Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Perempatan Pelem Gurih Jogja Sebenarnya Simpang Empat Atau Simpang Siur, sih? Ruwet Banget!

Janu Wisnanto oleh Janu Wisnanto
19 Maret 2025
A A
Perempatan Pelem Gurih Jogja Sebenarnya Simpang Empat Atau Simpang Siur, sih? Ruwet Banget!

Perempatan Pelem Gurih Jogja Sebenarnya Simpang Empat Atau Simpang Siur, sih? Ruwet Banget! (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada banyak perempatan di Jogja, tapi menurut saya mungkin tak ada yang seunik—atau seaneh—perempatan Pelem Gurih, Sleman, Jogja. Perempatan ini seperti hasil rapat desain jalan yang belum selesai, tapi entah bagaimana tetap dieksekusi. Entah siapa yang merancangnya, tapi kalau tujuannya adalah menciptakan pengalaman berkendara penuh kejutan dan sedikit tantangan mental, maka selamat! Anda berhasil!

Kalau saya boleh menyederhanakan, perempatan ini adalah perpaduan antara geometri jalan yang membingungkan, sistem antrean yang tidak konsisten, dan potensi jebakan emosional bagi siapa pun yang melintas.

ADVERTISEMENT

Sisi selatan: ketika lampu merah bukan akhir, tapi awal sebuah misteri

Kalau kamu datang dari selatan, selamat! Kamu akan mengalami pengalaman unik, lampu merah ada di depanmu, tapi jalan di depan masih luas dan kosong.

Secara naluri, otak akan berpikir: “Hmmm, ini jalan lebar, kenapa aku harus berhenti di sini? Apa aku boleh maju sedikit?”

Dan begitulah, banyak pengendara yang akhirnya memilih untuk maju sedikit. Lalu sedikit lagi. Lama-lama, sudah di tengah perempatan Pelem Gurih Jogja sebelum lampu hijau menyala.

Di sini kita bisa belajar filosofi hidup: kesempatan itu sering kali ada di depan mata, tapi kalau kamu terlalu maju sebelum waktunya, bisa-bisa malah berantakan.

Sisi barat perempatan Pelem Gurih Jogja: ketika ruang menyempit, tapi ego tetap lebar

Dari barat, tantangannya beda lagi. Jalannya lebih sempit dibanding sisi lain, tapi entah kenapa justru sering jadi sumber kemacetan. Kenapa? Karena di sinilah semua orang belajar ilmu “pokoke aku jalan duluan”.

Tak peduli jalan sempit, semua kendaraan merasa berhak untuk maju. Motor, mobil, truk, kadang becak, bahkan pejalan kaki ikut terlibat dalam adu strategi: siapa yang bisa mencuri celah duluan.

Baca Juga:

Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk banyak pelajar 

Jika kamu melintas dari barat perempatan Pelem Gurih Jogja, siapkan kesabaran dan sedikit keberanian. Kalau tidak, siap-siaplah mendengar suara klakson yang intensitasnya bisa bikin konser musik EDM terasa adem.

Sisi timur: tempat di mana harapan dan kesabaran diuji

Dari timur, situasinya lebih mengandalkan strategi “seberapa maju aku harus menunggu”.

Jika terlalu mundur, kendaraan di belakang akan protes. Tapi jika terlalu maju, siap-siap menerima tatapan sinis dari pengendara lain—dan mungkin, dari polisi di pojokan utara yang tiba-tiba muncul entah dari mana.

Banyak pengendara yang akhirnya memilih opsi tengah saat berada di sisi timur perempatan Pelem Gurih Jogja ini. Opsi tersebut adalah maju perlahan, tapi tetap waspada. Mirip orang yang ragu-ragu dalam hidup—antara nekat atau tetap dalam zona aman.

Sisi utara: satu-satunya yang waras, tapi… ada pos polisi!

Dari semua arah, sisi utara perempatan Pelem Gurih Jogja adalah yang paling masuk akal. Jalan lebar, posisi lampu lalu lintas jelas, dan arus kendaraan lebih teratur. Tapi jangan lengah, sebab di sini ada satu elemen kejutan: Pos Polisi Pelem Gurih!

