Perancang Sandal Gunung Jepit Layak Masuk Surga karena Karyanya Sangat Berguna – Terminal Mojok

Perancang Sandal Gunung Jepit Layak Masuk Surga karena Karyanya Sangat Berguna

Artikel

Manusia diberi kepala untuk berpikir, diberi tangan untuk memegang, diberi mata untuk melihat, dan diberi kaki untuk berjalan. Dalam berpikir, ada hal-hal yang dibutuhkan oleh manusia agar dalam prosesnya tidak menemui banyak kesalahan. Dalam memegang sesuatu, terkadang tangan juga butuh perlindungan agar tidak lecet atau luka. Ada juga beberapa orang yang masih harus menggunakan alat tertentu untuk bisa melihat dengan jelas.

Begitu juga dengan kaki, kaki adalah bagian tubuh yang harus benar-benar dijaga. Saat menggunakannya untuk berjalan menuju tempat tertentu, kaki butuh sesuatu yang dapat meminimalisir terkena kerikil, tergores kaca, ataupun tertancap paku. Kaki juga butuh sesuatu, agar ketika beraktivitas, ia tak menyamai ayam yang ke mana-mana selalu nyeker dan nggak pernah melindungi kakinya. Kebutuhan itu bernama sandal.

Seperti manusia yang punya banyak perbedaan suku, ras, agama, budaya, hingga kepribadian, sandal juga punya keragaman. Ada sandal jepit rumahan, ada sandal untuk kondangan, ada sandal untuk menghadiri acara-acara resmi, serta ada sandal gunung yang biasanya amat melindungi penggunanya.

Dari beragam jenis sandal, seperti perilaku manusia yang diamati dan menjadi dasar ilmu ekonomi, kegiatan memilih adalah hal yang tak bisa dipisahkan dari kehidupannya. Pasangan, harus memilih. Pekerjaan, terkadang mesti memilih. Masalah pemimpin, sudah tak perlu diragukan lagi, bahwa kita harus memilih walaupun sering dengan perasaan terpaksa.

Baca Juga:  4 Tips agar Sandal Aman Ketika Salat Tarawih di Masjid. #TakjilanTerminal14

Dalam memilih, hal utama yang harus dipertimbangkan adalah kecocokan. Pasangan kalau nggak cocok, ya susah lanjut. Pekerjaan kalau nggak pas, nggak bakal diterusin. Kalau pemimpin, ya cocok nggak cocok dipilih saja karena hanya beberapa yang tersedia. Kasihan juga sudah keluar banyak biaya terus nggak ada yang pilih.

Kembali lagi ke topik. Sama halnya dengan sandal. Kecocokan jenis, model, ukuran, dan spesifikasi sandal adalah hal yang mesti dipertimbangkan. Karena kalau nggak ya sayang saja sama duit yang sudah terbuang. Apalagi, ada tuntutan sosial yang terkadang mengharuskan untuk memakai jenis sandal tertentu.

Setelah melakukan riset untuk pemilihan jenis sandal dengan cara memerhatikan sandal teman-teman, menanyakan fungsi, kecocokan, dan spesifikasinya, rata-rata teman saya banyak menggunakan sandal gunung. Begitu juga dengan saya, yang telah lama memutuskan untuk memilih sandal jenis ini. Riset berlanjut terhadap model sandal gunung yang digunakan. Ternyata, banyak dari teman—begitu juga dengan saya—memilih sandal gunung jepit.

Kenapa nggak memilih sandal gunung yang bertali? Kan sama saja? Rupanya ada perbedaan mencolok ketika akan menggunakannya. Memakai sandal gunung bertali masih harus ribet menyesuaikan talinya, entah mengendorkan atau mengencangkannya. Dan kebanyakan, tali yang merupakan komponen utama dari sandal, sangat jarang difungsikan dengan benar. Kadang tali belakangnya dibuka. Kadang ditaruh atas. Dan wah, pokoknya ribet kalau pakai sandal gunung dengan model tali.

Baca Juga:  4 Alasan Seseorang Menanyakan Pekerjaan Orang Lain Saat Ngumpul

Berlanjut lagi pada menggebunya rasa ingin tahu tentang alasan mengapa memilih sandal gunung model jepit ini. Dari beberapa jawaban, ingin saya tuliskan di sini agar semakin banyak orang yang tahu dan nggak salah dalam memilih sandal.

Alasan utama banyak orang memilih sandal gunung jepit adalah daya tahannya. Walaupun agak mahal, kekuatan dari sandal gunung ini sudah nggak perlu diperdebatkan lagi. Kalau sandal rumahan, biasanya memang murah, tapi cepat aus dan talinya mudah putus. Masih harus repot ganti lagi, beli lagi, dan pilih lagi. Padahal, waktu yang digunakan untuk keseringan memilih sandal kan bisa digunakan untuk hal-hal lain yang lebih produktif.

Tak cukup pada daya tahan saja. Sandal gunung juga punya style yang nggak bisa diremehkan. Ada yang simple namun masih terlihat gagah, ada yang sedikit berwarna tapi nggak norak-norak banget, dan ada yang warna-warni namun memakai warna yang nggak lebay.

Karena kelebihannya ini, sandal gunung nggak bakal mengganggu pilihan pakaian orang yang memakainya. Mau pakai kemeja-celana panjang, bagus. Pakai kaos oblong-celana pendek, juga bagus. Mau pakai batik-celana panjang, juga masih nggak mengganggu penampilan.

Selain itu, sesuai dengan namanya, sandal ini cocok digunakan pada medan yang berat seperti di gunung. Melewati batu kerikil, jalan berlumpur, jalanan licin, jalanan berbatu, jalanan curam, dan jenis jalanan lainnya bisa dilalui dengan sandal gunung.

Baca Juga:  Bagi Saya, Sandal Selop Karet Adalah Alas Kaki Terbaik Sedunia

Dari beberapa kelebihan sandal gunung ini, hal yang paling ingin saya unggulkan adalah kemampuannya untuk bisa menyesuaikan diri dalam kegiatan apa pun. Mau kegiatan outdoor, oke. Dipakai harian, juga masih enak. Dipakai untuk pergi kondangan, juga nggak terlalu ganggu penampilan. Maka dari itu, saya ingin mengatakan, kalau sandal gunung jepit ini adalah jenis sandal paling tepat untuk beragam kegiatan.

Karena cocok untuk beragam kegiatan, kita sudah nggak perlu lagi melihat pemandangan sandal berserakan di rumah, di depan kos, atau di tempat penyimpanan sandal. Cukup satu, untuk waktu lama dan kegiatan beragam. Pengeluaran juga jadi hemat dengan memilih satu jenis sandal ini karena udah nggak perlu sering gonta-ganti alas kaki. Ah, terima kasih perancang sandal gunung jepit. Kau layak masuk surga karena karyamu sungguh berguna~

BACA JUGA 4 Karakter Pelanggan Jasa Undangan Pernikahan, dari yang Paling Disukai Sampai yang Paling Nyebelin dan tulisan Firdaus Al Faqi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.