Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Pesta, Peran Penting Tukang Masak dan Kebaikan yang Kalian Peroleh

Milla Lolong oleh Milla Lolong
13 Juli 2019
A A
tukang masak

tukang masak

Share on FacebookShare on Twitter

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefenisikan pesta adalah perjamuan makan minum, bersuka ria dan sebagainya. Tradisi pesta yang menimbulkan keramaian, dan kebiasaan sosial yang terus kami rawat dari waktu ke waktu—iya kami. Pada umumnya bulan Juni hingga Juli adalah bulan bagi orang Flores, Lembata untuk merayakan syukuran atau hajatan—yang lebih keren lagi sebutanya bagi orang Flores, Lembata adalah pesta. Kalian akan menyaksikan kesibukan-kesibukan mulai dari hal yang paling sederhana yakni menyiapkan tempat khusus untuk memasak, bagi tukang masak, yang sebagiannya adalah emak-emak.

Mereka ini—emak-emak tukang masak—yang sekedar duduk bercerita lepas sambil tertawa menyaksikan api bekerja dan kuah daging yang hampir matang beserta aromanya yang khas, sambil sesekali di antara saling mengejek, kegembiraaan yang tak kalian dapat di tempat lain. Yah emak-emak memang selalu dengan caranya paling rahasia untuk sekedar menghilangkan stres.

Kita kembali kepada persiapan tuan pesta, mereka menyiapkan minuman keras terbaik, sampai kepada emak-emak yang menyiapkan gaun baru dan pergi ke salon sekedar mewarnai kuku dan meluruskan rambut. Emang ribet ya emak-emak jaman sekarang—ops, sori ya, emak-emak~

Sudahlah, kalian jangan menganggap enteng peranan emak-emak tukang masak—selain MC yang punya penampilan menarik, ganteng, harus lihai merangkai kata memandu acara pesta—mereka punya keahliah khusus, kata orang. Kata orang sih. Lalu om operator yang walaupun tidak  harus macho tetapi punya seleksi lagu-lagu terbaru mulai dari lagu dolo-dolo, lagu gawi, lagu dera, lagu ja’i, lagu dj, goyang dan lain-lainnya, dan tukang terima tamu di depan pintu masuk, dan masih banyak lagi yang tidak saya sampaikan saat ini. Saya bukan pengamat pesta, saya hanya tetangga tuan pesta.

Kembali pada pembahasan tentang tukang masak, jadi tanpa mereka si emak-emak tukang masak itu pesta tidak akan sempurna. Bayangkan saja jika bumbu racikan tukang masak kurang pas atau kelebihan garam, bayangkan saja. Tamu undangan akan menjadi geram, apalagi bagi emak-emak pegawai kantoran, shopia yang memabukan yang katanya kadar alkoholnya 40%—shopianya orang kami loh—minuman keras itu akan menjadi hambar di mulut bapak-bapak, dan mungkin setelah esok harinyaa akan menjadi bahan cerita di kantor, di kampus, di dalam angkutan umum, di sawah. Jika hal itu terjadi maka akan merusak nama baik tuan pesta, apalagi jika si tuan pesta adalah seorang mosalaki atau kepala suku. Jadi sekali lagi jangan meremehkan tugas emak-emak tukang masak yang ada di belakang itu, walaupun ada di belakang. Emak-emak tukang masak upah kalian besar di surga.

Pesta, tetangga, peranan penting tukang masak, dan anak rantau atau kuliahan mempunyai hubungan, punya keterkaitan. Ops kaget—saya juga yang sedang merantau sekarang. Ada beberapa keuntungan remeh temeh yang akan saya sampaikan di sini. Nah, kita mulai

1. Menghemat Biaya Makan Sehari

Jika bergabung bersama tukang masak di tempat pesta tetangga, kalian anak kos, pasti akan menghemat biaya makan sehari. Percayalah, setelah masak kalian—eh, kita akan dapat jatah makan siang dan malam, dengan catatan sampai malam kalau kalian tanam kaki sampai malam. Segala kecapaian pasti dibayar dengan hal sederhana yakni jatah makan.

