Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Perjalanan ke Kantor Lebih dari 60 Menit Meningkatkan Risiko Kena Depresi. Apa Kabar Pekerja Jakarta?

Muhamad Yoga Prastyo oleh Muhamad Yoga Prastyo
22 Desember 2023
A A
Perjalanan ke Kantor Lebih dari 60 Menit Meningkatkan Risiko Kena Depresi. Apa Kabar Warga Jakarta? Mojok.co

Perjalanan ke Kantor Lebih dari 60 Menit Meningkatkan Risiko Kena Depresi. Apa Kabar Warga Jakarta? (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Belum lama ini sebuah riset viral di media sosial. Riset itu mengatakan, perjalanan ke kantor lebih dari 60 menit bisa meningkatkan risiko mengalami depresi. Tentu unggahan yang viral itu disukai dan dikomen oleh banyak orang. Sepertinya banyak orang relate dengan hasil riset tersebut, tidak terkecuali warga Jakarta. 

Kemacetan dan fasilitas transportasi yang kurang oke sudah menjadi makanan sehari-hari warga Jakarta. Menghabiskan waktu lebih dari 60 menit untuk perjalanan ke kantor atau tempat lain adalah hal yang biasa. Apalagi banyak pekerja Jakarta yang tinggal di pinggiran kota atau kota satelit karena harga hunian di Jakarta sudah tidak masuk akal. 

Sudah biasa bukan berarti menikmatinya atau menyukainya ya. Kami juga marah-marah kok. Kalau ada pilihan lain, tentu perjalanan berjam-jam untuk berangkat atau pulang kantor tidak akan kami pilih. 

Di Jakarta, perjalanan ke kantor menguras waktu dan energi

Bagi saya, menggunakan motor untuk mobilitas sehari-hari adalah hal yang paling masuk akal. Kalau ingin menggunakan transportasi publik, kereta misalnya, saya harus mengendarai motor selama 50 menit untuk menuju stasiun. Dengan kata lain, saya sudah menempuh separuh perjalanan menuju kantor. 

Pilihan transportasi lainnya adalah travel atau bus AKAP. Namun, dua transportasi itu tidak ramah di kantong. Ongkosnya setara makan siang. Pulang pergi kantor menggunakan transportasi ini bisa bikin kantong jebol. 

Tidak adanya pilihan transportasi yang sesuai itu memaksa saya membawa kendaraan pribadi setiap hari. Iya, saya adalah salah satu penyumbang kemacetan di Jakarta, tapi mau bagaimana lagi? Cara ini yang paling memungkinkan walaupun setiap hari saya harus mencadangkan energi lebih untuk berkendara. 

Kenyataannya, dilema semacam ini tidak saya alami sendiri. Pekerja Jakarta lain bahkan harus meluangkan waktu sebelum subuh supaya sampai ke kantor tepat waktu. Benar-benar perjalanan yang menguras waktu dan energi!

Perlu waktu setidaknya 2 jam

Waktu perjalanan yang lama karena kemacetan adalah salah satu problem di Jakarta yang tidak kunjung menemukan titik terang. Sepertinya, masalah ini malah semakin ruwet dengan jumlah penduduk dan kendaraan di Jakarta yang terus bertambah. Tingginya volume kendaraan tidak sebanding dengan luas jalanan yang terbatas membuat jarak tempuh 2 jam adalah hal yang biasa di Jakarta. Belum kalau cuaca sedang hujan, kondisinya bisa lebih parah. 

Baca Juga:

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini

Warlok Jakarta Orang Paling Kasihan Saat Lebaran, Cuma Jadi Penonton Euforia Mudik, Tidak Pernah Merasakannya Langsung

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia 2021, penduduk Jakarta sudah mencapai angka 10 juta jiwa. Sementara, jumlah kendaraannya tercatat  dua kali lipat jumlah penduduknya, yakni 21,7 juta unit. Angka itu belum termasuk pekerja komuter dan kendaraan yang datang dari luar daerah. 

