Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Pernikahan Perak Inul Daratista dan Adam Suseno, Ketika Cowok Jadi Diri Sendiri di depan Pasangan

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
18 Mei 2020
A A
inul daratista dan adam suseno
Share on FacebookShare on Twitter

Iya, udah telat. Seharusnya April lalu saya mengucapkan selamat pesta pernikahan perak untuk Inul Daratista dan Adam Suseno. Telat tentu nggak papa, ketimbang lupa. Selamat ya, Mbak Inul dan Mas Adam. Langgeng terus sampai Tuhan memanggil kelak.

Saya melihat pasangan Mbak Inul dan Mas Adam sebagai “pasangan abad ini”. Mas Adam, bisa jadi diri sendiri di depan Mbak Inul. Sementara itu, Mbak Inul nggak pernah merasa seperti diva di depan suaminya. Malah keduanya terlihat begitu bersahaja setelah 25 tahun menikah.

Akhir-akhir ini kita bisa melihat kekonyolan keduanya lewat aplikasi TikTok. Namun saya yakin, ketika tidak ada kamera yang merekam, keduanya ya tetap seperti itu. Tetap genuine untuk masing-masing pasangan. Tidak dibuat-buat. Keduanya bisa saling mengekspresikan diri depan pasangan tanpa rasa rikuh. Kalian panutan saya dan istri saya, lho Mbak Inul, Mas Adam.

Dewa 19, lewat “Satu Hati”, bilang begini: “Melati, maafkan aku lagi. Ternyata tak semudah di angan. Mencoba untuk bertahan, di sela pertengkaran yang terjadi. Mengapa satu rasa berlari mengejar segala perbedaan yang seharusnya tak ada di batas bening jiwa. Kita semestinya satu hati meraih cinta, jangan ada lagi perbedaan.”

Dulu, jauh sebelum menikahi istri saya, pernah mencoba jadi orang yang berbeda. Yang sok perhatian, yang justru bikin saya jadi orang posesif menyebalkan. Kami pacaran selama 9 tahun dengan 1 tahun masa hiatus alias putus. Ketika “hiatus” itu saya sadar bahwa tidak ada gunanya menjadi “orang lain” di depan orang tersayang. Menjadi diri sendiri seperti Mas Adam di depan Mbak Inul justru sikap terbaik.

Mengapa saya harus “mengejar perbedaan” dan susah payah menjadi yang terbaik? Padahal perbedaan justru harus ada sebagai bentuk ragam manusia. Dan di depan “yang terbaik” kita tak perlu lagi memoles diri. Menjadi orang lain, justru mencelakakan saya. Karena saya yakin, untuk semua pasangan, dengan memaksakan perubahan, rasa tidak nyaman akan muncul.

Mas Adam Suseno dan Mbak Inul Daratista mengajarkan bahwa menjadi konyol bersama adalah kebahagiaan paling hakiki. Karena artinya, perbedaan tidak lagi menjadi uneg-uneg tidak berguna, tetapi untuk dirayakan. Mas Adam jadi bayi, makan mie lalu ditumpahkan ke wajah, dan lain sebagainya di TikTok Mbak Inul jadi bentuk kerelaan membahagiakan pasangan.

Saya tahu, dulu, Mbak Inul sempat minta pisah karena tidak juga diberi karunia momongan setelah lama menikah. Namun, Mas Adam tidak menjadikan situasi itu sebagai masalah. Seperti wajarnya orang jawa: Kalau belum rezekinya, ya sudah tidak perlu dibikin ribet. Menerima kekurangan pasangan, kembali menjadi diri sendiri. Tidak perlu dibuat-buat.

Baca Juga:

Jangan Bandingkan dengan Anies, Prabowo, atau Ganjar, sebab Adam Suseno dan Partai Paprika Terlalu Sempurna

Barisan Lagu Dangdut yang Idealnya Tidak Perlu Dibawakan di Resepsi Perkawinan

Amy Brunell, profesor psikologi di Ohio State University, pernah bilang begini: “Jika Anda jujur pada diri sendiri, lebih mudah untuk bertindak membangun keintiman dalam hubungan, dan itu akan membuat hubungan Anda lebih memuaskan.”

Usia pernikahan saya dan istri baru seumur jagung. Satu tahun saja belum ada. Namun, pada titik tertentu, kami pacaran dalam waktu yang panjang. Sebuah waktu yang bagi kami cukup untuk saling memahami dan menerima situasi. Jadi, ketika sekarang sudah menikah, apalagi harus menjalani long distance marriage karena virus corona, kami bisa menjalaninya dengan tenang. Karena pada dasarnya, kami nrimo ing pandum, santai menjalani hidup bersama.