Baca Juga:

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

Anak Muda Muak Hidup di Wonogiri, Cari Kerja Susah apalagi yang Memberi Upah Layak

2. Kalian akan Belajar Resep Memasak yang Baik

Bagi kalian perempuan-perempuaan manis calon sarjana dan para calon istri pemuda baik-baik pilhan hati, pemuda titipan Tuhan yang nantinya anak membangun bahtera rumah tangga dan memberikan cinta, perhatian, sajian kopi pagi dan sore, teman diskusi, teman berdebat, jangan lupa menyiapkan hidangan makanan masakanmu sendiri. Sebab jika tidak lelakimu akan mencari makan di luar rumah, bosan padamu dan pada akhirnya wahai perempuan-perempuan kalian tahu sendiri apa yang saya maksudkan ini. Lelakimu akan nyaman dengan perempuan lain dan terjadilah yang dinamakan perselingkuhan. Oleh karena itu bergabung bersama emak-emak tukang masak sangatlah penting, kalian akan belajar resep masak baik memasak daging, sayur-sayuran sampai kepada membuat lawar yang tidak kelebihan lombok dan garam agar tidak pedis dan tidak asin di lidah.

3. Tidak Dikucilkan dan Dikenang

Sebagai orang baik kalian harus bergabung bersama tetangga agar tidak dikucilkan atau menjadi bahan gosip dari masyarakat sekitar khususnya tetangga kalian. Kalian harus hidup rukun dan berbuat baik dengan tetanga. Lalu hal sederhana yang kalian lakukan itu akan dikenang oleh tetangga, mungkin namamu akan disebut walaupun sudah selesai kuliahmu dan kalian kembali ngangur atau bekerja di kampung halamanmu.

4. Menerapkan Sikap Sosial

Dan yang paling penting dari ke-tiga hal di atas adalah sikap sosial, menyadari bahwa kami adalah makluk sosial, di mana hidup harus saling membutuhkan, saling melengkapi. Satu hari sebelum pesta terjadi kalian akan mendapati tetangga-tetangga rumah berdatangan tidak hanya untuk menjadi tukang masak, tetapi lebih dari itu, ada junjungan di atas kepala mereka masing-masing kalian tahu isinya,  mereka membawa dari apa yang mereka punya untuk saling melengkapi. Kami di Flores hidup dengan kebiasaan sosial kami yang terus di rawat, terutama sikap sosial. Nah, bagaimana dengan kalian?

Oke, saya rasa cukup. Yang terakhir kapan kita berdua bergandengan mengikuti pesta?

Ende, malam yang dingin setelah pulang dari tempat pesta 2019

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2022 oleh

Tags: anak mudabertetanggaFloresnorma sosialtradisitradisi pestatukang masak
Milla Lolong

Milla Lolong

ArtikelTerkait

Dari Semua Cemilan, Kenapa Hanya Rengginang yang Jadi Isi Kaleng Khong Guan? toples khong guan meme khong guan terminal mojok.co

Dari Semua Cemilan, Kenapa Hanya Rengginang yang Jadi Isi Kaleng Khong Guan?

6 Januari 2021
Menampik Stigma Masyarakat Madura yang Selalu Dibilang Keras dan Beringas terminal mojok.co

Menampik Stigma Masyarakat Madura yang Selalu Dibilang Keras dan Beringas

6 Desember 2020
Sebagian Ibu-ibu Adalah Pencinta Kresek Hitam Garis Keras terminal mojok.co

Sebagian Ibu-ibu Adalah Pencinta Kresek Hitam Garis Keras

12 November 2020
Alasan Orang Tua Tidak Memasukkan UT sebagai Pilihan Kampus Anaknya

3 Ciri Orang Tua yang Nggak akan Dihormati Anak Muda

7 September 2021
generasi z

Generasi Z: Satu Cerita, Banyak Sedihnya

23 Mei 2019
Metatah, Upacara Potong Gigi Orang Hindu Bali yang Beranjak Dewasa terminal mojok

Metatah, Upacara Potong Gigi Orang Hindu Bali yang Beranjak Dewasa

6 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua Mojok.co

Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua

7 Agustus 2026
Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang kalah sama Indomaret (Wikimedia Commons)

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang jualan barang entar pasti kalah sama Indomaret

7 Agustus 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Setelah akad KPR rumah, saya baru sadar bahwa beli rumah bukannya jadi solusi, tapi justru jadi masalah baru

1 Agustus 2026
Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura Mojok.co

Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura

3 Agustus 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Niat ikut organisasi mahasiswa di UIN cuma mau cari teman, malah jadi terpaksa ikut pengkaderan yang rumit

31 Juli 2026
Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara dangdut D’Academy Mojok.co

Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara Dangdut Academy

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.