Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Percayalah, Menginap di Pelabuhan Saat Mudik Tidak Ekonomis dan Sangat Miris

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
22 April 2023
A A
Percayalah, Menginap di Pelabuhan Saat Mudik Tidak Ekonomis dan Sangat Miris

Percayalah, Menginap di Pelabuhan Saat Mudik Tidak Ekonomis dan Sangat Miris (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bukan cuma terminal, bandara, dan stasiun yang ramai menjelang Lebaran. Pelabuhan pun dipadati para pemudik yang hendak pulang ke kampung halaman masing-masing. Fenomena ini utamanya terlihat di beberapa pelabuhan besar di Indonesia seperti Pelabuhan Merak, Tanjung Perak, dan Bakauheni. Bahkan, kadang beberapa pelabuhan kecil turut dipadati pemudik.

Sebagai anak rantau dari Jawa ke Sulawesi, tentu saja saya juga pernah mengalami mudik naik kapal laut. Berdasarkan pengalaman saya mudik menggunakan kapal, ada sebuah kebiasaan umum pemudik melalui jalur laut ini, yaitu menginap di pelabuhan.

Bagi saya, kebiasaan menginap di pelabuhan itu nggak efisien dan terkesan sangat miris. Nggak percaya? Nih, saya jelasin alasannya.

Kebutuhan menginap di pelabuhan mahal

Kita sepakat bahwa harga makanan dan minuman yang dijual di pelabuhan cenderung lebih mahal. Misalnya harga seporsi makanan di tempat umum cuma Rp10 ribu, di pelabuhan bisa dijual seharga Rp15 ribu hingga Rp20 ribu. Sebotol air mineral ukuran 1,5 liter yang biasa dibanderol Rp5 ribu sampai Rp7 ribu, dijual sekitar Rp10 ribu sampai Rp15 ribu di pelabuhan.

Misalnya ada sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua orang anak menginap di pelabuhan. Minimal mereka harus mengeluarkan uang Rp200 ribu untuk sehari semalam hanya untuk makan dan minum, lho. Rinciannya, sekali makan, mereka bisa menghabiskan uang sebanyak Rp60 ribu untuk 4 porsi makanan (Rp15 ribu per porsi). Berarti kalau makan 3 kali sehari, keluarga tersebut perlu merogoh kocek sebanyak Rp180 ribu. Ditambah kebutuhan 2 botol air mineral 1,5 liter seharga Rp10 ribu.

Itu belum menghitung kebutuhan alas tidur yang biasa dijual Rp10 ribu per lembar (ukuran 1 orang dewasa), ya. Keluarga dengan empat orang anggota tersebut minimal butuh 3 sampai 4 lembar alas tidur. Selain untuk menjadi alas badan, biasanya alas tersebut dipakai untuk mengalasi barang yang mudah rusak ketika terkena air. Itu belum termasuk jajanan anak atau biaya kopi atau teh orang tuanya, lho.

Rawan tindak kejahatan

Ketika musim mudik tiba, berbagai tempat yang ramai dipadati pemudik menjadi rawan tindak kejahatan. Tak terkecuali di pelabuhan. Bahkan berdasarkan pengalaman saya, pelabuhan jauh lebih rawan tindak kejahatan ketimbang stasiun dan bandara. Tingkat kerawanannya, jika dibandingkan dengan terminal, mungkin sebelas dua belas.

Dengan kondisi seperti itu, pemudik yang ingin hemat dengan menginap di pelabuhan, bukan malah untung, tapi bisa berpotensi jadi buntung. Sebab, barang bawaan dan harta benda dapat berpindah tangan dengan waktu sekejap. Terlebih, jika pemudik kurang waspada dan berhati-hati.

Baca Juga:

Kapok Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Trauma dan Menderita

Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat

Sangat menguras tenaga

Menginap di pelabuhan saat malam itu dingin banget, lho. Sementara kalau siang hari panasnya nggak umum. Dengan keadaan seperti itu, tenaga para pemudik sungguh terkuras. Bahkan menginap di sana juga bisa mengundang banyak penyakit. Coba bayangkan kalau ada pemudik yang sedang flu, virusnya mudah sekali menyebar dan menjangkiti orang lain.