Solusi yang tepat

Sebenarnya persoalan kemacetan dan transportasi publik di Jakarta sudah lama disuarakan. Kemacetan sudah sudah menjadi momok Jakarta. Masalah ini begitu mengakar sehingga penyelesaiannya perlu melihat hulunya. 

Saya rasa terlalu naif kalau solusi kemacetan Jakarta hanya berupa perbaikan transportasi publik. Itu tidak salah memang, tapi saya rasa perlu lebih melihat akar masalahnya. Sekarang cobalah tengok transportasi publik di Jakarta yang sebenarnya jauh lebih baik dibanding daerah lain, baik sisi fasilitas maupun integrasinya. Masyarakat juga banyak yang memanfaatkannya tercermin dari KRL dan TransJakarta yang berjubel manusia di waktu-waktu tertentu.

Akan tetapi, kemacetan masih saja terjadi. Apakah transportasi publik yang tersedia masih kurang? Atau ada problem lain yang sebenarnya akar dari kemacetan Jakarta? Pada akhirnya sebagai warga biasa, menghadapi persoalan kemacetan dan transportasi umum di Jakarta memang hanya bisa pasrah. Kembali lagi ke awal tulisan ini, bukannya normalisasi kemacetan tiap perjalanan ke kantor ya. Hanya saja, saya ingin berdamai dengan kondisi yang tidak normal ini demi meringankan mental.

Penulis: Muhamad Yoga Prastyo
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Merasakan Tua di Jalan: Naik KRL Transit Manggarai Harus Bayar Pakai Mental Health

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Desember 2023 oleh

Tags: depresiJakartajalanan jakartamacetperjalanan ke kantortransportasi publik
Muhamad Yoga Prastyo

Muhamad Yoga Prastyo

Pernah juara satu lomba lari

ArtikelTerkait

Pengalaman Melibas Bogor-Jakarta dengan Honda Genio: Asyik, Nyaman, dan Menyenangkan

Pengalaman Melibas Bogor-Jakarta dengan Honda Genio: Asyik, Nyaman, dan Menyenangkan

15 November 2023
Solo Tidak Kalah dari Jakarta, Tidak Kalah Memprihatinkan Mojok.co

Solo Memang Tidak Kalah dari Jakarta, Tidak Kalah Memprihatinkan

18 Desember 2023
Stadion Papua Bangkit pertanyaan yang sering didapat mahasiswa papua di jawa mojok.co

Pemakaian Nama Gubernur sebagai Pengganti Nama Stadion Papua Bangkit Akan Mendapat Reaksi Berbeda Jika Hal Itu Dilakukan di Jakarta

29 Oktober 2020
Ada Bus Pink untuk Perempuan, tapi Kenapa Nggak Ada Transjakarta Khusus Laki-laki Terminal Mojok

Ada Bus Pink untuk Perempuan, tapi Kenapa Nggak Ada Transjakarta Khusus Laki-laki?

27 Januari 2023
Ondel-ondel, Ikon Jakarta yang Terpinggirkan Terminal mojok

Ondel-ondel, Ikon Jakarta yang Terpinggirkan

8 Februari 2021
Biaya Hidup di Jakarta Itu Nggak Mahal, yang Bikin Mahal Itu Mindset-mu!

Biaya Hidup di Jakarta Itu Nggak Mahal, yang Bikin Mahal Itu Mindset-mu!

9 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pertama Kali Mencicipi Swike: Makanan Berbahan Dasar Kodok yang Terlihat Menjijikan, tapi Bikin Ketagihan Mojok.co

Katak dalam Soto, Ternyata Swike: Pengalaman yang Membuat Saya Kini Tak Mudah Percaya dan Meragukan Segalanya

21 Maret 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Tinggal di Wonogiri Menyadarkan Kenapa Saya dan para Perantau yang Lain Memilih Mengadu Nasib di Kota Lain

19 Maret 2026
Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026
Terminal Ir Soekarno Klaten Terminal Terbaik di Jawa Tengah

Terminal Ir Soekarno Klaten: Terminal Terbaik di Jawa Tengah yang Menjadi Tuan Rumah Bagi Siapa Saja yang Ingin Pulang ke Rumah

18 Maret 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons)

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

19 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.