Kadang polisi ada di situ, kadang tidak. Dan ketika mereka ada, biasanya yang tidak pakai helm atau melanggar aturan akan mendadak insaf dalam hitungan detik.

Banyak yang refleks memutar gas lebih dalam, mendadak belok ke kiri padahal mau lurus, atau bahkan putar balik dengan ekspresi panik. Ini adalah contoh nyata bahwa hukum memang harus ditegakkan, meskipun sering kali baru dipatuhi kalau ada yang mengawasi.

Perempatan Pelem Gurih Jogja adalah simfoni kekacauan yang ajaib

Perempatan Pelem Gurih Jogja bukan sekadar jalan, tapi ujian mental bagi siapa pun yang melintas.

Dari selatan, kita belajar soal batas dan kesabaran. Dari barat, kita belajar bahwa ego bisa memperparah kemacetan. Sementara dari timur, kita belajar strategi menunggu yang tepat. Dan dari utara, kita belajar bahwa hukum itu nyata… terutama jika ada pos polisi.

Mungkin perempatan ini tidak akan pernah benar-benar “beres” atau “tertata sempurna.” Tapi justru di situlah keunikannya. Setiap orang yang melintas membawa cerita, setiap kendaraan yang lewat menambah warna dalam kekacauan yang entah bagaimana masih bisa berjalan setiap harinya.

Jadi, kalau suatu hari kamu melintasi Perempatan Pelem Gurih Jogja, tarik napas, bersiaplah menghadapi teka-teki lalu lintas ini, dan semoga selamat sampai tujuan. Karena di sini, hanya yang paling sabar dan cerdas yang bisa menang.

Penulis: Janu Wisnanto
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Perempatan Gramedia Jogja: Perempatan Ruwet yang Mencoreng Keindahan Jalan Jenderal Sudirman Jogja.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Maret 2025 oleh

Tags: Jogjaperempatan pelem gurih
Janu Wisnanto

Janu Wisnanto

Mahasiswa semester akhir Universitas Ahmad Dahlan, jurusan Sastra Indonesia. Pemuda asli Sleman. Penulis masalah sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta.

ArtikelTerkait

kenapa UMP Jogja rendah titik kemacetan di jogja lockdown rekomendasi cilok di Jogja Sebenarnya Tidak Romantis Jika Kamu Cuma Punya Gaji UMR dawuh dalem sabda pandita ratu tugu jogja monarki mojok

Tugu Jogja: Destinasi Wisata serta Destinasi Proyek Tahunan yang Minim Kreativitas

25 Oktober 2020
ramadan di jogja

Masjid di Jogja Semakin Istimewa di Bulan Ramadan

1 Juni 2019
Solo di Mata Orang Jogja: Solo Dipandang Rendah, tapi Lebih Menjanjikan

Solo di Mata Orang Jogja: Solo Dipandang Rendah, tapi Lebih Menjanjikan

2 Agustus 2022
Dari Tekyan Sampai Garangan: 40 Kata Slang Jogja yang Mulai Punah terminal mojok.co

Dari Tekyan Sampai Garangan: 40 Kata Slang Jogja yang Mulai Punah

21 Januari 2022
Pengalaman Mengajarkan Saya untuk Tidak Berharap Banyak Pada Ban Tubeless mojok.co/terminal

Jangan Coba-coba Nanya Alamat ke Orang Jogja Sebelum Buka Helm, Risikonya Fatal 

11 Juli 2020
Rekomendasi Kuliner di Pasar Lempuyangan Jogja yang Sayang untuk Dilewatkan

Rekomendasi Kuliner di Pasar Lempuyangan Jogja yang Sayang untuk Dilewatkan

19 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Iuran wajib Hari Kemerdekaan Indonesia itu penjajahan gaya baru (Unsplash)

Tradisi iuran wajib untuk perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di kampung itu nggak masuk akal karena nggak semua warga punya uang sisa cuma buat panggung hiburan yang bikin berisik

9 Agustus 2026
Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

7 Agustus 2026
Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh Mojok.co

Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh

6 Agustus 2026
Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

6 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026
Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.