Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Bagi Saya, Pesisir Utara Buleleng Bali Istimewa, Bukti Nyata Bhinneka Tunggal Ika

Taufan Atalarik oleh Taufan Atalarik
10 Oktober 2023
A A
Bagi Saya, Pesisir Utara Buleleng Bali Istimewa, Bukti Nyata Bhinneka Tunggal Ika bule

Bagi Saya, Pesisir Utara Buleleng Bali Istimewa, Bukti Nyata Bhinneka Tunggal Ika (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pesisir utara Buleleng Bali menyimpan keistimewaan yang belum tentu bisa kita temui di tempat lain. Di sini, warga beragama Islam berbaur harmonis dengan orang-orang Hindu. Bahkan ada juga vihara yang didirikan di sini bagi penganut agama Buddha.

Terus terang sebagai anak rumahan, saya nyaris nggak pernah main keluar jauh selain bareng keluarga atau teman. Saya lahir dan menghabiskan masa kecil hingga kelas 3 MI di Kota Denpasar sebelum akhirnya pindah ke Malang hingga lulus SMK. Dulu sebelum pindah ke Malang, kalau sedang libur sekolah, saya dan kedua kakak saya diajak ke kampung halaman orang tua kami, tepatnya ke Surabaya (tempat asal ibu saya) dan Buleleng (tempat asal ayah saya).

Kali ini, saya akan membicarakan soal daerah asal ayah saya yang letaknya di pesisir utara Buleleng Bali, tepatnya di Desa Seririt. Buat kalian yang belum tahu, Desa Seririt merupakan pusat pemerintahan Kecamatan Seiririt, kecamatan paling utara dari Kabupaten Buleleng Bali yang berbatasan langsung dengan Laut Bali di sebelah utara dan Kabupaten Jembrana di sebelah selatan-barat daya.

Buat saya, daerah pesisir utara Buleleng Bali ini begitu istimewa. Sebab, daerah ini adalah bukti nyata Bhinneka Tunggal Ika yang selama ini kita pelajari di bangku sekolah.

Islam di wilayah pesisir utara Buleleng Bali

Seririt memiliki populasi minoritas Muslim yang cukup signifikan. Ada yang keturunan pelaut Bugis yang kemudian menetap di Bali, ada orang Bali asli dan memeluk agama Islam secara turun temurun, dan ada pendatang baru dari berbagai daerah, umumnya dari Jawa Timur. Ayah saya sendiri termasuk golongan pertama.

Sejarahnya begini. Pada pertengahan abad ke-17, ada sejumlah pelaut Bugis yang berlayar dari kampung halaman mereka ke sejumlah titik di Bali-Nusa Tenggara, salah satunya di Seririt. Tujuan utama mereka adalah berdagang, namun ada juga yang berdakwah menyebarkan agama Islam. Atas izin kerajaan setempat, mereka akhirnya membangun tempat tinggal sendiri dan hak mereka dijamin. Maka nggak usah heran kalau kini umat Islam hidup berdampingan dengan umat Hindu di Seririt. Tak jarang, lantunan azan masjid terdengar bersahutan dengan lantunan Puja Trisandya dari pura.

Tak hanya itu, umat Islam dan Hindu di pesisir utara Buleleng Bali ini juga punya tradisi makan bersama yang dinamakan mekelah. Tradisi mekelah awalnya dilakukan dengan hidangan nasi dan lauk-pauk yang digelar di atas daun pisang dan dimakan langsung dengan tangan. Namun seiring perkembangan zaman, daun pisang makin sulit dicari dan akhirnya tradisi mekelah sekarang memakai piring dan sendok garpu modern.

Tradisi mekelah (Dokumentasi Pribadi)
Tradisi mekelah menggunakan daun pisang (Dokumentasi Pribadi)

Saya sendiri pernah merasakan mekelah gaya modern ini bersama keluarga ayah dan kerabat mereka di Seririt. Ibu saya yang sempat merasakan mekelah dengan daun pisang ala zaman dulu.

Baca Juga:

Pengalaman Motoran Banyuwangi-Bali: Melatih Kesabaran dan Mental Melintasi Jalur yang Tiada Ujung  

Fakta Kerja di Bali Tidak Seindah Kata Orang

Ada vihara di sini

Di Desa Banjar Tegeha, Kecamatan Banjar, yang berjarak sekitar 15-20 menit dari Seririt, ada sebuah vihara bernama Brahma Vihara Arama. Vihara yang masih masuk dalam wilayah pesisir utara Buleleng Bali ini merupakan vihara terbesar di Pulau Dewata dan didirikan pada tahun 1969.

