Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pentingnya Alokasi Pos Dana untuk Psikolog, Bukan Berarti Kamu Gila Kok!

Risty Khoirunisa oleh Risty Khoirunisa
7 Desember 2019
A A
Pentingnya Alokasi Pos Dana untuk Psikolog, Bukan Berarti Kamu Gila Kok!
Share on FacebookShare on Twitter

Untuk kaum pecinta korea (k-pop) seperti saya ini, pasti tahu kalau tahun ini banyak berita bunuh diri yang hadir, seperti Sulli, mantan anggota f(x) dan Goo Hara, mantan anggota Kara. Memang angka bunuh diri di negara ini relatif tinggi. Pembunuh utamanya adalah stres dan depresi, apalagi mereka adalah public figure yang tindak tanduknya banyak diperhatikan dan dikomentari masyarakan luas. Kesehatan mental memang selalu menjadi momok yang sering kali dibicarakan di negara ini, karena tingginya angka bunuh diri yang terjadi lantaran depresi dan stres.

Di Indonesia, isu mental health atau kesehatan mental sering kali terabaikan. Awareness orang-orang terhadap isu kesehatan mental masih rendah, apalagi banyaknya persepsi di masyarakat jika pergi ke psikolog atau psikiater itu berarti kamu merasa dirimu gila, padahal justru itu pertanda kamu sadar kamu bermasalah sehingga kamu mencari pertolongan dengan datang ke psikolog dan/atau psikiater, and honestly it is totally normal. Pergi ke psikolog bukan berarti kamu gila, tetapi itu berarti kamu ingin sehat secara mental dan mengharapkan hidup secara sehat adalah normal.

Sayangnya, profesi psikolog seringkali dipandang sebelah mata. Bahkan sering kali mereka yang mengambil jurusan Psikologi jadi ‘tempat curhat gratis’ teman-temannya. Padahal, perlu effort dan dana yang tidak sedikit untuk jadi psikolog, kan? Saya tidak habis pikir dengan orang-orang yang meminta sesi konsultasi gratis hanya karena pertemanan. Benar-benar tidak mengerti. Mendengarkan hal seperti itu cukup melelahkan lho, mungkin tidak secara fisik, tapi secara mental.

Sayangnya banyak orang yang tidak memahami ini, sehingga sering kali menganggap remeh profesi satu ini. Padahal mereka tidak sekadar mendengarkan, mereka melakukan pendekatan-pendekatan yang tanpa kita sadari mengubah cara pandang kita menjadi lebih baik.

Mungkin ada beberapa yang pernah mendengar pendekatan-pendekatan secara linguistik untuk mengubah mindset dan pola pikir seseorang agar hidupnya lebih tertata dan lebih baik ke depannya, seperti NLP (Neurolinguistik Programme), Psychotheraphy treatment, atau CBT (Cognitive Behavioral Theraphy). Jadi bukan sekadar mengeluarkan keluh kesah saja. Kita juga bukan hanya ingin berkeluh kesah kan datang ke psikolog? Tapi ingin meningkatkan taraf hidup kita agar lebih berkualitas secara batiniah.

Apalagi kaum milenial sekarang ini banyak dihadapkan dengan persoalan kehidupan yang melibatkan mental. Oleh karena itu, tingkat stres dan depresi meningkat secara statistik terutama pada orang-orang yang hidup di kota yang serba cepat dan banyak tuntutan. Tidak heran dengan tren travelling di kaum milenial. Sebab nyatanya, travelling bisa menjadi obat stres yang tepat, walaupun hanya sementara saja. Begitu mereka kembali ke rutinitas yang biasa, mereka kembali terjebak dengan hal-hal yang membuat mereka stres dan depresi.

Jadi berpergian sekadar untuk kabur sejenak yang sayangnya tidak terlalu dapat menyelesaikan masalah. Sebab, masalahnya ada di dalam diri, sehingga pola pikirnya yang seharusnya diubah. Daripada nantinya malah perkara mental ini berefek ke orang-orang terdekat. Kita tidak mau kan menyakiti orang yang kita cintai?

