Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pertanyaan Untuk Mas-Mas yang Ngaku Feminis tapi Doyan Selingkuh

Tingkar Ayu oleh Tingkar Ayu
15 Juni 2020
A A
komunikasi perempuan laki-laki feminis tapi tukang selingkuh feminisme perjuangan gender mojok.co

laki-laki feminis tapi tukang selingkuh feminisme perjuangan gender mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Dunia ini memang panggung sandiwara, banyak orang memainkan peran menjadi ini dan itu demi tetap eksis dan tercapai visi hidupnya. Salah satunya menjadi lelaki feminis.

Sebelum saya lanjutkan, mungkin beberapa orang mengira label feminis hanya dapat disematkan pada gender perempuan-transpuan. Tidak begitu ya, teman-teman, lelaki yang ikut mengartikulasikan keadilan gender juga disebut feminis—lelaki feminis.

Nah kan menjadi feminis itu jalan yang mulia, ya kan. Jalan kenabian, hlo ini. Dan perempuan mana yang tidak mau punya suami/pasangan feminis. Kan enak to, sebagai pasangan nantinya kita tidak perlu makan hati karena dihina-hina dan ditinggal pergi gara-gara tidak bisa membedakan mana jahe mana kunyit. Enak juga karena kita, sebagai perempuan bisa berkata “Emoh, Mas” ketika hati kita tidak berkenan, tanpa dituduh tidak nurut dan membangkang.

Tapi… kok akhir-akhir ini saya sering menemui, berpapasan, berjumpa, bersenggolan, dengan lelaki, mas-mas, yang mengaku dirinya feminis, namun setelah diadakan survei besar-besaran dengan tim investigasi yang saya akui kehebatannya, mas-mas ini doyan—pakai sangat—melakukan “cheating” atau main perempuan atau selingkuh. Saya tidak perlu spill namanya satu-satu, itu bagian dari off the record. Saya cuma mau tanya beberapa hal sama mas-mas yang ngaku feminis tapi doyan selingkuh. Daripada suuzon kan.

Apa sih makna feminisme bagi kalian sebenarnya?

Mas, feminisme itu gerakan memperjuangkan derajat, harkat-martabat perempuan, atau yang baru-baru ini, melebar ke memperjuangkan juga keadilan bagi kaum terdiskriminasi, agar tidak diinjak-injak, dimanipulasi sama kaum penindas, yang seperti kalian itu hlo. Feminisme itu bukan ideologi hidup yang bermakna dikelilingi dan dikeloni banyak perempuan.

Atau jangan-jangan kalian mau mendekonstruksi makna feminisme?

Saya bertanya demikian bukan karena saya termasuk pribadi yang doyan mengomentari orang dan memaksakan pilihan orang agar sejalan dengan pilihan saya, hlo. Silakan setiap orang bebas memilih trik dan taktik jitu agar mendapat perhatian lawan jenis. Tapi kalau memakai label feminis hanya untuk main perempuan, ya bakal kami lawan lah.

Apa kalau sudah me-repost tautan tentang feminisme, kalian telah terbaptis menjadi seorang feminis?

Eh, feminis itu bukan hanya label, tetapi laku hidup. Kalau tak sanggup, sudah, berhenti saja. Eman-eman kuotamu. Tidak perlu lagi kalian repot-repot bikin postingan berbau feminisme, hla wong masih suka selingkuh ya kan. Percuma.

Baca Juga:

Tayuan, Film Semi Filipina Terbaik Tahun 2023 yang Realistis

Surat untuk Gus Yahya: Kesetaraan Gender Itu Nggak Cuma Ngurusin “Kapasitas”, Gus

Kebiasaanmu itu, Mas, sama sekali tidak mencerminkan sikap seorang feminis. Perempuan-perempuan cerdas yang paham feminisme saya kira tidak akan tergoda dengan bujuk rayumu yang sesumbar dengan label feminis. Jadi orang kok suka bersikap manipulatif, ewww.

Apa maksud kalian selingkuh itu biar kalian bisa melindungi banyak perempuan? Heeeh!?

Saya luruskan ya, Mas. Anda sekalian itu lelaki, manusia, bukan panti sosial. Dah? jelas? Awas saja kalau nanti Mas-Mas bawa-bawa Nabi Muhammad tercinta yang melakukan poligami. Sebentar ya, Mas, saya tekankan, beliau itu tidak selingkuh, dan pernikahan beliau saya yakin didasari perjuangan Islam demi mendapat ridha Tuhan.