Awalnya, vihara ini dibangun dengan luas yang tak seberapa karena hanya difungsikan sebagai tempat ibadah umat Buddha. Namun seiring berkembangnya penataan vihara, luasnya menjadi semakin bertambah. Barulah pada tahun 1973 vihara juga dibuka untuk wisata. Sejak itu, banyak wisatawan yang datang ke pesisir utara Buleleng menyempatkan diri mampir ke Brahma Vihara Arama. Bahkan pada tahun 1982, vihara ini pernah dikunjungi Dalai Lama XIV.

Walaupun sebagian besar arsitektur Brahma Vihara Arama didominasi arca Buddha, pohon bodhi, stupa (yang terinspirasi dari stupa Candi Borobudur), dan pagoda, pengaruh arsitektur Bali masih dapat terlihat di sini. Gerbang masuk vihara ini diapit dua gapura khas Bali. Sungguh perpaduan yang menyejukkan hati.

Walaupun saya terakhir kali berkunjung ke pesisir utara Buleleng tahun 2018 lalu, saya bisa memastikan bahwa daerah ini adalah perwujudan Bhinneka Tunggal Ika yang sebenar-benarnya, setidaknya bagi saya pribadi. Kalau kalian liburan ke Bali, sempatkanlah mampir ke daerah pesisir utara Buleleng ini. Jangan lupa berkunjung ke Desa Seririt dan Brahma Vihara Arama. Saya jamin, perasaan kalian bakal terasa hangat saat mengunjungi tempat ini.

Penulis: Taufan Atalarik
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kalau Artis dan Bule Pindah ke Bali, Terus Orang Bali Mau Ngungsi ke Mana?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Oktober 2023 oleh

Tags: baliBulelenghinduMasjidpesisir utara Bulelengvihara
Taufan Atalarik

Taufan Atalarik

Lulusan S1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang UGM yang tertarik mendalami penerjemahan media populer, termasuk video game, animasi, literatur, dsb.

ArtikelTerkait

Rujak Kuah Pindang, Kuliner Khas Bali yang Jarang dilirik Pelancong Terminal Mojok

Rujak Kuah Pindang, Kuliner Khas Bali yang Jarang dilirik Wisatawan

23 Januari 2022
Nggak Mau Sandal Hilang Sewaktu Salat di Masjid, tapi Enggan Tertib Saat Menyimpannya

Nggak Mau Sandal Hilang Sewaktu Salat di Masjid, tapi Enggan Tertib Saat Menyimpannya

15 Februari 2020
Surat Terbuka untuk Elite UNS yang Suka Berantem (Wikimedia Commons) pkkmb tempat ibadah

UNS, Kampus Pertama dengan 6 Tempat Ibadah

13 September 2023
Suka Duka Pakai Sandal Swallow 05 D, Sandal Sejuta Umat terminal mojok.co sandal jepit sehun exo

4 Tips agar Sandal Aman Ketika Salat Tarawih di Masjid. #TakjilanTerminal14

19 April 2021
9 Masjid Terdekat dari Tugu Jogja

9 Masjid Terdekat dari Tugu Jogja, Semuanya Aman dan Terawat

3 April 2022
Ironi Jalur Satu Arah di Indonesia: Jalur yang Harusnya Bebas Macet, tapi Jadi Nggak Berguna karena Kiri Kanannya Isinya Kendaraan Parkir

Ironi Jalur Satu Arah di Indonesia: Jalur yang Harusnya Bebas Macet, tapi Jadi Nggak Berguna karena Kiri Kanannya Isinya Kendaraan Parkir

22 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup Mojok.co

4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup

12 Mei 2026
UT Adalah Teman bagi Orang-orang yang Mengejar Mimpi dalam Sunyi Mojok

UT Adalah Teman bagi Orang-orang yang Mengejar Mimpi dalam Sunyi

9 Mei 2026
Motor dan Helm Hilang Itu Hal Biasa di UNY, Fungsi Satpamnya Saja Juga Ikutan Hilang

Motor dan Helm Hilang Itu Hal Biasa di UNY, Fungsi Satpamnya Saja Juga Ikutan Hilang

9 Mei 2026
5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang kos campur

Pengalaman Hidup di Kos Campur: Sebenarnya Tidak Seburuk Itu, tapi Sebaiknya Memang Jangan Pernah Coba-coba Tinggal

13 Mei 2026
Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso (Unsplash)

Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso: Sebuah Tutorial Merusak Mood Pecinta Bakso Daging Sapi

10 Mei 2026
Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Menunggu Mati (Pixabay)

Merindukan Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Sepi Menunggu Mati

10 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.