Oleh karenanya, memberikan atau membagi pos dana travelling untuk dana pergi ke psikolog ataupun psikiater, bukanlah suatu hal yang salah. Karena jenuh akan terus berulang dan tidak selamanya travelling akan bisa menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memberikan pos dana untuk kesehatan mental, paling tidak untuk pergi ke psikolog secara rutin, misal 6 bulan sekali, 3 bulan sekali, atau sebulan sekali jika benar-benar memerlukannya.

Baca Juga:

Jurusan BK Adalah Jurusan Paling Dibutuhkan di Indonesia, karena Petinggi Negara Ini Hobi Bikin Warganya Pusing tapi Jarang Kasih Obat

Siswa Bermasalah Itu Dibawa ke Psikolog, Bukan ke Barak Militer, Keberhasilannya Jelas Dipertanyakan!

Jadi, teman-teman jangan pernah malu untuk pergi ke psikolog. Semakin banyak kok kawula muda yang pergi ke psikolog dan itu sangat amat normal. Reaching for help is totally normal. Mari mulai merencanakan pos keuangan kita untuk kesehatan mental, bukan hanya kesehatan fisik. Kadang banyak sakit fisik, seperti GERD, atau biasa dikenal dengan nama asam lambung, sesak nafas, atau syaraf seperti kejang-kejang yang ternyata bersumber dari sakit mental. Di dalam jiwa yang sehat ada tubuh yang sehat, dan begitu juga sebaliknya. Mari menyehatkan jiwa kita sendiri! Kalau bukan kita yang menjaga kesehatan mental kita, siapa lagi?

BACA JUGA Nggak Harus Nunggu Gila Untuk Datang Ke Psikolog atau tulisan Risty Khoirunisa lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

 

Terakhir diperbarui pada 7 Desember 2019 oleh

Tags: depresipsikiaterpsikologstres
Risty Khoirunisa

Risty Khoirunisa

ArtikelTerkait

gangguan jiwa psikolog Depresi Itu (Nggak) Cuma Butuh Didengarkan

Karena ke Psikolog Mahal, Saya Mencoba Maklum pada Mereka yang Tingkahnya ‘Aneh’

11 Juli 2020
makan banyak

Dilema Orang yang Makan Banyak Tapi Tetap Kurus

30 Agustus 2019
Berani Konsultasi Psikologi untuk Pertama Kali Adalah Langkah Besar untuk Masalahmu terminal mojok.co

Berani Konsultasi Psikologi untuk Pertama Kali Adalah Langkah Besar untuk Masalahmu

30 Maret 2021
cabin fever isolasi perasaan stres depresi mojok

Mengenal Cabin Fever, Penyebab Depresi di Kala Pandemi

8 Oktober 2020
gangguan kesehatan mental

Bukan Joker, Gangguan Kesehatan Mental Adalah Masalah Kita Bersama

10 Oktober 2019
Emotional Eating yang Menjadikan Makan sebagai Pelarian Stres Itu Tidak Baik terminal mojok.co

Emotional Eating: Menjadikan Makan sebagai Pelarian Stres Itu Tidak Baik

18 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

16 Januari 2026
Motor Supra, Motor Super yang Bikin Honda Jaya di Mata Rakyat (Sutrisno Gallery/Shutterstock.com)

Tanpa Motor Supra, Honda Tidak Akan Menjadi Brand Motor Terbaik yang Pernah Ada di Indonesia

16 Januari 2026
Aku Cinta Kartasura, Kecuali Saat Hujan, Pasti Banjir!

Aku Cinta Kartasura, kecuali Saat Hujan, Pasti Banjir!

12 Januari 2026
3 Keunggulan Kereta Api Eksekutif yang Tidak Akan Dipahami Kaum Mendang-Mending yang Naik Kereta Ekonomi

3 Keunggulan Kereta Api Eksekutif yang Tidak Akan Dipahami Kaum Mendang-Mending yang Naik Kereta Ekonomi

17 Januari 2026
Jogja Kombinasi Bunuh Diri Upah Rendah dan Kesepian

Beratnya Merantau di Jogja karena Harus Berjuang Melawan Gaji Rendah dan Rasa Kesepian

11 Januari 2026
3 Pertanyaan yang Dibenci Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Mojok.co jurusan PAI

Saya Tidak Ingin Menjadi Guru walaupun Memilih Jurusan PAI, Bebannya Tidak Sepadan dengan yang Didapat!

11 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.