Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Fakta Kerja di Bali Tidak Seindah Kata Orang

Rizka Liftia Devi oleh Rizka Liftia Devi
5 November 2025
A A
Fakta Kerja di Bali Tidak Seindah Kata Orang (Unsplash)

Fakta Kerja di Bali Tidak Seindah Kata Orang (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Saat pertama kali tiba untuk kerja di Bali dengan koper dan mimpi besar, Tari merasa semua akan mudah. Dia akan mudah menemukan pantai, senja, dan pariwisata yang gemerlap. Tapi kenyataannya? Dia harus tidur di alas yang tipis, susah mencari kos murah, dan bertahan sendirian di kota penuh harapan dan tekanan.

Persiapan finansial sebelum kerja di Bali

Banyak orang kerja di Bali karena ingin mandiri dan finansial yang stabil. Namun, merantau ke “tempat turis” seperti Bali nggak bisa kalau sekadar “nekat”. Kamu perlu dana memadai. 

ADVERTISEMENT

Tari, yang memutuskan kerja di Bali, berasal dari keluarga dengan ekonomi pas-pasan. Ketika merantau, dia tinggal di kos kecil dengan kasur matras seharga Rp400 ribu per bulan sembari mencari pekerjaan.

Menurut data resmi, Upah Minimum Provinsi (UMP) Bali untuk tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp 2.996.561 per bulan. Di beberapa kabupaten, Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2025 seperti Kabupaten Badung mencapai Rp 3.534.338,88.

Jelas, ini bukan angka yang besar. Oleh sebab itu, pemasukan dan pengeluaran harus seimbang.

Gaji yang masih tergolong rendah

Karena banyak orang berpikir bahwa kerja di Bali berarti gaji tinggi karena pariwisata, sehingga ekspektasi cepat terpenuhi. Nyatanya, meski UMP/UMK cukup tinggi dibanding beberapa daerah, biaya hidup di sana juga lebih tinggi.

Mulai dari transportasi, sewa kos, internet, dan makanan. Semua bisa lebih mahal dari tempat asal. Jika kamu cuma dapat gaji minim sementara tanggungannya banyak, maka kata “mandiri” bisa menjadi beban baru.

Tidak mudah beradaptasi dengan lingkungan baru

Di Jawa, mungkin kamu terbiasa dengan lingkungan yang sudah familiar. Di Bali, selain lingkungan lokal, kamu juga menghadapi pendatang dan turis asing. Tari bercerita. Da bekerja dengan rekan asal Bali yang kadang menunjukkan sikap berbeda terhadap pendatang. Pertumbuhan penduduk dan migrasi ke Bali menambah tekanan pada fasilitas, kos-kosan, dan hubungan sosial.

Baca Juga:

Bali bisa kehabisan air, tapi tenang, kolam vila masih penuh

Kenapa orang Bali jarang liburan ke pantai, padahal tinggal deket pantai?

Adaptasi bukan sekadar kerja keras. Ini soal berdamai dengan kondisi baru, budaya yang berbeda, dan terkadang pandangan “pendatang” dari orang lokal.

Kerja di Bali dan dapat bos bule itu belum tentu “mudah”

Contoh lain, namanya Noval. Dia seorang pendatang yang menyewa motor bulanan dan tinggal di kawasan Seminyak. Noval bekerja untuk bos bule di Canggu dan harus bolak-balik dari kos ke tempat kerja. Dia sering lembur tanpa bayaran tambahan, serta jobdesk di luar tanggung jawab utama.

Cerita seperti ini menunjukkan bahwa walaupun “kerja di Bali” terdengar glamor, kenyataannya bisa menipu. Tetap saja seperti “budak” dan adilnya belum tentu.

Tempat tinggal sulit dan kemacetan jalanan

Selepas pandemi, pendatang lokal maupun asing meningkat cukup tinggi. Akibatnya, kos-kosan murah menjadi langka, harga pada naik, dan area wisata menjadi lebih padat.

