Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pernah Bayangin Rasanya Jadi Anak Dukun? Sini, Saya Kasih Tahu

Alvi Awwaliya oleh Alvi Awwaliya
3 September 2020
A A
perdunu pesugihan dewandaru dukun pemilu pesugihan tulungagung mojok.co

Menebak Alasan Mitos Pesugihan Tumbuh Subur di Tulungagung (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Hal yang tidak bisa saya pungkiri di dunia ini adalah terlahir pada keluarga keturunan ahli klenik. Kakek saya yang biasa saya panggil bapak merupakan orang Islam kejawen. Selain beribadah sesuai dengan ajaran agama, blio juga mempunyai amalan-amalan yang lain. Saya tidak tahu sebutan yang pas untuk bapak. Tapi biasanya teman-teman bilang, saya keturunan dukun. Ya apa boleh buat, banyak pengalaman yang saya dapat selama ini sebagai keturunan dukun.

Awalnya, Bapak terkenal untuk menenangkan anak yang sedang rewel. Misalnya menangis terus-menerus, terkena sawan, atau penyakit khas anak-anak yang lain. Tapi lama-lama, hampir setiap hari Bapak menerima tamu yang meminta pertolongan. Mulai dari kehilangan barang, masalah rumah tangga, bahkan agar enteng jodoh.

Bapak tidak pernah mau menerima amplop berisi uang yang diberikan oleh orang-orang. Jika sudah begitu, amplop uang akan diberikan ke saya. Mereka percaya, uang ucapan terimakasih harus diterima sebagai syarat agar semakin manjur. Tidak ingin meruntuhkan kepercayaan mereka, amplop uang tentu saja saya terima dengan senang hati. Hihi.

Selain sebagai penerima amplop uang atau bingkisan dari orang yang meminta pertolongan, biasanya saya akan diminta Bapak untuk menuliskan kalimat yang harus dirapal oleh ‘pasien’. Contohnya adalah seperti ini:

“Gak nguwak gulo nyirep jabang bayine, cek manut karo aku.”

Kalimat tersebut biasanya dirapal untuk orang-orang yang ingin anaknya nurut. Dirapal setelah membaca Al Fatihah serta rentetan shalawat sembari menaburkan gula yang telah diberi doa oleh Bapak. Selain dengan menabur gula, ada pula metode yang dilakukan pakai memendam ‘buntelan’ berisi kertas doa-doa yang dibungkus kain mori dan diberi sedikit wewangian.

Tidak hanya itu, Bapak juga memiliki beberapa benda pusaka di kamarnya. Seperti keris kecil, paku dan juga bambu. Bapak bercerita jika benda-benda pusaka itu pemberian Mbah Buyut lanang. Saya sendiri tidak tahu bagaimana cara ditemukannya benda itu, yang jelas memang keahlian supranatural ini sudah ada sejak Mbah Buyut. Benda pusaka itu dapat pula dijadikan piranti untuk menolong orang.

Suatu hari, pernah ada orang yang kehilangan dompet, sudah dicari kemana-mana tidak ketemu. Bapak mengambil paku miliknya. Tiba-tiba paku itu bergerak sendiri, memutar menunjuk ke arah barat. Kemudian Bapak menyarankan orang tersebut mencari dompet tersebut ke arah barat rumahnya. Benar saja, beberapa hari kemudian orang tersebut datang lagi dan bercerita jika dompetnya ketemu tepat satu kilometer ke arah barat dari rumahnya.

Baca Juga:

Mengusut Kasus Pencurian dengan Bantuan Dukun Adalah Tradisi di Pondok Pesantren Paling Konyol, Nggak Masuk Akal, dan Rawan Fitnah

Saya Muak dengan Industri Film Horor yang Hanya (Bisa) Mengeksploitasi Budaya Jawa Seolah-olah Seram dan Mistis

Saya pun merasakan sendiri keahlian dukun yang Bapak punya. Saya ingat betul, pada masa sekolah tetangga sebaya akan mengumpulkan pensil ujian di rumah. Pensil tersebut akan dibacai doa oleh Bapak, agar ujian menjadi lancar. Sejak saya sekolah dasar hingga menengah akhir, tradisi itu masih ada.

Saya sendiri tidak pernah meminta pensil atau alat ujian lain diberi doa Bapak. Cuma sebelum berangkat, saya selalu diminta minum air oleh Bapak. Rasanya sedikit wangi. Entah campuran apa yang dipakai Bapak. Setelah itu, saya disuruh baca Al Fatihah dan shalawat tanpa bernafas. Ada perasaan mantap yang saya rasakan selepas melakukan itu. Kebiasaan ini saya lakukan sampai dengan kuliah.