Saya bersyukur, dulu pernah putus. Karena dengan begitu, saya belajar menjadi diri sendiri, yang tidak perlu bersusah payah mengubah sifat pasangan. Wis opo anane, wis berkah saking Gusti Allah, disyukuri lan dilakoni kanthi ikhlas.

Dengan menjadi diri sendiri seperti Mbak Inul Daratista dan Mas Adam Suseno, artinya membuka diri sendiri untuk dicintai secara tulus. Tidak perlu memoles, menyiksa diri dengan mengubah sesuatu. Tidak perlu ada kepura-puraan. Mungkin, inilah yang membuat pernikahan Mbak Inul dan Mas Adam bisa mencapai usia 25 tahun dan hampir tidak ada isu-isu negatif di luar sana.

Terima kasih Mbak Inul dan Mas Adam. Untuk sekali lagi mengingatkan saya bahwa menjadi diri artinya mencintai pasangan apa adanya. Untuk menjadi genuine, tidak ada kepura-puraan. Ya seperti kata kasih yang terkadang tidak menuntut perubahan, tetapi keikhlasan.

BACA JUGA Bundesliga Menjadi Tamparan Keras Untuk Jokowi dan Para Pembantunya dan tulisan Yamadipati Seno lainnya. Follow Twitter Yamadipati Seno.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pengin gabung grup WhatsApp Terminal Mojok? Kamu bisa klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 Mei 2020 oleh

Tags: adam susenoinul daratistarelationship goals
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

ArtikelTerkait

Lagu Dangdut yang Haram Dinyanyikan di Resepsi Perkawinan (Unsplash)

Barisan Lagu Dangdut yang Idealnya Tidak Perlu Dibawakan di Resepsi Perkawinan

24 Juli 2023
Jangan Bandingkan dengan Anies, Prabowo, atau Ganjar! Sebab Adam Suseno dan Partai Paprika Terlalu Sempurna untuk Pilpres 2024

Jangan Bandingkan dengan Anies, Prabowo, atau Ganjar, sebab Adam Suseno dan Partai Paprika Terlalu Sempurna

8 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Indomaret Tidak Bunuh UMKM, tapi Parkir Liar dan Pungli (Pixabay)

Yang Membunuh UMKM Itu Bukan Indomaret atau Alfamart, Tapi Parkir Liar dan Pungli

6 Desember 2025
5 Alasan Danau UPN Veteran Jatim Adalah Tempat Nongkrong Paling Romantis Sekaligus Paling Mlarat

5 Alasan Danau UPN Veteran Jatim Adalah Tempat Nongkrong Paling Romantis Sekaligus Paling Mlarat

2 Desember 2025
3 Hal yang Jarang Orang Bicarakan Soal Rembang

3 Hal yang Jarang Orang Bicarakan Soal Rembang

6 Desember 2025
Sate Klatak Pak Jupaini Jogja: Rasanya Nggak Kalah dengan Pak Bari dan Pak Pong, dan Amat Cocok untuk Pekerja Kantoran

Sate Klatak Pak Jupaini Jogja: Rasanya Nggak Kalah dengan Pak Bari dan Pak Pong, dan Amat Cocok untuk Pekerja Kantoran

6 Desember 2025
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Nasib Dianggap Jadi Warga Kelas Menengah: Dianggap Banyak Uang, Tak Pernah Dapat Bantuan, tapi Hidupnya Justru Paling Sering Nelangsa

7 Desember 2025
Membeli Bukunya Dosen Memang Menyebalkan, tapi Terkadang Memang Membantu kok

Membeli Bukunya Dosen Memang Menyebalkan, tapi Terkadang Memang Membantu kok

8 Desember 2025

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=HZ0GdSP_c1s

DARI MOJOK

  • Sayonara, JogjaROCKarta
  • Pentingnya Cadangan Pangan Beras di Daerah agar Para Pimpinannya Nggak Cengeng Saat Darurat Bencana
  • Liburan Menyenangkan di Obelix Hills Jogja, Nikmati Sunset Sambil Ngopi hingga Live Music di Akhir Pekan
  • Pengalaman Saya Kuliah di 2 Kampus Terbaik Jogja: Menjadi Liar di UNY, Menikmati Kasih Sayang Dosen dan Menjadi Mahasiswa Tertib di UAD
  • ILUNI UI Gelar Penggalangan Dana untuk Sumatra lewat 100 Musisi Heal Sumatra Charity Concert
  • Lagu Sendu dari Tanah Minang: Hancurnya Jalan Lembah Anai dan Jembatan Kembar Menjadi Kehilangan Besar bagi Masyarakat Sumatera Barat


Summer Sale Banner
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.