya serius menyelesaikan banjir. Bukannya malah mengungsi dari Semarang, tanpa memikirkan menata ulang kota ini dengan keberanian dan visi jangka panjang.

Penulis: Nilla Putri Anggraini
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Semarang Langganan Banjir, Sudah Saatnya Ibu Kota Provinsi Pindah ke Bawen biar Warga Nggak Senewen

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Oktober 2025 oleh

Tags: Bawenibu kotaibu kota jawa tengahjatengjawa tengahSemarang
Nilla Putri Anggraini

Nilla Putri Anggraini

Nilla Putri Anggraini, lulusan Sastra Indonesia dengan minat mendalam pada sastra, budaya, jurnalistik, dan dunia kerja kreatif.

ArtikelTerkait

Purwokerto Mulai Tidak Aman Bagi Mahasiswa Pendatang (Unsplash)

Purwokerto yang Sejuk dan Tenteram Mulai Menjelma Menjadi Kota yang Tidak Aman Bagi Mahasiswa Pendatang

5 November 2023
Purwokerto Selatan, Kecamatan Paling Ideal di Banyumas yang Sering Disepelekan

Purwokerto Selatan, Kecamatan Paling Ideal di Banyumas yang Sering Disepelekan

9 Maret 2024
Kampung Pelangi Semarang, Tempat Wisata Paling Overrated di Semarang, Nggak Ada yang Menarik, Terlalu Biasa untuk Disebut Tempat Wisata!

Kampung Pelangi Semarang, Tempat Wisata Paling Overrated di Semarang, Nggak Ada yang Menarik, Terlalu Biasa untuk Disebut Tempat Wisata!

4 Agustus 2024
Kecamatan Kepil, Jalur Penghubung Wonosobo-Magelang yang Mengancam Nyawa Pengendara

Kecamatan Kepil, Jalur Penghubung Wonosobo-Magelang yang Mengancam Nyawa Pengendara

19 Oktober 2023
Jalan Solo Purwodadi Siang Memanjakan, Malam Mengancam (Unsplash)

Jalan Solo Purwodadi Dulu Hancur, Kini Lebar dan Aspalnya Halus tapi Justru Menjebak Sekaligus Berbahaya di Kala Malam

22 April 2024
Rekomendasi 5 Ruang Publik di Solo yang Cocok buat Nongkrong dan Pacaran. Dijamin Lebih Irit Ngumpul di Sini

Rekomendasi 5 Ruang Publik di Solo yang Cocok buat Nongkrong dan Pacaran. Dijamin Lebih Irit Ngumpul di Sini

29 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Innova Reborn, Mobil Zalim yang Mengalahkan Kesalehan Zenix (Wikimedia Commons)

Innova Reborn Mobil yang Nakal dan Zalim, tapi Tetap Laku karena Kita Suka yang Kasar dan Berisik, bukan yang Saleh kayak Zenix

15 Februari 2026
4 Makanan Khas Jawa Tengah Paling Red Flag- Busuk Baunya! (Wikimedia Commons)

4 Makanan Khas Jawa Tengah yang Paling Red Flag, Sebaiknya Tidak Perlu Kamu Coba Sama Sekali kalau Tidak Tahan dengan Aroma Menyengat

17 Februari 2026
5 Masjid Unik Jogja yang Patut Dikunjungi biar Nggak ke Masjid Jogokariyan Melulu Mojok.co

5 Masjid Unik Jogja yang Patut Dikunjungi biar Nggak ke Masjid Jogokariyan Melulu

15 Februari 2026
Realitas Mahasiswa UNNES Gunungpati: Ganti Kampas Rem yang Mengacaukan Keuangan, Bukan Kebutuhan Kampus Mojok.co

Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati

20 Februari 2026
Ilustrasi Bus Bagong Berisi Keresahan, Jawaban dari Derita Penumpang (Unsplashj)

Di Jalur Ambulu-Surabaya, Bus Bagong Mengakhiri Penderitaan Era Bus Berkarat dan Menyedihkan: Ia Jawaban dari Setiap Keresahan

20 Februari 2026
Wisata Wonosobo Enak Dinikmati, tapi Tidak untuk Ditinggali (Unsplashj)

5 Wisata Wonosobo Selain Dieng yang Tak Kalah Indah untuk Dinikmati, meski Nggak Enak untuk Ditinggali

14 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan
  • Salut dengan Ketahanan Yamaha Mio Sporty 2011, tapi Maaf Saya Sudah Tak Betah dan Melirik ke Versi Baru
  • Mall Kokas, Tempat Paling Membingungkan di Jakarta Selatan: Bikin Pekerja “Mati” di Jalan, tapi Diminati karena Bisa Cicipi Gaya Hidup Elite
  • Mobil Pribadi Pilihan Terbaik Buat Mudik Membelah Jawa: Pesawat Terlalu Mahal, Sementara Tiket Kereta Api Ludes Dibeli “Pejuang War” KAI Access
  • Pemilik Kos di Jogja Muak dengan Tingkah Mahasiswa Jakarta: Tak Tahu Diri dan Ganggu Banget, Ditegur Malah Serba Salah
  • Niat Daftar LPDP Berujung Kena Mental, Malah Diserang Personal oleh Pewawancara dan Tak Diberi Kesempatan Bicara

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.