Data BPS menunjukkan bahwa distribusi dan kepadatan penduduk Provinsi Bali terus meningkat. Kemacetan dan persaingan mencari tempat tinggal menjadi bagian dari “realita merantau”. Jadi, ada dua beban, pekerjaan + kehidupan sehari-hari yang menantang.

Kerja di Bali bisa tetap menjadi pilihan. Tapi, jangan sampai kamu merantau ke sana dengan masih membawa mitos bahwa Bali itu “hidup santai di pulau indah”. Ingat, intinya adalah bukan sekadar sampai, tetapi bagaimana kamu bertahan hidup di Bali.

Penulis: Rizka Liftia Devi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Orang Bali Sulit Menikmati Wisata di Tanah Kelahirannya Sendiri

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 November 2025 oleh

Tags: baligaji di balikerja di Balilowongan kerja balipariwisata baliump bali
Rizka Liftia Devi

Rizka Liftia Devi

Nama saya Rizka Liftia Devi, penulis lepas yang menyukai tema-tema sejarah, psikologi, dan refleksi kehidupan sehari-hari. Saya senang mengemas ide kompleks menjadi tulisan yang mudah dipahami, menghibur, dan menginspirasi. Selain menulis, saya juga gemar membaca majalah National Geographic Indonesia dan karya nonfiksi yang memperkaya cara pandang terhadap manusia dan dunia.

ArtikelTerkait

Bagi Saya, Pesisir Utara Buleleng Bali Istimewa, Bukti Nyata Bhinneka Tunggal Ika bule

Bagi Saya, Pesisir Utara Buleleng Bali Istimewa, Bukti Nyata Bhinneka Tunggal Ika

10 Oktober 2023
Oleh-Oleh Khas Bali yang Sebaiknya Kalian Pikir Baik-baik Sebelum Membawanya Pulang Mojok.co

Oleh-Oleh Bali yang Sebaiknya Kalian Pikir Baik-baik Sebelum Membawanya Pulang

14 Desember 2024
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
Mencari Kos Murah di Denpasar Jauh Lebih Sulit daripada Mencari Pasangan Hidup, dan Ini Nggak Bercanda, Ada Datanya!

Mencari Kos Murah di Denpasar Jauh Lebih Sulit daripada Mencari Pasangan Hidup, dan Ini Nggak Bercanda, Ada Datanya!

3 Juni 2025
Mengenal Upacara Nganten Keris, Pernikahan Tanpa Mempelai Pria di Bali terminal mojok

Mengenal Upacara Nganten Keris, Pernikahan Tanpa Mempelai Pria di Bali

4 September 2021
Kenapa sih Mahasiswa Selalu Memilih Bali sebagai Tujuan KKL? Emangnya Nggak Ada Tempat Lain?

Kenapa sih Mahasiswa Selalu Memilih Bali sebagai Tujuan KKL? Emangnya Nggak Ada Tempat Lain?

4 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang Mojok.co

Modal 20 ribu rupiah, kamu bisa makan tiga kali sehari di Ngaglik, Jogjakarta

26 Agustus 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Keresahan dosen UIN saat melihat mahasiswanya sendiri memvonis kampusnya “tidak Islam-Islam amat”

27 Agustus 2026
Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama Mojok.co

Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama

22 Agustus 2026
Trail run, olahraga lari yang nggak bikin bosen (Unsplash)

Yang perlu kamu ketahui tentang trail run, olahraga lari yang nggak bikin bosen

26 Agustus 2026
4 menu kuliner lokal yang cocok pakai label Gacoan (Wikimedia Commons)

Selain mie dan bakso, ini 4 menu kuliner lokal yang cocok pakai label Gacoan

24 Agustus 2026
Magelang daerahnya nyaman, tapi nggak cocok untuk mahasiswa Mojok.co

Magelang daerahnya nyaman, tapi nggak cocok untuk mahasiswa

24 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.