Biasanya selain kedua ritual itu, ada lagi tambahan dengan menghentakkan kaki kiri sebanyak tiga kali ke tanah. Kemudian memulai langkah dengan kaki kiri terlebih dahulu. Hal itu hanya akan saya lakukan ketika ada kegiatan yang mengharuskan berbicara di depan banyak orang. Misalnya presentasi, mengisi materi dan menjadi moderator.

Itu sebabnya saya sulit menjawab apakah keahlian bicara di depan umum dengan lancar ini murni dari kemampuan saya, atau berkat air dan rapalan doa dari Bapak? Entahlah.

Meski begitu, keluarga kami juga pernah mengalami tulah akibat perbuatan Bapak. Bapak sering diminta untuk memutuskan hubungan seseorang dengan kekasihnya. Alasannya tidak lain sebab salah satu orangtua tidak setuju, atau masalah beda kelas ekonomi. Ternyata perbuatan itu berimbas pada Tante A, anak bungsu Bapak. Ia tergolong sulit menemukan jodoh. Sudah berkali-kali dekat dengan lelaki, ia tetap gagal menikah meski secara hitungan Jawa mereka cocok.

Setelah bertanya ke guru ngaji Bapak, ada beberapa hal yang perlu dilakukan bapak. Pertama dengan puasa mutih sebanyak tiga hari. Lalu dilengkapi dengan membaca wirid yang sudah diberikan guru ngaji Bapak dan ditutup sedekah. Bisa dengan mengadakan selamatan dan dibagikan ke tetangga sekitar.

Selang beberapa waktu, ada laki-laki yang mendekati tante A. Ia berniat serius. Setelah lolos dari segala hitungan adat Jawa. Mereka berdua berhasil melangsungkan pernikahan. Belajar dari kisah tersebut, Bapak mulai mengurangi menggunakan kemampuannya untuk merusak hubungan cinta orang lain. Bapak hanya mau memutuskan hubungan yang merusak rumah tangga. Misalnya perselingkuhan.

Bagi keluarga kami, segala hal yang menimpa kita, entah itu kebaikan atau kesusahan itu semua murni dari Allah. Kebetulan saja, Bapak serta sebagian keluarga kami diberi kemampuan lebih yang boleh dipercaya atau tidak. Ya meski dibilang keluarga dukun, kami tentu enggan masuk kategori syirik kepada Tuhan. Ya pokoknya gitu lah.

BACA JUGA Penjelasan Sederhana Kenapa Siulan Bisa Dianggap Pelecehan Seksual dan tulisan Alvi Awwaliya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 3 September 2020 oleh

Tags: Dukunklenikmistis
Alvi Awwaliya

Alvi Awwaliya

ArtikelTerkait

Bocoran Jenis-jenis Ritual yang Dilakukan oleh Calon Pejabat Saat Musim Pemilu dari Dukun Gunungkidul

Bocoran Jenis-jenis Ritual yang Dilakukan oleh Calon Pejabat Saat Musim Pemilu dari Dukun Gunungkidul

17 November 2023
Persatuan Dukun Nusantara yang Bikin Bingung Cuma dari Namanya terminal mojok.co

Persatuan Dukun Nusantara yang Bikin Bingung Cuma dari Namanya

15 Februari 2021
kesurupan

Paranormal Experience: Situ Kesurupan Atau Cari Perhatian?

29 Juni 2019
SimpleMan

SimpleMan Cinematic Universe

4 September 2019
Tiba-tiba Basi: Misteri Warung Makan yang Sering Dikaitkan dengan Mistis

Tiba-tiba Basi: Misteri Warung Makan yang Sering Dikaitkan dengan Mistis

15 Januari 2023
Cafe Minamdang Drakor Kocak soal Dukun Abal-abal dan Konflik Hukum Terminal Mojok

Cafe Minamdang: Drakor Kocak soal Dukun Abal-abal dan Konflik Hukum

10 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah Mojok.co

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah

28 April 2026
Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

25 April 2026
Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja (Unsplash)

Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja

27 April 2026
Kebumen Itu Cantiknya Keterlaluan, tapi Nggak Bisa Jual Diri (Unsplash)

Kebumen, Kabupaten yang Cantiknya Keterlaluan tapi Nggak Bisa Menjual Dirinya Sendiri

27 April 2026
IKEA Ciputra World Surabaya, Tempat yang Cocok untuk Melepas Penat Tanpa Takut Melarat mojok.co

IKEA Ciputra World Surabaya, Tempat yang Cocok untuk Melepas Penat Tanpa Takut Melarat

30 April 2026
4 Hal Menjengkelkan yang Saya Alami Saat Kuliah di UPN Veteran Jakarta Kampus Pondok Labu

Kuliah di Jakarta: Sebuah Anomali di Tengah Pemujaan Berlebihan terhadap Jogja dan Malang

26 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.