Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Pergolakan Batin yang Biasanya Dirasakan oleh Karyawan Baru

Raden Muhammad Wisnu oleh Raden Muhammad Wisnu
12 Agustus 2021
A A
Pergolakan Batin yang Biasanya Dirasakan oleh Karyawan Baru terminal mojok.co

Pergolakan Batin yang Biasanya Dirasakan oleh Karyawan Baru terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi karyawan baru di tempat kerja adalah hal yang menyenangkan sekaligus menegangkan. Di satu sisi, saya sangat senang bisa mulai bekerja dan memiliki penghasilan tetap. Terlebih, saya bisa diterima kerja setelah satu tahun menganggur karena kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19. Tapi di sisi lainnya, saya betul-betul sangat tegang di kantor setiap kali bekerja. Untuk kamu yang penasaran apa saja hal yang saya rasakan sebagai karyawan baru di kantor, berikut ini kisah saya yang pastinya relate dengan siapa pun yang berstatus sebagai karyawan baru di sebuah perusahaan.

#1 Karyawan baru, pastinya datang paling pagi

Tempat saya bekerja mewajibkan para karyawannya untuk berada di kantor pada pukul 09.00. Sebagai karyawan baru, saya berusaha untuk datang tepat waktu agar kinerja saya dinilai baik oleh seluruh karyawan di sana. Malahan, saya terlalu tepat waktu karena saya selalu sudah berada tiba setengah jam lebih awal dan tidak ada siapa-siapa kecuali office boy yang bertugas. Padahal, banyak karyawan lama yang dengan santainya datang pukul 09.10 bahkan 09.30. Saya tahu ini karena meja saya berada tidak jauh dari mesin absensi karyawan.

#2 Berusaha tampil rapi

Tempat saya bekerja tidak memiliki seragam khusus, asalkan berpakaian sopan saja. Banyak karyawan yang hanya menggunakan jins dan kemeja flanel dengan santainya ke kantor selayaknya mahasiswa yang lagi kuliah. Bahkan kemejanya tidak dimasukan sama sekali dan memakai sandal jepit. Sebagai karyawan baru, mana berani saya seperti itu? Saya pun selalu menggunakan celana bahan dan kemeja formal seperti karyawan kantoran pada umumnya. Pada hari Sabtu, karyawan diizinkan untuk menggunakan kaos supaya lebih santai karena jam kerja hanya sampai pukul 14.00, tapi hingga tulisan ini dibuat, saya belum berani untuk menggunakan kaos di hari Sabtu, apalagi menggunakan sandal jepit.

#3 Tidak tahu apa yang harus dilakukan

Minggu pertama saya jalani dengan sangat stres karena saya merasa sangat bodoh. Saya sama sekali tidak tahu apa yang harus saya kerjakan di kantor meskipun uraian pekerjaan yang harus saya selesaikan sudah tertulis jelas pada kontrak kerja dan rapat awal dengan para pimpinan kantor. Saya jadi sering bertanya pada senior saya di kantor terkait pekerjaan yang harus saya selesaikan, meminta arahan dari mereka ketimbang sok-sok ambil inisiatif tapi ternyata salah. Pokoknya betul-betul bingung dalam melakukan pekerjaan yang harus dilakukan seperti apa. Apa pekerjaan yang harus saya prioritaskan, mana yang bisa saya cicil. Hal-hal teknis seperti itulah yang bikin saya bingung.

#4 Sungkan untuk pulang duluan

Saat jam kerja sudah selesai, tentunya karyawan yang sudah selesai bekerja akan bersiap-siap pualng ke rumahnya masing-masing untuk beristirahat. Tapi tidak dengan karyawan baru. Apalagi, jika melihat banyak karyawan senior dan atasan yang masih asyik bekerja 1-2 jam setelah jam kerja selesai. Mau pulang duluan, takutnya diminta tidak pulang duluan oleh karyawan senior atau atasan. Saya juga takut dianggap nggak niat kerja atau takut dinyinyirin karena yang lain masih asyik bekerja. Mau lanjut kerja, tubuh dan pikiran sudah capek dan pengin rebahan. Dipaksain kerja juga jadinya capek dan nggak fokus. Yak, jadinya malah serba salah.