Padahal untuk menghadapi Lebaran, pemudik membutuhkan badan yang fit guna mengikuti berbagai rangkaian acara hari raya. Kamu tentu nggak mau kan kurang sehat saat Lebaran, apalagi kalau sampai sakit. Pasti nggak enak banget tuh.

Istirahat yang tidak optimal

Menginap di pelabuhan itu sebuah istiratahat yang sangat tidak optimal. Pasalnya, kondisi cuaca di pelabuhan tak menentu. Ditambah, pemudik nggak bisa tidur dengan lelap, soalnya tidur sambil menjaga barang bawaan dan harta benda yang rawan berpindah tangan ke orang yang tak bertanggungjawab.

Kondisi tersebut dapat diperburuk jika pemudik membawa bayi. Sebab, bayi nggak bisa istirahat dengan tenang jika keadaan sekitar kurang kondusif. Tahu sendiri kondisi pelabuhan kayak gimana menjelang lebaran. Banyak pemudik yang masih muda-mudi main gaplek, gitaran, dan nyanyi sampai dini hari.

Fasilitas toilet kurang memadai

Berbagai kemirisan tadi, digenapkan dengan fasilitas toilet pelabuhan yang kurang memadai. Bahkan, tak sedikit toilet yang kotor dan bau. Gimana mau nyaman menginap di pelabuhan kalau kebutuhan mandi dan buang air saja sulit? Makanya, banyak pemudik yang memilih nggak menggunakan toilet ketika mudik menggunakan kapal laut.

Memang separah itu kondisi toilet yang saya temui. Saya lebih baik menahan hasrat untuk buang air ketimbang harus berhadapan dengan toilet yang kotor. Harapan saya, pengelola pelabuhan dapat mencontoh kondisi toilet di stasiun atau bandara, supaya para pengguna kapal laut nyaman berlama-lama di sana.

Begitu sekiranya berbagai hal yang melatarbelakangi opini saya terkait menginap di pelabuhan itu tidak ekonomis dan sangat miris. Walaupun kondisi beberapa pelabuhan sekarang sedikit lebih baik, perlu diakui bahwa pelayanan pelabuhan dan kapal laut masih belum setara dengan stasiun atau bandara. Semoga tulisan ini dapat menjadi masukan bagi mereka, amin.

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Menginap di Pelabuhan, Kiat Mudik Ekonomis Sedikit Miris.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 April 2023 oleh

Tags: MudikMudik Lebaranpelabuhan
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

Wajah Baru Terminal Karangpucung Cilacap: Lebih Modern, Jauh dari Kata Usang dan Mengenaskan

Wajah Baru Terminal Karangpucung Cilacap: Lebih Modern, Jauh dari Kata Usang dan Mengenaskan

10 April 2024
Jawasentrisme: Dunia (Seolah-olah) Berputar Mengelilingi Jawa. apalagi berita mudik

Jawasentrisme: Dunia (Seolah-olah) Berputar Mengelilingi Jawa

26 April 2023
5 Tanda Lebaran Sudah Dekat di Cikarang Terminal Mojok

5 Tanda Lebaran Sudah Dekat di Cikarang

26 April 2022
Lebaran Saatnya Masa Bodoh dengan Ocehan Tetangga (Unssplash)

Refleksi Lebaran Bagi Kepala Rumah Tangga: Tunaikan yang Wajib, Masa Bodo dengan Gengsi dan Ocehan Tetangga

14 Maret 2026
Daftar Alat Doraemon yang Bisa Digunakan untuk Mudik dengan Aman Sentosa terminal mojok

Daftar Alat Doraemon yang Bisa Digunakan untuk Mudik Tahun Ini dengan Aman Sentosa

2 Mei 2021
Stop Generalisasi Plat B yang Menyebalkan di Jalan Itu Pasti Orang Jakarta Mojok.co

Stop Generalisasi Plat B yang Menyebalkan di Jalan Itu Pasti Orang Jakarta

2 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah

17 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

3 Alasan Kuliah di Jatinangor Adalah Training Ground sebelum Masuk Dunia Kerja

18 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.