Lagi pula, situ sehebat apa sih sampai merasa bisa melindungi dan membahagiakan banyak perempuan? Eh, itu hlo, Mas, mamahmu telepon, baru saja transfer uang.

Apa kalian suka main perempuan karena mengikuti kebiasaan Sukarno atau Chairil?

Mas, kalian kan sudah mengerti ya, sudah gede, hlo, sudah paham, kalau yang buruk itu jangan ditiru, ambillah perkara yang baik-baik.

Dengan alasan apa pun ya, perselingkuhan tetaplah zalim, menindas orang yang diselingkuhi. Tidak boleh dimaklumi dan dibenarkan. Saya akui saya kagum dengan Bung Karno, tetapi tidak dengan perilakunya yang suka dekat banyak perempuan.

Sehebat, sekaya, setampan apa pun seorang lelaki, perselingkuhan tidak sepatutnya disahihkan.

Apakah berhasil menggaet banyak perempuan kalian anggap sebagai prestasi dalam hidup?

Standarmu kok receh banget.

Mas, tingkat maskulinitasmu tidak bisa dinilai dari berapa banyak perempuan yang sudah kamu dapatkan hatinya. Justru, dengan perselingkuhanmu itu, saya nilai kamu tidak maskulin sama sekali. Blaass.

Kalau kalian mau dibilang macho, maskulin, sangar, lakik banget, saran saya, kamu dekati satu perempuan, buktikan kamu lelaki yang mandiri, bertanggung jawab, setia padanya, dan memberi ruang bagi perempuan itu untuk menjadi hebat bersama, lalu temui orang tuanya, persunting ia, bawa ke KUA sambil jangan lupa pakai masker dan hand sanitizer.

Mengapa perselingkuhanmu menjadi salah perempuan?

Saya yakin pembaca sekalian tidak asing dengan alibi seorang peselingkuh yang mengatakan bahwa ini semua salah pasangan.

Salah pasangan yang tidak cantik seperti dia. Salah pasangan tidak bisa melayani seperti dia. Salah pasangan tidak wangi seperti dia. Salah pasangan tidak bisa bikin kopi seenak dia. Salah pasangan tidak progresif. Salah pasangan mau sama aku… Salahmu… salahmu… salahmuuu….

Berhenti deh berlagak jadi korban. Ini semua salahmu. Salahmu yang tidak bisa setia. Salahmu yang tidak bisa bersikap seperti orang yang bermartabat. Salahmu yang kalau tidak cocok dengan pasangan sekarang, tidak berani mengajak pisah baik-baik sebelum mencari pasangan baru.

Perselingkuhan itu salah pelaku. Titik.

Itu dulu saja sih pertanyaan sekaligus unek-unek saya untuk Mas-Mas yang ngaku-ngaku feminis tapi tukang selingkuh. Btw, apa perlu ya, gurls, kita bungkus jenis orang seperti ini lalu menaburi mereka dengan virus corona?

BACA JUGA 4 Hal yang Diberikan Feminisme untuk Laki-laki dan tulisan Tingkar Ayu lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Juni 2020 oleh

Tags: FeminisFeminismeselingkuh
Tingkar Ayu

Tingkar Ayu

Bukan siapa-siapa sih. Tapi coba kunjungi ig @tingkar.ayu.

ArtikelTerkait

witing tresno jalaran soko kulino atlet bucin pengalaman selingkuh pacaran dari sudut pandang laki-laki mojok.co

Pengalaman Selingkuh dan Rasa Bersalah yang Menghantui

4 Juli 2020
cewek brengsek

Cowok dan Cewek Sama-sama Bisa Brengsek

6 September 2019
6 Drama Korea Perselingkuhan yang Bikin Emosi terminal mojok

6 Drama Korea Perselingkuhan yang Bikin Emosi

13 Desember 2021
lagu iwan fals yang bisa saja dikritik feminisme mata indah bola pingpong pesawat tempur maaf cintaku lirik mojok.co

3 Lagu Iwan Fals yang Kalau Diciptakan Sekarang, Pasti Rame kayak Tilik

31 Agustus 2020
Selingkuh Atau Diselingkuhi Sama-sama Nggak Enak, Nggak Usah Dibandingin Terminal Mojok

Selingkuh Atau Diselingkuhi Itu Bukan Pilihan, Nggak Usah Dibandingkan

27 Januari 2021
terluka

Stop Menganggap Semua Orang Di Muka Bumi Ini Sama, Hanya Karena Kamu Pernah Terluka

19 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

31 Januari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.