#5 Merasa tertekan

Berada di lingkungan baru dengan tugas baru yang belum saya kuasai seutuhnya bikin saya tertekan karena takut melakukan kesalahan sebagai karyawan baru di sana. Layaknya Nobita, saya malah jadi teringat akan kenangan-kenangan buruk yang saya alami saat sekolah dulu. Di mana saya sangat tegang ketika bertemu persoalan-persoalan rumit dalam pelajaran matematika dan hanya bisa tenang ketika jam makan siang atau saat sudah berada di rumah. Ini karena saking bingungnya saya dengan segala tekanan pekerjaan sebagai karyawan baru. Senior saya dari divisi yang berbeda bahkan bertanya pada saya, “Kamu kenapa berkeringat? Nggak usah stres kerja mah, nyantai aja,” dan saya langsung menjawab karena cuaca yang panas dan AC tidak menyala. Padahal, saya tegang karena takut melakukan kesalahan dalam bekerja.

Itulah lima hal yang saya alami sebagai karyawan baru. Ketika saya kepikiran beban pekerjaan, saya selalu diingatkan soal susahnya mencari pekerjaan oleh teman-teman saya. Sepusing-pusingnya tekanan pekerjaan, masih lebih pusing ketika saya tidak punya pekerjaan sama sekali. Mudah-mudahan ketika bulan depan sudah gajian, saya akan merasa lebih baik dan segala kegalauan yang saya ceritakan dalam tulisan ini bisa segera terselesaikan.

Baca Juga:

5 Saran agar Karyawan Cepat Beradaptasi di Kantor Baru

Loker Jakarta Juli 2022: Info Loker Buat Fresh Graduate

BACA JUGA Mixed Feeling HRD Saat Mengetahui Ada Karyawan yang Ajukan Resign dan tulisan Raden Muhammad Wisnu lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 September 2021 oleh

Tags: Budaya KerjaInfo Loker TerminalKaryawan Baru
Raden Muhammad Wisnu

Raden Muhammad Wisnu

Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung yang bekerja sebagai copywriter. Asal dari Bandung, bercita-cita menulis buku. Silakan follow akun Twitternya di @wisnu93 atau akun Instagram dan TikToknya di @Rwisnu93

ArtikelTerkait

Kenapa Ada Syarat Identitas Tertentu untuk Calon Pelamar Kerja? terminal mojok.co

Kenapa Ada Syarat Identitas Tertentu untuk Calon Pelamar Kerja?

13 Agustus 2021
Kapok Punya Pengalaman Kerja yang Melenceng Nggak Sesuai Job Desc terminal mojok

Punya Pengalaman Kerja yang Melenceng dari Job Desc Itu Bikin Kapok

15 Agustus 2021
5 Stereotip PNS yang Sungguh Salah Kaprah terminal mojok.co

5 Stereotip PNS yang Sungguh Salah Kaprah

9 Agustus 2021
Info Loker Jakarta 2022 yang Pas Buat Fresh Graduate Terminal Mojok

Loker Jakarta Juli 2022: Info Loker Buat Fresh Graduate

17 Juli 2022
5 Saran agar Karyawan Cepat Beradaptasi di Kantor Baru Terminal Mojok

5 Saran agar Karyawan Cepat Beradaptasi di Kantor Baru

12 Oktober 2022
Seandainya Lionel Messi Karyawan Kantoran yang Kontraknya Nggak Diperpanjang terminal mojok.co

Seandainya Lionel Messi Karyawan Kantoran yang Kontraknya Nggak Diperpanjang

7 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Blora Bukan Tempat Tinggal yang Tepat untuk 4 Orang Ini

Mampukah Blora Bangkit dari Julukan Pelosok dan Daerah Tersepi?

10 Juni 2026
Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak Mojok.co magetan

Magetan dan Magelang: Dua Kota Beda Provinsi yang Sering Bikin Lidah Terpeleset dan Dompet Tersesat

9 Juni 2026
Aturan Tidak Tertulis Melewati Jembatan Suramadu Madura, Area Rawan yang Mengancam Keselamatan Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Melewati Jembatan Suramadu Madura, Area Rawan yang Mengancam Keselamatan

12 Juni 2026
5 Rahasia yang Perlu Diketahui sebelum Membuka Warung Madura, Eksklusif dari Juragannya Langsung usaha warung

Punya Usaha Warung di Desa Harus Siap dengan Risiko Banyak Orang Ngutang yang Entah Kapan Dibayarnya

9 Juni 2026
Soal Budaya Makan, Jawa Miskin Mengenaskan di Depan Sumatra (Unsplash)

Sebagai Orang Jawa, Saya Merasa Miskin saat Tahu Orang Sumatra Tak Bisa Makan tanpa Lauk Ikan

13 Juni 2026
Drama Tumbler di XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop  

Drama Tumbler di Bioskop XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop  

12 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.